AGRESI INSTRUMEN DALAM NOVEL CANTHING KARYA NARKO SODRUN BUDIMAN
JOB 20 (1) (2024)
JOB: (JURNAL ONLINE BARADHA) (E JOURNAL)
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha
AGRESI INSTRUMEN DALAM NOVEL CANTHING KARYA NARKO SODRUN
BUDIMAN
Natasya May Fanesha¹
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya
e-mail:
Devita Maswanda Putri Hariyanto²
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang
e-mail:
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan perilaku agresivitas
instrumen yang dilakukan oleh setiap tokoh dalam novel Canthing karya Narko Sodrun
Budiman. Penelitian ini menggunakan kajian psikologi sastra khususnya teori dari David G.
Myers. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian berupa
novel jawa modern yang berjudul Canthing terbit pada tahun 2021. Data penelitian ini
berupa kumpulan kata-kata yang menjadi kalimat dalam satu paragraf yang mengandung
unsur yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data-data tersebut dikumpulkan
menggunakan studi pusataka. Kemudian, dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil
penelitian ini yaitu agresivitas instrumen (Instrument aggression) bentuk agresivitas yang
tumbuh tanpa adanya emosi dari orang yang berperilaku agresif terhadap korban agresif.
Kata Kunci: Agresivitas, agresi, agresi instrumen
ABSTRACT
This research aims to understand and explain the instrumental aggressive behavior
carried out by each character in the novel Canthing by Narko Sodrun Budiman. This research
uses literary psychology studies, especially the theory of David G. Myers. The method used
qualitative methods. The research data source is a modern Javanese novel entitled Canthing
published in 2021. This research data is a collection of words that form sentences in one
paragraph which contain elements related to the research objectives. This data was collected
using a central study. Then, analyzed using qualitative descriptive. The results of this
research are instrumental aggressiveness, a form of aggressiveness that grows without any
emotion from people who behave aggressively towards aggressive victims.
Key Words: Aggressiveness, aggression, instrumental aggression
1
Natasya May Fanesha, Devita Maswanda Putri Hariyanto/ JOB 20 (1) (2024)
PENDAHULUAN
Karya sastra dikenal sebagai wadah dalam berekspresi yang memiliki berbagai
macam bentuk. Isi karya sastra berasal dari pengalaman-pengalaman penulis yang terekam
dan dituangkan dengan bentuk sastra. Wellek Waren menjelaskan bahwa sastra sebagai
suatu system yang tersusun dari berbagai konsep seperti tema, tokoh alur, dan sarana sastra
(Wirdiati, dkk., 2001). Sastra, Penulis, dan masyarakat saling memiliki keterkaitan. Penulis
berfungsi sebagai sarana perekam keadaan dan kejadian peristiwa dalam kehidupan yang
ditulis dalam karya sastra yang memiliki tujuan untuk hiburan dan pengetahuan bagi
pembaca. Sastra Jawa Modern merupakan salah satu jinis karya sastra berdasarkan
wilayahnya. Isi sastra jawa modern tidak hanya berisi mengenai kebudayaan jawa kuno saja,
akan tetapi isi sastra jawa modern tersebut sesuai dengan jaman saat ini, sehingga pembaca
tidak merasa bosan tanpa menghilangkan aturan-aturan karya sastra.
Sastra Jawa Modern sebagai bentuk ciptaan Jawa yang tumbuh dan berkembang di
tengahnya kehidupan masyarakat jaman sekarang (Darni, 2015). Salah sijine wujud karya
sastra jawa modern yang berkembang saat ini yaitu novel jawa modern. Novel merupakan
salah satu bentuk karya sastra yang bersifat fiksi. Karya sastra novel menceritakan tentang
kehidupan dalam bermasyarakat. Cara penggambaran novel diceritakan secara lengkap,
rinci, luas dan kompleks. Nurgiyantoro (2013) menjelaskan bahwa cerita yang panjang
dengan jumlah ratusan halaman tidak disebut cerpen, melainkan lebih tepatnya disebut
sebagai novel.
Salah satu penulis novel jawa modern yang terkenal yaitu Narko Sodrun Budiman
seorang penulis sastra jawa modern yang lahir di kota Tulungagung, 21 Januari 1960. Penulis
terkenal tersebut menekuni sastra jawa ketika tahun 1982 yang menghasilkan cerkak,
cerbung, gegritan, artiken, reportase, buku teks, buku fiksi lan naskah drama. Lebih dari
ratusan cerita pendek yang telah dicetak pada majalah dan antalogi. Bakat menulisnya
muncul dari pendidikannya, Sarmud KTP, Sarjana PKn, dan Pascasarjana Kebijakan
Pendidikan (Budiman, 2021).
Salah satu buku fiksi karya Narko Sodrun Budiman yang digunakan sebagai objek
artikel ini berjudul Canthing. Novel Canthing karya Narko Sodrun Budiman diterbitkan
pada tahun 2021. Novel tersebut bercerita tentang seorang detektif ilegal yang bernama
Kodar Santika. Detektif ilegal tersebut dikenal dengan seorang perampok, begal, dan
penjahat kelas hiu.
2
Natasya May Fanesha, Devita Maswanda Putri Hariyanto/ JOB 20 (1) (2024)
Batik Parangkusuma sebagai salah satu pengrajin batik terbesar di kota Tulungagung
mengalami perampokan. Tokoh Kodar Santika ditemui oleh juragan batik parangkusuma
untuk mencari uang ratusan juta dan dokumen penting seharga miliaran rupiah yang telah
dirampok. Setiap tokoh dalam novel Canthing tersebut memiliki kepribadian yang
berbahaya. Kepribadian tersebut berupa perilaku agresivitas yang dapat menyebabkan
kerusakan dan berbahaya terhadap seseorang atau lingkungan sekitarnya. Kepribadian
tersebut tumbuh karena adanya emosi marah yang meluap-luap. Sehingga seseorang tidak
bisa mengendalikan rasa emosi marahnya yang menyebabkan perilaku agresivitas.
Agresivitas dimaknai suatu perilaku yang bersifat bahaya dan bisa memberikan dampak
negative terhadap korban. Timbulnya perilaku agresivitass dapat disebabkan oleh factor
internal dan eksternal. Factor-faktor tersebut dapat mempengaruhi rasa emosi seseorang.
Untuk mengupas kepribadian yang dimiliki oleh tokoh-tokoh novel Canthing
menggunakan teori kepribadian David G. Myers yang membahas mengenai psikologi. David
G. Myers merupakan seorang ilmuwan psikologi yang membahas mengenai perilaku
agresivitas. Perilaku agresif juga dibahas pada ilmuan lainnya seperti Baron, Robert A. dan
Byrne Donn (2005) menjelasakan bahwa bentuk kekerasan yang dilakukan dengan sengaja.
Teori kepribadian David G. Myers didukung oleh Sigmeund Freud seorang ilmuan yang
mempunyai pandangan bahwa agresi merupakan salah satu bentuk mekanisme pertahanan
ego. Rasa keinginan yang tidak tercapai bisa menyebabkan perilaku agresivitas.
Objek penelitian artikel ini berupa Novel Jawa Modern yang berjudul Canthing karya Narko
Sodrun Budiman. Penelitian lain yang membahas tentang kepribadian agresivitas yakni
Rizky Nuryanti yang diterbitkan tahun 2016. Hasil penelitian Rizky Nuryanti berupa
gambaran perilaku agresivitas yang dijelaskan dengan tema minor dari cerbung tersebut.
Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yakni pada objek penelitian dan
konsep hasil penelitian yang berbeda.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merumuskan masalah yang akan
dibahas pada penelitian artikel ini, antara lain (1) Bagaimana gambaran agresivitas
instrumen dalam novel Canthing karya Narko Sodrun Budiman. (2) Apa yang
mempengaruhi timbulnya (...truncated)