Hypertension Self Management Behavior and Achievement of Therapeutic Targets Grade 1 Essential Hypertension
Artikel Penelitian
Hypertension Self Management Behavior and Achievement of
Therapeutic Targets Grade 1 Essential Hypertension
Suci Khasanah1, Didik Prapto Sasongko2, Amin Susanto3, Danang Tri Yudono3, Pramesti
Dewi2
1
2
3
Program Studi Keperawatan Program Diploma 3, Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
Program Studi Keperawatan Program Sarjana, Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
Program Studi Diploma 4 Keperawatan Anestesiologi, Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
Article Info
Abstrak
Article History:
Submit: 7 Februari 2023
Accepted: 21 Agustus 2023
Publish: 30 Desember 2023
Uncontrolled blood pressure in hypertension will increase the risk of
cardiovascular disease. Hypertension Self-Management correlates with
controlled blood pressure and correlates with blood pressure. The current
study used the controlled parameter of blood pressure based on the
classification of hypertension, with measurements at that time, it does not
describe the type of hypertension studied and the extent to which the
therapy target was achieved based on time. This research aims to determine
the correlation of Hypertension Self-Management Behavior (HSMB) with
Target Achievement of Essential Hypertension Therapy. The research design
was correlational. Data collection using the HSMB Questionnaire,
documentation of blood pressure for the last 3 months and blood pressure
measurements in the fourth month. All respondents who met the criteria to
be the research sample, namely as many as 34 respondents. Most of the
respondents had good HSMB and SBP therapy targets achieved (41.2%) and
DBP therapeutic targets were not achieved (58.8%). The results of the
correlation test: HSMB with the achievement of TDS and TDD targets
obtained p values of 0.475 and 1.000. There is no correlation between
hypertension self-management behavior and the achievement of treatment
targets for Grade 1 hypertension, both on systolic and diastolic blood
pressure.
Key words:
Hypertension Self
Management Behavior;
Achievement of Target
Therapy; Grade 1 Essential
hypertension
PENDAHULUAN
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik
≥140 mmHg dan atau tekanan diastolic ≥90
mmHg (Perhimpunan Dokter Hipertensi,
2019; Unger et al., 2020; Williams, Mancia,
De Backer, et al., 2018a). Hipertensi
essensial memiliki prevalensi lebih besar
dari hipertensi sekunder, yaitu sekitar 95%
(Fuchs, 2018). Prevelensi hipertensi
mengalami peningkatan, terutama di
negara dengan penghasilan rendah atau
menengah,(Mills et al., 2020) termasuk di
Indonesia,(Dinas
Kesehatan
Republik
Indonesia, 2018a; Mills et al., 2020) dari
25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1%
pada tahun 2018 (Dinas Kesehatan
Republik Indonesia, 2018b). Begitu juga
prevalensi hipertensi di Kabupeten
Banyumas pada tahun 2017 8,53% menjadi
Corresponding author:
Suci Khasanah
Email:
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Vol 6 No 2, Desember 2023
DOI: http://dx.doi.org/10.32584/jkmk.v6i2.2043
e-ISSN 2621-5047
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Vol 6 No 2, Desember 2023
26% pada 2019 (Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah, 2017, 2019).
Hipertensi dinyatakan sebagai faktor risiko
pertama penyebab kematian (10.4 juta dari
34.1 juta kematian) dan sebagai penyakit
dengan beban tertinggi (218 juta dari 1.21
milyar)(Roth et al., 2018). Hipertensi juga
merupakan faktor risiko utama terjadinya
penyakit kardiovaskuler (Kjeldsen, 2018;
Maharani et al., 2019a; Whelton et al., 2018;
Williams, Mancia, Spiering, et al., 2018).
Bahkan pada hipertensi grade 1, tetap
memiliki risiko untuk terjadinya penyakit
kardiovaskuler,(He et al., 2000; Huang et al.,
2014; Kjeldsen, 2018; Lee et al., 2011;
Maharani et al., 2019a) serta sebagai sebab
kematian yang signifikan.(He et al., 2000)
Tercapainya
target terapi menjadi
indikator untuk menentukan terkontrol
atau tidaknya tekanan darah (Williams,
Mancia, De Backer, et al., 2018b). Tidak
terkontrolnya tekanan darah (≥140 mmHg)
akan semakin meningkatkan risiko
terjadinya
penyakit
kardiovaskuler.
Serangkaian bukti menunjukan semakin
tidak terkontrol tekanan darah penderita
hipertensi semakin meningkatkan risiko
terjadinya penyakit kardiovaskuler.(Borghi
et al., 2016; Shi et al., 2020; Zhou et al.,
2018).
Intervensi meningkatkan Hypertension Self
Management
Behavior
(HSMB)
berpengaruh
terhadap
terkontrolnya
tekanan darah penderita hipertensi, baik
terkontrolnya tekanan darah sistolik (TDS)
maupun
tekanan
darah
diastolik
(TDD)(McManus et al., 2010; PenalozaRamos et al., 2016; Qu et al., 2019; Rosaline
et al., 2022; Still et al., 2020) namun juga
terdapat hasil yang menunjukan tidak
berpengaruh
terhadap
menurunnya
TDD.(Aungsuroch et al., 2022; Kim & Song,
2015) Hasil penelitian Sagala menunjukan
bahwa tidak ada perbedaan tekanan darah
antara sebelum dengan sesudah dilakukan
intervensi Hypertension Self Management
Education (HMSE) (Sagala, 2019).
HSMB adalah kemampuan individu
hipertensi mengelola dirinya baik dengan
dukungan maupun tanpa dukungan (Li et
al., 2020) Beberapa penelitian sebelumnya
di Indonesia terkait korelasi HSMB dengan
terkontrolnya tekanan darah menunjukan
ada hubungan antara variabel tersebut
(Isnaini & Lestari, 2018; Mufidah, 2020;
Prakoso & Rosyid, 2022; Sulaiman, 2022;
Susanti et al., 2022). Pada penelitian
sebelumnya korelasi antara HSMB dengan
terkontrolnya tekanan darah menggunakan
paramater tekanan darah berdasarkan
klasifikasi hipertensi (Isnaini & Lestari,
2018; Mufidah, 2020; Sulaiman, 2022;
Susanti et al., 2022) dan
dengan
pengukuran saat itu juga (pendekatan cross
sectional) serta tidak dijelaskan jenis
hipertensi yang diteliti.(Isnaini & Lestari,
2018; Mufidah, 2020; Prakoso & Rosyid,
2022; Sulaiman, 2022; Susanti et al., 2022)
Terdapat 1 penelitian dengan parameter
terkontrol bila tekanan darah <139/89 dan
tidak terkontrol bila >140/90 namun sejauh
mana ketercapaian target terapi yang
didasarkan
pada
waktu
tidak
dijelaskan.(Prakoso & Rosyid, 2022) Target
terapi hipertensi dikatakan tercapai secara
esensial bila dalam waktu 3 bulan tekanan
darah menurun minimal 20/10 mmHg atau
idealnya <140/90 mmHg, atau dikatakan
tercapai secara opetimal bila dalam waktu 3
bulan pada usia <65 tahun tekanan darah
>120/70-130/80 mmHg dan pada usia >65
tahun tekanan darah <140/90 mmHg jika
dapat ditoleransi.(Perhimpunan Dokter
Hipertensi Indonesia, 2021) Penelitian ini
bertujuan membuktikan hubungan HSMB
dengan tercapainya target terapi pada
pasien hipertensi grade 1.
METODE
Desain penelitian ini adalah korelasional.
Pengumpulan
data
menggunakan
hypertension self management behavior
quistionnaire (HSMBQ) dan dokumen
pencatatan tekanan darah di Puskemas
Kembaran 1 selama 3 bulan terakhir dan
pengukuran tekanan darah secara langsung
pada
bulan
keempat
dengan
Suci Khasanah / Hypertension Self Management Behavior and Achievement of Therapeutic Targets Grade 1
Essential Hypertension
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Vol 6 No 2, Desember 2023
spignomanometer yang telah dikalibrasi.
Penelitian dilakukan di wilayah (...truncated)