Peningkatan Produktivitas Melalui Penerapan 5S di IKM Kulit di Sleman, Yogyakarta
JATTEC, Vol 2, No 2, Juli 2021: 92-102
Peningkatan Produktivitas Melalui Penerapan 5S di IKM Kulit
di Sleman, Yogyakarta
Suci Miranda1), Elisa Kusrini2)
Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia1,2)
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia
Email:
ABSTRAK
Industri Kecil Menengah (IKM) Kulit MARS Genuine Leather merupakan salah satu IKM di bawah
pembinaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten (Disperindag) Sleman, Yogyakarta. Pada
tahun 2018, IKM MARS bersama dengan 10 IKM lain di Sleman dan Bantul terlibat dalam penelitian
dengan Teknik Industri Universitas Islam Indonesia berkaitan dengan analisis kinerja rantai pasok
menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKM
MARS memiliki nilai rantai pasok terendah di antara 5 IKM di wilayah Sleman. Melanjutkan hasil
penelitian tersebut, perbaikan dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat tentang penerapan 5S di
IKM. Disperindag Sleman telah memberikan beberapa pelatihan mengenai penerapan 5S bagi para pemilik
IKM. Namun, pelatihan tersebut belum diterapkan langsung di tiap IKM. Oleh karena itu, kegiatan
pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan langsung penerapan 5S di IKM MARS sekaligus
sebagai salah satu perbaikan yang dapat dilakukan terhadap hasil penelitian analisis kinerja rantai pasok
sebelumnya. Hasil pengabdian ini berupa bimbingan pelatihan langsung di IKM, video penerapan 3S
pertama (Seiri, Seiso, Seiton), dan formulir checklist yang dapat digunakan IKM sebagai audit internal.
Pengetahuan dan ketrampilan 5S yang telah diterapkan di IKM mitra diharapkan dapat membantu IKM
untuk menurunkan waste (pemborosan) sekaligus meningkatkan produktivitas IKM di masa depan.
Kata kunci: IKM Kulit, Penerapan 5S, Seiri, Seiso, Seiton
ABSTRACT
Small and Medium Enterprise (SME) called MARS Genuine Leather is one of the SMEs under the
guidance of the Department of Industry and Trade (Disperindag) in the Sleman region, Yogyakarta. In 2018,
MARS and 10 other SMEs in Sleman and Bantul Regency have involved in research with the Department of
Industrial Engineering at the Islamic University of Indonesia regarding supply chain performance analysis
using the Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model. The results showed that MARS had the lowest
supply chain value among the 5 SMEs in the Sleman region. Continuing the results of the research,
improvements were made through Community Service activities regarding the implementation of 5S in
MARS. the Department of Industry and Trade (Disperindag) of Sleman has provided several pieces of
training on the implementation of 5S for SME owners. However, this training has not been applied directly
to each IKM. Therefore, this service activity aims to provide hands-on training on the implementation of 5S
at IKM MARS as well as one of the improvements that can be made to the results of previous supply chain
performance analysis research. The results of this service are in the form of direct training guidance at IKM,
videos of the first 3S implementation (Seiri, Seiso, Seiton), and a checklist form that can be used by IKM as
an internal audit. The 5S knowledge and skills that have been applied in MARS are expected to help the
enterprise to reduce waste as well as increase productivity in the future.
Keywords: Application of 5S, Seiri, Seiso, Seiton, SME leather
92
Peningkatan Produktivitas Melalui Penerapan 5S… (Suci Miranda)
1. Pendahuluan
IKM M.A.R.S Genuine Leather merupakan salah satu IKM kulit di bawah binaan Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman yang didirikan pada bulan Desember tahun
2017. IKM M.A..RS telah bergabung dengan Rumah Kreatif Sleman (RKS) dan mendapatkan
cukup banyak pelatihan serta pendampingan langsung dari pihak Dinas guna meningkatkan
produksi maupun pengembangan IKM. Namun, sebagai IKM yang baru berdiri selama kurang
lebih 3 (tiga) tahun, IKM M.A.R.S masih membutuhkan pembinaan khususnya peningkatan
produktivitas. Sebelumnya, IKM M.A.R.S Genuine Leather menjadi salah satu bagian dari hibah
penelitian analisis pengukuran kinerja rantai pasok di IKM kulit di Yogyakarta. Terdapat 11 IKM
dari Kabupaten Bantul dan Sleman dimana 6 (enam) IKM berasal dari IKM di Sleman.
Berdasarkan hasil penelitian di Tabel 1, IKM M.A.R.S Genuine Leather memiliki nilai kinerja
kedua terendah dibandingkan dengan IKM lainnya di Sleman yaitu berada di posisi Marginal atau
di bawah rata-rata.
Gambar 1. Logo IKM MARS
Tabel 1. Rangkuman Nilai Kinerja Rantai Pasok
IKM
Plan
Source
Make
Deliver
Return
Enable
Nilai
KETERANGAN
CV. Kay Nusa Bihaka
Kingswood
M.A.R.S Genuine Leather
Mario Rubini
Fanri Collection
50.56
52.5
70
48.89
30
61.11
54.08
28.08
60.62
56.79
54.01
67.33
56.11
72.37
82.14
98.89
100
35
84.23
97.84
0
56.55
26.64
57.21
-
61.88
52.09
69.87
44.85
83.86
54.41
63.76
47.62
61.36
58.44
10
44.17
43.51
97.92
-
51.59
41.20
Average
Average
Marginal
Average
Average
Marginal
Daniela Art
Sumber: Hasil Penelitian DPPM Penulis Tahun 2018
Berdasarkan Tabel 1, hasil penelitian sebelumnya didapatkan bahwa nilai rantai pasok IKM
MARS masih berada pada level Marginal atau di bawah rata-rata. Sebagai Industri Kecil
Menengah, para pelaku industri tidak memiliki cukup pengetahuan dalam melakukan perbaikan.
Sejak berdiri di tahun 2017, IKM MARS menjadi perusahaan yang masih berada dalam tahap
perkembangan dari segi proses bisnis maupun rantai pasoknya. Pada tahap tersebut, tentunya
terdapat permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Khususnya di masa pandemi COVID-19,
perusahaan berusaha untuk menghemat biaya yang dikeluarkan termasuk biaya produksi. Beberapa
outlet tas IKM MARS di beberapa hotel di Yogyakarta terpaksa harus ditutup dikarenakan physical
dan social distancing yang diterapkan oleh Pemerintah. Hal ini menyebabkan
menurunnya penjualan produk IKM MARS seiring dengan menurunnya jumlah pengunjung yang
datang ke hotel. Selain itu, outlet IKM MARS di Turi juga ditutup sementara sebagai akibat dari
pembatasan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.
93
JATTEC, Vol 2, No 2, Juli 2021: 92-102
Untuk mempertahankan bisnis, IKM termasuk MARS harus meminimalkan biaya sambil
memaksimalkan keuntungan dengan menerapkan perbaikan berkelanjutan. Metode 5S adalah alat
yang efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi, apapun jenis organisasinya, ukuran, produksi
atau jasanya. Akibatnya, teknik 5S akan sangat mendukung tujuan organisasi untuk mencapai
peningkatan berkelanjutan dan kinerja yang lebih tinggi (Rai, 2016). Pendekatan 5S merupakan
pondasi dari Total Productive Maintenance (TPM) dimana TPM fokus kepada biaya (Cost). Tujuan
utama 5S adalah (i) untuk mengurangi kerugian dalam bentuk limbah, (ii) meningkatkan ekonomi,
(iii) mengurangi persediaan, (iv) mengurangi bahaya dan polusi, (v) meningkatkan kepuasan
pelanggan internal dan eksternal, (vi) meningkatkan kualitas melalui standarisasi, (vii)
meningkatkan karyawan moral, dan (viii) untuk meningkatkan partisipasi karyawan (T (...truncated)