The Effect of High-Intensity Interval Training (Tabata) Method on Increasing VO2max of Central Java Handball Athletes
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK)
Volume 4 Nomor 2, Juli 2024
https://doi.org/10.26740/ijok.v4n2.p35-42
E-ISSN: 2775-2178
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK)
Open Access
Pengaruh Latihan High-Intensity Interval Training Menggunakan
Tabata terhadap Peningkatan VO2max Atlet Handball Jawa Tengah
Faizal Shauma1, Muhlisin1, RR Noer Indah Aprianti1, Yudhi Purnama1, Rian Kurniawan1, Dian Listyarini1
1 PJKR
FKIP Universitas Wahid Hasyim, Jl. Menoreh Tengah X No.22, Sampangan, Kec. Gajahmungkur, Kota
Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Korespondensi:
(Dikirim: 13 Agustus 2024 | Direvisi: 05 September 2024 | Disetujui: 01 Oktober 2024)
ABSTRACT
Background: This study aimed to measure the effect of High-Intensity Interval Training (HIIT) with the Tabata protocol on
increasing Volume Oxygen Maximum (VO2max) in Central Java handball athletes. The main problem faced is the need for
handball athletes to have optimal physical endurance and cardiovascular fitness to support performance during matches. The
conclusion of this study is that the HIIT (Tabata) training method has a significant effect on increasing VO2max and can be
implemented in handball athlete training programs to improve physical fitness and athlete performance on the field.
Methods: The method used was an experiment with a one-group pretest-posttest design, involving 14 Central Java handball
athletes selected using the Saturation Sampling technique. The data collection instrument was the Multistage Fitness Test
(Beep Test), which was conducted before and after an 8-week intervention period. Data analysis was performed using the
Shapiro-Wilk normality test and the paired sample t-test hypothesis test using SPSS version 17.
Results: The results showed a significant increase in VO2max in handball athletes after being given HIIT training with the
Tabata protocol, with an average increase of 8.8% from pretest to posttest.
Conclusions: The conclusion of this study is that the HIIT (Tabata) training method has a significant effect on increasing
VO2max and can be implemented in handball athlete training programs to improve physical fitness and athlete performance on
the field.
Keywords: athlete; fitness; handball; high-intensity interval training (hiit); tabata; vo2max
ABSTRAK
Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh metode latihan High-Intensity Interval Training (HIIT)
dengan protokol Tabata terhadap peningkatan Volume Oksigen Maksimal (VO2max) atlet handball Jawa Tengah.
Permasalahan utama yang dihadapi adalah kebutuhan atlet handball akan daya tahan fisik dan kebugaran kardiovaskular yang
optimal untuk mendukung performa selama pertandingan.
Metode: Metode eksperimen digunakan dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 14 atlet handball Jawa Tengah
yang dipilih menggunakan teknik Saturation Sampling. Instrumen pengumpulan data berupa Multistage Fitness Test (Tes
Kebugaran Jasmani) dengan metode Beep Test, yang dilakukan sebelum dan sesudah periode intervensi selama 8 minggu.
Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis paired sample t-test menggunakan SPSS versi 17.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan VO2max pada atlet handball setelah diberikan latihan HIIT
dengan protokol Tabata, dengan peningkatan rata-rata sebesar 8,8% dari pretest ke posttest.
Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah bahwa metode latihan HIIT (Tabata) memiliki pengaruh signifikan terhadap
peningkatan VO2max dan dapat diimplementasikan pada program latihan atlet handball untuk meningkatkan kebugaran fisik
dan performa atlet di lapangan.
Kata kunci: atlet; handball; high-intensity interval training (hiit), kebugaran fisik; tabata; vo2max
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) | Volume 4 | Nomor 2 | 2024 | 35-42
35
Penulis dkk
Judul artikel
1.
Latar belakang
Bola tangan merupakan jenis olahraga yang sangat interatif, menarik, membutuhkan kemampuan dan
keterampilan luar biasa dari pemainnya. Keputusan yang cepat dan tepat harus dimiliki oleh setiap pemain untuk
mengambil keputusan pada setiap peluang yang muncul dalam permainannya. Permainan bola tangan lebih
cepat dan lebih cepat daripada permainan cabang beregu seperti basket atau futsal. Jadi, selain keahlian, setiap
pemain membutuhkan kekuatan fisik yang baik. (Muhlisin & Adi, 2016). Oleh karena itu, seorang atlet bola
tangan dituntut untuk memiliki daya tahan aerobik dan anaerobik karena daya tahan tersebut memiliki
keterkaitan dalam sistem energinya (Siantoro, 2022). Daya tahan aerobik merupakan aktivitas yang berlangsung
cukup lama dan daya tahan aerobik terkait dengan penggunaan oksigen sebagai sumber energi. Volume
oksigen maksimal (VO2max) adalah kemampuan maksimal otot, paru-paru, dan sistem peredaran darah untuk
menyerap, menyalurkan, dan memanfaatkan oksigen selama latihan intensif yang berlangsung lama.(Hall,
2019; Lee & Zhang, 2021). Tujuan utama latihan yang berfokus pada VO2max adalah untuk meningkatkan
kapasitas kerja jantung, meningkatkan fungsi paru-paru dan sistem peredaran darah, serta meningkatkan
tingkat kebugaran fisik (Karlsen et al., 2017). Seseorang yang mempunyai kebugaran tubuh yang baik serta
memiliki nilai VO2max yang tinggi maka akan erat kaitannya dengan durasi dalam melakukan aktivitas fisik
(Anggraini & Widodo, 2021; Millah & Priana, 2020). VO2max membantu atlet mempertahankan kekuatan
fisiknya sehingga teknik bermain dan mentalnya tetap bertahan selama pertandingan. Jika tidak, atlet akan
cepat kelelahan dan mentalnya akan menurun, yang berarti teknik bermain atlet juga akan menjadi kurang
efektif. (Mier, 2014).
Daya tahan VO2max dapat ditingkatkan batasnya dengan memberikan latihan interval (Lee & Zhang, 2021).
Latihan interval adalah konsep sederhana yang bisa diartikan sebagai latihan berulang dengan intensitas yang
cukup berat, yang diselingi dengan periode pemulihan berupa latihan yang lebih ringan atau istirahat (Coates et
al., 2023). Salah satu latihan interval yang dapat meningkatkan VO2max adalah High-Interval Intensity Tranining
(HIIT). HIIT melibatkan latihan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat yang diselingi dengan periode
istirahat atau latihan intensitas rendah. Atlet-atlet yang berkompetisi dalam olahraga yang berkaitan dengan
daya tahan seringkali menggunakan metode latihan HIIT untuk meningkatkan performa atletik (Hough &
Schoenfeld, 2021). Dalam konteks olahraga spesifik seperti handball, HIIT memegang peranan penting dalam
meningkatkan VO2max atlet. Atlet handball memerlukan kebugaran kardiovaskular yang baik, daya tahan, dan
kekuatan untuk menghadapi tuntutan fisik yang intens selama pertandingan. Ada berbagai jenis program HIIT
dengan komposisi dan durasi yang berbeda-beda, dan salah satunya adalah latihan Tabata. Latihan Tabata
dikenal sebagai salah satu metode HIIT yang paling efisien karena dapat meningkatkan sistem energi aerobik
dan anaerobik secara maksimal serta meningkatkan kebugaran kardiovask (...truncated)