Peningkatan Produktivitas Melalui Ergonomic Pop Rice Machine di IKM XYZ Kabupaten Gowa

Journal of Appropriate Technology for Community Services, Jan 2022

Produktivitas yang rendah merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh berbagai Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia. Rendahnya produktivitas IKM disebabkan oleh banyak faktor seperti (rendahnya kapasitas dan kualitas tenaga kerja, keterbatasan akses kepada modal, energi, teknologi, informasi dan pengetahuan) menyebabkan IKM sulit untuk menjadi besar atau bertahan pada usaha produktif dan berkelanjutan. Masalah lain yang dihadapi oleh IKM selain produktivitas adalah tidak efektifnya teknologi yang dipakai sehingga menimbulkan berbagai permasalahan pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah satu IKM di Kabupaten Gowa. IKM XYZ bergerak dalam pembuatan bipang. Berbagai permasalahan yang ada di IKM XYZ adalah: Rendahnya kapasitas produksi, lingkungan kerja yang bising, hal ini disebabkan oleh mesin pembuat pop rice menimbulkan suara bising imtermiten. Selama proses produksi dibutuhkan energi yang besar untuk memutar mesin yang mengakibatkan pekerja merasakan keluhan pada bagian otot dan rangka pada tangan. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah: mengidentifikasi permasalahan yang ada di IKM XYZ, melakukaan telaah permasalahan, membuat rancangan teknis, dan uji coba. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah berupa mesin pop rice yang digunakan dalam memproduksi pop rice.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/download/21182/12003

Peningkatan Produktivitas Melalui Ergonomic Pop Rice Machine di IKM XYZ Kabupaten Gowa

JATTEC, Vol 3 No 1, Januari 2022: 24-31 Peningkatan Produktivitas Melalui Ergonomic Pop Rice Machine di IKM XYZ Kabupaten Gowa Arminas1), Nofias Fajri 2) Jurusan Teknik Industri Agro/Politeknik ATI Makassar1,2 Jl. Sunu No.220, Suangga, Kec. Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan E-mail: ABSTRAK Produktivitas yang rendah merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh berbagai Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia. Rendahnya produktivitas IKM disebabkan oleh banyak faktor seperti (rendahnya kapasitas dan kualitas tenaga kerja, keterbatasan akses kepada modal, energi, teknologi, informasi dan pengetahuan) menyebabkan IKM sulit untuk menjadi besar atau bertahan pada usaha produktif dan berkelanjutan. Masalah lain yang dihadapi oleh IKM selain produktivitas adalah tidak efektifnya teknologi yang dipakai sehingga menimbulkan berbagai permasalahan pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah satu IKM di Kabupaten Gowa. IKM XYZ bergerak dalam pembuatan bipang. Berbagai permasalahan yang ada di IKM XYZ adalah: Rendahnya kapasitas produksi, lingkungan kerja yang bising, hal ini disebabkan oleh mesin pembuat pop rice menimbulkan suara bising imtermiten. Selama proses produksi dibutuhkan energi yang besar untuk memutar mesin yang mengakibatkan pekerja merasakan keluhan pada bagian otot dan rangka pada tangan. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah: mengidentifikasi permasalahan yang ada di IKM XYZ, melakukaan telaah permasalahan, membuat rancangan teknis, dan uji coba. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah berupa mesin pop rice yang digunakan dalam memproduksi pop rice. Kata kunci: produktivitas, pop rice, MSDS, ergonomi ABSTRACT Low productivity is a classic problem faced by various Small and Medium Industries (SMEs) in Indonesia. The low productivity of SMEs is caused by many factors such as (low capacity and quality of labor, limited access to capital, energy, technology, information and knowledge) making it difficult for SMEs to grow large or survive in productive and sustainable businesses. Another problem faced by SMIs besides productivity is the ineffectiveness of the technology used, causing various problems in the health and safety of workers. This community service was carried out in one of the IKM in Gowa Regency. IKM XYZ is engaged in the manufacture of bipang. Various problems that exist in IKM XYZ are: Low production capacity, noisy work environment, this is caused by the pop rice making machine causing intermittent noise. During the production process it takes a lot of energy to rotate the machine which causes workers to feel complaints in the muscles and skeleton of the hands. The activities carried out in this community service are : identifying problems that exist in IKM XYZ, conducting problem studies, making technical designs, and testing. The result of this community service is a pop rice machine used in producing pop rice. Keyword: productivity, pop rice, MSDS, ergonomic 24 Peningkatan Produktivitas Melalui Ergonomic Pop Rice… (Arminas) 1. Pendahuluan Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu bentuk dari kegiatan ekonomi informal yang memberikan dampak sangat besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan serapan tenaga kerja secara nasional. Pada akhir tahun 2018 tercatat bahwa lebih dari Rp 8500 trilun pada PDB atau setara 57,8 persen berasal dari IKM. Berdasarkan data Kementrian Tenaga Kerja 64 juta unit usaha IKM mampu menyerap sebesar 116 juta pekerja atau sekitar 97% dari angkatan kerja nasional (Kemnaker, 2018). IKM ditengah kondisi pandemi COVID-19 mengalami keterpurukan yang cukup parah. Berbagai kendala dihadapi selama pandemi COVID 19, mulai dari kesulitan bahan baku, rendahnya daya beli masyarakat dan diperlakukan pembatasan kegiatan masyarakat membuat kondisi IKM menjadi semakin parah. Berbagai tantang tersebut dihadapi oleh IKM untuk keluar dari permasalahan tersebut. Bantuan pemerintah, berupa keringanan pajak, relaksasi pinjaman bank, memberikan celah bagi IKM untuk tetap eksis ditengah pandemi. Pentingnya peranan IKM pada signifikansi perekonomian nasional menjadi prioritas dalam pengembangan ekonomi. Strategisnya peranan IKM serta diikuti oleh kompetisi yang ketat dengan berbagai perusahaan besar membuat sektor IKM menjadi kurang strategis. Persaingan yang menjadi semakin ketat, IKM harus kreatif dalam bersaing pada era global (Sasono, dkk, 2014). Berbagai permasalahan dihadapi oleh IKM menyebabkan proyeksi bisnis IKM menjadi jalan ditempat. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh IKM adalah rendahnya produktivitas. Rendahnya produktivitas IKM disebabkan oleh berbagai permasalahan yang ada di IKM. Hal ini disebabkan oleh produktivitas per unit usaha maupun tenaga kerja. Berbagai kendala yang dihadapi IKM seperti rendahnya kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, keterbatasan akses kepada sumber daya yang produktif seperti (modal, bahan baku, teknologi, informasi dan pengetahuan). Kendala-kendala tersebut menyebabkan IKM masih selalu berada pada level usaha mikro atau kecil dan sulit untuk mencapai usaha besar atau bertahan dengan usaha yang produktif dan berkelanjutan. Produktivitas yang rendah di IKM merupakan tingkat produksi yang dapat dikerjakan selama per tahun. Hal ini diakibatkan oleh kinerja IKM yang masih berbasis tradisi dengan sistem yang serba manual. Menghadapi pasar yang dinamis dan semakin ketat membuat IKM wajib melakukan perubahan dari berbagai hal. Pengembangan produk, pasar dan teknologi sangat dibutuhkan untuk menciptakan daya saing yang tinggi. Potensi dalam pengembangan IKM akan dapat menyerap tenaga kerja sehingga menekan angka pengangguran dan kemiskinan. IKM memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dalam memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya lokal, sehingga akan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat setempat. (Kurniawati, dkk, 2021). Produktivitas bukan menjadi kendala satu-satunya yang membuat kondisi IKM jalan ditempat. Tidak efisiennya teknologi yang dipakai, kondisi lingkungan kerja yang buruk membuat IKM semakin tidak efektif dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Teknologi yang tidak baik dapat membuat kapasitas produksi yang rendah, kualitas produk yang kurang baik, sehingga ketika produk tersebut tidak dapat bersaing secara global. Kualitas lingkungan kerja yang buruk akan mengakibatkan penurunan produktivitas pekerja dan juga menimbulkan ketidaknyamanan selama bekerja yang berdampak negatif baik pada saat bekerja atau dapat menimbulkan penyakit akibat kerja pada masa yang akan datang. Fasilitas kerja yang baik akan memberikan produktivitas dan wellbeing yang baik kepada para pekerja. Salah satu permasalahan lingkungan kerja adalah masalah lingkungan kerja fisik (bising, panas, dan pencahayaan). Kebisingan merupakan bunyi yang tidak diinginkan atau mengganggu dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat waktu tertentu yang mampu menimbulkan masala (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/download/21182/12003
Article home page: https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/view/21182/12003

Arminas Arminas, Fajri Nofias. Peningkatan Produktivitas Melalui Ergonomic Pop Rice Machine di IKM XYZ Kabupaten Gowa, Journal of Appropriate Technology for Community Services, 2022, pp. 24 - 31,