COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting
Volume 7 Nomor 5, Tahun 2024
e-ISSN: 2597-5234
THE INFLUENCE OF WORK ENVIRONMENT AND KNOWLEGDE SHARING
ON EMPLOYEE PERFORMANCE IN THE OFFICE OF PERUMDA NORTH
TORAJA DRINKING WATER
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KNOWLEGDE SHARING
TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR PERUMDA
AIR MINUM TORAJA UTARA
Jelvi Nasari Rombe1, Adriana Madya Marampa2, Dina Ramba3
Universitas Kristen Indonesia Toraja1,2,3
[email protected],
[email protected]
ABSTRACT
The purpose of this research is to analyze the influence of the Work Environment and Knowledge Sharing
on employee performance at the North Toraja Perumda Air Minum Office, to analyze the influence of the
Work Environment on employee performance at the North Toraja Perumda Air Drink Office, to analyze
the influence of Knowledge Sharing on employee performance in the Office North Toraja Drinking Water
Corporation. Quantitative Research is the method used. PERUMDA Water Drinking North Toraja Regency
has 134 employees which in this study were used as samples in this study. In this study, primary data and
secondary data were also used in this research, which was then processed using the SPSS Version 26
software application. Instrument testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis,
and hypothesis testing are data analysis techniques used. used in this research. The research results show
that competency and work environment variables have a positive and significant effect on employee
performance. This is indicated by the calculated F value (2388.792) > F table (4.834) and the significance
value is smaller than the probability value of 0.05 or the value of 0.001 < 0.05. This means that
simultaneously the Work Environment (X1), Knowledge Sharing (X2), have a significant effect on employee
performance (Y) at the North Toraja Regency Drinking Water PERUMDA office.
Keywords: Work Environment, Knowledge Sharing, Employee Performance, SPSS
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh Lingkungan Kerja dan Knowledge Sharing
terhadap kinerja pegawai di Kantor Perumda Air Minum Toraja Utara, Untuk menganalisa pengaruh
Lingkungan Kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Perumda Air Minum Toraja Utara, Untuk
menganalisa pengaruh Knowledge Sharing terhadap kinerja pegawai di Kantor Perumda Air Minum Toraja
Utara. Penelitian Kuantatif adalah metode yang digunakan. PERUMDA Air Minum Kabupaten Toraja
Utara memiliki 134 Karyawan yang dimana dalam penelitian ini gunakan untuk sampel pada penelitian ini.
Pada penelitian ini data Primer dan Data sekunder pun digunakan dalam penelitian ini, yang kemudian data
tersebut diolah menggunakan Aplikasi Perangkat Lunak (Software) SPSS Versi 26. Uji instrumen, uji
asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis merupakan teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi dan lingkungan
kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung
(2388.792) > F tabel (4.834) dan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05 atau nilai 0.001 <
0.05. Hal ini berarti secara simultan Lingkungan Kerja (X1), Knowledge Sharing (X2), berpengaruh
signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) di kantor PERUMDA Air Minum Kabupaten Toraja Utara.
Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Knowledge Sharing, Kinerja Karyawan, SPSS
PENDAHULUAN
Perumda Air Minum (PDAM)
sebagai perusahaan milik daerah yang
bergerak di bidang penyediaan air
minum bersih memiliki peran penting
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kinerja pegawai PDAM menjadi salah
satu faktor kunci dalam menentukan
kualitas pelayanan dan pencapaian
tujuan perusahaan. Dua faktor yang
memiliki pengaruh signifikan terhadap
kinerja
pegawai
PDAM
adalah
lingkungan kerja dan knowledge
sharing. Lingkungan kerja yang
kondusif
dan
suportif
dapat
meningkatkan
motivasi
dan
882
2024. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(5):881-890
produktivitas
pegawai,
sedangkan
knowledge sharing dapat membantu
pegawai
dalam
meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan mereka.
Lingkungan kerja memengaruhi
produktivitas
perusahaan,
karena
lingkungan kerja yang baik dan
memuaskan
tentu
akan
sangat
memengaruhi cara pandang dan cara
bersikap seorang karyawan, dan yang
paling utama yaitu untuk meningkatkan
kinerja karyawan. Lingkungan kerja
sama dengan lingkungan dimana
pegawai
melakukan
pekerjaannya
sehari-hari. Lingkungan kerja yang
kondusif memberikan rasa aman dan
memungkinkan para pegawai untuk
bekerja optimal. Lingkungan kerja dapat
mempengaruhi emosi pegawai. Jika
pegawai menyenangi lingkungan kerja
dimana dia bekerja, maka pegawai
tersebut akan betah di tempat kerjanya
untuk melakukan aktivitas sehingga
waktu kerja dipergunakan secara efektif
dan optimis prestasi kerja pegawai juga
tinggi. Lingkungan kerja tersebut
mencakup hubungan kerja yang
terbentuk antara sesama pegawai dan
hubungan kerja yang terbentuk antara
sesama pegawai, hubungan kerja antar
bawahan dan atasan serta lingkungan
fisika
tempat
pegawai
bekerja
(Mardiana, 2005). Lingkungan kerja
mencakup segala sesuatu tentang pekerja
yang dapat mempengaruhi kinerja tugas
yang diberikan (Nizemito, 2002).
Menurut
Sudarmayanti
(2007),
lingkungan kerja secara garis besar dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
lingkungan kerja fisik dan lingkungan
kerja non fisik. Faktor lingkungan kerja
fisik meliputi warna, pencahayaan,
udara, kebisingan, ruang gerak,
keamanan, dan kebersihan. Sedangkan
lingkungan non fisik adalah struktur
pekerjaan, tanggung jawab pekerjaan,
perhatian dan dukungan pemimpin,
kerjasama antar kelompok, dan
kelancaran komunikasi. Lingkungan
kerja mencakup segala sesuatu yang ada
di
sekitar
pekerja
dan
dapat
mempengaruhi pelaksanaan tugas yang
dilakukan atau menjadi tanggung
jawabnya.
Untuk
meningkatkan
produktivitas, lingkungan kerja memiliki
dampak besar terhadap kinerja, karena
lingkungan kerja yang baik akan
mempermudah penyelesaian tugas.
Lingkungan kerja ini sendiri terdiri atas
lingkungan kerja fisik dan non fisik yang
berkaitan erat dengan pegawai sehingga
tidak dapat dipisahkan dari upaya
peningkatan kinerja pegawai.
Menurut Sedarmayanti (2017),
tempat kerja merupakan suatu keadaan
dimana terdapat banyak kelompok dan
jenis dukungan yang berbeda-beda untuk
mencapai
tujuan
perusahaan
berdasarkan visi dan misi perusahaan.
Menurut
Mangkunegara
(2017),
lingkungan kerja mengacu pada semua
peralatan dan bahan yang terkait,
lingkungan di mana orang bekerja, dan
metode serta praktik kerja individu dan
kelompok. Saat ini menurut Rahmawati
dkk (2021).
Lingkungan
kerja
adalah
kesejahteraan sosial, mental dan fisik
perusahaan
yang
mempengaruhi
pekerjaan karyawan. Hal ini dikarenakan
lingkungan yang bersih berpengaruh
terhadap
kinerja
pegawai
dan
meningkatkan
kinerja
organisasi
(Nurjaya, 2021). Sedangkan menurut
Afandi (2018), lingkungan kerja yang
ada di sekitar pekerja memp (...truncated)