Peranan Pemerintah Dalam Mendorong Pertumbuhan Bank Syariah

Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, Jun 2020

Pemerintah Indonesia sebagai motor penggerak pembangunan nasional. Sudah saatnya melakukan planning ke depan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat sentral ekonomi syariah dunia. Untuk itu perlu akselerasi daya saing industri ekonomi syariah nasional. Diawali dengan menyiapkan anggaran yang significan untuk sosialisasi terhadap perangkat-perangkat pendukung yang membuat bangkit dan berkembangnya ekonomi syariah tersebut khususnya perbankan syariah. Diantaranya menyiapkan sumber daya manusia yang handal diperkirakan kedepan membutuhkan 200 ribu tenaga kerja baru untuk keuangan dan perbankan syariah, menyiapkan angggaran sosialisasi terhadap sekitar 85 % penduduk Indonesia yang beragama Islam ( 240 juta jiwa) calon pengguna dan pemanfaat industri keuangan perbankan syariah tanah air. Termasuk keseluruh pesantren di 33 propinsi Indonesia ( 25 ribu pesanteren), pada 3,7 juta santri dan sejumlah kelompok usaha mikro syariah dan BMT. Diharapkan nantinya menjadi penopang pembangunan nasional agar mampu membangun pondasi ekonomi yang kuat, regulasi, persaingan industri yang sehat, pelaku industri modern, teknologi tepat guna sehingga menopang efisiensi industri. Sehingga pada saatnya menjadikan Indonesia sebagai motor penggerak ekonomi syariah dunia melampaui Arab Saudi, Iran dan Malaysia. Sangat memungkinkan, karena saat ini juga perkembangan ekonomi syariah Indonesia terus tumbuh mencapai 40 % setiap tahun dibandingkan pertumbuhan ekonomi konvensional hanya 19 %. Bahkan saat ini Indonesiapun dapat disebut negara dengan industri keuangan syariah terbesar di dunia karena memiliki lebih 20 ribu buah koperasi syariah dan Balai Mandiri Syariah Terpadu.Kata kunci : Sentral Ekonomi Syariah, Akselerasi, SosialisasiAbstractIndonesian government as a driving force of national development. It is time to do the planning ahead to make Indonesia as the central hub of Islamic finance world. It is necessary to accelerate the competitiveness of the national industry of Islamic finance. Begins with setting up a budget that significan to disseminate the devices that make up and support the development of Islamic economics is particularly Islamic banking. Among prepare qualified human resources estimated future need 200 thousand new workers for the Islamic banking and finance, preparing budget socialization of around 85% of Indonesia's population is Muslim (240 million) of potential users and beneficiaries of Islamic Banking industry country. Including schools in 33 provinces throughout Indonesia (25 thousand pesanteren), at 3.7 million students and a number of Islamic micro business group and BMT. Expected later became the backbone of national development in order to be able to build a strong economic foundation, regulatory, industry competition is healthy, modern industry, appropriate technologies that support the efficiency of the industry. So that in time to make Indonesia as the Islamic world's economic powerhouse surpassed Saudi Arabia, Iran and Malaysia. It is possible, because today the development of Islamic finance Indonesia continues to grow at 40% per year compared to conventional economic growth is only 19%. Even today Indonesia to be called the country with the largest Islamic finance industry in the world because it has more than 20 thousand pieces and cooperative Islamic Syariah Mandiri Integrated Hall.Key words : Shari’a Economics Center, Accelerate, Sosialization

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.sebi.ac.id/index.php/jeps/article/download/138/104

Peranan Pemerintah Dalam Mendorong Pertumbuhan Bank Syariah

72 | J u r n a l E k o n o m i d a n P e r b a n k a n S y a r i a h PERANAN PEMERINTAH DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN BANK SYARIAH Ishak Trianda (Dosen STEI SEBI) Email: Abstrak Pemerintah Indonesia sebagai motor penggerak pembangunan nasional. Sudah saatnya melakukan planning ke depan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat sentral ekonomi syariah dunia. Untuk itu perlu akselerasi daya saing industri ekonomi syariah nasional. Diawali dengan menyiapkan anggaran yang significan untuk sosialisasi terhadap perangkat-perangkat pendukung yang membuat bangkit dan berkembangnya ekonomi syariah tersebut khususnya perbankan syariah. Diantaranya menyiapkan sumber daya manusia yang handal diperkirakan kedepan membutuhkan 200 ribu tenaga kerja baru untuk keuangan dan perbankan syariah, menyiapkan angggaran sosialisasi terhadap sekitar 85 % penduduk Indonesia yang beragama Islam ( 240 juta jiwa) calon pengguna dan pemanfaat industri keuangan perbankan syariah tanah air. Termasuk keseluruh pesantren di 33 propinsi Indonesia ( 25 ribu pesanteren), pada 3,7 juta santri dan sejumlah kelompok usaha mikro syariah dan BMT. Diharapkan nantinya menjadi penopang pembangunan nasional agar mampu membangun pondasi ekonomi yang kuat, regulasi, persaingan industri yang sehat, pelaku industri modern, teknologi tepat guna sehingga menopang efisiensi industri. Sehingga pada saatnya menjadikan Indonesia sebagai motor penggerak ekonomi syariah dunia melampaui Arab Saudi, Iran dan Malaysia. Sangat memungkinkan, karena saat ini juga perkembangan ekonomi syariah Indonesia terus tumbuh mencapai 40 % setiap tahun dibandingkan pertumbuhan ekonomi konvensional hanya 19 %. Bahkan saat ini Indonesiapun dapat disebut negara dengan industri keuangan syariah terbesar di dunia karena memiliki lebih 20 ribu buah koperasi syariah dan Balai Mandiri Syariah Terpadu. Kata kunci : Sentral Ekonomi Syariah, Akselerasi, Sosialisasi Abstract Indonesian government as a driving force of national development. It is time to do the planning ahead to make Indonesia as the central hub of Islamic finance world. It is necessary to accelerate the competitiveness of the national industry of Islamic finance. Begins with setting up a budget that significan to disseminate the devices that make up and support the development of Islamic economics is particularly Islamic banking. Among prepare qualified human resources estimated future need 200 thousand new workers for the Islamic banking and finance, preparing budget socialization of around 85% of Indonesia's population is Muslim (240 million) of potential users and beneficiaries of Islamic Banking industry country. Including schools in 33 provinces throughout Indonesia (25 thousand pesanteren), at 3.7 million students and a number of Islamic micro business group and BMT. 73 | J u r n a l E k o n o m i d a n P e r b a n k a n S y a r i a h Expected later became the backbone of national development in order to be able to build a strong economic foundation, regulatory, industry competition is healthy, modern industry, appropriate technologies that support the efficiency of the industry. So that in time to make Indonesia as the Islamic world's economic powerhouse surpassed Saudi Arabia, Iran and Malaysia. It is possible, because today the development of Islamic finance Indonesia continues to grow at 40% per year compared to conventional economic growth is only 19%. Even today Indonesia to be called the country with the largest Islamic finance industry in the world because it has more than 20 thousand pieces and cooperative Islamic Syariah Mandiri Integrated Hall. Key words : Center Shari’a Economi, Accelerate, Sosialization 1. Pendahuluan Berkenaan dengan hal tersebut makalah ini diupayakan merancang langkah-langkah strategis menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan perbankan syariah dunia. Untuk itu ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pemerintah, diantaranya harus menyediakan anggaran dana untuk sosialisasi kepada penduduk Indonesia. Dimana untuk penduduk muslimnya saja mencapai 240 juta jiwa dan kalau berdampak maslahat dan positip maka umat non muslim akan mengikuti langkah-langkah umat Islam dalam penggunaan bank syariah. Sosialisasi juga dilakukan kepada kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dimana didalamnya terdapat 25 ribu pesantren dan 71 ribu madrasah diluar pesantren. Disamping mempersiapkan SDM yang handal karena diperkirakan ke depan dibutuhkan lebih dari 200 ribu tenaga kerja baru untuk keuangan dan perbankan syariah. Kenapa perlu anggaran yang sicnifican untuk sosialisasi kepada pilar-pilar penopang ekonomi Islam tersebut karena jumlah penduduk muslim Indonesia merupakan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Begitu juga dengan jumlah madrasah dan pesantren termasuk yang sicnifican untuk Asia Tenggara. Jadi apabila pemerintah bisa menyampaikan informasi yang baik dan mampu memberdayakan pilarpilar yang ada hal ini akan berdampak positip dalam pertumbuhan dan perkembangan perbankan dan keuangan syariah. Sehingga nantinya akan menjadi multiplier effek terhadap langkah-langkah menjadikan Indonesia pusat episentrum perbankan dan keuangan syariah dunia. 2. Metodologi 2.1. Kerangka Pemikiran Tidak bisa dipungkiri di dalam sejarah bahwa sistem ekonomi orde baru yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun tidak mampu menahan tsunami resesi moneter dari Negara Amerika yang melanda dunia tahun 74 | J u r n a l E k o n o m i d a n P e r b a n k a n S y a r i a h 1997 mampu merusak ekonomi Asia Tenggara terutama Indonesia. Sejarah telah mencatat kerisis moneter kita waktu itu 1 dolar USA mencapai 15000 rupiah. Pemerintah kita benar-benar mengalami kesulitan. Bagaimana cara untuk menormalkan kerisis ekonomi waktu itu . Ternyata sistem yang dibangun tidak begitu ampuh untuk membentengi serangan kerisis moneter dari luar. Beberapa bank kon vensional waktu itu mengalami kollaps dan membuat pemerintah Indonesia harus memberikan suntikan dana yang cukup besar untuk mengantisipasi anjloknya keuangan perbankan Indonesia. Namun disisi lain ternyata ada yang membuat kita gembira saat itu. Karena bank-bank yang sudah menerapkan sistem syariah tidak mengalami krisis sebagaimana bank konvensional waktu itu. Ternyata bank-bank yang telah menerapkan sistem syariah tetap mampu bertahan menghadapi kerisis ekonomi yang melumpuhkan perbankan konvensional. Beberapa tahun setelah kerisis ekonomi 1998, strategi ketahanan keuangan Indonesia mulai ditata dengan memasyarakatkan sistem lembaga keuangan mikro (LKM) dimasyarakat, hal ini dimulai dengan pembicaraan topic keuangan mikro oleh para pakar antara lain; Martowijoyo (2002), Syukur (2002) dan Budiartono dan Sumodiningrat (2003), dimana momentum pembahasan LKM senantiasa terkait dengan upaya penanggulangan kemiskinan. Sebaiknya untuk kita orang beriman berekonomi dengan sistem syariah adalah pilihan, karena bermanfaat sangat besar terhadap kehidupan manusia. Umat Islam bisa menjalankan agamanya dalam bidang ekonomi, yang pada giliranny (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.sebi.ac.id/index.php/jeps/article/download/138/104
Article home page: https://journal.sebi.ac.id/index.php/jeps/article/view/138/104

Ishak Trianda. Peranan Pemerintah Dalam Mendorong Pertumbuhan Bank Syariah, Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 2020, pp. 72-83,