Perancangan Produk Fesyen Koper Kabin Untuk Bepergian

Artika, Dec 2024

Pada tahun 2022, sektor pariwisata dan aktivitas bepergian kembali mengalami peningkatan seiring dengan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia serta pelonggaran aturan bepergian oleh pemerintah. Aktivitas ini menjadi tren di kalangan usia 21 hingga 35 tahun. Dalam melakukan perjalanan, kebutuhan utama yang harus dibawa oleh setiap individu sangat penting untuk dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah produk yang memudahkan pengguna, khususnya pada rentang usia tersebut, dalam membawa barang-barang utama selama bepergian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang meliputi wawancara daring dan studi literatur sebagai dasar perancangan. Proses perancangan produk ini mengikuti tahap pembuatan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitian. Hasil dari perancangan ini adalah desain produk fesyen berupa tas yang didesain khusus untuk kebutuhan bepergian, dengan tujuan untuk mempermudah pengguna dalam membawa barang-barang utama. Produk ini diberi nama “Rs Luggage”, yang direalisasikan dalam bentuk fisik dengan menggunakan teknik gambar manual dan gambar teknik. Bahan yang digunakan dalam pembuatan tas ini adalah kain, dan dilengkapi dengan media pendukung seperti X-Banner, topi, kaos, gantungan kunci, gantungan nama, buku catatan, bolpoin, botol minum, tote bag, dan brosur. Diharapkan, desain ini dapat memberikan manfaat bagi pengguna berusia 21 hingga 35 tahun dan menjadi inspirasi bagi desainer produk lainnya.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/1150/391

Perancangan Produk Fesyen Koper Kabin Untuk Bepergian

PERANCANGAN PRODUK FESYEN KOPER KABIN UNTUK BEPERGIAN Rossyta Wahyutiar1*, Briantito Adiwena2, Swesti Anjampiana Bentri3, Russell Silvanus Sie4 1*,2,3,&4 Institut Informatika Indonesia, Surabaya .id1, .id2, .id3, [email protected] Abstrak Pada tahun 2022, sektor pariwisata dan aktivitas bepergian kembali mengalami peningkatan seiring dengan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia serta pelonggaran aturan bepergian oleh pemerintah. Aktivitas ini menjadi tren di kalangan usia 21 hingga 35 tahun. Dalam melakukan perjalanan, kebutuhan utama yang harus dibawa oleh setiap individu sangat penting untuk dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah produk yang memudahkan pengguna, khususnya pada rentang usia tersebut, dalam membawa barang-barang utama selama bepergian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang meliputi wawancara daring dan studi literatur sebagai dasar perancangan. Proses perancangan produk ini mengikuti tahap pembuatan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitian. Hasil dari perancangan ini adalah desain produk fesyen berupa tas yang didesain khusus untuk kebutuhan bepergian, dengan tujuan untuk mempermudah pengguna dalam membawa barang-barang utama. Produk ini diberi nama “Rs Luggage”, yang direalisasikan dalam bentuk fisik dengan menggunakan teknik gambar manual dan gambar teknik. Bahan yang digunakan dalam pembuatan tas ini adalah kain, dan dilengkapi dengan media pendukung seperti X-Banner, topi, kaos, gantungan kunci, gantungan nama, buku catatan, bolpoin, botol minum, tote bag, dan brosur. Diharapkan, desain ini dapat 178 ARTIKA Vol.8,No.2, November(2024) ISSN 2355-8121, EISSN 2549-7251 memberikan manfaat bagi pengguna berusia 21 hingga 35 tahun dan menjadi inspirasi bagi desainer produk lainnya. Kata kunci: Pariwisata, Tas Perjalanan, Desain Fesyen, Aktivitas Bepergian, Produk Fesyen Abstract In 2022 tourism and travel activities increased as COVID-19 cases declined in Indonesia and the government relaxed travel restrictions. This activity became a trend among individuals aged 21 to 35. When travelling, it is crucial to consider the essential items individuals need to bring. This study aims to design a product that facilitates users, particularly within this age group, in carrying their essential belongings during travel. The research method employed is a qualitative approach, which includes online interviews and literature study as the foundation for the design. The product design process follows stages of design development that align with the needs and objectives of the research. The result of this design is a fashion product in the form of a bag specifically created for travel purposes to make it easier for users to carry essential items. This product is named “Rs Luggage” and is realised in a physical form using manual drawing techniques and technical drawings. The bag is made from fabric and is accompanied by supporting media such as an X-Banner, hats, t-shirts, keychains, name tags, notebooks, pens, water bottles, tote bags, and brochures. This design is hoped to benefit users aged 21 to 35 and inspire other product designers. Keywords: Tourism, Travel Bags, Fashion Design, Travel Activities, Fashion Products Rossyta Wahyutiar, Institut Informatika Indonesia, Surabaya. . 179 PENDAHULUAN Perjalanan (travel) telah menjadi fenomena yang berkembang pesat, terutama di kalangan masyarakat yang ingin menghabiskan waktu untuk bersantai setelah menjalani rutinitas seperti bekerja di kantor atau mengurus rumah tangga. Aktivitas perjalanan ini dilakukan baik untuk tujuan domestik maupun internasional. Menurut H. Kodhyat (2013), kata "travel" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti perjalanan. Dalam konteks wisata, istilah "travel" berkembang dengan motivasi rekreatif, yaitu untuk tujuan liburan. Secara ilmiah, wisata dapat diartikan sebagai perjalanan dan persinggahan yang dilakukan oleh seseorang di luar tempat tinggalnya dengan berbagai motivasi, namun bukan untuk berpindah tempat tinggal atau menetap di tempat tujuan. Tujuan utama dari perjalanan wisata ini adalah rekreasi, petualangan, olahraga, atau hiburan. Pelaku perjalanan, atau disebut juga "traveler," adalah pengunjung sementara yang tinggal di suatu tempat setidaknya 24 jam. Perjalanan ini dapat digolongkan menjadi dua kategori: pesiar (leisure) untuk keperluan liburan, dan non-pesiar (bisnis) untuk keperluan pekerjaan. Fenomena perjalanan saat ini menunjukkan tren peningkatan, terutama setelah pandemi COVID-19 yang sempat menurunkan aktivitas pariwisata global pada tahun 2020. Pembatasan perjalanan yang diterapkan untuk menekan penyebaran COVID-19 mengakibatkan penurunan kunjungan wisata. Namun, menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, pada tahun 2022, sektor pariwisata mulai pulih. Beliau menyatakan bahwa tahun 2022 merupakan tahun pemulihan pariwisata dan lapangan kerja, serta mengharapkan peningkatan jumlah lapangan kerja yang tercipta dari sektor ini (Republika.co.id, 2022). Selain itu, Desa Wisata mengalami peningkatan pengunjung sebesar 30% pada tahun 2021 (Republika.co.id, 2022). Dampak positif ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan, tetapi juga oleh pelaku UMKM dan sektor pariwisata yang turut mendukung perekonomian lokal. Tren perjalanan domestik semakin meningkat. Menurut Gunandika, Kasi Pengembangan Pasar Pariwisata Dinas Pariwisata Bali, jumlah wisatawan domestik yang melakukan perjalanan pada Januari 2021 tercatat sebanyak 282.248 orang, sementara pada Januari 2022 meningkat menjadi 527.447 orang 180 ARTIKA Vol.8,No.2, November(2024) ISSN 2355-8121, EISSN 2549-7251 (kanalbali.com, 2022). Seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan domestik, kebutuhan akan koper yang efisien dan hemat biaya menjadi sangat penting. Oleh karena itu, koper kabin dengan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memenuhi kebutuhan perjalanan yang nyaman dan praktis. KAJIAN TEORI Koper kabin, atau carry-on luggage, merupakan jenis tas atau koper yang dirancang untuk dibawa ke dalam kabin pesawat oleh penumpang selama penerbangan. Koper ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan bagasi utama sehingga memungkinkan penyimpanan di kompartemen kabin atau di bawah kursi penumpang. Fungsinya tidak hanya untuk memudahkan penumpang membawa barang-barang penting selama penerbangan tetapi juga untuk meminimalkan risiko kehilangan bagasi akibat keterlambatan atau kesalahan pengiriman (International Air Transport Association, 2020). Dengan tren perjalanan yang semakin efisien, koper kabin telah menjadi bagian penting bagi para wisatawan, pebisnis, maupun pelancong dalam perjalanan jarak dekat maupun jauh (Smith, 2019). Standar material koper kabin sangat berpengaruh terhadap daya tahan, bobot, serta fleksibilitas dalam penggunaannya. Material yang paling umum digunakan adalah polikarbonat, ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene), dan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/1150/391
Article home page: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/view/1150/391

Rossyta Wahyutiar, Adiwena Briantito, Bentri Swesti Anjampiana, Sie Russel Silvanus. Perancangan Produk Fesyen Koper Kabin Untuk Bepergian, Artika, 2024, pp. 178-190,