AKSI SOSIAL GERAKAN UNTUK KESEJAHTERAAN TUNARUNGU INDONESIA JAKARTA (GERKATIN JAKARTA) TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS RUNGU

Jurnal Kommunity Online, Mar 2023

This study aims to determine participation and benefits in the management of the Serasi Garbage Bank with the formulation of the problem: (1) How does public participation in the management of the Serasi Garbage Bank in Dago Benda Baru Pamulang South Tangerang (2) What are the benefits of the Serasi Garbage Bank in the Dago Benda Baru Pamulang Tangerang area South. The research methodology conducted by researchers is research conducted through a descriptive qualitative approach. Qualitative research is research that produces analytical procedures that do not use statistical analysis procedures or other quantitative methods, namely data obtained in the form of words, images and behavior. Through the Serasi Garbage Bank program, is a program that establishes and invites the community to manage household waste properly, the Serasi Garbage Bank program is an individual and collective waste management system with the principle of recycling cooperation with business partners.The benefits of managing the Serasi Garbage Bank, on the social aspects of the community, are concerned about waste and the environment. Economic aspects are still relatively small or a little income from weighing but can be an added value for the community. This aspect of the environment becomes cleaner, more beautiful and safer.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko/article/download/28280/pdf

AKSI SOSIAL GERAKAN UNTUK KESEJAHTERAAN TUNARUNGU INDONESIA JAKARTA (GERKATIN JAKARTA) TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS RUNGU

Availabe online at Website: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko Jurnal Kommunity Online, 2 (2), 2021, 57-70 AKSI SOSIAL GERAKAN UNTUK KESEJAHTERAAN TUNARUNGU INDONESIA JAKARTA (GERKATIN JAKARTA) TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS RUNGU SOCIAL ACTION INDONESIAN ASSOCIATION FOR THE WELFARE OF THE DEAF JAKARTA (GERKATIN JAKARTA)FOR DEAF PERSON Siti Sarah Agusti Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia Jakarta (GERKATIN), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jl. Ir. H.Djuanda No. 95, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia, 15412 E-mail: Submit : 21 Februari 2021 Revisi : 20 Maret 2021 Approve : 25 September 2021 Abstract Persons with disabilities are often underestimated because they have both physical and mental deficiencies. These deficiencies often have disabilities being discriminated against. They also face obstacles in accessing public facilities, especially accessibility and Indonesian sign language (BISINDO) to support their daily life activities. Accessibility is a part of human life in their lives, so accessibility is very important because for adequate human activities as well as accessibility is very important for people with hearing impairments. Whereas BISINDO is very important for the hearing impaired to provide access to information and communication to the hearing community.This research uses qualitative research methods with case studies. Data collection techniques using interviews, observation, and study documentation. The subjects and objects in this study are focused on the organizers of the Jakarta Movement for the Deaf Welfare Indonesia Jakarta (GERKATIN Jakarta) who carry out social actions concerning accessibility and BISINDO to obtain equal rights. The validity of the data used is source triangulation. The results showed that Gerkatin social action can help deaf people to achieve equality. Gerkatin helps deaf people so they can develop talents, equal rights and can socialize with the hearing community. By carrying out social actions carried out by Gerkatin to achieve equality of deaf rights, Gerkatin wants to provide information and public education about the Deaf. In addition, the government can understand the needs of hearing impairments in the field of information and education, so there is no more discrimination about Indonesian sign language (BISINDO). This language must develop like Indonesian. Similarly, with BISINDO, Gerkatin also carried out social actions related to accessibility that had not yet been fulfilled such as visual access was not yet available in hospitals, banks, and schools. Keywords: Social action; equality of disability right of deaf; deaf disability Abstrak Penyandang disabilitas seringkali dipandang sebelah mata karena memiliki kekurangan baik fisik maupun mental. Kekurangan tersebut sering kali penyandang disabilitas mendapat tindak diskriminasi. Mereka juga menghadapi kendala dalam mengakses fasilitas publik khususnya aksesibilitas dan bahasa isyarat Indonesia (BISINDO) untuk menunjang aktivitas kehidupan mereka sehari-hari. Aksesibilitas merupakan bagian dari kehidupan manusia dalam kehidupannya, sehingga aksesibilitas sangat penting karena untuk memadai aktivitas manusia begitu pula aksesibilitas sangat Copyright © 2021, Jurnal Kommunity Online, 2 (2) 2021 © 2021 The Author(s). This is an open access article under CC-BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) Siti Sarah Agusti penting untuk penyandang disabilitas rungu. Sedangkan BISINDO sangat penting bagi disabilitas rungu untuk memberikan akses informasi dan komunikasi kepada masyarakat dengar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dan objek dalam penelitian ini adalah terfokus pada pengurus Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia Jakarta (GERKATIN Jakarta) yang melakukan aksi sosial mengenai aksesibilitas dan BISINDO untuk mendapatkan hak yang setara. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksi sosial Gerkatin dapat membantu disabilitas rungu untuk mencapai kesetaraan. Gerkatin membantu disabilitas rungu agar mereka bisa mengembangkan bakat, hak yang sama dan dapat bersosialisasi dengan masyarakat dengar. Dengan melakukan aksi sosial yang dilakukan Gerkatin untuk mencapai kesetaraan hak disabilitas rungu, Gerkatin ingin memberikan informasi dan edukasi masyarakat tentang disabilitas rungu. Selain itu, pemerintah dapat memahami kebutuhan disabilitas rungu di bidang informasi dan pendidikan, sehingga tidak ada lagi diskriminasi tentang bahasa isyarat Indonesia (BISINDO). Bahasa ini harus berkembang seperti bahasa Indonesia. Sama halnya, dengan BISINDO, Gerkatin juga melakukan aksi sosial terkait aksesibilitas yang masih belum terpenuhi seperti belum tersedia akses visual di rumah sakit, bank, dan sekolah. Kata Kunci: Aksi sosial; Kesetaraan Hak Disabilitas; Disabilitas rungu Pengutipan : Sarah Agusti, Siti. Aksi Sosial Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia Jakarta (Gerkatin Jakarta) Terhadap Penyandang Disabilitas Rungu. Jurnal Kommunity Online, 2 (2), 2021, 57-70. doi: 10.15408/jko.v2i2.28280 PENDAHULUAN Penyandang disabilitas meliputi setiap orang yang memiliki perbedaan kemampuan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang mengalami berbagai hambatan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dalam berinteraksi di lingkungan sosialnya berdasarkan kesetaraan dengan yang lainnya (Bahrul Fuad 2015,11). Ketidaksempurnaan mereka bukan berarti mereka tidak mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Mereka berhak atas perlindungan, kesejahteraan, kenyamanan serta keadilan. Konvensi tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas CRPD (Convention on the Rights of Person with Disabilities) sebagaimana telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang nomor 19 Tahun 2011 pada Pasal 5 menerangkan bahwa negara menjamin kesetaraan perlindungan hukum bagi setiap orang dan melarang segala bentuk diskriminasi atas dasar disabilitas (Purwanta 2012, 284). Kelompok minoritas di manapun berada sangat dekat dengan perlakuan diskriminatif. Tindakan diskriminatif berupa perkataan ataupun perbuatan. Salah satu bagian dari kelompok minoritas yang ada adalah kelompok penyandang disabilitas. Penggunaan kata “disabilitas” sebelumnya lebih kita kenal dengan penyandang “cacat”. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama. Hak meliputi hak hidup, hak atas pendidikan, kesehatan, pekerjaan, hak berumah tangga, hak politik, serta hak pembangunan (Pawestri, Jurnal Era Hukum, 2, Juni 2017:164). Dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Pasal 1 menyebutkan bahwa Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan 58 Jurnal Kommunity Online, 2 (2) 2021, e-ISSN: 2797-5754 © 2021 The Author(s). This is an open access article under CC-BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4. (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko/article/download/28280/pdf
Article home page: https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko/article/view/28280/pdf

Siti Sarah Agusti. AKSI SOSIAL GERAKAN UNTUK KESEJAHTERAAN TUNARUNGU INDONESIA JAKARTA (GERKATIN JAKARTA) TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS RUNGU, Jurnal Kommunity Online, 2023, pp. 57-70,