Rancangan Pelayanan Bimbingan Konseling pada Abad 21
Cakrawala
Jurnal Pendidikan
Special Issue for Pedagogy 2022
http://cakrawala.upstegal.ac.id/
email:
Rancangan Pelayanan Bimbingan Konseling Pada Abad 21
Muhammad Fajri Tsani Ramadhani
Info Artikel
SMK Ma'arif NU Talang
_______________________________________________
1
1
Dipublikasikan Januari 2022
DOI:
____________________________________
DOI: ........
Abstrak
Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa) dapat
dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Saat ini layanan tersebut semakin berkembang, tidak hanya
dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga dengan memanfaatkan media atau teknologi
informasi yang ada. Tujuannya adalah menjadikan proses BK lebih menarik, interaktif, dan inovatif, tidak
terhambat oleh ruang dan waktu, tetapi tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan
konseling. Selanjutnya inilah beberapa inovasi dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling pada siswa
SMK
Kata Kunci: Keterampilan Abad 21, Bimbingan Konseling, Rancangan
21st Century Innovative Characteristic Learning in Linear Program Materials with
Cooperative Learning Models at MAN 1 Tegal
Abstract
Guidance and Counseling (BK) as a process of providing assistance to individuals (students) can be carried out through
various services. Currently these services are growing, not only can be done face-to-face directly, but also by utilizing
existing media or information technology. The goal is to make the counseling process more interesting, interactive, and
innovative, not hampered by space and time, but still paying attention to the principles and code of ethics in guidance and
counseling. Furthermore, here are some innovations in providing Counseling Guidance services to SMK students
Keywords: 21st Century Skills, Guidance Counseling, Design
Alamat korespondensi:
SMK Ma'arif NU Talang
Jl. Raya Talang No.360, Wirantakan, Talang, Talang, Tegal
Licensed under
Email Penulis:
a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License,
ISSN: 2549-9300 (Online) | ISSN: 1858-4497 (Print)
| 40 |
Moh Uyub/ Cakrawala Special Issue for Pedagogy 2022
PENDAHULUAN
Upaya pengembangan manusia adalah upaya untuk mengembangkan segenap potensi
yang ada pada diri amnusia secara individual dalam segenap potensi kemanusiaannya, agar ia
menjadi manusia yang seimbang antara kehidupan individual dan sosialnya, kehidupan
jasmaniah dan rohaniahnya, serta kehidupan dunia dan akhiratnya. Pengembangan manusia
seperti itu dapat disebut sebagai upaya pembudayaan dengan orientasi terbentuknya manusia
berbudaya, atau upaya pendidikan dengan roeientasi terbinanya peranan individu di
masyarakat, atau upaya bimbingan dan konseling dengan orientasi terkembangnya segenap
potensi individu secara optimal, kesemuanya dalam arti seluas-luasnya.
Saat ini, kecanggihan teknologi informasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran
informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu. Kemajuan suatu bangsa
dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam
memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas. Karakteristik masyarakat
seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).
Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia akan mampu bersaing dalam era global. Oleh
karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan media seperti teknologi informasi
dengan tujuan dapat bersaing dalam era global.
Perkembangan yang sangat pesat dalam hal teknologi dan informasi tersebut,
menimbulkan masalah dan tantangan baru yang lebih berat bagi siswa/konseli. Tucker (2001)
mengidentifikasi adanya sepuluh tantangan di abad 21 yaitu, (1) kecepatan (speed), (2)
kenyamanan (convenience), (3) gelombang generasi (age wave), (4) pilihan (choice), (5) ragam
gaya hidup (life style), (6) kompetisi harga (discounting), (7) pertambahan nilai (value added),
(8) pelayananan pelanggan (costumer service), (9) teknologi sebagai andalan (techno age), dan
(10) jaminan mutu (quality control). Kesepuluh tantangan tersebut, menurut Robert B Tucker,
menuntut inovasi dikembangkannya paradigma baru dalam pendidikan seperti: accelerated
learning, learning revolution, megabrain, quantum learning, value clarification, learning than
teaching, transfor- mation of knowledge, quantum quotation (IQ, EQ, SQ, dll.), process
approach, porfolio evaluation, school/community based management, school based quality
improvement, life skills, dan competency based curriculum.
Di abad ke-21 konseling adalah proses pemberdayaan dan pembudayaan manusia
yang sedang berkembang menuju kepribadian mandiri untuk dapat membangun dirinya
sendiri dan masyarakat sehingga akan mampu berkompetisi dalam kehidupan masyarakat
global di abad ke-21. Konsekuensinya adalah proses konseling itu harus mampu menyentuh
dan mengendalikan berbagai aspek perkembangan manusia untuk mencapai perkembangan
optimal, kemandirian dalam kehidupan, serta kemampuan untuk melakukan kompetisi dalam
kehidupan masyarakat global di abad ke-21.
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah sebagai bagian integral dari Sistem
Pendidikan di Sekolah perlu dilakukan secara baik, terarah, sistematik,terprogram dan
terstruktur, serta pelaksanaannya harus dilakukan oleh tenaga ahli dalam bidang bimbingan
dan konseling (profesional), agar hasilnya bermanfaat bagi perkembangan peserta didik.
Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan adalah upaya memfasilitasi
dan memandirikan peserta didik dalam rangka tercapainya perkembangan yang utuh dan
optimal.Layanan Bimbingan dan Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan
berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan
Konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/Konseli untuk mencapai
kemandirian, dalam wujud kemampuan memahami, menerima, mengarahkan, mengambil
Licensed under
a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License,
ISSN: 2549-9300 (Online) | ISSN: 1858-4497 (Print)
Rancangan Pembelajaran Berkarakteristik Pembelajaran Inovatif Abad 21…
| 41 |
keputusan, dan merealisasikan diri secara bertanggung jawab sehingga mencapai kebahagiaan
dan kesejahteraan dalam kehidupannya.
Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada
individu (siswa) dapat dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Saat ini layanan
tersebut semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara
langsung, tapi juga dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada.
Tujuannya adalah menjadikan proses BK lebih menarik, interaktif, dan inovatif, tidak
terhambat oleh ruang dan waktu, tetapi tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam
bimbingan dan konseling. Selanjutnya inilah beberapa inovasi dalam memberikan layanan
Bimbingan Konseling pada siswa SMK.
MATERI DAN METODE
Peserta didik/konseli adalah subyek utama layanan Bimbingan dan Konseling di
Sekolah Menengah Kejuruan (...truncated)