DAMPAK PERKEMBANGAN PENELITIAN LITERASI DIGITAL MENGGUNAKAN ANALISIS BIBLIOMETRIK
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2, Agustus 2024
E-ISSN: 2745-3758, P-ISSN : 2776-8546 DOI: 10.46576/djtechno
DAMPAK PERKEMBANGAN PENELITIAN LITERASI
DIGITAL MENGGUNAKAN ANALISIS BIBLIOMETRIK
Ifroh Nurfanani Ritonga1, Franindya Purwaningtyas 2
1,2) Prodi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
Article Info
Article history:
Received: 02 Juli 2024
Revised: 08 Juli 2024
Accepted: 10 Juli 2024
ABSTRACT
Abstrak
Penelitian ini menyelidiki dampak perkembangan penelitian literasi digital
menggunakan analisis bibliometrik. Berdasarkan teknik bibliometric, 262 publikasi
diambil dari Scopus dari tahun 2019-2023 untuk mengidentifikasi pengarang paling
produktif, jurnal yang paling relevan, serta artikel/dokumen yang paling
berpengaruh dalam penelitian literasi digital. Dalam analisis yang dilakukan melalui
perangkat lunak VOSviewer dan Biblioshiny, hasilnya menunjukkan bahwa
pengarang yang paling produktif yaitu Lis Neubeck dan Kevin Dadaczynski, yang
telah menerbitkan total 3 artikel. Selain itu, jurnal dengan jumlah artikel terbanyak
adalah Journal of Medical Internet Research, dengan 13 artikel terkait literasi digital.
Artikel yang paling berpengaruh, dilihat dari jumlah sitasi terkait topik literasi
digital, adalah karya yang ditulis oleh (Li et al., 2020). Temuan penelitian ini
bermanfaat bagi para peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif
tentang literasi digital memberikan arahan baru untuk penelitian di masa depan.
Kata Kunci: Bibliometrik, Analisis Sitasi, Literasi Digital, Scopus, VOSviewer,
Biblioshiny
Abstract
This study investigates the developmental impact of digital literacy research using
bibliometric analysis. Based on bibliometric techniques, 262 publications were
retrieved from Scopus from 2019-2023 to identify the most prolific, productive authors,
most relevant journals, and most influential articles/documents in digital literacy
research. In the analysis conducted through VOSviewer and Biblioshiny software, the
results show that the most prolific authors are Lis Neubeck and Kevin Dadaczynski, who
have published a total of 3 articles. In addition, the journal with the highest number of
articles was the Journal of Medical Internet Research, with 13 articles related to digital
literacy. The most influential article, judging by the number of citations related to the
topic of digital literacy, is the work written by (Li et al., 2020). The findings of this study
are useful for researchers to gain a comprehensive understanding of digital literacy
providing new directions for future research
Keywords: Bibliometrics, Citation Analysis, Digital Literacy, Scopus, VOSviewer,
Biblioshiny
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi oleh Universitas
Dharmawangsa Artikel ini bersifat open access yang
didistribusikan di bawah syarat dan ketentuan dengan Lisensi
Internasional Creative Commons Attribution NonCommerciaL
ShareAlike 4.0 (CC-BY-NC-SA).
© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
206
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2 Agustus 2024
Corresponding Author:
E-mail :
1.
PENDAHULUAN
Literasi digital menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-
hari. Kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi digital
secara kritis dan bertanggung jawab menjadi kunci untuk dapat memanfaatkan
teknologi secara optimal dan terhindar dari dampak negatifnya. Paul Gilster
mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan untuk memahami dan
mengoperasikan informasi dalam berbagai format yang luas dan beragam, yang
diakses melalui perangkat komputer (Gilster, 1997).
Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan (Reddy et al., 2020) seseorang
yang melek digital harus memiliki kemampuan komprehensif tentang teknologi TIK
dan teknologi TIK yang sedang berkembang serta penggunaannya secara efisien dan
efektif, memiliki berbagai keterampilan (teknis dan kognitif) untuk menyebarluaskan,
menemukan informasi digital dengan menggunakan strategi pencarian yang dirancang
dengan baik dan secara kritis mengevaluasinya dan menilai kualitasnya.
Survei yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan
Katadata Insight Center (KIC), status literasi digital di Indonesia pada tahun 2023
mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Indeks Literasi Digital
Indonesia pada tahun 2023 menunjukkan peningkatan secara keseluruhan dengan
skor 3,65, dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 3,54. Peningkatan ini didorong oleh
kenaikan skor pada indikator Digital Safety dan Digital Ethics.
Gambar 1 Indeks Literasi Digital Nasional 2022-2023
© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
207
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2 Agustus 2024
Gambar 2 Grafik Literasi Digital 2022-2023
Indeks literasi digital diukur dengan menggunakan empat kategori indikator
utama: Digital Skills, Digital Safety, Digital Ethics, dan Digital Culture. Berdasarkan
laporan tersebut, skor keseluruhan Indeks Literasi Digital Indonesia pada tahun 2023
adalah 3,65 dengan skala 1 hingga 5 poin, nilai ini masuk dalam kategori “tinggi”.
Keseluruhan angka indeks juga terus meningkat sejak tahun 2021, seperti yang terlihat
pada grafik.
Selama dekade terakhir terdapat peningkatan tahunan dalam publikasi jurnal
terkait “digital literacy” yang terindeks dalam Scopus. Terdapat sejumlah 3.996 kata
kunci, 220 diantaranya saling berhubungan dan dikelompokkan menjadi 9 cluster.
Keyword "digital literacy" menjadi istilah kata kunci yang paling sering digunakan
bersama, dengan jumlah mencapai 778 dokumen.
Penelitian yang terkait dengan penelitian ini yaitu tren penelitian literasi digital
(digital literacy) tahun 2012-2022 dengan pendekatan bibliometrik. Hasil penelitian
menunjukkan publikasi ilmiah dengan subjek “digital literacy” pada pangkalan
database Scopus sebanyak 7.052 dokumen (Rahmadanita & Hidayat, 2023).
Meskipun terdapat tren peningkatan publikasi terkait literasi digital dalam
dekade terakhir, namun terdapat beberapa celah yang dapat dieksplorasi lebih lanjut.
Penelitian yang ada lebih berfokus pada pemetaan tren dan identifikasi kata kunci,
namun belum banyak yang mengkaji dampak perkembangan penelitian literasi digital
© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
208
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 2 Agustus 2024
secara mendalam. Ada banyak teknik analisis dalam bibliometrika yaitu citation
analysis, co-citation analysis, bibliographic coupling, co-authorship analysis, dan c (...truncated)