Pelatihan Literasi Digital Pada Sekolahrumah Salihah Yogyakarta: Animasi, Poster Digital, Video Dan Gim

Journal of Appropriate Technology for Community Services, Jul 2021

Young people could learn and use technology in formal, informal and nonformal education effortlessly. As a legal nonformal education, homeschooling programs become more popular because the programs demonstrate some advantages, such as customized learning materials, personalized learning methods, and flexible learning schedules. However, some homeschooling communities face several problems related to digital literacy skill because of lack of teachers’ capacity and tools. To support digital literacy, a series of training has been conducted for teachers and students at Salihah Homeschool, Yogyakarta. It consisted of training of modern computer technology for teachers and multimedia training for students and parents. The second training taught students on how to make digital posters, videos, animations, and games related to Covid-19 pandemic. Survey showed half of the students were happy with the training activities. Furthermore, the most preferred lessons were animation and digital posters, while game and video tutorials were perceived difficult. Nevertheless, student participation showed a declining trend since the second day of training. Moreover, some parents expressed happiness with the training contents, but there were also parents who found difficulty as the parents were novice users. It implies future efforts to promote positive awareness of the ease of using IT and continuous monitoring to improve digital literacy.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/download/18612/11375

Pelatihan Literasi Digital Pada Sekolahrumah Salihah Yogyakarta: Animasi, Poster Digital, Video Dan Gim

JATTEC, Vol 2, No 2, Juli 2021: 50-59 Pelatihan Literasi Digital Pada Sekolahrumah Salihah Yogyakarta: Animasi, Poster Digital, Video Dan Gim Nur W. Rahayu 1), Nanum Sofia 2) Prodi Informatika1) Prodi Psikologi2) Universitas Islam Indonesia, Jl Kaliurang Km 14, Yogyakarta, Indonesia Email: ABSTRAK Teknologi digital mudah diadopsi oleh kalangan muda, sehingga pembelajaran teknologi bisa dilakukan secara formal, informal maupun nonformal seperti di sekolahrumah (homeschooling). Meskipun demikian, sebagian komunitas sekolahrumah menghadapi beberapa keterbatasan, antara lain kompetensi pengajar, tingkat literasi digital siswi, dan ketersediaan fasilitas teknologi digital yang belum optimal. Guna meningkatkan kompetensi di sekolahrumah komunitas setingkat SMP, yaitu sekolahrumah Salihah Yogyakarta, telah diadakan rangkaian kegiatan pelatihan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) bagi para guru dan siswi. Kegiatan tersebut berupa sosialisasi kepada guru dan orang tua, penyusunan materi pelatihan, pelatihan bagi para guru mengenai komputer modern, pelatihan literasi digital berupa konten multimedia bagi siswi dan orang tua, serta evaluasi kegiatan terhadap siswi selama pelaksanaan dan sesudah pelatihan. Pelatihan multimedia kepada siswi berisi pelatihan animasi, poster digital, video, dan gim dengan tema pandemi Covid-2019. Evaluasi dari hasil survei menunjukkan bahwa separuh siswi merasa senang dengan kegiatan pelatihan. Dua materi favorit adalah pembuatan animasi dan poster digital, sedangkan materi pelatihan gim dan video dianggap sulit. Selain itu, sebagian orang tua merasa senang dengan adanya pelatihan multimedia ini, meskipun ada juga orang tua yang kesulitan mendampingi para siswi karena orang tua merasa kurang menguasai teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu ada upaya untuk menumbuhkan persepsi positif mengenai kemudahan menggunakan TI. Tindak lanjut lainnya adalah pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan literasi digital para siswi dan orang tua sekolahrumah Salihah Yogyakarta. Kata kunci: pelatihan animasi, pelatihan literasi digital, pelatihan multimedia, sekolahrumah Salihah Yogyakarta, siswa SMP ABSTRACT Young people could learn and use technology in formal, informal and nonformal education effortlessly. As a legal nonformal education, homeschooling programs become more popular because the programs demonstrate some advantages, such as customized learning materials, personalized learning methods, and flexible learning schedules. However, some homeschooling communities face several problems related to digital literacy skill because of lack of teachers’ capacity and tools. To support digital literacy, a series of training has been conducted for teachers and students at Salihah Homeschool, Yogyakarta. It consisted of training of modern computer technology for teachers and multimedia training for students and parents. The second training taught students on how to make digital posters, videos, animations, and games related to Covid-19 pandemic. Survey showed half of the students were happy with the training activities. Furthermore, the most preferred lessons were animation and digital posters, while game and video tutorials were perceived difficult. Nevertheless, student participation showed a declining trend since the second day of training. Moreover, some parents expressed happiness with the training contents, but there were also parents who found difficulty as the parents were novice users. It implies future efforts to promote positive awareness of the ease of using IT and continuous monitoring to improve digital literacy. Keywords: animation training, digital literacy, multimedia training, nonformal education, Salihah homeschooling of Yogyakarta 50 Pelatihan Literasi Digital Pada Sekolahrumah… (Nur W. Rahayu) 1. Pendahuluan Pemilihan lembaga pendidikan yang tepat bagi anak, merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan. Selain pendidikan formal, Pemerintah Indonesia telah membuka peluang dan melegitimasi kesetaraan ijazah Paket A, Paket B dan Paket C (yang dikeluarkan oleh satuan pendidikan informal/nonformal) dengan ijazah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK (KemdikbudRI, 2014). Di Yogyakarta, sejumlah 93 murid Paket A, 230 murid Paket B dan 440 murid Paket C telah mengikuti Ujian Nasional untuk Kesetaraan (UNPK) berbasis komputer pada tahun 2018. Satuan pendidikan berupa sekolahrumah (homeschooling) merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang kini makin dipertimbangkan oleh orang tua. Sekolahrumah bisa berbentuk tunggal (terdiri dari satu keluarga), majemuk (gabungan beberapa keluarga), hingga komunitas (gabungan dari sekolahrumah majemuk). Sekolahrumah majemuk Salihah, Yogyakarta, didirikan pada tahun 2018 dengan tujuan mendidik anak-anak perempuan setingkat SMP dan diposisikan sebagai lembaga pendidikan nonasrama yang berbasis agama Islam. Fleksibilitas materi belajar, metode pembelajaran, dan jadwal belajar menjadi salah satu kelebihan sekolahrumah. Karena baru berdiri, sekolahrumah Salihah memiliki beberapa keterbatasan dalam hal kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) para guru dan sarana dan prasarana, termasuk dalam bidang Teknologi Informasi (TI). Beberapa guru mengeluhkan sulitnya mengatasi beberapa siswa yang sangat aktif. Sebagian siswa tampak mudah bosan dan kadang-kadang tidak memperhatikan penjelasan guru. Kondisi ini semakin sulit karena sebagian besar guru belum banyak berpengalaman dalam mengajar. Berdasarkan permasalahan sekolahrumah Salihah di atas, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru dan siswi sekolahrumah Salihah, dengan memberikan pelatihan belajar multimedia dengan harapan mampu meningkatkan literasi digital bagi guru, siswi dan orang tua. Literasi digital dalam pengabdian masyarakat ini difokuskan pada pembelajaran animasi, poster, video, dan gim agar ada inovasi dalam metode atau proses belajar mengajar, dan kegiatan belajar akan menjadi lebih menyenangkan. Pelatihan kepada orang tua juga dilakukan agar orang tua memiliki keterlibatan dalam pembelajaran siswa di rumah. 2. Tinjauan Pustaka 2.1.Sekolahrumah Sekolahrumah (homeschooling) adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal (Kemdikbud-RI, 2014). Terdapat 3 jenis sekolahrumah sesuai dengan peraturan Mendikbud nomor 129 tahun 2014, yaitu: 1. Sekolahrumah tunggal: proses pendidikan sekolahrumah yang dilakukan sendiri oleh orang tua kepada anaknya, baik tanpa atau dengan bantuan guru les secara mandiri. 2. Sekolahrumah majemuk: terdiri dari 2 atau lebih keluarga sekolahrumah tunggal yang menyelenggarakan pembelajaran bersama. 3. Sekolahrumah komunitas: terdiri dari gabungan sekolahrumah majemuk yang menye (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/download/18612/11375
Article home page: https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/view/18612/11375

Rahayu Nur W., Sofia Nanum. Pelatihan Literasi Digital Pada Sekolahrumah Salihah Yogyakarta: Animasi, Poster Digital, Video Dan Gim, Journal of Appropriate Technology for Community Services, 2021, pp. 50-59,