Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi Berdasarkan Strategi Pemasaran: Studi Kasus Usaha Kuliner Warung Halal
Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi… (Elanjati Worldailmi)
Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi Berdasarkan Strategi
Pemasaran: Studi Kasus Usaha Kuliner Warung Halal
Elanjati Worldailmi
Teknik Industri Universitas Islam Indonesia
Jalan Kaliurang KM 14,5 Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia
Email:
ABSTRAK
Dengan adanya pandemi Covid 19, banyak usaha yang terkena imbasnya. Pelaku usaha perlu segera
beradaptasi agar tetap bertahan, tak terkecuali usaha kuliner. Warung Halal merupakan salah satu usaha
kuliner yang hidup di era pandemi. Warung Halal telah melakukan beberapa evaluasi, seperti evaluasi pada
waktu tunggu pemesanan, asap bakaran sate yang masuk ke ruangan dan membuat aroma pakaian pelanggan
berbau bakaran, banyaknya usaha sejenis di sekitar lokasi, serta varian menu yang ingin diperbanyak.
Penelitian dan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan usulan solusi bagi evaluasi yang
sudah ada. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini difokuskan pada strategi
adaptasi dari tantangan atau permasalahan yang diperoleh yang kemudian dilanjutkan dengan usulan solusi
terhadap tantangan atau permasalahan tersebut. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasi, wawancara, serta studi literatur. Usulan terkait evaluasi dari hasil wawancara dan observasi
antara lain: menambah dua orang tenaga kerja pada setiap shift, mengubah posisi pembakaran sate atau
memindahkan lokasi pembakaran sate, melakukan segmentasi pasar dan diferensiasi produk (mem-breakdown
sasaran konsumen yang hendak dituju serta mengemas Warung Halal menjadi tempat yang menarik bagi
pelanggan dengan memanfaatkan lahan parkir untuk spot tempat makan), serta perlu melakukan evaluasi
terlebih dahulu terkait varian menu yang telah ada.
Kata kunci: kuliner, segmentasi, diferensiasi, strategi
ABSTRACT
With the COVID-19 pandemic, many businesses have been affected. Business actors need to adapt
immediately in order to survive, culinary business is no exception. Warung Halal is one of the culinary
businesses that live in the pandemic era. It has carried out several evaluations, such as evaluating the waiting
time for orders, the smoke from the grilled satay that enters the room and makes the customer's clothes smell
burnt, the number of similar businesses around the location, and the menu variants that you want to increase.
This research and community service is carried out to provide proposed solutions for existing evaluations.
This type of research is descriptive qualitative. In this study, it is focused on adaptation strategies from the
challenges or problems obtained which are then followed by proposed solutions to these challenges or
problems. The technique used in this research is observation, interview, and literature study. Proposals related
to the evaluation of the results of interviews and observations include: adding two workers in each shift,
changing the position of the satay grill or moving the location of the satay grill, segmenting the market and
product differentiation (breaking down the target consumers who want to be addressed and packaging Warung
Halal into an attractive place for customers by utilizing the parking lot for a place to eat), and it is necessary
to conduct an evaluation first regarding the existing menu variants.
Keywords: culinary, segmentation, differentiation, strategy
39
JATTEC, Vol 3 No 1, Januari 2022: 39-49
1. Pendahuluan
Terdapat banyak usaha yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19, terutama pada arus
kas, bahkan sebagian di antaranya menutup usaha sementara ataupun permanen. Usaha kecil dan
menengah merupakan contoh usaha yang merasakan dampaknya dan terpukul akibat pandemi
(Rakhmanita, 2021). Pelaku usaha kecil dan menengah harus segera beradaptasi agar tetap dapat
bertahan dengan kondisi tersebut. Pengusaha di bidang kuliner merupakan salah satu pihak yang
masih bisa bertahan saat pandemi karena kebutuhan pangan merupakan kebutuhan pokok. Walau
demikian, nilai omsetnya pun akan berbeda dengan kondisi sebelum pandemi
Bentuk usaha atau bentuk bisnis menurut ukurannya dapat dibedakan menjadi Usaha Mikro,
Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) (Sancoko, 2015). UMKM memiliki pengaruh
besar dalam perekonomian Indonesia, bahkan sebanyak 56.534.592 atau 99,99% jumlah unit usaha
Indonesia adalah UMKM dan sebanyak 107.657.509 penduduk Indonesia merupakan tenaga kerja
UMKM (Sancoko, 2015). Hal itu berdampak besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia
yakni 59,08% berasal dari UMKM.
Bisnis berupa rumah makan atau restoran merupakan usaha komersial yang dalam
pelaksanaannya selalu menghitung untung-rugi dan pada akhirnya mengharapkan keuntungan
(Amrullah et al., 2016). Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM), Warung Halal termasuk dalam kategori Usaha Mikro karena
merupakan usaha produktif perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memiliki kekayaan
bersih di bawah lima puluh juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan/atau
memiliki hasil penjualan tahunan tidak lebih dari tiga ratus juta rupiah.
Warung Halal terletak di Jalan Bantul Yogyakarta yang berdiri saat pandemi Covid-19 sudah
berlangsung. Warung Halal menyediakan layanan pemesanan online, baik melalui ojek online
maupun pengantaran oleh karyawan untuk wilayah di sekitarnya. Gambaran terkait Warung Halal
ditunjukkan pada Gambar 1 dan Gambar 2.
Seiring dengan berjalannya waktu, pihak manajemen Warung Halal melakukan evaluasi terhadap
usahanya. Rata-rata waktu tunggu pemesanan adalah 30 menit. Jika terdapat antrian pelanggan yang
banyak, waktu rata-rata akan semakin lama. Bagi pelanggan yang meluangkan waktu makan saat
istirahat kantor, waktu tunggu tersebut tergolong lama. Terdapat keluhan pelanggan terkait asap
bakaran sate yang masuk ke dalam ruangan. Selain itu, di kawasan sekitar Warung Halal, terdapat
usaha sejenis yang semakin banyak. Sementara, pihak manajemen ingin agar varian menu semakin
banyak agar dapat memenuhi berbagai keinginan atau permintaan pelanggan. Evaluasi tersebut
kemudian menjadi tantangan bagi manajemen Warung Halal. Agar menjadi pembeda dengan usaha
yang lain, Warung Halal ingin membuat suatu perubahan untuk dapat menarik minat pelanggan lebih
banyak. Untuk itu dilakukan usulan strategi berupa rekomendasi pembaharuan atau inovasi Warung
Halal sebagai bentuk pengabdian masyarakat.
40
Rekomendasi Inovasi Adaptasi di Tengah Pandemi… (Elanjati Worldailmi)
Gambar 1. Kondisi Warung Halal
Gambar 2. Spot pada Warung Halal
2. Tinjauan Pustaka
Menurut Lupiyoadi (2001) penentuan tingkat kepuasan pelanggan memiliki lima faktor utama
yang harus diperhatikan oleh perusahaan, yaitu faktor mutu produk, faktor mutu pelayanan, faktor
emosional, faktor harga dan faktor biaya. Sumarwan (2003) mendefinisikan perilaku konsumen
sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen untuk mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi
dan menghabiskan produk dan jasa (...truncated)