Pelatihan Literasi Digital Pada Sekolahrumah Salihah Yogyakarta: Animasi, Poster Digital, Video Dan Gim
JATTEC, Vol 2, No 2, Juli 2021: 50-59
Pelatihan Literasi Digital Pada Sekolahrumah Salihah Yogyakarta: Animasi,
Poster Digital, Video Dan Gim
Nur W. Rahayu 1), Nanum Sofia 2)
Prodi Informatika1) Prodi Psikologi2)
Universitas Islam Indonesia, Jl Kaliurang Km 14, Yogyakarta, Indonesia
Email:
ABSTRAK
Teknologi digital mudah diadopsi oleh kalangan muda, sehingga pembelajaran teknologi bisa dilakukan
secara formal, informal maupun nonformal seperti di sekolahrumah (homeschooling). Meskipun demikian,
sebagian komunitas sekolahrumah menghadapi beberapa keterbatasan, antara lain kompetensi pengajar,
tingkat literasi digital siswi, dan ketersediaan fasilitas teknologi digital yang belum optimal. Guna
meningkatkan kompetensi di sekolahrumah komunitas setingkat SMP, yaitu sekolahrumah Salihah
Yogyakarta, telah diadakan rangkaian kegiatan pelatihan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) bagi para
guru dan siswi. Kegiatan tersebut berupa sosialisasi kepada guru dan orang tua, penyusunan materi pelatihan,
pelatihan bagi para guru mengenai komputer modern, pelatihan literasi digital berupa konten multimedia
bagi siswi dan orang tua, serta evaluasi kegiatan terhadap siswi selama pelaksanaan dan sesudah pelatihan.
Pelatihan multimedia kepada siswi berisi pelatihan animasi, poster digital, video, dan gim dengan tema
pandemi Covid-2019. Evaluasi dari hasil survei menunjukkan bahwa separuh siswi merasa senang dengan
kegiatan pelatihan. Dua materi favorit adalah pembuatan animasi dan poster digital, sedangkan materi
pelatihan gim dan video dianggap sulit. Selain itu, sebagian orang tua merasa senang dengan adanya
pelatihan multimedia ini, meskipun ada juga orang tua yang kesulitan mendampingi para siswi karena orang
tua merasa kurang menguasai teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu ada upaya untuk menumbuhkan
persepsi positif mengenai kemudahan menggunakan TI. Tindak lanjut lainnya adalah pendampingan
berkelanjutan untuk meningkatkan literasi digital para siswi dan orang tua sekolahrumah Salihah Yogyakarta.
Kata kunci: pelatihan animasi, pelatihan literasi digital, pelatihan multimedia, sekolahrumah Salihah
Yogyakarta, siswa SMP
ABSTRACT
Young people could learn and use technology in formal, informal and nonformal education effortlessly.
As a legal nonformal education, homeschooling programs become more popular because the programs
demonstrate some advantages, such as customized learning materials, personalized learning methods, and
flexible learning schedules. However, some homeschooling communities face several problems related to
digital literacy skill because of lack of teachers’ capacity and tools. To support digital literacy, a series of
training has been conducted for teachers and students at Salihah Homeschool, Yogyakarta. It consisted of
training of modern computer technology for teachers and multimedia training for students and parents. The
second training taught students on how to make digital posters, videos, animations, and games related to
Covid-19 pandemic. Survey showed half of the students were happy with the training activities. Furthermore,
the most preferred lessons were animation and digital posters, while game and video tutorials were perceived
difficult. Nevertheless, student participation showed a declining trend since the second day of training.
Moreover, some parents expressed happiness with the training contents, but there were also parents who found
difficulty as the parents were novice users. It implies future efforts to promote positive awareness of the ease
of using IT and continuous monitoring to improve digital literacy.
Keywords: animation training, digital literacy, multimedia training, nonformal education, Salihah
homeschooling of Yogyakarta
50
Pelatihan Literasi Digital Pada Sekolahrumah… (Nur W. Rahayu)
1. Pendahuluan
Pemilihan lembaga pendidikan yang tepat bagi anak, merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan pendidikan. Selain pendidikan formal, Pemerintah Indonesia telah membuka peluang
dan melegitimasi kesetaraan ijazah Paket A, Paket B dan Paket C (yang dikeluarkan oleh satuan
pendidikan informal/nonformal) dengan ijazah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK (KemdikbudRI, 2014). Di Yogyakarta, sejumlah 93 murid Paket A, 230 murid Paket B dan 440 murid Paket C
telah mengikuti Ujian Nasional untuk Kesetaraan (UNPK) berbasis komputer pada tahun 2018.
Satuan pendidikan berupa sekolahrumah (homeschooling) merupakan salah satu bentuk
pendidikan nonformal yang kini makin dipertimbangkan oleh orang tua. Sekolahrumah bisa
berbentuk tunggal (terdiri dari satu keluarga), majemuk (gabungan beberapa keluarga), hingga
komunitas (gabungan dari sekolahrumah majemuk).
Sekolahrumah majemuk Salihah, Yogyakarta, didirikan pada tahun 2018 dengan tujuan
mendidik anak-anak perempuan setingkat SMP dan diposisikan sebagai lembaga pendidikan nonasrama yang berbasis agama Islam. Fleksibilitas materi belajar, metode pembelajaran, dan jadwal
belajar menjadi salah satu kelebihan sekolahrumah. Karena baru berdiri, sekolahrumah Salihah
memiliki beberapa keterbatasan dalam hal kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) para guru dan
sarana dan prasarana, termasuk dalam bidang Teknologi Informasi (TI). Beberapa guru mengeluhkan
sulitnya mengatasi beberapa siswa yang sangat aktif. Sebagian siswa tampak mudah bosan dan
kadang-kadang tidak memperhatikan penjelasan guru. Kondisi ini semakin sulit karena sebagian
besar guru belum banyak berpengalaman dalam mengajar.
Berdasarkan permasalahan sekolahrumah Salihah di atas, kegiatan pengabdian masyarakat ini
dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru dan siswi sekolahrumah Salihah,
dengan memberikan pelatihan belajar multimedia dengan harapan mampu meningkatkan literasi
digital bagi guru, siswi dan orang tua. Literasi digital dalam pengabdian masyarakat ini difokuskan
pada pembelajaran animasi, poster, video, dan gim agar ada inovasi dalam metode atau proses belajar
mengajar, dan kegiatan belajar akan menjadi lebih menyenangkan. Pelatihan kepada orang tua juga
dilakukan agar orang tua memiliki keterlibatan dalam pembelajaran siswa di rumah.
2. Tinjauan Pustaka
2.1.Sekolahrumah
Sekolahrumah (homeschooling) adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan
terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal,
majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang
kondusif dengan tujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara
maksimal (Kemdikbud-RI, 2014).
Terdapat 3 jenis sekolahrumah sesuai dengan peraturan Mendikbud nomor 129 tahun 2014,
yaitu:
1. Sekolahrumah tunggal: proses pendidikan sekolahrumah yang dilakukan sendiri oleh orang
tua kepada anaknya, baik tanpa atau dengan bantuan guru les secara mandiri.
2. Sekolahrumah majemuk: terdiri dari 2 atau lebih keluarga sekolahrumah tunggal yang
menyelenggarakan pembelajaran bersama.
3. Sekolahrumah komunitas: terdiri dari gabungan sekolahrumah majemuk yang
menye (...truncated)