EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR
EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA
BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB
SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR
EVALUATION OF GEOTECHNICAL ANALYSIS ON THE NORTH WEST PIT COAL OPEN MINE PT
ANAK TAMBANG INDONESIA JOB SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, EAST
KALIMANTAN
Vinsentia Parissing1*, Sundek Hariyadi2*, Singgih Saptono3, Barlian Dwinagara4
1,3,4Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta
2Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Kutai Kartanegara
Artikel masuk : 18-05-2024 , Artikel diterima : 03-09-2024
ABSTRAK
Keywords:
Finite Element Method (FEM),
High-wall, Slope stability, Lowwall
Kata kunci:
Metode Elemen Hingga, Highwall, Kestabilan lereng, Low-wall
Pada suatu lereng tambang akan bekerja gaya pendorong dan gaya penahan. Gaya pendorong
adalah gaya tangensial dari berat massa tanah dan batuan, sedangkan gaya penahan berupa
tahanan geser tanah dan batuan. Lereng tambang akan runtuh apabila gaya pendorong lebih besar
dari gaya penahan. Dengan demikian, prinsip penanggulangan keruntuhan lereng tambang adalah
mengurangi gaya pendorong atau memperbesar gaya penahan. PT Adimitra Baratama Nusantara
bermaksud untuk mengembangkan area penambangan baru di area Barat-Laut dalam wilayah IUP.
Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian geoteknik yang berfokus pada analisis kemantapan lereng
untuk mendukung rencana penambangan Batubara sistem tambang terbuka berdasarkan data
hasil penyelidikan geoteknik di lapangan, data sekunder dan data uji laboratorium geoteknik.
Pemodelan geoteknik untuk analisis kemantapan lereng dilakukan dengan menggunakan Metode
Elemen Hingga (Finite Element Method). Pemodelan dan analisis stabilitas lereng terhadap desain
bukaan tambang yang diwakili oleh section-01 dan section-03 dengan tinggi masing-masing
bukaan adalah 126 m dan 119 m menunjukkan desain lereng high-wall dan low-wall belum stabil,
sehingga perlu dilakukan re-design dengan lantai bukaan tambang disimulasikan berada pada level
-110 dan level -90.
*Penulis Koresponden: /
Doi : https://doi.org/10.36986/impj.v6i1.128
7
Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6, Nomor 1, April 2024: 7 - 14
ABSTRACT
b.
On a slope of the mine will work the pushing and the holding
style. The pushing style is the tangencial style of the weight of
the soil and the rock, while the grip style is a holding of the slide
of the ground and of the rock. The mine slope will collapse when
the drive style is greater than the holder style. Thus, the principle
of preventing the collapse of the slope of the mine is to reduce
the drive force or enlarge the grip force. PT Adimitra Baratama
Nusantara intends to develop a new mining area in the WestSea area within the IUP region. Therefore, it is necessary to
conduct a geotechnical study that focuses on slope stability
analysis to support the coal mining plan of the open mining
system based on data from the geo-technical investigations in
the field, secondary data and data from geotecnical laboratory
tests. Geotechnical modeling for analyzing the stability of slopes
is carried out using the Finite Element Method (FEM). Modeling
and analysis of the stability of the slope against the mine opening
design represented by section-01 and section-03 with the height
of each opening is 126 m and 119 m indicates the design of the
high-wall and low-wall slope is not stable, so it is necessary to
re-design with the simulated mine opening floor being at level 110 and level -90.
c.
Metode stabilisasi lereng dengan cara
memperbesar gaya penahan
Metode perlindungan lereng (slope protection)
Kestabilan lereng dipengaruhi oleh beberapa faktor yang
terdiri dari geometri lereng, sifat fisik dan sifat mekanik
batuan, struktur geologi, hidrologi dan gaya-gaya dari luar
(Jalil, 2022). Lereng tambang yang tidak stabil dapat
mengalami kelongsoran hingga lereng menemukan
keseimbangan yang baru hingga menemukan titik stabil.
Longsoran dapat terjadi kapan saja, baik secara perlahan
maupun tiba-tiba dengan atau tanpa adanya peringatan
terlebih dahulu (Pane dan Anaperta, 2019).
Desain bukaan tambang optimal, direncanakan dalam
bentuk penentuan batas bukaan tambang (pit limit),
kemiringan lereng bukaan tambang (overall pit slope) dan
kedalaman bukaan tambang. Dalam penelitian ini tidak
merekomendasikan optimal pit slope design, namun
untuk merekomendasikan kemiringan lereng keseluruhan
bukaan tambang yang cukup stabil untuk beberapa
pilihan kedalaman lantai bukaan tambang.
PENDAHULUAN
PT Adimitra Baratama Nusantara bermaksud untuk
mengembangkan area penambangan baru di area BaratLaut dalam wilayah IUP. Oleh karena itu, perlu dilakukan
kajian geoteknik yang berfokus pada analisis kemantapan
lereng untuk mendukung rencana penambangan
Batubara sistem tambang terbuka berdasarkan data hasil
penyelidikan geoteknik di lapangan, data sekunder dan
data uji laboratorium geoteknik. Hasil akhir kajian
geoteknik ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi
geometri sudut lereng keseluruhan dan kedalamanan
penambangan yang optimal.
Kegiatan penambangan galian sedimen seringkali diawali
dengan pengupasan lapisan penutup untuk mendapatkan
material yang diinginkan. Semakin rendah posisi material
yang digali maka semakin banyak pula penutup yang
harus dibongkar. Akibatnya, pemindahan lapisan penutup
akan menyebabkan perbedaan ketinggian area kerja
(depan) lapisan batuan di sekitarnya. Karena adanya
perbedaan ketinggian antara kedua permukaan tersebut
yang nantinya akan membentuk bidang miring atau
bidang tegak yang menghubungkan kedua permukaan
tersebut, yang sering disebut dengan lereng (Hariyadi,
2021).
METODE
Penelitian ini dilaksanakan di PT Adimitra Baratama
Nusantara, secara administrasi berada pada Kecamatan
Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi
Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan
dengan menggunakan pengeboran geoteknik pada 9 titik
bor. Sampel yang telah diperoleh kemudian dilakukan
pengujian sifat fisik dan sifat mekanik batuan di
Laboratorium Geomekanika Puslitbang Teknologi Mineral
dan Batubara. Selanjutnya dilakukan penentuan input
parameter geoteknik untuk pemodelan dan analisis
kemantapan lereng berdasarkan data hasil pengolahan.
Pemodelan geoteknik untuk analisis kemantapan lereng
dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga
(Finite Element Method).
Proses penggalian dan penimbunan merupakan
permasalahan penting karena menyangkut keselamatan
manusia, peralatan dan bangunan di sekitar lereng.
Merujuk pada kaidah dalam ilmu pertambangan, maka
prinsip dasar yang harus dipahami dalam menentukan
desain bukaan tambang adalah menentukan sudut
kemiringan bukaan tambang yang optimal, dalam artian
menentukan sudut kemiringan keseluruhan yang stabil
hingga akhir penambangan (Prabowo dkk, 2023).
Pada suatu lereng tambang akan bekerja gaya pendorong
dan gaya penahan. Gaya pendorong adalah gaya
tangensial dari berat massa tanah dan batuan, sedangkan
gaya penahan berupa tahanan geser tanah (...truncated)