Peran Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan : Studi Kasus Kelompok Wanita Berlian Progo Binaan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Jun 2024

The ideal empowerment is one that involves the community in its processes towards changes that meet the needs of the people. However, currently the latest trend in society is the concept of empowerment that involves women in every process. Empowerment of women with the aim that they can be empowered and change for the sole purpose of being able to improve their degree of welfare both in terms of fulfilling their roles and well-being. This research departs from the background of the involvement of women's roles through company-assisted groups and looks at how the development and difficulties encountered to date with the aim of proving that the CSR program has brought a meaningful change to the role of women in the company's development area. This research will focus on Poncosari Village, Srandakan Subdistrict, Bantul Yogyakarta, which is a development area of one of the state-owned companies and see from the perspective of their fostered group which is one of the development groups of the company's CSR Program. This research will focus on understanding how the role of women in change through empowerment programs carried out by the company's CSR. The method used is a literature study and in-depth interviews to explain that the literature study relates to theoretical studies through related references. The results of the study found that the role of women through CSR-assisted groups has had positive implications for women in Poncosari Sub-district, Srandakan District, Bantul Regency. Women become empowered and able to compete with men in the fulfillment of their primary needs. How women can be empowered is due to the involvement of companies that focus on providing meaningful and sustainable CSR programs. The conclusion of this study is that the company's CSR program has provided meaningful changes to women who are members of the fostered group. Changes occur, departing from the condition of women who initially did not have a portion in the village, turned into development thanks to the Company's CSR program.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/download/3952/1661

Peran Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan : Studi Kasus Kelompok Wanita Berlian Progo Binaan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu

SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i2.3952 e-ISSN 2829-2340| p-ISSN 2829-2359 Vol. 3 No. 2 (Juni 2024) 246-255 Submitted: June 21, 2024 | Accepted: June 25, 2024 | Published: June 28, 2024 Peran Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan : Studi Kasus Kelompok Wanita Berlian Progo Binaan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu Zukhruf Arifin1, Rifaldi Mulyansyah2, Pandu Prasojo3, Putri Nur Alifah4 1, 2 PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, Yogyakarta, Indonesia 3,4 Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia 1 Email: , , , 4 Abstrak Pemberdayaan yang ideal, adalah pemberdayaan yang melibatkan masyarakat di dalam proses-prosesnya menuju perubahan yang sesuai dengan kebutuhan orang banyak. Namun, saat ini yang menjadi tren terkini yang ada di dalam masyarakat, adalah konsep pemberdayaan yang melibatkan perempuan di dalam setiap prosesnya. Pemberdayaan terhadap perempuan dengan tujuan agar mereka bisa berdaya dan berubah demi satu tujuan untuk dapat meningkatkan derajat kesejahteraan mereka baik dari segi pemenuhan peran serta well-being mereka. Penelitian ini berangkat dari latar belakang keterlibatan peran perempuan melalui kelompok binaan perusahaan dan melihat bagaimana pengembangan dan kesulitan yang ditemuinya hingga saat ini dengan tujuan untuk membuktikan bahwa program CSR sudah membawa satu perubahan yang bermakna terhadap peran perempuan di wilayah pengembangan perusahaan. Penelitian ini akan fokus di wilayah Kelurahan Poncosari, Kecamatan Srandakan Bantul Yogyakarta yang menjadi wilayah pengembangan dari salah satu perusahaan milik BUMN dan melihat dari perspektif Kelompok binaan mereka yang menjadi salah satu pengembangan kelompok Program CSR perusahaan. Penelitian ini akan fokus memahami bagaimana peran perempuan di dalam perubahan melalui program pemberdayaan yang dilakukan oleh CSR perusahaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara Mendalam untuk menjelaskan bahwa studi literatur berhubungan dengan kajian teoritis melalui referensi-referensi yang terkait. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa peran perempuan melalui kelompok binaan CSR telah memberikan implikasi positif terhadap para perempuan di Kalurahan Poncosari Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul. Perempuan menjadi berdaya dan mampu bersaing dengan laki-laki di dalam pemenuhan kebutuhan primer mereka. Bagaimana perempuan bisa berdaya, itu berkat keterlibatan Perusahaan yang secara fokus memberikan program CSR yang bermakna serta berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini, Program CSR perusahaan telah memberikan perubahan yang bermakna kepada perempuan yang tergabung di dalam kelompok binaan. Perubahan terjadi, berangkat dari kondisi perempuan yang pada awalnya tidak memiliki porsi di dalam desa, berubah menjadi berkembang berkat program CSR Perusahaan. Kata Kunci: Pemberdayaan, Perempuan, CSR, Community Development. Abstract The ideal empowerment is one that involves the community in its processes towards changes that meet the needs of the people. However, currently the latest trend in society is the concept of empowerment that involves women in every process. Empowerment of women with the aim that they can be empowered and change for the sole purpose of being able to improve their degree of welfare both in terms of fulfilling their roles and well-being. This research departs from the background of the involvement of women's roles through company-assisted groups and looks at how the development and difficulties encountered to date with the aim of proving that the CSR program has brought a meaningful change to the role of women in the company's development area. This research will focus on Poncosari Village, Srandakan Subdistrict, Bantul Yogyakarta, which is a development area of one of the state-owned companies and see from the Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) 246 Zukhruf Arifin1, Rifaldi Mulyansyah2, Pandu Prasojo3, Putri Nur Alifah4 SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) Vol. 3 No. 2 (2024) 246 – 255 perspective of their fostered group which is one of the development groups of the company's CSR Program. This research will focus on understanding how the role of women in change through empowerment programs carried out by the company's CSR. The method used is a literature study and in-depth interviews to explain that the literature study relates to theoretical studies through related references. The results of the study found that the role of women through CSR-assisted groups has had positive implications for women in Poncosari Sub-district, Srandakan District, Bantul Regency. Women become empowered and able to compete with men in the fulfillment of their primary needs. How women can be empowered is due to the involvement of companies that focus on providing meaningful and sustainable CSR programs. The conclusion of this study is that the company's CSR program has provided meaningful changes to women who are members of the fostered group. Changes occur, departing from the condition of women who initially did not have a portion in the village, turned into development thanks to the Company's CSR program. Keywords: Empowerment, Woman, CSR, Community Development. PENDAHULUAN Membicarakan mengenai konsep pemberdayaan, perlu ditarik benang merahnya. Makna Pemberdayaan Secara etimologis budaya berasal dari kata pemaknaan kata daya yang berasas kepada makna kemampuan atau kekuatan secara harfiah. Pemberdayaan dimaknai sebagai kegiatan untuk mendapatkan kesempatan agar dapat berdaya Maka pemberdayaan dimaknai sebagai proses untuk memperoleh daya dari seseorang atau kelompok yang awalnya lemah dan tidak memiliki kekuatan, menjadi terdorong dan berdaya. Di dalam konteks berdaya untuk menentukan pilihan mereka sendiri, konsep pemberdayaan juga mengacu kepada keinginan dari dalam diri individu atau kelompok agar menciptakan satu kondisi dimana ia memiliki kesempatan dan juga kekuatan untuk bisa memperoleh kekuasaan atau keberdayaan suatu individu atau kelompok di dalam struktur masyarakat. Pemberdayaan selalu mengacu kepada individu atau kelompok yang sedang mengalami kondisi kemiskinan dan kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan primer mereka. Definisi singkat tentang bagaimana masyarakat dapat berdaya itu, adalah kondisi masyarakat yang dapat memenuhi segala kebutuhan mereka mulai dari kebutuhan akan ilmui pengetahuan, kebutuhan ekonomi, maupun kebutuhan dari segi sosial. Namun, yang menjadi fokus di dalam penelitian ini, adalah pemberdayaan yang menyasar kepada peran kaum perempuan. Sejarah singkat mengenai peran kaum perempuan, mereka Pemberdayaan perempuan telah menjadi agenda penting di dalam pembangunan banyak negara, termasuk Indonesia. Perempuan merupakan bagian integral dari masyarakat dan memiliki potensi besar di dalam kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi, sosial dan po (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/download/3952/1661
Article home page: https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/view/3952/1661

Zukhruf Arifin, Rifaldi Maulyansyah, Pandu Prasojo, Putri Nur Alifah. Peran Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan : Studi Kasus Kelompok Wanita Berlian Progo Binaan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2024, pp. 246-255,