PERANCANGAN PRODUK FESYEN KOPER KABIN
UNTUK BEPERGIAN
Rossyta Wahyutiar1*, Briantito Adiwena2, Swesti Anjampiana Bentri3, Russell
Silvanus Sie4
1*,2,3,&4
Institut Informatika Indonesia, Surabaya
.id1, .id2, .id3,
[email protected]
Abstrak
Pada tahun 2022, sektor pariwisata dan aktivitas bepergian kembali
mengalami peningkatan seiring dengan menurunnya kasus COVID-19
di Indonesia serta pelonggaran aturan bepergian oleh pemerintah.
Aktivitas ini menjadi tren di kalangan usia 21 hingga 35 tahun. Dalam
melakukan perjalanan, kebutuhan utama yang harus dibawa oleh
setiap individu sangat penting untuk dipertimbangkan. Penelitian ini
bertujuan untuk merancang sebuah produk yang memudahkan
pengguna, khususnya pada rentang usia tersebut, dalam membawa
barang-barang utama selama bepergian.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang
meliputi wawancara daring dan studi literatur sebagai dasar
perancangan. Proses perancangan produk ini mengikuti tahap
pembuatan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan
penelitian.
Hasil dari perancangan ini adalah desain produk fesyen berupa tas
yang didesain khusus untuk kebutuhan bepergian, dengan tujuan
untuk mempermudah pengguna dalam membawa barang-barang
utama. Produk ini diberi nama “Rs Luggage”, yang direalisasikan
dalam bentuk fisik dengan menggunakan teknik gambar manual dan
gambar teknik. Bahan yang digunakan dalam pembuatan tas ini adalah
kain, dan dilengkapi dengan media pendukung seperti X-Banner, topi,
kaos, gantungan kunci, gantungan nama, buku catatan, bolpoin, botol
minum, tote bag, dan brosur. Diharapkan, desain ini dapat
178
ARTIKA Vol.8,No.2, November(2024)
ISSN 2355-8121, EISSN 2549-7251
memberikan manfaat bagi pengguna berusia 21 hingga 35 tahun dan
menjadi inspirasi bagi desainer produk lainnya.
Kata kunci: Pariwisata, Tas Perjalanan, Desain Fesyen, Aktivitas
Bepergian, Produk Fesyen
Abstract
In 2022 tourism and travel activities increased as COVID-19 cases
declined in Indonesia and the government relaxed travel restrictions.
This activity became a trend among individuals aged 21 to 35. When
travelling, it is crucial to consider the essential items individuals need
to bring. This study aims to design a product that facilitates users,
particularly within this age group, in carrying their essential
belongings during travel.
The research method employed is a qualitative approach, which
includes online interviews and literature study as the foundation for
the design. The product design process follows stages of design
development that align with the needs and objectives of the research.
The result of this design is a fashion product in the form of a bag
specifically created for travel purposes to make it easier for users to
carry essential items. This product is named “Rs Luggage” and is
realised in a physical form using manual drawing techniques and
technical drawings. The bag is made from fabric and is accompanied
by supporting media such as an X-Banner, hats, t-shirts, keychains,
name tags, notebooks, pens, water bottles, tote bags, and brochures.
This design is hoped to benefit users aged 21 to 35 and inspire other
product designers.
Keywords: Tourism, Travel Bags, Fashion Design, Travel Activities,
Fashion Products
Rossyta Wahyutiar, Institut Informatika Indonesia, Surabaya.
.
179
PENDAHULUAN
Perjalanan (travel) telah menjadi fenomena yang berkembang pesat,
terutama di kalangan masyarakat yang ingin menghabiskan waktu untuk bersantai
setelah menjalani rutinitas seperti bekerja di kantor atau mengurus rumah tangga.
Aktivitas perjalanan ini dilakukan baik untuk tujuan domestik maupun
internasional.
Menurut H. Kodhyat (2013), kata "travel" berasal dari bahasa Sanskerta
yang berarti perjalanan. Dalam konteks wisata, istilah "travel" berkembang dengan
motivasi rekreatif, yaitu untuk tujuan liburan. Secara ilmiah, wisata dapat diartikan
sebagai perjalanan dan persinggahan yang dilakukan oleh seseorang di luar tempat
tinggalnya dengan berbagai motivasi, namun bukan untuk berpindah tempat tinggal
atau menetap di tempat tujuan. Tujuan utama dari perjalanan wisata ini adalah
rekreasi, petualangan, olahraga, atau hiburan. Pelaku perjalanan, atau disebut juga
"traveler," adalah pengunjung sementara yang tinggal di suatu tempat setidaknya
24 jam. Perjalanan ini dapat digolongkan menjadi dua kategori: pesiar (leisure)
untuk keperluan liburan, dan non-pesiar (bisnis) untuk keperluan pekerjaan.
Fenomena perjalanan saat ini menunjukkan tren peningkatan, terutama
setelah pandemi COVID-19 yang sempat menurunkan aktivitas pariwisata global
pada tahun 2020. Pembatasan perjalanan yang diterapkan untuk menekan
penyebaran COVID-19 mengakibatkan penurunan kunjungan wisata. Namun,
menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, pada tahun 2022,
sektor pariwisata mulai pulih. Beliau menyatakan bahwa tahun 2022 merupakan
tahun pemulihan pariwisata dan lapangan kerja, serta mengharapkan peningkatan
jumlah lapangan kerja yang tercipta dari sektor ini (Republika.co.id, 2022). Selain
itu, Desa Wisata mengalami peningkatan pengunjung sebesar 30% pada tahun
2021 (Republika.co.id, 2022). Dampak positif ini tidak hanya dirasakan oleh
masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan, tetapi juga oleh pelaku UMKM
dan sektor pariwisata yang turut mendukung perekonomian lokal.
Tren perjalanan domestik semakin meningkat. Menurut Gunandika, Kasi
Pengembangan Pasar Pariwisata Dinas Pariwisata Bali, jumlah wisatawan
domestik yang melakukan perjalanan pada Januari 2021 tercatat sebanyak 282.248
orang, sementara pada Januari 2022 meningkat menjadi 527.447 orang
180
ARTIKA Vol.8,No.2, November(2024)
ISSN 2355-8121, EISSN 2549-7251
(kanalbali.com, 2022). Seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan domestik,
kebutuhan akan koper yang efisien dan hemat biaya menjadi sangat penting. Oleh
karena itu, koper kabin dengan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan menjadi
salah satu pertimbangan utama dalam memenuhi kebutuhan perjalanan yang
nyaman dan praktis.
KAJIAN TEORI
Koper kabin, atau carry-on luggage, merupakan jenis tas atau koper yang
dirancang untuk dibawa ke dalam kabin pesawat oleh penumpang selama
penerbangan. Koper ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan bagasi
utama sehingga memungkinkan penyimpanan di kompartemen kabin atau di bawah
kursi penumpang. Fungsinya tidak hanya untuk memudahkan penumpang
membawa barang-barang penting selama penerbangan tetapi juga untuk
meminimalkan risiko kehilangan bagasi akibat keterlambatan atau kesalahan
pengiriman (International Air Transport Association, 2020). Dengan tren
perjalanan yang semakin efisien, koper kabin telah menjadi bagian penting bagi
para wisatawan, pebisnis, maupun pelancong dalam perjalanan jarak dekat maupun
jauh (Smith, 2019).
Standar material koper kabin sangat berpengaruh terhadap daya tahan, bobot,
serta fleksibilitas dalam penggunaannya. Material yang paling umum digunakan
adalah polikarbonat, ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene), dan (...truncated)