Corak Kritik Sastra Arab Masa Permulaan Islam Akibat Pengaruh Al-Qur’an

'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, Jun 2024

This study aims to identify the style of Arabic literary criticism due to the influence of the Qur'an, by knowing the phenomena of criticism that existed in the early days of Islam, it will be known how the frogter of Arabic literary criticism at that time. This research is a qualitative descriptive research. The data collection techniques used are reading and recording techniques, as well as collecting data related to the phenomenon of literary criticism in the early days of Islam. The purpose of this study is to determine the characteristics of Arabic literary criticism in the early days of Islam, along with aspects related to it. From the results of this study it was found that literary criticism in the early days of Islam was generally in the form of meaning criticism, namely criticism that judged the good and bad of literature in terms of meaning, this is because Arabic literary criticism was strongly influenced by the Quran, literary criticism at that time aimed to make literature in accordance with Islamic values, especially ethics. The critics in the early days of Islam were Prophet Muhammad and Omar bin Khattab. This research is expected to increase the reader's insight, and add insight to today's writers in order to know the traces of writers in the early days of IslamPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi corak kritik sastra Arab akibat pengaruh al-Qur`an, dengan mengetahui fenomena-fenomena kritik yang ada pada masa permulaan Islam, maka akan diketahui bagaimana katakter dari kritik sastra Arab pada masa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat, serta mengumpulkan data yang berkaitan dengan fenomena kritik sastra pada saat permulaan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kritik sastra Arab pada masa permulaan Islam, beserta aspek yang berkaitan denganya. dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kritik sastra pada masa permulaan islam umumnya berbentuk kritik makna, yaitu kritik yang menilai baik buruknya sastra dari segi makna, hal tersebut dikarenakan kritik sastra Arab sangat terpengaruh oleh Al-Quran, kritik sastra pada masa tersebut bertujuan agar sastra sesuai dengan nilai-nilai Islam, khususnya budi pekerti. Adapun kritikus pada masa permulaan islam adalah Nabi Muhammad SAW dan umar bin Khattab. Penelitian ini diharapkan bisa menambah wawasan pembaca, dan menambah wawasan sastrawan era sekarang agar dapat mengetahui jejak sastrawan pada masa permulaan Islam

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy/article/download/2488/1652

Corak Kritik Sastra Arab Masa Permulaan Islam Akibat Pengaruh Al-Qur’an

Ajamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab E-ISSN 2657-2206 / P-ISSN 2252-9926 https://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy/index http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy.13.1.137-147.2024 Corak Kritik Sastra Arab Masa Permulaan Islam Akibat Pengaruh AlQur’an Laili Nur Qomariyah1, Tatik Mariyatut Tasnimah2 1 2 Program Studi Magister Bahasa dan Sastra Arab, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia Corresponding Author Article Info : Abstract This study aims to identify the style of Arabic literary criticism due to the influence of the Qur'an, by knowing the phenomena of criticism that existed in 2023-08-29 the early days of Islam, it will be known how the frogter of Arabic literary Accepted criticism at that time. This research is a qualitative descriptive research. The data 2024-06-05 collection techniques used are reading and recording techniques, as well as collecting data related to the phenomenon of literary criticism in the early days Published 2024-06-23 of Islam. From the results of this study it was found that literary criticism in the early days of Islam was generally in the form of meaning criticism, namely criticism that judged the good and bad of literature in terms of meaning, this is Keywords: because Arabic literary criticism was strongly influenced by the Qur’an, literary Criticism; criticism at that time aimed to make literature in accordance with Islamic values, Arabic Literature; especially ethics. The critics in the early days of Islam were Prophet Muhammad The Beginnings Of and Omar bin Khattab. This research is expected to increase the reader's insight, and add insight to today's writers in order to know the traces of writers in the Islam early days of Islam Submitted Abstrak Kata Kunci: Kritik; sastra Arab; permulaan Islam Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi corak kritik sastra Arab akibat pengaruh Al-Qur'an, dengan mengetahui fenomena-fenomena kritik yang ada pada masa permulaan Islam, maka akan diketahui bagaimana katakter dari kritik sastra Arab pada masa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat, serta mengumpulkan data yang berkaitan dengan fenomena kritik sastra pada saat permulaan Islam. dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kritik sastra pada masa permulaan islam umumnya berbentuk kritik makna, yaitu kritik yang menilai baik buruknya sastra dari segi makna, hal tersebut dikarenakan kritik sastra Arab sangat terpengaruh oleh Al-Qur'an, kritik sastra pada masa tersebut bertujuan agar sastra sesuai dengan nilai-nilai Islam, khususnya budi pekerti. Adapun kritikus pada masa permulaan islam adalah Nabi Muhammad saw. dan Umar bin Khattab. Penelitian ini diharapkan bisa menambah wawasan pembaca, dan menambah wawasan sastrawan era sekarang agar dapat mengetahui jejak sastrawan pada masa permulaan Islam Under the License CC BY-SA 4.0 Copyright© 2024, ‘AJamiy dan Prodi Sastra Arab-UMGO 137 A. Pendahuluan Secara sosiologis sastra ialah refleksi kawasan budaya serta suatu bacaan dialektis antara pengarang dan suasana sosial yang membentuknya, atau uraian suatu sejarah dialektik yang dibesarkan dalam karya sastra.1 Sastra diketahui dalam segala ruang lingkup kebahasaan, oleh sebab itu sastra dikelompokkan jadi beberapa bagian bersumber pada letak geografis, sperti halnya terdapat sastra Nusantara, sastra Dunia, sastra Asia. serta sastra Barat. Sastra Arab merupakan bagian dari Sastra Asia, sebutan sastra dalam bahasa Arab disebut dengan kata adab, apabila di peruntukan dalam wujud jamak merupakan kata adāb. Tetapi berbeda secara leksikal, tidak hanya mempunyai makna sastra, kata adab juga mempunyai makna lain. Adab juga dapat dimaksud selaku kesantunan berperilaku (etika), tentang kemanusiaan, serta ilmu kehumanioraan, sebaliknya dalam bahasa Indonesia kata adab sudah diserap serta tidak lagi dimaksud selaku kata yang memiliki makna“ sastra”, namun selaku kata yang mempunyai makna lain yakni: kesopanan, akhlak, kesantunan, budi pekerti, kebudayaan serta kemajuan ( peradaban). Jika melihat proses sejarah kata “adab” dari bahasa Arab, maka dapat diketahui bahwa kata Adab mengalami perpindahan di dalam maknanya dari masa ke masa. Semacam halnya arti kata Adab pada masa Jahiliyah ( masa pra Islam) kurang lebih 150 tahun saat sebelum kelahiran Nabi Muhammad (571 M). Kata adab mempunyai makna kesopanan, tidak hanya itu kata adab pula digunakan selaku makna isyarat guna mengajak makan. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya era kata adab mengalami pergantian wujud menjadi kata ma’ dūbah yang sama dari pangkal kata asalnya, yaitu mempunyai makna hidangan ataupun jamuan.2 Bagi sebagian sastrawan, sastra Arab sudah ada beberapa abad saat sebelum Masehi. Hendak namun karya sastra (syair) tersebut yang terdapat hingga saat ini merupakan karya sastra yang lahir dua abad saat sebelum Islam. Perihal ini bukan berarti kalau saat sebelum itu orang Arab tidak memahami sastra, namun yang bisa direkam cuma hingga pada era Muhalhil saja. Oleh karena itu ia diduga selaku perintis awal sastra Arab jahiliyah3 Para ulama sastra Arab telah membagi periode sastra Arab ke dalam tujuh masa, yakni: masa Jahiliyah, permulaan Islam, masa Umayyah, masa Abbasiyah, masa kemunduran, masa Andalusia, dan masa kebangkitan modern. Setiap periode sastra Arab memiliki karakteristik masing-masing yang menjadi pembeda dengan periode- 1 Marzuki Mustamar, “KODIFIKASI SASTRA ARAB PERIODE KLASIK (JAHILY),” Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra 1, no. 1 (October 15, 2011): hlm 60, https://doi.org/10.18860/ling.v1i1.544. 2 Nur Kholis, “Kritik dan Penilaian Ibnu Qutaibah terhadap Puisi Arab dalam Kitab Al syi‘ru wal syu‘ara.,” n.d., hlm 4. 3 Mustamar, “KODIFIKASI SASTRA ARAB PERIODE KLASIK (JAHILY),” hlm 62. LiNGUA: Ajamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab | Vol.13 No.1, Juni 2024 | 138 periode lainnya, yang mana hal tersebut sesuai dengan keadaan sosial dan politik yang berkembang pada saat itu. Ketika membahas sastra, maka akan menyangkut tentang tiga hal pokok dalam sastra, yaitu: sejarah sastra, teori sastra, dan kritik sastra. Pada perkembangan sastra pada periode pertama, terdapat empat bentuk kritik yaitu kritik linguistik, kritik makna, kritik musikalitas dan kritik strata penyair.4 Kemudian masuk pada periode selanjutnya, yaitu perkembangan sastra Arab pada periode kedua atau masa permulaan Islam. Menurut pengkaji sejarah kesusastraan Arab, zaman tersebut dimulai saat kebangkitan Nabi Muhammad sebagai Rasul sekitar tahun 610 Masehi. setelah itu Islam mulai berkembang dan kota madinah menjadi kerajaan Islam. Berakhirnya periode kesusastraan Arab masa permulaan Islam ditandai dengan berakhirnya pemerintahan Khulafaur Rasyidin dan dimulainya pemerintahan Bani Umayya, namun corak kritik sastra pada masa permulaan Islam tergolong memiliki literasi yang sedikit dibanding pada masa jahiliyah. Berdasarkan latar belakang terse (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy/article/download/2488/1652
Article home page: https://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy/article/view/2488/1652

Qomariyah Laili Nur, Tasnimah Tatik Mariyatut. Corak Kritik Sastra Arab Masa Permulaan Islam Akibat Pengaruh Al-Qur’an, 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 2024, pp. 137-147,