Rancangan Pelayanan Bimbingan Konseling pada Abad 21

Cakrawala: Jurnal Pendidikan, Feb 2022

Guidance and Counseling (BK) as a process of providing assistance to individuals (students) can be carried out through various services. Currently these services are growing, not only can be done face-to-face directly, but also by utilizing existing media or information technology. The goal is to make the counseling process more interesting, interactive, and innovative, not hampered by space and time, but still paying attention to the principles and code of ethics in guidance and counseling. Furthermore, here are some innovations in providing Counseling Guidance services to SMK students

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://cakrawala.upstegal.ac.id/index.php/cakrawala/article/download/164/137

Rancangan Pelayanan Bimbingan Konseling pada Abad 21

Cakrawala Jurnal Pendidikan Special Issue for Pedagogy 2022 http://cakrawala.upstegal.ac.id/ email: Rancangan Pelayanan Bimbingan Konseling Pada Abad 21 Muhammad Fajri Tsani Ramadhani Info Artikel SMK Ma'arif NU Talang _______________________________________________ 1 1 Dipublikasikan Januari 2022 DOI: ____________________________________ DOI: ........ Abstrak Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa) dapat dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Saat ini layanan tersebut semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah menjadikan proses BK lebih menarik, interaktif, dan inovatif, tidak terhambat oleh ruang dan waktu, tetapi tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling. Selanjutnya inilah beberapa inovasi dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling pada siswa SMK Kata Kunci: Keterampilan Abad 21, Bimbingan Konseling, Rancangan 21st Century Innovative Characteristic Learning in Linear Program Materials with Cooperative Learning Models at MAN 1 Tegal Abstract Guidance and Counseling (BK) as a process of providing assistance to individuals (students) can be carried out through various services. Currently these services are growing, not only can be done face-to-face directly, but also by utilizing existing media or information technology. The goal is to make the counseling process more interesting, interactive, and innovative, not hampered by space and time, but still paying attention to the principles and code of ethics in guidance and counseling. Furthermore, here are some innovations in providing Counseling Guidance services to SMK students Keywords: 21st Century Skills, Guidance Counseling, Design Alamat korespondensi: SMK Ma'arif NU Talang Jl. Raya Talang No.360, Wirantakan, Talang, Talang, Tegal Licensed under Email Penulis: a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License, ISSN: 2549-9300 (Online) | ISSN: 1858-4497 (Print) | 40 | Moh Uyub/ Cakrawala Special Issue for Pedagogy 2022 PENDAHULUAN Upaya pengembangan manusia adalah upaya untuk mengembangkan segenap potensi yang ada pada diri amnusia secara individual dalam segenap potensi kemanusiaannya, agar ia menjadi manusia yang seimbang antara kehidupan individual dan sosialnya, kehidupan jasmaniah dan rohaniahnya, serta kehidupan dunia dan akhiratnya. Pengembangan manusia seperti itu dapat disebut sebagai upaya pembudayaan dengan orientasi terbentuknya manusia berbudaya, atau upaya pendidikan dengan roeientasi terbinanya peranan individu di masyarakat, atau upaya bimbingan dan konseling dengan orientasi terkembangnya segenap potensi individu secara optimal, kesemuanya dalam arti seluas-luasnya. Saat ini, kecanggihan teknologi informasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu. Kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia akan mampu bersaing dalam era global. Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan media seperti teknologi informasi dengan tujuan dapat bersaing dalam era global. Perkembangan yang sangat pesat dalam hal teknologi dan informasi tersebut, menimbulkan masalah dan tantangan baru yang lebih berat bagi siswa/konseli. Tucker (2001) mengidentifikasi adanya sepuluh tantangan di abad 21 yaitu, (1) kecepatan (speed), (2) kenyamanan (convenience), (3) gelombang generasi (age wave), (4) pilihan (choice), (5) ragam gaya hidup (life style), (6) kompetisi harga (discounting), (7) pertambahan nilai (value added), (8) pelayananan pelanggan (costumer service), (9) teknologi sebagai andalan (techno age), dan (10) jaminan mutu (quality control). Kesepuluh tantangan tersebut, menurut Robert B Tucker, menuntut inovasi dikembangkannya paradigma baru dalam pendidikan seperti: accelerated learning, learning revolution, megabrain, quantum learning, value clarification, learning than teaching, transfor- mation of knowledge, quantum quotation (IQ, EQ, SQ, dll.), process approach, porfolio evaluation, school/community based management, school based quality improvement, life skills, dan competency based curriculum. Di abad ke-21 konseling adalah proses pemberdayaan dan pembudayaan manusia yang sedang berkembang menuju kepribadian mandiri untuk dapat membangun dirinya sendiri dan masyarakat sehingga akan mampu berkompetisi dalam kehidupan masyarakat global di abad ke-21. Konsekuensinya adalah proses konseling itu harus mampu menyentuh dan mengendalikan berbagai aspek perkembangan manusia untuk mencapai perkembangan optimal, kemandirian dalam kehidupan, serta kemampuan untuk melakukan kompetisi dalam kehidupan masyarakat global di abad ke-21. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah sebagai bagian integral dari Sistem Pendidikan di Sekolah perlu dilakukan secara baik, terarah, sistematik,terprogram dan terstruktur, serta pelaksanaannya harus dilakukan oleh tenaga ahli dalam bidang bimbingan dan konseling (profesional), agar hasilnya bermanfaat bagi perkembangan peserta didik. Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan adalah upaya memfasilitasi dan memandirikan peserta didik dalam rangka tercapainya perkembangan yang utuh dan optimal.Layanan Bimbingan dan Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/Konseli untuk mencapai kemandirian, dalam wujud kemampuan memahami, menerima, mengarahkan, mengambil Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License, ISSN: 2549-9300 (Online) | ISSN: 1858-4497 (Print) Rancangan Pembelajaran Berkarakteristik Pembelajaran Inovatif Abad 21… | 41 | keputusan, dan merealisasikan diri secara bertanggung jawab sehingga mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dalam kehidupannya. Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa) dapat dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Saat ini layanan tersebut semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah menjadikan proses BK lebih menarik, interaktif, dan inovatif, tidak terhambat oleh ruang dan waktu, tetapi tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling. Selanjutnya inilah beberapa inovasi dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling pada siswa SMK. MATERI DAN METODE Peserta didik/konseli adalah subyek utama layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Kejuruan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://cakrawala.upstegal.ac.id/index.php/cakrawala/article/download/164/137
Article home page: https://cakrawala.upstegal.ac.id/index.php/cakrawala/article/view/164/137

Muhammad Fajri Tsani Ramadhani. Rancangan Pelayanan Bimbingan Konseling pada Abad 21, Cakrawala: Jurnal Pendidikan, 2022, pp. 49-58,