Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi Berdasarkan Strategi Pemasaran: Studi Kasus Usaha Kuliner Warung Halal

Journal of Appropriate Technology for Community Services, Jan 2022

Dengan adanya pandemi Covid 19, banyak usaha yang terkena imbasnya. Pelaku usaha perlu segera beradaptasi agar tetap bertahan, tak terkecuali usaha kuliner. Warung Halal merupakan salah satu usaha kuliner yang hidup di era pandemi. Warung Halal telah melakukan beberapa evaluasi, seperti evaluasi pada waktu tunggu pemesanan, asap bakaran sate yang masuk ke ruangan dan membuat aroma pakaian pelanggan berbau bakaran, banyaknya usaha sejenis di sekitar lokasi, serta varian menu yang ingin diperbanyak. Penelitian dan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan usulan solusi bagi evaluasi yang sudah ada. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini difokuskan pada strategi adaptasi dari tantangan atau permasalahan yang diperoleh yang kemudian dilanjutkan dengan usulan solusi terhadap tantangan atau permasalahan tersebut. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, serta studi literatur. Usulan terkait evaluasi dari hasil wawancara dan observasi antara lain: menambah dua orang tenaga kerja pada setiap shift, mengubah posisi pembakaran sate atau memindahkan lokasi pembakaran sate, melakukan segmentasi pasar dan diferensiasi produk (mem-breakdown sasaran konsumen yang hendak dituju serta mengemas Warung Halal menjadi tempat yang menarik bagi pelanggan dengan memanfaatkan lahan parkir untuk spot tempat makan), serta perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu terkait varian menu yang telah ada.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/download/21604/12004

Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi Berdasarkan Strategi Pemasaran: Studi Kasus Usaha Kuliner Warung Halal

Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi… (Elanjati Worldailmi) Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi Berdasarkan Strategi Pemasaran: Studi Kasus Usaha Kuliner Warung Halal Elanjati Worldailmi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia Jalan Kaliurang KM 14,5 Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia Email: ABSTRAK Dengan adanya pandemi Covid 19, banyak usaha yang terkena imbasnya. Pelaku usaha perlu segera beradaptasi agar tetap bertahan, tak terkecuali usaha kuliner. Warung Halal merupakan salah satu usaha kuliner yang hidup di era pandemi. Warung Halal telah melakukan beberapa evaluasi, seperti evaluasi pada waktu tunggu pemesanan, asap bakaran sate yang masuk ke ruangan dan membuat aroma pakaian pelanggan berbau bakaran, banyaknya usaha sejenis di sekitar lokasi, serta varian menu yang ingin diperbanyak. Penelitian dan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan usulan solusi bagi evaluasi yang sudah ada. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini difokuskan pada strategi adaptasi dari tantangan atau permasalahan yang diperoleh yang kemudian dilanjutkan dengan usulan solusi terhadap tantangan atau permasalahan tersebut. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, serta studi literatur. Usulan terkait evaluasi dari hasil wawancara dan observasi antara lain: menambah dua orang tenaga kerja pada setiap shift, mengubah posisi pembakaran sate atau memindahkan lokasi pembakaran sate, melakukan segmentasi pasar dan diferensiasi produk (mem-breakdown sasaran konsumen yang hendak dituju serta mengemas Warung Halal menjadi tempat yang menarik bagi pelanggan dengan memanfaatkan lahan parkir untuk spot tempat makan), serta perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu terkait varian menu yang telah ada. Kata kunci: kuliner, segmentasi, diferensiasi, strategi ABSTRACT With the COVID-19 pandemic, many businesses have been affected. Business actors need to adapt immediately in order to survive, culinary business is no exception. Warung Halal is one of the culinary businesses that live in the pandemic era. It has carried out several evaluations, such as evaluating the waiting time for orders, the smoke from the grilled satay that enters the room and makes the customer's clothes smell burnt, the number of similar businesses around the location, and the menu variants that you want to increase. This research and community service is carried out to provide proposed solutions for existing evaluations. This type of research is descriptive qualitative. In this study, it is focused on adaptation strategies from the challenges or problems obtained which are then followed by proposed solutions to these challenges or problems. The technique used in this research is observation, interview, and literature study. Proposals related to the evaluation of the results of interviews and observations include: adding two workers in each shift, changing the position of the satay grill or moving the location of the satay grill, segmenting the market and product differentiation (breaking down the target consumers who want to be addressed and packaging Warung Halal into an attractive place for customers by utilizing the parking lot for a place to eat), and it is necessary to conduct an evaluation first regarding the existing menu variants. Keywords: culinary, segmentation, differentiation, strategy 39 JATTEC, Vol 3 No 1, Januari 2022: 39-49 1. Pendahuluan Terdapat banyak usaha yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19, terutama pada arus kas, bahkan sebagian di antaranya menutup usaha sementara ataupun permanen. Usaha kecil dan menengah merupakan contoh usaha yang merasakan dampaknya dan terpukul akibat pandemi (Rakhmanita, 2021). Pelaku usaha kecil dan menengah harus segera beradaptasi agar tetap dapat bertahan dengan kondisi tersebut. Pengusaha di bidang kuliner merupakan salah satu pihak yang masih bisa bertahan saat pandemi karena kebutuhan pangan merupakan kebutuhan pokok. Walau demikian, nilai omsetnya pun akan berbeda dengan kondisi sebelum pandemi Bentuk usaha atau bentuk bisnis menurut ukurannya dapat dibedakan menjadi Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) (Sancoko, 2015). UMKM memiliki pengaruh besar dalam perekonomian Indonesia, bahkan sebanyak 56.534.592 atau 99,99% jumlah unit usaha Indonesia adalah UMKM dan sebanyak 107.657.509 penduduk Indonesia merupakan tenaga kerja UMKM (Sancoko, 2015). Hal itu berdampak besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yakni 59,08% berasal dari UMKM. Bisnis berupa rumah makan atau restoran merupakan usaha komersial yang dalam pelaksanaannya selalu menghitung untung-rugi dan pada akhirnya mengharapkan keuntungan (Amrullah et al., 2016). Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Warung Halal termasuk dalam kategori Usaha Mikro karena merupakan usaha produktif perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memiliki kekayaan bersih di bawah lima puluh juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan/atau memiliki hasil penjualan tahunan tidak lebih dari tiga ratus juta rupiah. Warung Halal terletak di Jalan Bantul Yogyakarta yang berdiri saat pandemi Covid-19 sudah berlangsung. Warung Halal menyediakan layanan pemesanan online, baik melalui ojek online maupun pengantaran oleh karyawan untuk wilayah di sekitarnya. Gambaran terkait Warung Halal ditunjukkan pada Gambar 1 dan Gambar 2. Seiring dengan berjalannya waktu, pihak manajemen Warung Halal melakukan evaluasi terhadap usahanya. Rata-rata waktu tunggu pemesanan adalah 30 menit. Jika terdapat antrian pelanggan yang banyak, waktu rata-rata akan semakin lama. Bagi pelanggan yang meluangkan waktu makan saat istirahat kantor, waktu tunggu tersebut tergolong lama. Terdapat keluhan pelanggan terkait asap bakaran sate yang masuk ke dalam ruangan. Selain itu, di kawasan sekitar Warung Halal, terdapat usaha sejenis yang semakin banyak. Sementara, pihak manajemen ingin agar varian menu semakin banyak agar dapat memenuhi berbagai keinginan atau permintaan pelanggan. Evaluasi tersebut kemudian menjadi tantangan bagi manajemen Warung Halal. Agar menjadi pembeda dengan usaha yang lain, Warung Halal ingin membuat suatu perubahan untuk dapat menarik minat pelanggan lebih banyak. Untuk itu dilakukan usulan strategi berupa rekomendasi pembaharuan atau inovasi Warung Halal sebagai bentuk pengabdian masyarakat. 40 Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi… (Elanjati Worldailmi) Gambar 1. Kondisi Warung Halal Gambar 2. Spot pada Warung Halal 2. Tinjauan Pustaka Menurut Lupiyoadi (2001) penentuan tingkat kepuasan pelanggan memiliki lima faktor utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan, yaitu faktor mutu produk, faktor mutu pelayanan, faktor emosional, faktor harga dan faktor biaya. Sumarwan (2003) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen untuk mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/download/21604/12004
Article home page: https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/view/21604/12004

Elanjati Worldailmi. Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi Berdasarkan Strategi Pemasaran: Studi Kasus Usaha Kuliner Warung Halal, Journal of Appropriate Technology for Community Services, 2022, pp. 39 - 49,