Corak Kritik Sastra Arab Masa Permulaan Islam Akibat Pengaruh Al-Qur’an
Ajamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
E-ISSN 2657-2206 / P-ISSN 2252-9926
https://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy/index
http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy.13.1.137-147.2024
Corak Kritik Sastra Arab Masa Permulaan Islam Akibat Pengaruh AlQur’an
Laili Nur Qomariyah1, Tatik Mariyatut Tasnimah2
1
2
Program Studi Magister Bahasa dan Sastra Arab, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
Corresponding Author
Article Info
:
Abstract
This study aims to identify the style of Arabic literary criticism due to the
influence of the Qur'an, by knowing the phenomena of criticism that existed in
2023-08-29
the early days of Islam, it will be known how the frogter of Arabic literary
Accepted
criticism at that time. This research is a qualitative descriptive research. The data
2024-06-05
collection techniques used are reading and recording techniques, as well as
collecting data related to the phenomenon of literary criticism in the early days
Published
2024-06-23
of Islam. From the results of this study it was found that literary criticism in the
early days of Islam was generally in the form of meaning criticism, namely
criticism that judged the good and bad of literature in terms of meaning, this is
Keywords:
because Arabic literary criticism was strongly influenced by the Qur’an, literary
Criticism;
criticism at that time aimed to make literature in accordance with Islamic values,
Arabic
Literature;
especially ethics. The critics in the early days of Islam were Prophet Muhammad
The
Beginnings Of and Omar bin Khattab. This research is expected to increase the reader's insight,
and add insight to today's writers in order to know the traces of writers in the
Islam
early days of Islam
Submitted
Abstrak
Kata Kunci:
Kritik; sastra
Arab;
permulaan
Islam
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi corak kritik sastra Arab akibat pengaruh
Al-Qur'an, dengan mengetahui fenomena-fenomena kritik yang ada pada masa
permulaan Islam, maka akan diketahui bagaimana katakter dari kritik sastra Arab
pada masa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat, serta
mengumpulkan data yang berkaitan dengan fenomena kritik sastra pada saat
permulaan Islam. dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kritik sastra pada
masa permulaan islam umumnya berbentuk kritik makna, yaitu kritik yang
menilai baik buruknya sastra dari segi makna, hal tersebut dikarenakan kritik
sastra Arab sangat terpengaruh oleh Al-Qur'an, kritik sastra pada masa tersebut
bertujuan agar sastra sesuai dengan nilai-nilai Islam, khususnya budi pekerti.
Adapun kritikus pada masa permulaan islam adalah Nabi Muhammad saw. dan
Umar bin Khattab. Penelitian ini diharapkan bisa menambah wawasan pembaca,
dan menambah wawasan sastrawan era sekarang agar dapat mengetahui jejak
sastrawan pada masa permulaan Islam
Under the License CC BY-SA 4.0
Copyright© 2024, ‘AJamiy dan Prodi Sastra Arab-UMGO
137
A. Pendahuluan
Secara sosiologis sastra ialah refleksi kawasan budaya serta suatu bacaan
dialektis antara pengarang dan suasana sosial yang membentuknya, atau uraian suatu
sejarah dialektik yang dibesarkan dalam karya sastra.1 Sastra diketahui dalam segala
ruang lingkup kebahasaan, oleh sebab itu sastra dikelompokkan jadi beberapa bagian
bersumber pada letak geografis, sperti halnya terdapat sastra Nusantara, sastra Dunia,
sastra Asia. serta sastra Barat. Sastra Arab merupakan bagian dari Sastra Asia, sebutan
sastra dalam bahasa Arab disebut dengan kata adab, apabila di peruntukan dalam wujud
jamak merupakan kata adāb. Tetapi berbeda secara leksikal, tidak hanya mempunyai
makna sastra, kata adab juga mempunyai makna lain. Adab juga dapat dimaksud selaku
kesantunan berperilaku (etika), tentang kemanusiaan, serta ilmu kehumanioraan,
sebaliknya dalam bahasa Indonesia kata adab sudah diserap serta tidak lagi dimaksud
selaku kata yang memiliki makna“ sastra”, namun selaku kata yang mempunyai makna
lain yakni: kesopanan, akhlak, kesantunan, budi pekerti, kebudayaan serta kemajuan (
peradaban).
Jika melihat proses sejarah kata “adab” dari bahasa Arab, maka dapat diketahui
bahwa kata Adab mengalami perpindahan di dalam maknanya dari masa ke masa.
Semacam halnya arti kata Adab pada masa Jahiliyah ( masa pra Islam) kurang lebih 150
tahun saat sebelum kelahiran Nabi Muhammad (571 M). Kata adab mempunyai makna
kesopanan, tidak hanya itu kata adab pula digunakan selaku makna isyarat guna
mengajak makan. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya era kata adab mengalami
pergantian wujud menjadi kata ma’ dūbah yang sama dari pangkal kata asalnya, yaitu
mempunyai makna hidangan ataupun jamuan.2
Bagi sebagian sastrawan, sastra Arab sudah ada beberapa abad saat sebelum
Masehi. Hendak namun karya sastra (syair) tersebut yang terdapat hingga saat ini
merupakan karya sastra yang lahir dua abad saat sebelum Islam. Perihal ini bukan berarti
kalau saat sebelum itu orang Arab tidak memahami sastra, namun yang bisa direkam
cuma hingga pada era Muhalhil saja. Oleh karena itu ia diduga selaku perintis awal sastra
Arab jahiliyah3 Para ulama sastra Arab telah membagi periode sastra Arab ke dalam
tujuh masa, yakni: masa Jahiliyah, permulaan Islam, masa Umayyah, masa Abbasiyah,
masa kemunduran, masa Andalusia, dan masa kebangkitan modern. Setiap periode sastra
Arab memiliki karakteristik masing-masing yang menjadi pembeda dengan periode-
1
Marzuki Mustamar, “KODIFIKASI SASTRA ARAB PERIODE KLASIK (JAHILY),”
Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra 1, no. 1 (October 15, 2011): hlm 60,
https://doi.org/10.18860/ling.v1i1.544.
2
Nur Kholis, “Kritik dan Penilaian Ibnu Qutaibah terhadap Puisi Arab dalam Kitab Al syi‘ru wal
syu‘ara.,” n.d., hlm 4.
3
Mustamar, “KODIFIKASI SASTRA ARAB PERIODE KLASIK (JAHILY),” hlm 62.
LiNGUA:
Ajamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab | Vol.13
No.1, Juni 2024 |
138
periode lainnya, yang mana hal tersebut sesuai dengan keadaan sosial dan politik yang
berkembang pada saat itu.
Ketika membahas sastra, maka akan menyangkut tentang tiga hal pokok dalam
sastra, yaitu: sejarah sastra, teori sastra, dan kritik sastra. Pada perkembangan sastra
pada periode pertama, terdapat empat bentuk kritik yaitu kritik linguistik, kritik makna,
kritik musikalitas dan kritik strata penyair.4 Kemudian masuk pada periode selanjutnya,
yaitu perkembangan sastra Arab pada periode kedua atau masa permulaan Islam.
Menurut pengkaji sejarah kesusastraan Arab, zaman tersebut dimulai saat kebangkitan
Nabi Muhammad sebagai Rasul sekitar tahun 610 Masehi. setelah itu Islam mulai
berkembang dan kota madinah menjadi kerajaan Islam. Berakhirnya periode
kesusastraan Arab masa permulaan Islam ditandai dengan berakhirnya pemerintahan
Khulafaur Rasyidin dan dimulainya pemerintahan Bani Umayya, namun corak kritik
sastra pada masa permulaan Islam tergolong memiliki literasi yang sedikit dibanding
pada masa jahiliyah.
Berdasarkan latar belakang terse (...truncated)