AGRESI INSTRUMEN DALAM NOVEL CANTHING KARYA NARKO SODRUN BUDIMAN

JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), Jul 2024

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan perilaku agresivitas instrumen yang dilakukan oleh setiap tokoh dalam novel Canthing karya Narko Sodrun Budiman. Penelitian ini menggunakan kajian psikologi sastra khususnya teori dari David G. Myers. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian berupa novel jawa modern yang berjudul Canthing terbit pada tahun 2021. Data penelitian ini berupa kumpulan kata-kata yang menjadi kalimat dalam satu paragraf yang mengandung unsur yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data-data tersebut dikumpulkan menggunakan studi pusataka. Kemudian, dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu agresivitas instrumen (Instrument aggression) bentuk agresivitas yang tumbuh tanpa adanya emosi dari orang yang berperilaku agresif terhadap korban agresif. Kata Kunci: Agresivitas, agresi, agresi instrumen

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/60746/47375

AGRESI INSTRUMEN DALAM NOVEL CANTHING KARYA NARKO SODRUN BUDIMAN

JOB 20 (1) (2024) JOB: (JURNAL ONLINE BARADHA) (E JOURNAL) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha AGRESI INSTRUMEN DALAM NOVEL CANTHING KARYA NARKO SODRUN BUDIMAN Natasya May Fanesha¹ Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: Devita Maswanda Putri Hariyanto² Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang e-mail: ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan perilaku agresivitas instrumen yang dilakukan oleh setiap tokoh dalam novel Canthing karya Narko Sodrun Budiman. Penelitian ini menggunakan kajian psikologi sastra khususnya teori dari David G. Myers. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian berupa novel jawa modern yang berjudul Canthing terbit pada tahun 2021. Data penelitian ini berupa kumpulan kata-kata yang menjadi kalimat dalam satu paragraf yang mengandung unsur yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data-data tersebut dikumpulkan menggunakan studi pusataka. Kemudian, dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu agresivitas instrumen (Instrument aggression) bentuk agresivitas yang tumbuh tanpa adanya emosi dari orang yang berperilaku agresif terhadap korban agresif. Kata Kunci: Agresivitas, agresi, agresi instrumen ABSTRACT This research aims to understand and explain the instrumental aggressive behavior carried out by each character in the novel Canthing by Narko Sodrun Budiman. This research uses literary psychology studies, especially the theory of David G. Myers. The method used qualitative methods. The research data source is a modern Javanese novel entitled Canthing published in 2021. This research data is a collection of words that form sentences in one paragraph which contain elements related to the research objectives. This data was collected using a central study. Then, analyzed using qualitative descriptive. The results of this research are instrumental aggressiveness, a form of aggressiveness that grows without any emotion from people who behave aggressively towards aggressive victims. Key Words: Aggressiveness, aggression, instrumental aggression 1 Natasya May Fanesha, Devita Maswanda Putri Hariyanto/ JOB 20 (1) (2024) PENDAHULUAN Karya sastra dikenal sebagai wadah dalam berekspresi yang memiliki berbagai macam bentuk. Isi karya sastra berasal dari pengalaman-pengalaman penulis yang terekam dan dituangkan dengan bentuk sastra. Wellek Waren menjelaskan bahwa sastra sebagai suatu system yang tersusun dari berbagai konsep seperti tema, tokoh alur, dan sarana sastra (Wirdiati, dkk., 2001). Sastra, Penulis, dan masyarakat saling memiliki keterkaitan. Penulis berfungsi sebagai sarana perekam keadaan dan kejadian peristiwa dalam kehidupan yang ditulis dalam karya sastra yang memiliki tujuan untuk hiburan dan pengetahuan bagi pembaca. Sastra Jawa Modern merupakan salah satu jinis karya sastra berdasarkan wilayahnya. Isi sastra jawa modern tidak hanya berisi mengenai kebudayaan jawa kuno saja, akan tetapi isi sastra jawa modern tersebut sesuai dengan jaman saat ini, sehingga pembaca tidak merasa bosan tanpa menghilangkan aturan-aturan karya sastra. Sastra Jawa Modern sebagai bentuk ciptaan Jawa yang tumbuh dan berkembang di tengahnya kehidupan masyarakat jaman sekarang (Darni, 2015). Salah sijine wujud karya sastra jawa modern yang berkembang saat ini yaitu novel jawa modern. Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang bersifat fiksi. Karya sastra novel menceritakan tentang kehidupan dalam bermasyarakat. Cara penggambaran novel diceritakan secara lengkap, rinci, luas dan kompleks. Nurgiyantoro (2013) menjelaskan bahwa cerita yang panjang dengan jumlah ratusan halaman tidak disebut cerpen, melainkan lebih tepatnya disebut sebagai novel. Salah satu penulis novel jawa modern yang terkenal yaitu Narko Sodrun Budiman seorang penulis sastra jawa modern yang lahir di kota Tulungagung, 21 Januari 1960. Penulis terkenal tersebut menekuni sastra jawa ketika tahun 1982 yang menghasilkan cerkak, cerbung, gegritan, artiken, reportase, buku teks, buku fiksi lan naskah drama. Lebih dari ratusan cerita pendek yang telah dicetak pada majalah dan antalogi. Bakat menulisnya muncul dari pendidikannya, Sarmud KTP, Sarjana PKn, dan Pascasarjana Kebijakan Pendidikan (Budiman, 2021). Salah satu buku fiksi karya Narko Sodrun Budiman yang digunakan sebagai objek artikel ini berjudul Canthing. Novel Canthing karya Narko Sodrun Budiman diterbitkan pada tahun 2021. Novel tersebut bercerita tentang seorang detektif ilegal yang bernama Kodar Santika. Detektif ilegal tersebut dikenal dengan seorang perampok, begal, dan penjahat kelas hiu. 2 Natasya May Fanesha, Devita Maswanda Putri Hariyanto/ JOB 20 (1) (2024) Batik Parangkusuma sebagai salah satu pengrajin batik terbesar di kota Tulungagung mengalami perampokan. Tokoh Kodar Santika ditemui oleh juragan batik parangkusuma untuk mencari uang ratusan juta dan dokumen penting seharga miliaran rupiah yang telah dirampok. Setiap tokoh dalam novel Canthing tersebut memiliki kepribadian yang berbahaya. Kepribadian tersebut berupa perilaku agresivitas yang dapat menyebabkan kerusakan dan berbahaya terhadap seseorang atau lingkungan sekitarnya. Kepribadian tersebut tumbuh karena adanya emosi marah yang meluap-luap. Sehingga seseorang tidak bisa mengendalikan rasa emosi marahnya yang menyebabkan perilaku agresivitas. Agresivitas dimaknai suatu perilaku yang bersifat bahaya dan bisa memberikan dampak negative terhadap korban. Timbulnya perilaku agresivitass dapat disebabkan oleh factor internal dan eksternal. Factor-faktor tersebut dapat mempengaruhi rasa emosi seseorang. Untuk mengupas kepribadian yang dimiliki oleh tokoh-tokoh novel Canthing menggunakan teori kepribadian David G. Myers yang membahas mengenai psikologi. David G. Myers merupakan seorang ilmuwan psikologi yang membahas mengenai perilaku agresivitas. Perilaku agresif juga dibahas pada ilmuan lainnya seperti Baron, Robert A. dan Byrne Donn (2005) menjelasakan bahwa bentuk kekerasan yang dilakukan dengan sengaja. Teori kepribadian David G. Myers didukung oleh Sigmeund Freud seorang ilmuan yang mempunyai pandangan bahwa agresi merupakan salah satu bentuk mekanisme pertahanan ego. Rasa keinginan yang tidak tercapai bisa menyebabkan perilaku agresivitas. Objek penelitian artikel ini berupa Novel Jawa Modern yang berjudul Canthing karya Narko Sodrun Budiman. Penelitian lain yang membahas tentang kepribadian agresivitas yakni Rizky Nuryanti yang diterbitkan tahun 2016. Hasil penelitian Rizky Nuryanti berupa gambaran perilaku agresivitas yang dijelaskan dengan tema minor dari cerbung tersebut. Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yakni pada objek penelitian dan konsep hasil penelitian yang berbeda. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merumuskan masalah yang akan dibahas pada penelitian artikel ini, antara lain (1) Bagaimana gambaran agresivitas instrumen dalam novel Canthing karya Narko Sodrun Budiman. (2) Apa yang mempengaruhi timbulnya (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/60746/47375
Article home page: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/60746/47375

Fanesha Natasya May, Devita Hariyanto. AGRESI INSTRUMEN DALAM NOVEL CANTHING KARYA NARKO SODRUN BUDIMAN, JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), 2024, pp. 1-14,