PEMANFAATAN LIMBAH KALENG MINUMAN ALUMINIUM SEBAGAI PENGHASIL GAS HIDROGEN MENGGUNAKAN KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH)
Jurnal Teknologi Kimia Unimal 5:1 (2016) 92-104
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
homepage jurnal:
Jurnal
Teknologi
Kimia
Unimal
PEMANFAATAN LIMBAH KALENG MINUMAN
ALUMINIUM SEBAGAI PENGHASIL GAS HIDROGEN
MENGGUNAKAN KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA
(NaOH)
Sri Wahyuni, Lukman Hakim, Fikri Hasfita
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh
Jl. Batam No. 1 Bukit Indah, Lhokseumawe 24353
Korespondensi: HP: 082360997815, e-mail:
Abstrak
Gas hidrogen tidak dapat ditambang melainkan diproduksi, salah satunya
produksi hidrogen dari limbah kaleng minuman aluminium direaksikan dengan
air dan penambahan natrium hidroksida (NaOH) sebagai katalis. Reaksi tersebut
menghasilkan gas hidrogen dan NaAl(OH)4. Dalam konteks ini, hidrogen dapat
dikonversikan menjadi energi terbarukan, dimana energi tersebut ramah
lingkungan dan emisi yang dihasilkan berupa uap air.Tujuan penelitian ini
adalah mengembangkan teknik daur ulang limbah kaleng minuman aluminium
seperti Pocari Sweat untuk menghasilkan gas hidrogen sebagai energi yang
ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. Penelitian ini dilakukan dengan
mereaksikan aluminium dan air dengan katalis NaOH selama 43 menit pada suhu
300C. Dimana berat aluminium divariasikan (0.5 gr, 1 gr, 1.5 gr dan 2 gr), serta
konsentrasi NaOH yang divariasikan (2N, 3N, 4N, 5N dan 6N). Dari hasil
penelitian menunjukkan bahwa volume hidrogen terbesar pada berat aluminium 2
gram dengan konsentrasi NaOH 6N yaitu 1,081 liter. Untuk konversi aluminium
tertinggi pada berat aluminium 0,5 gram dengan konsentrasi NaOH 6N yaitu
68,950 %, sedangkan yield hidrogen tertinggi pada berat aluminium yaitu 2 gram
dengan konsentrasi NaOH 6N yaitu 3,539 %.
Kata Kunci: Aluminium, Air, Energi Terbarukan, Hidrogen, Katalis, Limbah
Kaleng, Natrium Hidroksida (NaOH)
1. Pendahuluan
Dalam konteks ini, isu utama yang paling menonjol adalah konversi energi
dari sebelumnya energi berbasis bahan bakar fosil kini beralih ke energi yang
dapat diperbaharui. Di sisi lain, isu lingkungan global yang menuntut tingkat
Lukman Hakim, dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 5:1 (2016) 92–104
kualitas lingkungan yang lebih baik, mendorong berbagai pakar energi untuk
mengembangkan energi yang lebih ramah lingkungan dan mendukung jaminan
pasokan berkesinambungan. Hasil penelitian diharapkan mampu mengatasi
beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan minyak bumi. Salah
satu bentuk energi terbarukan yang dewasa ini menjadi perhatian besar pada
banyak negara, terutama di negara maju adalah hidrogen. Hidrogen diproyeksikan
oleh banyak negara akan menjadi bahan bakar masa depan yang lebih ramah
lingkungan dan lebih efisien. Dimana suplai energi yang dihasilkan sangat bersih
karena hanya menghasilkan uap air sebagai emisi selama berlangsungnya proses.
Gas hidrogen tidak dapat ditambang melainkan harus diproduksi. Alternatif
tersebut dapat dilakukan dengan melakukan proses elektrolisis menggunakan air
dengan reaksi foto katalisis oksinitrida (Domendan Maeda, 2006) atau proses
elektrolisis dengan menggunakan katalis oksida padat (Zangdkk, 2010). Metode
produksi hidrogen dari biomasa meliputi metode biologi (Claassendkk, 2010) dan
secara kimia (Kırtay, 2011). Produksi hidrogen juga dapat dilakukan dengan
steam reforming dari hidrokarbon (Pencovadkk, 2011). Selain itu, hidrogen dapat
dihasilkan dari reaksi logam dan air dengan bantuan katalis. Salah satunya yaitu
hidrogen yang dihasilkan dari logam aluminium yang direaksikan dengan air
menggunakan katalis NaOH (Kumar danSurendra, 2013).
Saat ini, penggunaan aluminium semakin meningkat. Salah satu penggunaan
aluminium pada industri minuman ringan (soft drink) dimana aluminium tersebut
digunakan sebagai kemasan dari minuman ringan (soft drink). Aluminium biasa
dicampur untuk menambah sifat mekanis dan kekuatan, seperti aluminium foil
dan kaleng minuman mengandung sekitar 92-99% aluminium selebihnya yaitu
tembaga, seng, magnesiun, mangan, silika, dan logam lainnya dengan tingkat
persen yang sedikit (Zamani, 2014).Berikut ini kandungan aluminium dari kaleng
minuman yang dapat dilihat pada Tabel 1.
Pemanfaatan limbah kaleng minuman untuk bahan menghasilkan suatu
energi belum banyak dilakukan. Padahal limbah kaleng minuman aluminium yang
93
Lukman Hakim, dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 5:1 (2016) 92–104
cukup banyak bisa diproses menjadi gas hidrogen. Dalam penelitian ini, penulis
mengambil penelitian limbah kaleng minuman yang banyak ditemui serta
memiliki kandungan aluminium yang banyak terdapat pada kaleng pocari sweat.
Menurut penelitian Siregar (2010), bahwa baik katalis asam maupun katalis
netral tidak dapat memproduksi gas hidrogen. Sebaliknya dengan menggunakan
katalis basa kuat, baik itu NaOH dan KOH memberikan hasil hidrogen yang lebih
tinggi, tetapi pada penggunaan katalis NaOH waktu reaksi antara aluminium dan
air lebih cepat dari pada katalis KOH.
Tabel1.Kandungan Aluminium dari Kaleng Minuman
Parameter
Satuan
Aluminium
%
Magnesium
%
Mangan
%
Besi
%
Silikon
%
tembaga
%
Sumber: (Saputra, 2012)
2.
2.1
Pocari Sweat
96,38
1,14
0,75
0,51
0,19
0,19
JenisKaleng
Cap Kaki Tiga Greensands
89,74
90,87
3,28
2,25
1,93
1,21
1,79
1,52
0,88
1,33
2,36
1,92
Coca-Cola
93,28
1,17
1,04
1,72
0,68
1,26
Bahan dan Metode
Alat dan bahan yang digunakan
Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah erlenmeyer,
tutup sumbat erlenmeyer, balon, magnetic stirred, hotplate stirred, gunting,
timbangan analitik, termometer, labu ukur, benang, spatula, kaca arloji.
Bahan yang digunakan dalam penelitian in adalah limbah kaleng minuman
Pocari Sweat, NaOH, dan aquadest.
2.2
Prosedur Kerja
Proses Pembuatan Gas Hidrogen
Limbah kaleng minuman dengan merek Pocari Sweat yang dibersihkan
catnya dengan menggunakan amplas. Setelah penghilangan cat, kaleng minuman
tersebut dipotong dengan ukuran 0,1 x 0,1 cm dan ditimbang dengan berat sampel
94
Lukman Hakim, dkk / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 5:1 (2016) 92–104
0,5 gr, 1 gr, 1,5 gr dan 2 gr. Kemudian larutan NaOH dibuat dengan konsentrasi
masing-masing 2N, 3N, 4N, 5N, 6N. Tahap ini masing- masing potongan kaleng
tersebut dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi larutan NaOH dengan
konsentrasi masing-masing 2N, 3N, 4N, 5N, dan 6N. Kemudian ditutup mulut
erlenmeyer dengan menggunakan penutup karet. Pengukuran suhu dilakukan
dengan menggunakan termometer. Suhu dijaga pada suhu 30 oC. Untuk menjaga
suhu reaksi digunakan water bath sebagai media pendingin.Waktu reaksi dijaga
selama 43 menit dengan pengadukkan 100 rpm. Pengumpulan gas hidrogen
digunakan balon yang diletakkan pada permukaan erlenmeyer. Sebelum volume
gas hidrogen dapat dihitung, terlebih dahulu keliling balon diukur. Persamaan
yang digunakan yaitu sebagai berikut:
Penentuan Konversi, Yield dan Pengujian Gas Hidrogen Dengan Cara
Pembakaran
Konversi dan yield ditentukan dengan menggunakan persamaan di bawah ini
(Dave dan Pant, 2010):
% Konversi Aluminium =
% Yield H2 =
Untuk mengidentifikasi dan memastikan telah dihasilkan hidrogen da (...truncated)