DAMPAK MENTAL HEALTH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA

JOURNAL OF DEVELOPING ENGLISH AND LANGUAGE TEACHING, Aug 2024

Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang menjalani hidup secara penuh dengan baik di berbagai aspek kehidupan mereka, dan berkontribusi pada lingkungan sekitarnya.Penting bagi kesejahteraan individu dan masyarakat secara keseluruhan.Pemeliharaan kesehatan mental melibatkan berbagai faktor, seperti gaya hidup sehat, dukungan sosial, penanganan stres yang efektif, serta akses ke layanan kesehatan mental yang memadai. Menjaga kesehatan mental adalah hal penting sepanjang siklus kehidupan seseorang. Dalam hasil penelitian ini bahwa beberapa dari mereka kurang percaya diri. Dampak negatif ini juga berkorelasi dengan penurunan prestasi akademik, peningkatan perilaku berisiko, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Intervensi yang disarankan meliputi peningkatan akses layanan konseling dan terapi, program dukungan psikososial di sekolah, serta edukasi kesehatan mental untuk orang tua dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi dari dampak kesehatan mental terhadap kepercayaan diri mereka. Diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi orang tua, pendidik, dan profesional kesehatan untuk merancang strategi yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental dan kepercayaan diri remaja.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnpnf/article/download/26544/12992

DAMPAK MENTAL HEALTH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA

Prosiding Seminar Nasional Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2024 E-ISSN: 2987-8373 DAMPAK MENTAL HEALTH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA Mahasim 1, Ahmad Fauzi 2, Adinda Ramadhanti 3, Sheren Aadila Rahma Putri 4 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtaysa Email : 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtaysa Email : 3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtaysa Email : 4 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtaysa Email : Abstrak: Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang menjalani hidup secara penuh dengan baik di berbagai aspek kehidupan mereka, dan berkontribusi pada lingkungan sekitarnya.Penting bagi kesejahteraan individu dan masyarakat secara keseluruhan.Pemeliharaan kesehatan mental melibatkan berbagai faktor, seperti gaya hidup sehat, dukungan sosial, penanganan stres yang efektif, serta akses ke layanan kesehatan mental yang memadai. Menjaga kesehatan mental adalah hal penting sepanjang siklus kehidupan seseorang. Dalam hasil penelitian ini bahwa beberapa dari mereka kurang percaya diri. Dampak negatif ini juga berkorelasi dengan penurunan prestasi akademik, peningkatan perilaku berisiko, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Intervensi yang disarankan meliputi peningkatan akses layanan konseling dan terapi, program dukungan psikososial di sekolah, serta edukasi kesehatan mental untuk orang tua dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi dari dampak kesehatan mental terhadap kepercayaan diri mereka. Diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi orang tua, pendidik, dan profesional kesehatan untuk merancang strategi yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental dan kepercayaan diri remaja. Kata Kunci : Kesehatan Mental; Remaja. Abstract: Good mental health allows a person to live a full life well in various aspects of their life, and contribute to the surrounding environment. It is important for the well-being of individuals and society as a whole. Maintaining mental health involves various factors, such as a healthy lifestyle, social support, stress management effectiveness, as well as access to adequate mental health services. Maintaining mental health is important throughout a person's life cycle. In the results of this research, some of them lack self-confidence. These negative impacts also correlate with decreased academic achievement, increased risk behavior, and decreased overall quality of life. Recommended interventions include increasing access to counseling and therapy services, psychosocial support programs in schools, and mental health education for parents and the community. The aim of this study was to investigate the impact of mental health on their self-confidence. It is hoped that it will provide valuable insights for parents, educators and health professionals to design effective strategies in improving the mental health and self-confidence of adolescents. Keywords : Mental health; Teenager. PENDAHULUAN Kesehatan mental menurut WHO (World Health Organization) adalah keadaan sejahtera mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya. Ini adalah komponen integral dari kesehatan dan kesejahteraan yang mendasari kemampuan individu dan kolektif kita untuk mengambil keputusan, membangun hubungan, dan membentuk dunia tempat kita tinggal. Kesehatan mental adalah hak asasi manusia yang mendasar. Dan ini penting untuk pengembangan pribadi, komunitas dan sosial-ekonomi. Menurut Zakiah Daradjat (1968:11) dalam Zaenal Arifin (2022) Mental Health adalah terhindarnya manusia dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (Psycose). Kemampuan beradaptasi dengan diri sendiri dan lingkungan sosial di mana dia menetap hidup. Pengetahuan yang dimiliki dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat menggali minat dan bakatnya dengan maksimal. Sikap tersebut membuatnya selalu optimis membawanya kepada kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain. Dampaknya dapat terhindar dari penyakit jiwa. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2024 E-ISSN: 2987-8373 Teori Perkembangan Remaja Remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan fisik, psikologis, dan intelektual yang sangat cepat. Remaja menunjukkan karakteristik seperti rasa ingin tahu yang luar biasa, keinginan untuk mencoba hal-hal baru, dan kecenderungan untuk berani membuat keputusan tanpa mempertimbangkan dengan matang. Teori Konsep Diri dan Kepercayaan Diri Remaja merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja adalah pembentukan konsep diri dan kepercayaan diri. Kepercayaan diri sangat berperan dalam kesuksesan remaja di berbagai bidang kehidupan, seperti akademik, sosial, dan profesional. Teori Hubungan Kesehatan Mental dan Kepercayaan Diri adalah masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca trauma dapat menurunkan kepercayaan diri remaja dan berdampak negatif pada perkembangan mereka. Remaja dengan masalah kesehatan mental cenderung memiliki harga diri yang rendah, kesulitan berinteraksi dengan orang lain, dan kurang optimis dalam menghadapi kesulitan. Di sisi lain, remaja dengan kesehatan mental yang baik cenderung memiliki kepercayaan yang kuat, mampu menjalin hubungan sosial yang positif, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan hidup. Masa perkembangan manusia yang dikenal dengan masa remaja terjadi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Kaum muda biasanya berusia antara 10 dan 19 tahun. Masa remaja terkadang disebut sebagai masa “badai dan stres” karena ketidakstabilan emosi, perilaku, dan kepribadian pada masa transisi tersebut. Namun, dengan dukungan yang cukup, generasi muda dapat berhasil melewati masa ini dan tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja dapat mempengaruhi rasa percaya diri mereka. Remaja dengan masalah kesehatan mental cenderung memiliki harga diri yang rendah, sulit berinteraksi dengan orang lain, dan kurang optimis dalam menghadapi tantangan. Masalahmasalah seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma juga dapat melemahkan rasa percaya diri anak muda dan berdampak negatif terhadap perkembangan mereka.Kurangnya rasa percaya diri dapat menyebabkan depresi, bunuh diri, dan gangguan penyesuaian lainnya. Permasalahan seorang remaja menjadi lebih buruk lagi jika kehidupan rumah tangga yang sulit, pindah sekolah, atau peristiwa yang membuat stres menjadi penyebab rendahnya rasa percaya diri.Ketika seseorang diintimidasi oleh temannya, mereka kehilangan kepercayaan diri. Percaya diri adalah rasa percaya diri dan keyakinan seseorang terhadap kemampuannya. Rasa percaya diri yang sehat dan seimbang sangat penting bagi p (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnpnf/article/download/26544/12992
Article home page: https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnpnf/article/view/26544/12992

Ramadhanti Adinda University Sultan Ageng Tirtayasa. DAMPAK MENTAL HEALTH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA, JOURNAL OF DEVELOPING ENGLISH AND LANGUAGE TEACHING, 2024,