RANCANGAN GEOMETRI SALURAN TERBUKA DENGAN VALIDASI PEMODELAN GENANGAN SOFTWARE HEC – RAS
RANCANGAN GEOMETRI SALURAN TERBUKA DENGAN VALIDASI
PEMODELAN GENANGAN SOFTWARE HEC – RAS
Open Channel Geometric Design with Flood Modelling Validation HEC – RAS Software
Adyaksa Bagas Bimantoro1*, Tedy Agung Cahyadi2, Peter Eka Rosadi3, Gunawan Nusanto4,
Wawong Dwi Ratminah4, Achmad Riyadi5
1,2,3,4Jurusan
Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Yogyakarta
5Engineering Superintendent site 59C PT Madhani Talatah Nusantara , Berau, Kalimantan Timur
Artikel masuk : 10-09-2023, Artikel diterima : 03-09-2024
Kata kunci:
Saluran Terbuka, Curah Hujan,
HEC-RAS
Keywords:
Open Channel, Rainfall, HEC-RAS
ABSTRAK
Saluran terbuka adalah media untuk menampung dan mengalirkan air agar menjaga
kondisi area tambang tetap kering. Seringkali terjadi perubahan desain dalam
rancangan saluran terbuka dalam menyesuaikan dengan lapangan menyebabkan
memakan lebih banyak waktu dan biaya. Oleh sebab itu, diperlukan validasi yang
dapat mensimulasikan rancangan saluran terbuka hasil perhitungan sebelum
dilakukan pengaplikasian secara aktual. Hydrologic Engineering Center – River
Analysis System (HEC-RAS) adalah perangkat lunak untuk simulasi genangan pada
rancangan saluran terbuka dalam mengalirkan air sebelum diaplikasikan secara
aktual. Metode awal yang digunakan adalah menentukan curah hujan rencana dengan
metode gumbell dan penentuan daerah tangkapan hujan (DTH) untuk mendapatkan
debit limpasan. Debit limpasan dengan tiga DTH sebagai berikut, DTH I = 6,47
m3/detik, DTH II = 7,38 m3/detik, dan DTH III = 10,67 m3/detik menjadi data untuk
mendapatkan geometri saluran terbuka dengan rumus manning. Hasil rancangan
geometri saluran terbuka tersebut akan menjadi data masukan pada HEC-RAS dalam
melakukan pemodelan genangan saluran terbuka untuk validasi kesesuaian hasil
rancangan tersebut sebelum dilakukan pengaplikasian pada lapangan.
.
ABSTRACT
Open channels are a medium for collecting and channeling water to keep the mining
area dry. Often there are design changes in open channel designs to suit the field,
causing more time and costs. Therefore, validation is needed that can simulate the
calculated open channel design before actual application. Hydrologic Engineering
Center – River Analysis System (HEC-RAS) is software for simulating inundation in
open channel designs to convey water before it is actually applied. The initial method
used is determining the planned rainfall using the gumbell method and determining the
rain catchment area (DTH) to obtain runoff discharge. The runoff discharge with three
DTHs as follows, DTH I = 6.47 m3/sec, DTH II = 7.38 m3/sec, and DTH III = 10.67
m3/sec is the data to obtain open channel geometry using the Manning formula. The
results of the open channel geometric design will become input data for HEC-RAS in
modeling open channel inundation to validate the suitability of the design results before
applying them to the field.
*Penulis Koresponden :
Doi : https://doi.org/10.36986/impj.v6i1.105
21
Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6, Nomor 1, April 2024: 21 - 30
PENDAHULUAN
𝛿𝑥
𝑋𝑟 = 𝑋̅ + ( ) (𝑌𝑟 – 𝑌𝑛)
(1)
𝛿𝑛
Untuk melakukan kegiatan penambangan kondisi
tambang baiknya relatif kering atau setidaknya
mencegah banjir dalam front penambangan. Sistem
penyaliran tambang memerlukan desain dan
pengelolaan yang sesuai guna mencegah atau
mengeluarkan air yang tidak diperlukan. Desain sistem
penyaliran tambang didasarkan pada perkiraan aliran
air yang masuk dari pra penambangan dan
kemungkinan dilakukan penyesuaian selama kegiatan
penambangan. Selain itu diperlukan analisis hidrologi
untuk pertimbangan rancangan penyaliran tambang
(Daemen & Jaak J.K., 2003). Air yang menggenangi
area penambangan dapat menganggu jalannya proses
produksi, manuver alat berat tidak optimal, dan erosi
lereng tambang (Cahyadi, 2019).
Keterangan :
Xr
: Hujan harian maksimum dengan periode
ulang tertentu (mm)
𝑋̅
: Curah Hujan rata – rata d
𝛿𝑥
: Standar Deviasi nilai curah hujan dari data
𝛿𝑛
: Standar Deviasi dari reduksi variat,
tergantung dari jumlah data (n)
Yr
: Nilai reduksi variat dari variabel yang
diharapkan terjadi pada PUH
Yn
: Nilai rata – rata dari reduksi variat,
tergantung dari jumlah data (n)
Intensitas Hujan
Dalam perhitungan debit rencana air limpasan
dibutuhkannya intensitas curah hujan. Intensitas curah
hujan yaitu derajat curah hujan yang biasanya
dinyatakan oleh jumlah curah hujan dalam suatu
satuan waktu, biasanya dalam waktu relatif singkat
(Sosrodarsono dan Takeda, 1983). Nilai intensitas
curah hujan juga dapat memberikan klasifikasi
keadaan curah hujan yang terjadi pada daerah
tersebut, seperti pada tabel 1.
Intensitas curah hujan biasanya disimbolkan dengan
huruf “I” dengan satuan mm/jam. Penentuan intensitas
curah hujan berdasarkan pada periode ulang hujan,
maka semakin besar periode ulang hujan maka akan
semakin besar pula intensitas curah hujan. Intensitas
curah hujan ditentukan dengan persamaan (2).
Salah satu infrastruktur krusial dalam sistem penyaliran
tambang adalah saluran terbuka. Dalam merancang
saluran terbuka diperlukan desain, waktu dan biaya.
Seringkali terjadi perubahan desain dalam rancangan
saluran terbuka dalam menyesuaikan dengan
lapangan menyebabkan memakan lebih banyak waktu
dan biaya. Dengan hal tersebut maka perlunya
ketepatan dalam mendesain saluran terbuka yang
sesuai dengan kondisi lapangan. Hasil rancangan
desain saluran terbuka sebelum dilakukannya
pengaplikasian aktual, perlu adanya validasi
menggunakan Hydrologic Engineering Center – River
Analysis System (HEC-RAS) untuk menilai
kemampuan saluran terbuka tersebut dalam
menampung dan mengalirkan air limpasan. Tujuan
penelitian ini adalah validasi kesesuaian rancangan
saluran terbuka dengan kondisi karateristik lapangan
sebelum dilakukan pengaplikasian secara aktual.
𝐼=
𝑅24 24 2/3
24
[ ]
𝑡
(2)
Keterangan :
R24
: Nilai curah hujan rencana yang diprediksikan
(mm/hari)
T
: Durasi Hujan (Jam)
Tabel 1. Keadaan Curah Hujan dan Intensitas Curah
Hujan
Intensitas Curah Hujan
Keadaan Curah
(mm)
Hujan
1 jam
24 jam
Hujan sangat ringan
<1
<5
Hujan ringan
1-5
5-20
Hujan normal
5-10
20-50
Hujan lebat
10-20
50-100
Hujan sangat lebat
>20
>100
METODOLOGI PENELITIAN
Curah Hujan
Sumber utama air yang masuk ke area penambangan
adalah air hujan air, sehingga diperlukannya analisis
curah hujan untuk mengetahui besarnya debit air yang
masuk ke daerah penambangan. Curah hujan adalah
banyaknya air hujan yang jatuh pada luasan wilayah
tertentu dengan satuan milimeter, yang berarti pada
luas 1 m2 jumlah air hujan yang jatuh sebanyak 1 liter
yang diukur dengan alat penakar curah hujan. Data
curah hujan yang didapat dari alat penakar curah hujan
yang ada di stasiun pengukuran curah hujan masih
dalam bentuk milimeter/hari, maka dari itu data
tersebut masih harus diolah untuk mendapatkat data
curah hujan siap pakai untuk suatu sistem penyaliran.
Pengolahan data curah hujan dapat dilakukan dengan
perhitungan
distribusi
gumbell
berdasarkan
Persamaan (1) (...truncated)