PELATIHAN SENI PERAN (AKTING) TEATER MONOLOG BAGI SISWA-SISWI DALAM MEMPERSIAPKAN KEGIATAN FLS2N
BATOBOH
Jurnal Pengabdian Pada M asyarakat
Available online at:https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Batoboh
PELATIHAN SENI PERAN (AKTING)
TEATER MONOLOG
BAGI SISWA-SISWI DALAM
MEMPERSIAPKAN KEGIATAN FLS2N
Yalesvita
Meria Eliza
Saaduddin
Prodi Seni Teater Fakultas Seni Pertunjukan
Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Jl. Bahder Johan, Guguak Malintang, Padangpanjang, Kota Padangpanjang, 27126.
Sumatera Barat. Indonesia
ABSTRAK
Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk membuka ruang, pengetahuan dan
pembinaan bagi generasi muda (siswa-i ) SMUN 01 Batusangkar dalam mempersiapkan diri
mengikuti program FLS2N di bidang seni khususnya bidang Monolog. Selain itu pengabdian
ini akan menjadi wadah bagi siswa-i menyiapkan portofolio. Pengabdian masyarakat yang
akan dilakukan ini, dimaksudkan memberi pelatihan bagi siswa-siswi dalam mengasah bakat
dan minat trampil bermonolog, bagaimana menuturkan berbagai pilihan cerita dalam naskah.
Pelatihan diawali dengan teknik/latihan dasar, metoda pelatihan bagi siswa-i dalam
memerankan/menampilkan karakter. Latihan dasar berupa latihan gesture, emosional, vokal
(komunikasi) dan kecerdasan intelektual. Kemudian pelatihan akan dilanjutkan tentang
pelatihan pemahaman terhadap naskah dan teknik menyampaikan/ mengkomunikasikan,
dan terakhir pelatihan penguasan ruang, karakter dan penonton
Kata Kunci: Pembinaan; Monolog; Metode; FLS2N
Copyright © 2020, Jurnal Batoboh, ISSN 2548-5458 (print), ISSN 2599-1906 (online)
Hal | 87
Jurnal Batoboh, Vol 5, No 2, Oktober 2020
Yalesvita, Meria Eliza, Saaduddin
Monolog
PENDAHULUAN
adalah
salah
satu
pertunjukan teater akan isyarat dalam bentuk
Monolog merupakan suatu bentuk
pertunjukan
teater
yang
menampilkan
totalitas aktor di atas panggung. Monolog
adalah berbicara sendiri dan lawannya ialah
dialog. Monolog juga suara hati yang
diucapkan, dan seyogyanya bisa didengar
oleh penonton dari bangku yang paling
depan sampai bangku yang paling belakang
di gedung pertunjukan (Marciano, Roci,
2019). Monolog telah berkembang sejak
zaman Yunani, Monolog merupakan ilmu
ungkapan kata, ekspresi wajah atau gerak
tubuh, dan berbagai muatan emosi. Jenis
pertunjukan ini telah dikenal sejak zaman
yunani. yang sering digunakan dalam ritus
keagamaan dengan cerita umumnya sekitar
mitologi yunani. Monolog kembali populer
pada sekitar tahun 60-an. Pada tahun 1964
monolog diperkenalkan di Hollywood lalu
berkembang menjadi sarana seni dan teater
dan
dengan memerankan satu karakter tokoh
atau lebih dalam menyampaikan cerita
dalam naskah. Monolog disampaikan dalam
bentuk komunikasi aktor kepada penonton.
Dalam memerankan naskah monolog, aktor
dituntut untuk memahani tentang ilmu seni
berperan dan juga pelatihan dalam berperan;
mamahami naskah yang akan dimainkan,
memahami karakter yang akan diperankan,
melatih vokal ( artikulasi, diksi, intonasi dll),
melatih
emosi
kebahagiaan
(kemarahan,
dll),
melatih
kesedihan,
tubuh/gestur
(ekpresi, mimik, kelenturan dll). Dengan
pengetahuan dan pelatihan yang dilakukan
ini, memudahkan bagi seorang siswa/i
dalam bermonolog di panggung atau di
hadapan penonton.
menjadi
salah
satu
teori/pembelajaran dari karya seni teater.
terapan yang mempelajari tentang seni
Peran, dimainkan oleh satu orang aktor
bahkan
Perkembangan
monolog
di
Indonesia pada 5 tahun terakhir ini sangat
pesat, banyak minat dari siswa-siswa
SMU/SMK bahkan mahasiswa menggemari
bentuk kesenian monolog ini, bahkan
menjadi kesenian yang populer di kalangan
generasi muda. Selain itu banyak lomba
yang dilakukan oleh pemerintah daerah
maupun pusat terkait dengan pertunjukan
monolog ini, salah satunya adalah kegiatan
FLS2N. Kegiatan FLS2N ini merupakan
program pemerintah dan merupakan wahana
untuk
ketrampilan
bagi
siswa-siswi
perwakilan dari seluruh Nusantara. Dengan
seni akan mengungkapkan beragam rasa,
karsa,
naluri
pikiran
yang
semuanya
berpusat pada nilai estetis dan perpaduan
inovasi, disertai dengan ungkapan rasa dan
emosi yang sangat mendalam.
Copyright © 2020, Jurnal Batoboh, ISSN 2548-5458 (print), ISSN 2599-1906 (online)
Hal| 88
Jurnal Batoboh, Vol 5, No 2, Oktober 2020
Yalesvita, Meria Eliza, Saaduddin
Berdasarkan
dan
penguasaan ruang, karakter dan penonton.
pemahaman ini, sangat perlu dan penting
Dalam hal ini Metode Drill juga digunakan.
bagi lembaga seni untuk turut andil dan
Enrico Alamo menyatakan bahwa metode
bertanggung
ruang,
ini yaitu suatu metode yang diberikan
dan
kepada anggota/peserta agar materi yang
pelatihan bagi generasi muda (mahasiwa-i )
sudah diajarkan diulang di rumah, sehingga
untuk
mengikuti
anggota atau peserta menguasai penampilan
program FLS2N di bidang seni khususnya
cerita yang telah diajarkan secara baik dan
bidang Monolog. Pengabdian masyarakat
benar (Alamo et al., 2018). Setelah melalui
yang akan dilakukan ini, dimaksudkan
beberapa
memberi
harapan siswa/siswi telah siap memainkan
memberi
penjelasan
jawab
membuka
pemahaman
keilmuan
mempersiapkan
diri
pelatihan
bagi
tahapan
akan difokuskan pada pelatihan akting
kompetisi dalam program FLS2N. Program
monolog.
pengabdian masyarakat ini dilakukan selain
monolog
siap
dengan
naskah
pelatihan
dan
ini,
mahasiswa/mahasiswi SMU 1 Sumbar yang
Adapun
monolog
latihan
mengikuti
sebagai
bagian
pelatihan
dasar
teater
bertujuan melatih dan membina siswa/siswi
tersebut
sejalan
dengan
tujuan
yang
dalam seni monolog juga ikut serta
dijelaskan oleh Sari Yunis bahwa pelatihan
membantu
dasar teater yang bertujuan agar siswa
pemeritah dalam kegiatan FLS2N.
mampu
menggunakan
vokal,
intonasi,
dan
mendukung
program
Dalam hal ini sebelum dilakukan
artikulasi, mimik (gerak tubuh), serta
pelaksanaan
mampu memberikan interpretasi/ penjiwaan
terhadap studi kepustakaan. Hal ini untuk
yang tepat terhadap puisi yang dibacakan.
menelaah sumber yang ada relevansinya
Dalam konteks ini terhadap medium teater
dengan tugas pelaksanaan pengabdian yang
memiliki relasi terhadap medium puisi yang
dilakukan.
diujicobakan oleh Sari Yunis tersebut (Yunis
kepustakaan mempunyai arti yang signifikan
et al., 2015). Pelatihan akan dimulai dari
untuk mendapatkan konsep-konsep, teori-
latihan
teori atau dalil-dalil tertentu yang dapat
dasar
yakni;
emosional,
vokal
kecerdasan.
Kemudian
latihan
gesture,
(komunikasi)
kegiatan,
Di
maka
samping
itu,
pedoman
telaah
dan
digunakan
akan
melakukan pelatihan dan pembinaan teater
dilanjutkan tentang pelatihan pemahaman
monolog melalui latihan akting. Hal yang
terhadap naskah dan teknik menyampaikan
paling mendasar yang dilakukan dalam
/mengkomunikasikan, dan terakhir pelatihan
proses kreatif teater salah satunya latihan
pelatihan
sebagai
dilakukan
Copyright © 2020, Jurnal Batoboh, ISSN 2548-5458 (print), ISSN 2599-1906 (online)
untuk
Hal| 89
Jurnal Batoboh, Vol 5, No 2, Oktober 2020
Yalesvita, Meria Eliza, Saaduddin
dasar akting. Banyak orang pada kelompok-
sesuai de (...truncated)