PERSEPSI TAMPILAN PEWARNAAN HIDANGAN AKIBAT TEMPERATUR WARNA CAHAYA DAN DAMPAKNYA PADA SELERA BERSANTAP DI CAFE

Aksen : Journal of Design and Creative Industry, Oct 2024

Correlated Color Temperature/CCT from artificial lighting in casual dining area at cafés is used to guide visitors visual perception through the interior atmosphere and dish display when served. Its visual impact triggers a non-visual response in the form of the visitors perception to rise appetite. This research aims to see the strength of causal relationship between perception of the dish display and the appetite for dining. A descriptive approach is used through questionnaire to examine the magnitude of this relationship using simple linear regression. The results show that the clarity of the dish display impact strongly on visitors perception on dish display (R Square 87.81%). Then, perception on dish display gives strong impact on appetite (R Square 87%). This research concludes that neutral CCT preferences give higher impact on dining appetite since the perception on the dish display has previously evaluated positive

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.uc.ac.id/index.php/AKSEN/article/download/4391/3022

PERSEPSI TAMPILAN PEWARNAAN HIDANGAN AKIBAT TEMPERATUR WARNA CAHAYA DAN DAMPAKNYA PADA SELERA BERSANTAP DI CAFE

AKSEN : Journal of Creative Industry 9 (1) October 2024, 30-45 AKSEN Vol.9 no.1 Oktober 2024 DOI : 10.37715/aksen.v9i1.4391 aksen P-ISSN : 2477-2593 E-ISSN : 2477 -2607 PERSEPSI TAMPILAN PEWARNAAN HIDANGAN AKIBAT TEMPERATUR WARNA CAHAYA DAN DAMPAKNYA PADA SELERA BERSANTAP DI CAFE a Leonardoa, Yuma Chandraherab, Shirly N. Suhanjoyoc Prodi Arsitektur, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha , Bandung, Indonesia b/c Prodi Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha Indonesia Alamat surat menyurat: a Received: 22 May 2024 Revised: 13 August 2024 Accepted: 26 August 2024 How to Cite: Leonardo, et al (2024). Persepsi Tampilan Pewarnaan Hidangan Akibat Temperatur Warna Cahaya dan Dampaknya pada Selera Bersantap di Café. AKSEN: Journal of Design and Creative Industry, 9 (1), halaman 30-45. https:10.37715/aksen.v9i1.4391 ABSTRACT Correlated Color Temperature/CCT from artificial lighting in casual dining area at cafés is used to guide visitors visual perception through the interior atmosphere and dish display when served. Its visual impact triggers a non-visual response in the form of the visitors perception to rise appetite. This research aims to see the strength of causal relationship between perception of the dish display and the appetite for dining. A descriptive approach is used through questionnaire to examine the magnitude of this relationship using simple linear regression. The results show that the clarity of the dish display impact strongly on visitors perception on dish display (R Square 87.81%). Then, perception on dish display gives strong impact on appetite (R Square 87%). This research concludes that neutral CCT preferences give higher impact on dining appetite since the perception on the dish display has previously evaluated positive. Keywords: Ccorrelated color temperature,non-visual lighting impact visual impact, visual perception, non-visual response ABSTRAK Temperatur warna cahaya (Correlated Color Temperature/CCT) pencahayaan buatan dalam area santap di kafe dimanfaatkan untuk menggiring persepsi visual pengunjung melalui suasana interior dan tampilan objek hidangan saat akan bersantap. Dampak visual tampilan objek hidangan memicu respons non-visual berupa persepsi pengunjung dan mampu memunculkan keinginan/selera bersantap. Tujuan riset ini adalah untuk melihat besar hubungan kausal antara persepsi terhadap objek hidangan dan selera bersantap. Pendekatan deskriptif melalui kuesioner dipakai menelaah besar hubungan tadi dengan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa kejelasan objek hidangan berdampak kuat pada tampilan hidangan (R Square 87.81%), dan tampilan hidangan berdampak kuat pada selera (R Square 87%). Riset ini menyimpulkan bahwa preferensi CCT netral lebih besar dampaknya pada selera bersantap karena kesan tampilan objek hidangan sudah terlebih dahulu dinilai positif. Kata Kunci: Dampak non-visual, dampak visual, cahaya, persepsi visual, respons non-visual,temperatur warna 30 Leonardo, Chandrahera, Suhanjoyo Persepsi Tampilan Pewarnaan Diangan Akibat Temperatur Warna Cahaya Dan Dampaknya Pada Selera Bersantap Di Cafe PENDAHULUAN Kebiasaan bersantap di luar rumah adalah hal yang lumrah dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan bahkan tren di masa kini. Gaya hidup tersebut sudah meluas menjadi bagian dari kehidupan bersosialisasi sambil menikmati suasana tertentu di samping menikmati hidangan pilihan mereka (Khan, 2020). Hal ini pun didorong oleh tuntutan pekerjaan yang memiliki beban tinggi, serba cepat, dan waktu yang ketat (Robson, 2016). Dinamika gaya hidup itu tentu sudah dipahami benar oleh pengusaha kafe atau restoran kasual (Kusumawati, 2020). Banyak fasilitas santap publik seperti itu yang berlombalomba untuk menawarkan ‘kenyamanan’ dengan caranya tersendiri dan unik demi kepuasan pelanggan, dan tentunya mereka mengharapkan kunjungan berulang dan berkala sehingga pada akhirnya akan berdampak pada pendapatan yang menguntungkan usahanya. Pengalaman bersantap yang memuaskan bagi pelanggan merupakan tujuan utamanya, namun untuk mencapainya tidak cukup hanya dengan menyajikan sederet menu yang diunggulkan. Diperlukan upaya lebih dari itu, maka tidak heran kenyamanan visual bagi pengunjung sangat diutamakan sebagai cara untuk menarik perhatian dan memanjakan mata mereka. Kenyamanan tersebut didesain dengan menciptakan suasana tempat bersantap yang dapat dinikmati pengunjung untuk mendukung pengalaman bersantap secara utuh. Mulai luar saat memasuki bangunan, seluruh interior hingga tiba di ruangan bersantap yang dipilih, serta akhirnya pada lingkup visual yang spesifik di atas dan sekitar meja bersantap. Tentu saja ada banyak pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat rangkaian kenyamanan visual tercapai. Suasana interior yang didesain kondusif baru akan dapat mendukung pengalaman bersantap dengan adanya tata cahaya. Di sisi lain pengalaman bersantap yang memuaskan tidak hanya berasal dari sajian yang disantap dan sulit dinikmati tanpa pengondisian lingkungan visual yang mendukung penglihatan pelanggan. Secara umum, salah satu unsur desain yang kuat digunakan sebagai pendekatan untuk dapat memengaruhi kenyamanan visual pengunjung adalah melalui pengondisian pencahayaan yang terlihat dari suasana interior yang tercipta. Jika diterapkan secara tepat, pencahayaan mampu memperbaiki mood negatif (Hsieh, 2015) dan memicu munculnya emosi positif pada pengunjung (Duman, 2020), (Agbenyegah, 2022), (Shahidi, 2021). Temperatur warna cahaya (Correlated Color Temperature / CCT) merupakan salah satu unsur intrinsik cahaya yang berperan sangat penting dalam pengondisian pencahayaan interior. CCT dapat memberikan dampak nonvisual secara psikologis pada manusia, yaitu menggugah atensi seperti yang diungkapkan Lin (2015). Pewarnaan lingkungan visual oleh pencahayaan mampu menggiring persepsi pengunjung pada tampilan makanan, bahkan hingga mampu menggugah keinginan dan 31 aksen Vol.9 no.1 Oktober 2024 akhirnya berselera untuk mulai bersantap (Yang, 2015), (Wang, 2021), (Cornelio, 2022). Berkaitan dengan hal tersebut, lampu pabrikan dengan spesifikasi teknis ber-CCT rendah sudah sering digunakan pada desain tata cahaya interior area bersantap untuk membangun suasana yang memberikan kesan hangat, dan diselaraskan pula dengan pemilihan material interiornya (BV, 2018). Pada riset lainnya, penggunaan CCT yang cenderung netral lebih dapat diterima oleh pengunjung saat melihat objek lukisan di museum (Feltrin, 2020), hal ini penting diperlukan agar mereka dapat mengamati tampilan warna sebenarnya yang dimunculkan dari lukisan tersebut secara visual. Pada sisi non-visual, banyak riset mengenai CCT (Chen, 2022) yang telah menunjukkan betapa pentingnya pengaruh CCT secara psikologis pada mood karena mood selanjutnya mampu memengaruhi pengambilan keputusan dan tindakan seseorang. Sementara itu, masih sedikit riset yang tidak dilakukan pada situasi nyata, melainkan terkontrol dan terkondisikan, pad (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.uc.ac.id/index.php/AKSEN/article/download/4391/3022
Article home page: https://journal.uc.ac.id/index.php/AKSEN/article/view/4391/3022

Leonardo, Yuma Chandrahera, Suhanjoyo Shirly N.. PERSEPSI TAMPILAN PEWARNAAN HIDANGAN AKIBAT TEMPERATUR WARNA CAHAYA DAN DAMPAKNYA PADA SELERA BERSANTAP DI CAFE, Aksen : Journal of Design and Creative Industry, 2024,