EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR

INDONESIAN MINING PROFESSIONALS JOURNAL, Sep 2024

On a mine slope there will be a driving force and a resisting force. The mine slope will collapse if the driving force is greater than the resisting force. Thus, the principle of mitigating mine slope failure is to reduce the driving force or increase the resisting force. PT Adimitra Baratama Nusantara intends to develop a new mining area in the North-West area within the IUP area. Therefore, it is necessary to carry out a geotechnical study that focuses on slope stability analysis to support open-pit coal mining plans based on data from geotechnical investigations in the field, secondary data and geotechnical laboratory test data. Geotechnical modeling for slope stability analysis was carried out using the Finite Element Method because the overburden and interburden sedimentary rocks of coal seams are considered to have behavior approaching elasto-plastic, so that it will provide results that are close to the actual situation in the field. Modeling and slope stability analysis of the mine opening design represented by section-01 and section-03 with the height of each opening being 126 m and 119 m shows that the high-wall and low-wall slope designs are not yet stable, so a re-design is necessary. with the mine opening floor simulated at level -110 and level -90.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.perhapi.or.id/index.php/impj/article/download/128/96

EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR

EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR EVALUATION OF GEOTECHNICAL ANALYSIS ON THE NORTH WEST PIT COAL OPEN MINE PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, EAST KALIMANTAN Vinsentia Parissing1*, Sundek Hariyadi2*, Singgih Saptono3, Barlian Dwinagara4 1,3,4Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta 2Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Kutai Kartanegara Artikel masuk : 18-05-2024 , Artikel diterima : 03-09-2024 ABSTRAK Keywords: Finite Element Method (FEM), High-wall, Slope stability, Lowwall Kata kunci: Metode Elemen Hingga, Highwall, Kestabilan lereng, Low-wall Pada suatu lereng tambang akan bekerja gaya pendorong dan gaya penahan. Gaya pendorong adalah gaya tangensial dari berat massa tanah dan batuan, sedangkan gaya penahan berupa tahanan geser tanah dan batuan. Lereng tambang akan runtuh apabila gaya pendorong lebih besar dari gaya penahan. Dengan demikian, prinsip penanggulangan keruntuhan lereng tambang adalah mengurangi gaya pendorong atau memperbesar gaya penahan. PT Adimitra Baratama Nusantara bermaksud untuk mengembangkan area penambangan baru di area Barat-Laut dalam wilayah IUP. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian geoteknik yang berfokus pada analisis kemantapan lereng untuk mendukung rencana penambangan Batubara sistem tambang terbuka berdasarkan data hasil penyelidikan geoteknik di lapangan, data sekunder dan data uji laboratorium geoteknik. Pemodelan geoteknik untuk analisis kemantapan lereng dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method). Pemodelan dan analisis stabilitas lereng terhadap desain bukaan tambang yang diwakili oleh section-01 dan section-03 dengan tinggi masing-masing bukaan adalah 126 m dan 119 m menunjukkan desain lereng high-wall dan low-wall belum stabil, sehingga perlu dilakukan re-design dengan lantai bukaan tambang disimulasikan berada pada level -110 dan level -90. *Penulis Koresponden: / Doi : https://doi.org/10.36986/impj.v6i1.128 7 Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6, Nomor 1, April 2024: 7 - 14 ABSTRACT b. On a slope of the mine will work the pushing and the holding style. The pushing style is the tangencial style of the weight of the soil and the rock, while the grip style is a holding of the slide of the ground and of the rock. The mine slope will collapse when the drive style is greater than the holder style. Thus, the principle of preventing the collapse of the slope of the mine is to reduce the drive force or enlarge the grip force. PT Adimitra Baratama Nusantara intends to develop a new mining area in the WestSea area within the IUP region. Therefore, it is necessary to conduct a geotechnical study that focuses on slope stability analysis to support the coal mining plan of the open mining system based on data from the geo-technical investigations in the field, secondary data and data from geotecnical laboratory tests. Geotechnical modeling for analyzing the stability of slopes is carried out using the Finite Element Method (FEM). Modeling and analysis of the stability of the slope against the mine opening design represented by section-01 and section-03 with the height of each opening is 126 m and 119 m indicates the design of the high-wall and low-wall slope is not stable, so it is necessary to re-design with the simulated mine opening floor being at level 110 and level -90. c. Metode stabilisasi lereng dengan cara memperbesar gaya penahan Metode perlindungan lereng (slope protection) Kestabilan lereng dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdiri dari geometri lereng, sifat fisik dan sifat mekanik batuan, struktur geologi, hidrologi dan gaya-gaya dari luar (Jalil, 2022). Lereng tambang yang tidak stabil dapat mengalami kelongsoran hingga lereng menemukan keseimbangan yang baru hingga menemukan titik stabil. Longsoran dapat terjadi kapan saja, baik secara perlahan maupun tiba-tiba dengan atau tanpa adanya peringatan terlebih dahulu (Pane dan Anaperta, 2019). Desain bukaan tambang optimal, direncanakan dalam bentuk penentuan batas bukaan tambang (pit limit), kemiringan lereng bukaan tambang (overall pit slope) dan kedalaman bukaan tambang. Dalam penelitian ini tidak merekomendasikan optimal pit slope design, namun untuk merekomendasikan kemiringan lereng keseluruhan bukaan tambang yang cukup stabil untuk beberapa pilihan kedalaman lantai bukaan tambang. PENDAHULUAN PT Adimitra Baratama Nusantara bermaksud untuk mengembangkan area penambangan baru di area BaratLaut dalam wilayah IUP. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian geoteknik yang berfokus pada analisis kemantapan lereng untuk mendukung rencana penambangan Batubara sistem tambang terbuka berdasarkan data hasil penyelidikan geoteknik di lapangan, data sekunder dan data uji laboratorium geoteknik. Hasil akhir kajian geoteknik ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi geometri sudut lereng keseluruhan dan kedalamanan penambangan yang optimal. Kegiatan penambangan galian sedimen seringkali diawali dengan pengupasan lapisan penutup untuk mendapatkan material yang diinginkan. Semakin rendah posisi material yang digali maka semakin banyak pula penutup yang harus dibongkar. Akibatnya, pemindahan lapisan penutup akan menyebabkan perbedaan ketinggian area kerja (depan) lapisan batuan di sekitarnya. Karena adanya perbedaan ketinggian antara kedua permukaan tersebut yang nantinya akan membentuk bidang miring atau bidang tegak yang menghubungkan kedua permukaan tersebut, yang sering disebut dengan lereng (Hariyadi, 2021). METODE Penelitian ini dilaksanakan di PT Adimitra Baratama Nusantara, secara administrasi berada pada Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan pengeboran geoteknik pada 9 titik bor. Sampel yang telah diperoleh kemudian dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik batuan di Laboratorium Geomekanika Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara. Selanjutnya dilakukan penentuan input parameter geoteknik untuk pemodelan dan analisis kemantapan lereng berdasarkan data hasil pengolahan. Pemodelan geoteknik untuk analisis kemantapan lereng dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method). Proses penggalian dan penimbunan merupakan permasalahan penting karena menyangkut keselamatan manusia, peralatan dan bangunan di sekitar lereng. Merujuk pada kaidah dalam ilmu pertambangan, maka prinsip dasar yang harus dipahami dalam menentukan desain bukaan tambang adalah menentukan sudut kemiringan bukaan tambang yang optimal, dalam artian menentukan sudut kemiringan keseluruhan yang stabil hingga akhir penambangan (Prabowo dkk, 2023). Pada suatu lereng tambang akan bekerja gaya pendorong dan gaya penahan. Gaya pendorong adalah gaya tangensial dari berat massa tanah dan batuan, sedangkan gaya penahan berupa tahanan geser tanah (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.perhapi.or.id/index.php/impj/article/download/128/96
Article home page: https://jurnal.perhapi.or.id/index.php/impj/article/view/128/96

Parissing Vinsentia, Sundek Hariyadi, Saptono Singgih, Barlian Dwinagara. EVALUASI ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PIT NORTH WEST PT ANAK TAMBANG INDONESIA JOB SITE PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR, INDONESIAN MINING PROFESSIONALS JOURNAL, 2024, pp. 7-16,