Dampak Perubahan Iklim terhadap Pengolahan Hasil Laut: Tantangan dan Peluang bagi Masyarakat Pesisir Desa Lombong Kabupaten Majene
Volume 3 Issue 2 (2024) Pages 294 - 298
Celebes Journal of Community Services
ISSN 2962-4088 (Online)
Dampak Perubahan Iklim terhadap Pengolahan Hasil Laut:
Tantangan dan Peluang bagi Masyarakat Pesisir Desa Lombong
Kabupaten Majene
Nur Fajariani ¹, Agus Halim ², Nur Asia ³ Irdha Yanti Musyawarah 4
Universitas Muhammadiyah Mamuju
Abstrak
Perubahan iklim telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan,
termasuk pengolahan hasil laut di daerah pesisir. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan
untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir akibat perubahan iklim
dan mencari peluang untuk mengadaptasi serta mengurangi dampaknya. Kegiatan ini dilakukan
di Desa Pesisir Makmur, sebuah daerah yang bergantung pada hasil laut untuk mata
pencaharian mereka. Melalui pelatihan, diskusi kelompok, dan pendampingan, masyarakat
diberikan pemahaman mengenai perubahan iklim, serta pelatihan tentang teknik pengolahan
hasil laut yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan
kapasitas adaptasi masyarakat dan ketahanan ekonomi berbasis hasil laut.
Kata Kunci: Dampak Perubahan Iklim, Pengolahan Hasil Laut, Masyarakat Pesisir, Tantangan dan
Peluang, Adaptasi
Abstract
Climate change has significantly impacted the marine and fisheries sector, including seafood
processing in coastal areas. This community service program aims to identify the challenges faced
by coastal communities due to climate change and seek opportunities to adapt and mitigate its
impacts. This activity was conducted in Pesisir Makmur Village, an area that relies on seafood for
their livelihoods. Through training, group discussions and mentoring, the community was
provided with an understanding of climate change, as well as training on seafood processing
techniques that are more resilient to climate change. The expected outcome is an increase in
community adaptive capacity and seafood-based economic resilience.
Keywords: Climate Change Impacts, Seafood Processing, Coastal Communities, Challenges
and Opportunities, Adaptation
Copyright (c) 2024 Nur Fajariani, Agus Halim, Nur Asia, Irdha Yanti Musyawarah
Corresponding author :
Email Address : , , ,
.
294
Celebes Journal of Community Services. 3(2): 2024
PENDAHULUAN
Perubahan iklim yang terjadi secara global telah memberikan dampak yang sangat
besar terhadap ekosistem laut, termasuk terhadap ketersediaan dan kualitas hasil laut. Kondisi
laut yang semakin tidak menentu, seperti peningkatan suhu air laut, gelombang tinggi, serta
cuaca ekstrem, berpotensi mengganggu produksi perikanan dan pengolahan hasil laut yang
merupakan mata pencaharian utama masyarakat pesisir. Fenomena ini berisiko mengurangi
pendapatan masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan, baik dalam bentuk
penangkapan ikan maupun pengolahan produk laut.
Sebagian besar masyarakat pesisir di Indonesia, khususnya yang berada di daerah
pesisir tradisional, masih mengandalkan metode pengolahan hasil laut secara sederhana,
seperti pengasinan, pengeringan, atau pengasapan. Teknologi pengolahan yang terbatas,
ditambah dengan dampak perubahan iklim, memerlukan pendekatan yang lebih adaptif untuk
mempertahankan keberlanjutan sumber daya alam serta pendapatan masyarakat. Oleh
karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai
dampak perubahan iklim terhadap pengolahan hasil laut dan memperkenalkan teknik
pengolahan yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim yang berubah.
Desa Lombong merupakan salah satu wilayah dari 12 Desa dan Kelurahan yang ada di
Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat dan berdasarkan klasifikasi
bentahan lahan 80 % wilayah tanah datar dan sekitar 20 % merupakan wilayah
perbukitan,Luas wilayah Desa Lombong 2,67 Km2 Desa Lombong berada pada Kelas
Ketinggian 100500 m dpl, dan menurut catatan Meterologi dan Goefisika, kondisi Desa
Lombong beriklim sekitar 28 C, dengan suhu
minimun 24 C dan suhu Maksimun 33 C
dengan Jumlah Penduduk 2.273 jiwa Laki-laki 1.128 Jiwa dan perempuan 1.145 Jiwa, Jumlah
Kepala Keluarga (KK) 581 dengan latar belakang mata pencaharian, Petani, Nelayan,
pedangan/Wiraswasta, PNS dan Tenaga-tenaga jasa lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan
lapangan maka Desa Lombong sangat memungkinkan dapat dikembangkan dari Sektor
Perikanan dan Pertanian/Perkebunan, hal ini dimungkinkan karena wilayah Desa Lombong
terdiri dari perairan laut yang cukup kaya dengan hasil potensi lautnya dengan berbagai jenis
ikan dan lahan perempangan yang ada serta wilayah daratannya memiliki tingkat kesuburan
tanah yang cukuk tinggi yang memungkinkan dapat dikembangkan berbagai macam tanaman
pertanian dan perkebunan seperti Padi, Kelapa, Coklat, Pisang dll. Penggarapan dan
Pengolahan Potensi Alam ini telah diusahakan dan didayagunakan seoptimal mungkin oleh
masyarakat Desa Lombong sesuai dengan tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat
dengan tingkat kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan keadaan
tahun-tahun sebelumnya.
METODOLOGI
Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan
partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Adapun metode yang
digunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut yang pertama, Identifikasi Permasalahan
dan Kebutuhan Masyarakat, Pada tahap awal, dilakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi
dampak perubahan iklim yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat pesisir. Wawancara dan
diskusi kelompok dilakukan dengan nelayan dan pengolah hasil laut untuk mengetahui
tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola hasil laut. Yang kedua, Edukasi dan Pelatihan
tentang Dampak Perubahan Iklim, Pelatihan dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang
295
Dampak Perubahan Iklim terhadap Pengolahan Hasil Laut: Tantangan dan.....
perubahan iklim dan bagaimana hal ini mempengaruhi sektor kelautan, khususnya pengolahan
hasil laut. Masyarakat diberikan pengetahuan mengenai fenomena perubahan iklim, seperti
kenaikan suhu laut, perubahan pola curah hujan, dan dampaknya terhadap kelimpahan ikan dan
kualitas hasil laut. Yang ketiga, Pelatihan Teknik Pengolahan Hasil Laut yang Adaptif, Pelatihan
ini difokuskan pada teknik pengolahan hasil laut yang lebih tahan terhadap dampak perubahan
iklim. Metode yang diajarkan termasuk pengolahan dengan teknologi yang ramah lingkungan
dan lebih efisien, seperti penggunaan teknik pengeringan dan pengasapan yang lebih baik, serta
pengemasan produk yang meningkatkan daya tahan produk olahan terhadap perubahan cuaca.
Yang keempat, Pendampingan dan Evaluasi, Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan
langsung kepada kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengolahan hasil laut.
Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa metode yang diajarkan dapat diterapkan
dengan baik, serta untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat dalam
menerapkan teknik baru. Evaluasi dilakukan untuk menilai dampak kegiatan terhadap
keta (...truncated)