DAMPAK MENTAL HEALTH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA
Prosiding Seminar Nasional
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2024
E-ISSN: 2987-8373
DAMPAK MENTAL HEALTH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA
Mahasim 1, Ahmad Fauzi 2, Adinda Ramadhanti 3, Sheren Aadila Rahma Putri 4
1
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtaysa
Email :
2
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtaysa
Email :
3
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtaysa
Email :
4
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtaysa
Email :
Abstrak: Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang menjalani hidup secara penuh dengan baik di
berbagai aspek kehidupan mereka, dan berkontribusi pada lingkungan sekitarnya.Penting bagi kesejahteraan
individu dan masyarakat secara keseluruhan.Pemeliharaan kesehatan mental melibatkan berbagai faktor, seperti
gaya hidup sehat, dukungan sosial, penanganan stres yang efektif, serta akses ke layanan kesehatan mental yang
memadai. Menjaga kesehatan mental adalah hal penting sepanjang siklus kehidupan seseorang. Dalam hasil
penelitian ini bahwa beberapa dari mereka kurang percaya diri. Dampak negatif ini juga berkorelasi dengan
penurunan prestasi akademik, peningkatan perilaku berisiko, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.
Intervensi yang disarankan meliputi peningkatan akses layanan konseling dan terapi, program dukungan
psikososial di sekolah, serta edukasi kesehatan mental untuk orang tua dan masyarakat. Tujuan penelitian ini
untuk menginvestigasi dari dampak kesehatan mental terhadap kepercayaan diri mereka. Diharapkan dapat
memberikan wawasan berharga bagi orang tua, pendidik, dan profesional kesehatan untuk merancang strategi
yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental dan kepercayaan diri remaja.
Kata Kunci : Kesehatan Mental; Remaja.
Abstract: Good mental health allows a person to live a full life well in various aspects of their life, and contribute
to the surrounding environment. It is important for the well-being of individuals and society as a whole.
Maintaining mental health involves various factors, such as a healthy lifestyle, social support, stress management
effectiveness, as well as access to adequate mental health services. Maintaining mental health is important
throughout a person's life cycle. In the results of this research, some of them lack self-confidence. These negative
impacts also correlate with decreased academic achievement, increased risk behavior, and decreased overall
quality of life. Recommended interventions include increasing access to counseling and therapy services,
psychosocial support programs in schools, and mental health education for parents and the community. The aim
of this study was to investigate the impact of mental health on their self-confidence. It is hoped that it will provide
valuable insights for parents, educators and health professionals to design effective strategies in improving the
mental health and self-confidence of adolescents.
Keywords : Mental health; Teenager.
PENDAHULUAN
Kesehatan mental menurut WHO (World Health Organization) adalah keadaan sejahtera mental
yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan
baik dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya. Ini adalah komponen integral
dari kesehatan dan kesejahteraan yang mendasari kemampuan individu dan kolektif kita untuk
mengambil keputusan, membangun hubungan, dan membentuk dunia tempat kita tinggal. Kesehatan
mental adalah hak asasi manusia yang mendasar. Dan ini penting untuk pengembangan pribadi,
komunitas dan sosial-ekonomi. Menurut Zakiah Daradjat (1968:11) dalam Zaenal Arifin (2022) Mental
Health adalah terhindarnya manusia dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala
penyakit jiwa (Psycose). Kemampuan beradaptasi dengan diri sendiri dan lingkungan sosial di mana
dia menetap hidup. Pengetahuan yang dimiliki dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat
menggali minat dan bakatnya dengan maksimal. Sikap tersebut membuatnya selalu optimis
membawanya kepada kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain. Dampaknya dapat terhindar dari
penyakit jiwa.
Prosiding Seminar Nasional
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2024
E-ISSN: 2987-8373
Teori Perkembangan Remaja Remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan fisik,
psikologis, dan intelektual yang sangat cepat. Remaja menunjukkan karakteristik seperti rasa ingin tahu
yang luar biasa, keinginan untuk mencoba hal-hal baru, dan kecenderungan untuk berani membuat
keputusan tanpa mempertimbangkan dengan matang. Teori Konsep Diri dan Kepercayaan Diri Remaja
merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja adalah pembentukan konsep diri dan
kepercayaan diri. Kepercayaan diri sangat berperan dalam kesuksesan remaja di berbagai bidang
kehidupan, seperti akademik, sosial, dan profesional.
Teori Hubungan Kesehatan Mental dan Kepercayaan Diri adalah masalah kesehatan mental seperti
depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca trauma dapat menurunkan kepercayaan diri remaja dan
berdampak negatif pada perkembangan mereka. Remaja dengan masalah kesehatan mental cenderung
memiliki harga diri yang rendah, kesulitan berinteraksi dengan orang lain, dan kurang optimis dalam
menghadapi kesulitan. Di sisi lain, remaja dengan kesehatan mental yang baik cenderung memiliki
kepercayaan yang kuat, mampu menjalin hubungan sosial yang positif, dan lebih siap menghadapi
berbagai tantangan hidup.
Masa perkembangan manusia yang dikenal dengan masa remaja terjadi antara masa kanak-kanak
dan masa dewasa. Kaum muda biasanya berusia antara 10 dan 19 tahun. Masa remaja terkadang disebut
sebagai masa “badai dan stres” karena ketidakstabilan emosi, perilaku, dan kepribadian pada masa
transisi tersebut. Namun, dengan dukungan yang cukup, generasi muda dapat berhasil melewati masa
ini dan tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja dapat mempengaruhi rasa
percaya diri mereka. Remaja dengan masalah kesehatan mental cenderung memiliki harga diri yang
rendah, sulit berinteraksi dengan orang lain, dan kurang optimis dalam menghadapi tantangan. Masalahmasalah seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma juga dapat melemahkan rasa
percaya diri anak muda dan berdampak negatif terhadap perkembangan mereka.Kurangnya rasa percaya
diri dapat menyebabkan depresi, bunuh diri, dan gangguan penyesuaian lainnya. Permasalahan seorang
remaja menjadi lebih buruk lagi jika kehidupan rumah tangga yang sulit, pindah sekolah, atau peristiwa
yang membuat stres menjadi penyebab rendahnya rasa percaya diri.Ketika seseorang diintimidasi oleh
temannya, mereka kehilangan kepercayaan diri.
Percaya diri adalah rasa percaya diri dan keyakinan seseorang terhadap kemampuannya. Rasa
percaya diri yang sehat dan seimbang sangat penting bagi p (...truncated)