Dampak Perubahan Iklim terhadap Pengolahan Hasil Laut: Tantangan dan Peluang bagi Masyarakat Pesisir Desa Lombong Kabupaten Majene

Celebes Journal of Community Services, Nov 2024

Perubahan iklim telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, termasuk pengolahan hasil laut di daerah pesisir. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir akibat perubahan iklim dan mencari peluang untuk mengadaptasi serta mengurangi dampaknya. Kegiatan ini dilakukan di Desa Pesisir Makmur, sebuah daerah yang bergantung pada hasil laut untuk mata pencaharian mereka. Melalui pelatihan, diskusi kelompok, dan pendampingan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai perubahan iklim, serta pelatihan tentang teknik pengolahan hasil laut yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat dan ketahanan ekonomi berbasis hasil laut. Kata Kunci: Dampak Perubahan Iklim, Pengolahan Hasil Laut, Masyarakat Pesisir, Tantangan dan Peluang, Adaptasi

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1859/1251

Dampak Perubahan Iklim terhadap Pengolahan Hasil Laut: Tantangan dan Peluang bagi Masyarakat Pesisir Desa Lombong Kabupaten Majene

Volume 3 Issue 2 (2024) Pages 294 - 298 Celebes Journal of Community Services ISSN 2962-4088 (Online) Dampak Perubahan Iklim terhadap Pengolahan Hasil Laut: Tantangan dan Peluang bagi Masyarakat Pesisir Desa Lombong Kabupaten Majene Nur Fajariani  ¹, Agus Halim ², Nur Asia ³ Irdha Yanti Musyawarah 4 Universitas Muhammadiyah Mamuju Abstrak Perubahan iklim telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, termasuk pengolahan hasil laut di daerah pesisir. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir akibat perubahan iklim dan mencari peluang untuk mengadaptasi serta mengurangi dampaknya. Kegiatan ini dilakukan di Desa Pesisir Makmur, sebuah daerah yang bergantung pada hasil laut untuk mata pencaharian mereka. Melalui pelatihan, diskusi kelompok, dan pendampingan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai perubahan iklim, serta pelatihan tentang teknik pengolahan hasil laut yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat dan ketahanan ekonomi berbasis hasil laut. Kata Kunci: Dampak Perubahan Iklim, Pengolahan Hasil Laut, Masyarakat Pesisir, Tantangan dan Peluang, Adaptasi Abstract Climate change has significantly impacted the marine and fisheries sector, including seafood processing in coastal areas. This community service program aims to identify the challenges faced by coastal communities due to climate change and seek opportunities to adapt and mitigate its impacts. This activity was conducted in Pesisir Makmur Village, an area that relies on seafood for their livelihoods. Through training, group discussions and mentoring, the community was provided with an understanding of climate change, as well as training on seafood processing techniques that are more resilient to climate change. The expected outcome is an increase in community adaptive capacity and seafood-based economic resilience. Keywords: Climate Change Impacts, Seafood Processing, Coastal Communities, Challenges and Opportunities, Adaptation Copyright (c) 2024 Nur Fajariani, Agus Halim, Nur Asia, Irdha Yanti Musyawarah  Corresponding author : Email Address : , , , . 294 Celebes Journal of Community Services. 3(2): 2024 PENDAHULUAN Perubahan iklim yang terjadi secara global telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap ekosistem laut, termasuk terhadap ketersediaan dan kualitas hasil laut. Kondisi laut yang semakin tidak menentu, seperti peningkatan suhu air laut, gelombang tinggi, serta cuaca ekstrem, berpotensi mengganggu produksi perikanan dan pengolahan hasil laut yang merupakan mata pencaharian utama masyarakat pesisir. Fenomena ini berisiko mengurangi pendapatan masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan, baik dalam bentuk penangkapan ikan maupun pengolahan produk laut. Sebagian besar masyarakat pesisir di Indonesia, khususnya yang berada di daerah pesisir tradisional, masih mengandalkan metode pengolahan hasil laut secara sederhana, seperti pengasinan, pengeringan, atau pengasapan. Teknologi pengolahan yang terbatas, ditambah dengan dampak perubahan iklim, memerlukan pendekatan yang lebih adaptif untuk mempertahankan keberlanjutan sumber daya alam serta pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak perubahan iklim terhadap pengolahan hasil laut dan memperkenalkan teknik pengolahan yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim yang berubah. Desa Lombong merupakan salah satu wilayah dari 12 Desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat dan berdasarkan klasifikasi bentahan lahan 80 % wilayah tanah datar dan sekitar 20 % merupakan wilayah perbukitan,Luas wilayah Desa Lombong 2,67 Km2 Desa Lombong berada pada Kelas Ketinggian 100500 m dpl, dan menurut catatan Meterologi dan Goefisika, kondisi Desa Lombong beriklim sekitar 28 C, dengan suhu minimun 24 C dan suhu Maksimun 33 C dengan Jumlah Penduduk 2.273 jiwa Laki-laki 1.128 Jiwa dan perempuan 1.145 Jiwa, Jumlah Kepala Keluarga (KK) 581 dengan latar belakang mata pencaharian, Petani, Nelayan, pedangan/Wiraswasta, PNS dan Tenaga-tenaga jasa lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan maka Desa Lombong sangat memungkinkan dapat dikembangkan dari Sektor Perikanan dan Pertanian/Perkebunan, hal ini dimungkinkan karena wilayah Desa Lombong terdiri dari perairan laut yang cukup kaya dengan hasil potensi lautnya dengan berbagai jenis ikan dan lahan perempangan yang ada serta wilayah daratannya memiliki tingkat kesuburan tanah yang cukuk tinggi yang memungkinkan dapat dikembangkan berbagai macam tanaman pertanian dan perkebunan seperti Padi, Kelapa, Coklat, Pisang dll. Penggarapan dan Pengolahan Potensi Alam ini telah diusahakan dan didayagunakan seoptimal mungkin oleh masyarakat Desa Lombong sesuai dengan tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat dengan tingkat kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan keadaan tahun-tahun sebelumnya. METODOLOGI Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut yang pertama, Identifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Masyarakat, Pada tahap awal, dilakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi dampak perubahan iklim yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat pesisir. Wawancara dan diskusi kelompok dilakukan dengan nelayan dan pengolah hasil laut untuk mengetahui tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola hasil laut. Yang kedua, Edukasi dan Pelatihan tentang Dampak Perubahan Iklim, Pelatihan dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang 295 Dampak Perubahan Iklim terhadap Pengolahan Hasil Laut: Tantangan dan..... perubahan iklim dan bagaimana hal ini mempengaruhi sektor kelautan, khususnya pengolahan hasil laut. Masyarakat diberikan pengetahuan mengenai fenomena perubahan iklim, seperti kenaikan suhu laut, perubahan pola curah hujan, dan dampaknya terhadap kelimpahan ikan dan kualitas hasil laut. Yang ketiga, Pelatihan Teknik Pengolahan Hasil Laut yang Adaptif, Pelatihan ini difokuskan pada teknik pengolahan hasil laut yang lebih tahan terhadap dampak perubahan iklim. Metode yang diajarkan termasuk pengolahan dengan teknologi yang ramah lingkungan dan lebih efisien, seperti penggunaan teknik pengeringan dan pengasapan yang lebih baik, serta pengemasan produk yang meningkatkan daya tahan produk olahan terhadap perubahan cuaca. Yang keempat, Pendampingan dan Evaluasi, Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan langsung kepada kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengolahan hasil laut. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa metode yang diajarkan dapat diterapkan dengan baik, serta untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menerapkan teknik baru. Evaluasi dilakukan untuk menilai dampak kegiatan terhadap keta (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1859/1251
Article home page: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/view/1859/1251

Nur Fajariani , Nur Asia , Irdha Yanti Musyawarah , Agus Halim. Dampak Perubahan Iklim terhadap Pengolahan Hasil Laut: Tantangan dan Peluang bagi Masyarakat Pesisir Desa Lombong Kabupaten Majene, Celebes Journal of Community Services, 2024, pp. 294 - 298,