Peran Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan : Studi Kasus Kelompok Wanita Berlian Progo Binaan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu
SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora
DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i2.3952
e-ISSN 2829-2340| p-ISSN 2829-2359
Vol. 3 No. 2 (Juni 2024) 246-255
Submitted: June 21, 2024 | Accepted: June 25, 2024 | Published: June 28, 2024
Peran Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dalam
Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan : Studi
Kasus Kelompok Wanita Berlian Progo Binaan PT
Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu
Zukhruf Arifin1, Rifaldi Mulyansyah2, Pandu Prasojo3, Putri Nur Alifah4
1, 2
PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, Yogyakarta, Indonesia
3,4
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
1
Email: , , ,
4
Abstrak
Pemberdayaan yang ideal, adalah pemberdayaan yang melibatkan masyarakat di dalam proses-prosesnya
menuju perubahan yang sesuai dengan kebutuhan orang banyak. Namun, saat ini yang menjadi tren terkini
yang ada di dalam masyarakat, adalah konsep pemberdayaan yang melibatkan perempuan di dalam setiap
prosesnya. Pemberdayaan terhadap perempuan dengan tujuan agar mereka bisa berdaya dan berubah demi
satu tujuan untuk dapat meningkatkan derajat kesejahteraan mereka baik dari segi pemenuhan peran serta
well-being mereka. Penelitian ini berangkat dari latar belakang keterlibatan peran perempuan melalui
kelompok binaan perusahaan dan melihat bagaimana pengembangan dan kesulitan yang ditemuinya hingga
saat ini dengan tujuan untuk membuktikan bahwa program CSR sudah membawa satu perubahan yang
bermakna terhadap peran perempuan di wilayah pengembangan perusahaan. Penelitian ini akan fokus di
wilayah Kelurahan Poncosari, Kecamatan Srandakan Bantul Yogyakarta yang menjadi wilayah
pengembangan dari salah satu perusahaan milik BUMN dan melihat dari perspektif Kelompok binaan
mereka yang menjadi salah satu pengembangan kelompok Program CSR perusahaan. Penelitian ini akan
fokus memahami bagaimana peran perempuan di dalam perubahan melalui program pemberdayaan yang
dilakukan oleh CSR perusahaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara Mendalam
untuk menjelaskan bahwa studi literatur berhubungan dengan kajian teoritis melalui referensi-referensi
yang terkait. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa peran perempuan melalui kelompok binaan CSR
telah memberikan implikasi positif terhadap para perempuan di Kalurahan Poncosari Kecamatan Srandakan
Kabupaten Bantul. Perempuan menjadi berdaya dan mampu bersaing dengan laki-laki di dalam pemenuhan
kebutuhan primer mereka. Bagaimana perempuan bisa berdaya, itu berkat keterlibatan Perusahaan yang
secara fokus memberikan program CSR yang bermakna serta berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian
ini, Program CSR perusahaan telah memberikan perubahan yang bermakna kepada perempuan yang
tergabung di dalam kelompok binaan. Perubahan terjadi, berangkat dari kondisi perempuan yang pada
awalnya tidak memiliki porsi di dalam desa, berubah menjadi berkembang berkat program CSR
Perusahaan.
Kata Kunci: Pemberdayaan, Perempuan, CSR, Community Development.
Abstract
The ideal empowerment is one that involves the community in its processes towards changes that meet the
needs of the people. However, currently the latest trend in society is the concept of empowerment that
involves women in every process. Empowerment of women with the aim that they can be empowered and
change for the sole purpose of being able to improve their degree of welfare both in terms of fulfilling their
roles and well-being. This research departs from the background of the involvement of women's roles
through company-assisted groups and looks at how the development and difficulties encountered to date
with the aim of proving that the CSR program has brought a meaningful change to the role of women in
the company's development area. This research will focus on Poncosari Village, Srandakan Subdistrict,
Bantul Yogyakarta, which is a development area of one of the state-owned companies and see from the
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0)
246
Zukhruf Arifin1, Rifaldi Mulyansyah2, Pandu Prasojo3, Putri Nur Alifah4
SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) Vol. 3 No. 2 (2024) 246 – 255
perspective of their fostered group which is one of the development groups of the company's CSR Program.
This research will focus on understanding how the role of women in change through empowerment
programs carried out by the company's CSR. The method used is a literature study and in-depth interviews
to explain that the literature study relates to theoretical studies through related references. The results of
the study found that the role of women through CSR-assisted groups has had positive implications for
women in Poncosari Sub-district, Srandakan District, Bantul Regency. Women become empowered and
able to compete with men in the fulfillment of their primary needs. How women can be empowered is due
to the involvement of companies that focus on providing meaningful and sustainable CSR programs. The
conclusion of this study is that the company's CSR program has provided meaningful changes to women
who are members of the fostered group. Changes occur, departing from the condition of women who
initially did not have a portion in the village, turned into development thanks to the Company's CSR
program.
Keywords: Empowerment, Woman, CSR, Community Development.
PENDAHULUAN
Membicarakan mengenai konsep pemberdayaan, perlu ditarik benang merahnya. Makna Pemberdayaan
Secara etimologis budaya berasal dari kata pemaknaan kata daya yang berasas kepada makna kemampuan
atau kekuatan secara harfiah. Pemberdayaan dimaknai sebagai kegiatan untuk mendapatkan kesempatan
agar dapat berdaya Maka pemberdayaan dimaknai sebagai proses untuk memperoleh daya dari seseorang
atau kelompok yang awalnya lemah dan tidak memiliki kekuatan, menjadi terdorong dan berdaya. Di dalam
konteks berdaya untuk menentukan pilihan mereka sendiri, konsep pemberdayaan juga mengacu kepada
keinginan dari dalam diri individu atau kelompok agar menciptakan satu kondisi dimana ia memiliki
kesempatan dan juga kekuatan untuk bisa memperoleh kekuasaan atau keberdayaan suatu individu atau
kelompok di dalam struktur masyarakat. Pemberdayaan selalu mengacu kepada individu atau kelompok
yang sedang mengalami kondisi kemiskinan dan kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan primer mereka.
Definisi singkat tentang bagaimana masyarakat dapat berdaya itu, adalah kondisi masyarakat yang dapat
memenuhi segala kebutuhan mereka mulai dari kebutuhan akan ilmui pengetahuan, kebutuhan ekonomi,
maupun kebutuhan dari segi sosial. Namun, yang menjadi fokus di dalam penelitian ini, adalah
pemberdayaan yang menyasar kepada peran kaum perempuan.
Sejarah singkat mengenai peran kaum perempuan, mereka Pemberdayaan perempuan telah menjadi agenda
penting di dalam pembangunan banyak negara, termasuk Indonesia. Perempuan merupakan bagian integral
dari masyarakat dan memiliki potensi besar di dalam kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi, sosial
dan po (...truncated)