Peningkatan Produktivitas Melalui Penerapan 5S di IKM Kulit di Sleman, Yogyakarta

Journal of Appropriate Technology for Community Services, Jul 2021

Small and Medium Enterprise (SME) called MARS Genuine Leather is one of the SMEs under the guidance of the Department of Industry and Trade (Disperindag) in the Sleman region, Yogyakarta. In 2018, MARS and 10 other SMEs in Sleman and Bantul Regency have involved in research with the Department of Industrial Engineering at the Islamic University of Indonesia regarding supply chain performance analysis using the Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model. The results showed that MARS had the lowest supply chain value among the 5 SMEs in the Sleman region. Continuing the results of the research, improvements were made through Community Service activities regarding the implementation of 5S in MARS. the Department of Industry and Trade (Disperindag) of Sleman has provided several pieces of training on the implementation of 5S for SME owners. However, this training has not been applied directly to each IKM. Therefore, this service activity aims to provide hands-on training on the implementation of 5S at IKM MARS as well as one of the improvements that can be made to the results of previous supply chain performance analysis research. The results of this service are in the form of direct training guidance at IKM, videos of the first 3S implementation (Seiri, Seiso, Seiton), and a checklist form that can be used by IKM as an internal audit. The 5S knowledge and skills that have been applied in MARS are expected to help the enterprise to reduce waste as well as increase productivity in the future.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/download/19074/11380

Peningkatan Produktivitas Melalui Penerapan 5S di IKM Kulit di Sleman, Yogyakarta

JATTEC, Vol 2, No 2, Juli 2021: 92-102 Peningkatan Produktivitas Melalui Penerapan 5S di IKM Kulit di Sleman, Yogyakarta Suci Miranda1), Elisa Kusrini2) Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia1,2) Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia Email: ABSTRAK Industri Kecil Menengah (IKM) Kulit MARS Genuine Leather merupakan salah satu IKM di bawah pembinaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten (Disperindag) Sleman, Yogyakarta. Pada tahun 2018, IKM MARS bersama dengan 10 IKM lain di Sleman dan Bantul terlibat dalam penelitian dengan Teknik Industri Universitas Islam Indonesia berkaitan dengan analisis kinerja rantai pasok menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKM MARS memiliki nilai rantai pasok terendah di antara 5 IKM di wilayah Sleman. Melanjutkan hasil penelitian tersebut, perbaikan dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat tentang penerapan 5S di IKM. Disperindag Sleman telah memberikan beberapa pelatihan mengenai penerapan 5S bagi para pemilik IKM. Namun, pelatihan tersebut belum diterapkan langsung di tiap IKM. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan langsung penerapan 5S di IKM MARS sekaligus sebagai salah satu perbaikan yang dapat dilakukan terhadap hasil penelitian analisis kinerja rantai pasok sebelumnya. Hasil pengabdian ini berupa bimbingan pelatihan langsung di IKM, video penerapan 3S pertama (Seiri, Seiso, Seiton), dan formulir checklist yang dapat digunakan IKM sebagai audit internal. Pengetahuan dan ketrampilan 5S yang telah diterapkan di IKM mitra diharapkan dapat membantu IKM untuk menurunkan waste (pemborosan) sekaligus meningkatkan produktivitas IKM di masa depan. Kata kunci: IKM Kulit, Penerapan 5S, Seiri, Seiso, Seiton ABSTRACT Small and Medium Enterprise (SME) called MARS Genuine Leather is one of the SMEs under the guidance of the Department of Industry and Trade (Disperindag) in the Sleman region, Yogyakarta. In 2018, MARS and 10 other SMEs in Sleman and Bantul Regency have involved in research with the Department of Industrial Engineering at the Islamic University of Indonesia regarding supply chain performance analysis using the Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model. The results showed that MARS had the lowest supply chain value among the 5 SMEs in the Sleman region. Continuing the results of the research, improvements were made through Community Service activities regarding the implementation of 5S in MARS. the Department of Industry and Trade (Disperindag) of Sleman has provided several pieces of training on the implementation of 5S for SME owners. However, this training has not been applied directly to each IKM. Therefore, this service activity aims to provide hands-on training on the implementation of 5S at IKM MARS as well as one of the improvements that can be made to the results of previous supply chain performance analysis research. The results of this service are in the form of direct training guidance at IKM, videos of the first 3S implementation (Seiri, Seiso, Seiton), and a checklist form that can be used by IKM as an internal audit. The 5S knowledge and skills that have been applied in MARS are expected to help the enterprise to reduce waste as well as increase productivity in the future. Keywords: Application of 5S, Seiri, Seiso, Seiton, SME leather 92 Peningkatan Produktivitas Melalui Penerapan 5S… (Suci Miranda) 1. Pendahuluan IKM M.A.R.S Genuine Leather merupakan salah satu IKM kulit di bawah binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman yang didirikan pada bulan Desember tahun 2017. IKM M.A..RS telah bergabung dengan Rumah Kreatif Sleman (RKS) dan mendapatkan cukup banyak pelatihan serta pendampingan langsung dari pihak Dinas guna meningkatkan produksi maupun pengembangan IKM. Namun, sebagai IKM yang baru berdiri selama kurang lebih 3 (tiga) tahun, IKM M.A.R.S masih membutuhkan pembinaan khususnya peningkatan produktivitas. Sebelumnya, IKM M.A.R.S Genuine Leather menjadi salah satu bagian dari hibah penelitian analisis pengukuran kinerja rantai pasok di IKM kulit di Yogyakarta. Terdapat 11 IKM dari Kabupaten Bantul dan Sleman dimana 6 (enam) IKM berasal dari IKM di Sleman. Berdasarkan hasil penelitian di Tabel 1, IKM M.A.R.S Genuine Leather memiliki nilai kinerja kedua terendah dibandingkan dengan IKM lainnya di Sleman yaitu berada di posisi Marginal atau di bawah rata-rata. Gambar 1. Logo IKM MARS Tabel 1. Rangkuman Nilai Kinerja Rantai Pasok IKM Plan Source Make Deliver Return Enable Nilai KETERANGAN CV. Kay Nusa Bihaka Kingswood M.A.R.S Genuine Leather Mario Rubini Fanri Collection 50.56 52.5 70 48.89 30 61.11 54.08 28.08 60.62 56.79 54.01 67.33 56.11 72.37 82.14 98.89 100 35 84.23 97.84 0 56.55 26.64 57.21 - 61.88 52.09 69.87 44.85 83.86 54.41 63.76 47.62 61.36 58.44 10 44.17 43.51 97.92 - 51.59 41.20 Average Average Marginal Average Average Marginal Daniela Art Sumber: Hasil Penelitian DPPM Penulis Tahun 2018 Berdasarkan Tabel 1, hasil penelitian sebelumnya didapatkan bahwa nilai rantai pasok IKM MARS masih berada pada level Marginal atau di bawah rata-rata. Sebagai Industri Kecil Menengah, para pelaku industri tidak memiliki cukup pengetahuan dalam melakukan perbaikan. Sejak berdiri di tahun 2017, IKM MARS menjadi perusahaan yang masih berada dalam tahap perkembangan dari segi proses bisnis maupun rantai pasoknya. Pada tahap tersebut, tentunya terdapat permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Khususnya di masa pandemi COVID-19, perusahaan berusaha untuk menghemat biaya yang dikeluarkan termasuk biaya produksi. Beberapa outlet tas IKM MARS di beberapa hotel di Yogyakarta terpaksa harus ditutup dikarenakan physical dan social distancing yang diterapkan oleh Pemerintah. Hal ini menyebabkan menurunnya penjualan produk IKM MARS seiring dengan menurunnya jumlah pengunjung yang datang ke hotel. Selain itu, outlet IKM MARS di Turi juga ditutup sementara sebagai akibat dari pembatasan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. 93 JATTEC, Vol 2, No 2, Juli 2021: 92-102 Untuk mempertahankan bisnis, IKM termasuk MARS harus meminimalkan biaya sambil memaksimalkan keuntungan dengan menerapkan perbaikan berkelanjutan. Metode 5S adalah alat yang efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi, apapun jenis organisasinya, ukuran, produksi atau jasanya. Akibatnya, teknik 5S akan sangat mendukung tujuan organisasi untuk mencapai peningkatan berkelanjutan dan kinerja yang lebih tinggi (Rai, 2016). Pendekatan 5S merupakan pondasi dari Total Productive Maintenance (TPM) dimana TPM fokus kepada biaya (Cost). Tujuan utama 5S adalah (i) untuk mengurangi kerugian dalam bentuk limbah, (ii) meningkatkan ekonomi, (iii) mengurangi persediaan, (iv) mengurangi bahaya dan polusi, (v) meningkatkan kepuasan pelanggan internal dan eksternal, (vi) meningkatkan kualitas melalui standarisasi, (vii) meningkatkan karyawan moral, dan (viii) untuk meningkatkan partisipasi karyawan (T (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/download/19074/11380
Article home page: https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/view/19074/11380

Suci Miranda, Elisa Kusrini. Peningkatan Produktivitas Melalui Penerapan 5S di IKM Kulit di Sleman, Yogyakarta, Journal of Appropriate Technology for Community Services, 2021, pp. 92-102,