Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid di Kelurahan Sepinggan Raya Balikpapan Kalimantan Timur
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM)
Vol. 6, No. 2 (2024), DOI: 10.33650/jeecom.v4i2
p-ISSN: 2715-0410; e-ISSN: 2715-6427
421
Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Untuk
Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar
Qory Hidayati1, Danar Retno Sari1, Nurwahidah Jamal 3, Nurwahidah Jamal4
1234
Jurusan Rekayasa Elektro, Politeknik Negeri Balikpapan, Balikpapan, Indonesia
Article Info
ABSTRAK
Article history:
Pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi solusi penting untuk
menghadapi permasalahan energi di masa depan. Energi terbarukan, seperti
energi matahari dan tenaga air, menawarkan sumber energi yang ramah
lingkungan dan berlimpah pada pengembangan budidaya ikan air tawar.
Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat alat Pembangkit Listrik
Tenaga Hybrid (PLTH) yang menggabungkan energi matahari (Photovoltaic)
dan tenaga Mikrohidro untuk mengurangi penggunaan listrik dari PLN.
Metode yang digunakan berbasis eksperimen yang diaplikasikan untuk
pembangkit listrik pada budidaya ikan. Alat ini dirancang menggunakan
mikrokontroler NodeMCU (ESP32) untuk monitoring real-time melalui
aplikasi BLYNK, memungkinkan pemantauan tegangan dari jarak jauh.
Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan kombinasi energi matahari dan
tenaga Mikrohidro efektif dalam mengurangi ketergantungan pada listrik
PLN. Selain itu, sistem monitoring berbasis blynk memberikan kemudahan
dalam pengawasan dan pemeliharaan alat. Dengan demikian, alat PLTH ini
diharapkan dapat menjadi solusi praktis dan efisien bagi pengelolaan energi
di tambak ikan dan aplikasi serupa lainnya. Daya dari turbin yangdihasilkan
sebesar 1.281 W.
Diterima 10 September 2024
Revisi 15 September 2024
Diterbitkan 4 Oktober 2024
Keywords:
ESP32
PLTH
Blynk
Panel Surya
Mikrohidro
This is an open access article under the CC BY-SA license.
Corresponding Author:
Qory Hidayati,
Politeknik Negeri Balikpapan, Jl. Soekarno Hatta Km.8, Balikpapan, 76126, Indonesia
Email:
1. PENDAHULUAN
Pemanfaatan sumber energi terbarukan memiliki peran aktif dalam menjawab permasalahan energi di masa
yang akan datang. Energi terbarukan adalah energi yang bersifat ramah lingkungan dan memiliki cadangan
yang tidak pernah habis. Energi terbarukan dapat menjadi alternatif dari energi yang tidak terbarukan seperti
Energi berbahan dasar bahan bakar fosil. Energi matahari adalah contoh energi terbarukan yang bersifat
terbarukan dan ketersediaannya yang melimpah di Indonesia. Selain itu tenaga surya merupakan sumber energi
yang murah, bersih, ramah lingkungan dan sangat potensial untuk dikembangkan [1].
PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) merupakan pembangkit listrik yang menggunakan tenaga
air sebagai sumber penggerak utama untuk memutar turbin dan generator. Adapun terdapat tiga kategori
pembangkit tenaga listrik yaitu skala besar, mini, dan mikro. Belum ada ketentuan yang lebih jelas mengenai
pembagian skala tersebut, dikarenakan setiap negara mempunyai ketentuan skala tersendiri . dalam kehidupan
sehari-hari alat ini sama halnya dengan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya [2]. Sedangkan
Photovoltaic adalah teknologi yang berfungsi untuk mengubah atau mengkonversi radiasi matahari menjadi
energi listrik secara langsung. PV biasanya dikemas dalam sebuah unit yang disebut modul. Dalam sebuah
modul surya terdiri dari banyak sel surya yang bisa disusun secara seri maupun paralel. Dalam kehidupan
sehari-hari alat ini gunakan sebagai sistem penerangan cahaya, sistem pemompaan air, motor kipas, kabin
remote, pembangkit listrik cadangan.
Journal homepage: https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/jeecom
422
ISSN: 2715-6427
Pada penelitian “Optimasi Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) di Pulau Bunaken
Menggunakan Software Homer”. Penelitian ini menggunakan pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit
listrik tenaga diesel sebagai sumber utama pembangkit listriknya. dan Software Homer digunakan pada
penelitian ini untuk menghitung nilai optimal untuk hasil keluaran NPC (Net Present Cost) [3].
Pada penelitian “Pemodelan Automatic Transfer Switch (ATS) Pada System Smartgrid Pembangkit
Photovoltaic Dan PLN Berbasis Internet of Things (IoT) Untuk Monitoring Penggunaan Daya Listrik”.
Penelitian ini menggunakan PhotoVoltaic dan PLN sebagai Automatic Transfer Switch. Pada penelitian ini
menggunakan 2 sensor sebagai input yaitu sensor tegangan DC dan sensor PZEM-004t. mikrokontroller yang
digunakan pada penelitian ini adalah ESP 32. Yang menggunakan aplikasi blynk untuk mengendalikan modul
relay 4 channel secara otomatis dan jarak jauh. Penilitian ini menggunakan Automatic Transfer Switch (ATS)
jika PhotoVoltaic mengalami penurunan tegangan menjadi 11 V maka secara otomatis akan berpindah sumber
energi listriknya menjadi PLN [3]. Penelitian “Perancangan Sistem Monitoring Penggunaan Air PAM berbasis
IoT dengan Bot Telegram”. Penelitian ini menggunakan sensor flow meter sebagai input untuk membaca debit
air yang dikeluarkan. Kegunaan RTC pada penelitian ini untuk menampilkan waktu pada saat proses
monitoring pada mikrokontrollernya yaitu Arduino uno yang menggunakan modul wifi ESP 8266 sebagai
penghubung dengan internet agar dapat terhubung ke bot telegram [4]. Dan penelitian “Perancangan Sistem
Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid antara PLN dan PLTS”. Penelitian ini menggunakan modul sensor tegangan
untuk mengetahui jumlah tegangan yang masuk dari PLN dan PLTS. Teknologi ini menggunakan
mikrokontroller Arduino nano sebagai pengontrol rangkaian elektronik serta menjalankan program. Pada
penelitian ini relay digunakan sebagai sistem Automatic Transfer Switch. Jika terjadinya penurunan tegangan
pada PLTS maka secara otomatis sumber energi listrik akan berpindah menjadi PLN dari sebelumnya PLTS
[5]. Untuk Solar panel dapat dikembangkan [13],[14],[15].
Pada Penelitian ini mitra di Kelurahan Sepinggan Raya yang merupakan pengelola UMKM tambak ikan yang
berada di Jl. Marsma R. Iswahyudi, Gg. Hidayah, Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Pengelola memiliki masalah yakni tagihan listrik yang sangat mahal yang dimana ± Rp 100.000,- dalam kurun
waktu 3-4 hari. Listrik ini digunakan untuk mengaktifkan 3 pompa oksigen yang tersambung kepada 6 tambak
ikan nila yang 24 jam harus aktif. Di sekitar lokasi tambak ikan nila terdapat bendungan dengan aliran yang
cukup deras. Berdasarkan hasil pengamatan kondisi ini dapat digunakan untuk membantu menghasilkan energi
listrik dengan teknologi mikrohidro. Tenaga yang dihasilkan dari mikrohidro dapat dimanfaatkan untuk
mengaktifkan 3 pompa oksigen yang ada pada tambak ikan nila. Terdapat juga lahan luas yang dapat
dimanfaatkan untuk pemasangan PhotoVoltaic yang dapat memanfaatkan energi sinar matahari menjadi energi
listrik.
Oleh karena itu pembuatan alat untuk melakukan pengkonversian energi matahari menjadi energi listrik dan
pemanfaatan aliran air menjadi sumber energi listrik dapat dilakukan dengan tujuan mengurangi jumlah
pemakaian sumber energi listrik dari PLN. Alat ini d (...truncated)