MASA KADALUARSA KERIPIK PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca) RASA COKLAT KEMASAN ALUMINIUM FOIL MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING MELALUI PENDEKATAN ARRHENIUS
Vol 18 No 2 Desember 2024: Hal 96 – 107
ISSN : 1978-4562 e-ISSN : 2175-0100
https://doi.org/10.36873/aev. v18i2.16801
MASA KADALUARSA KERIPIK PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca) RASA COKLAT
KEMASAN ALLUMINIUM FOIL MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE
TESTING MELALUI PENDEKATAN ARRHENIUS
Expiration Date of Chocolate-Flavored Kepok Banana Chips (Musa paradisiaca L.) with Aluminum Foil
Packaging Using the Accelerated Shelf Life Testing Method Through the Arrhenius Approach
Saputera1, Wijantri Kusumadati1, Suparno1*, Odi Andanu1, Niko Semboja2
1
2
Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian UPR
Alumni Mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian UPR
*Corresponding Author:
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the decline in quality of chocolate-flavored kepok banana
chips packaged in aluminium foil during storage at different temperatures and to determine the
expiration date of chocolate-flavored kepok banana chips packaged in aluminum foil using the ASLT
method through the Arrhenius approach. Based on the study results, the moisture content from week 1 to
week 5 tended to be unstable due to humidity, temperature, and changing environmental conditions. Free
Fatty Acid (FFA) levels got higher every week because they were influenced by environmental conditions
such as temperature, thus affecting the increase in free fatty acid levels in chocolate-flavored banana
chip products. During the organoleptic test in the last week of the study, the level of liking for color and
aroma in chocolate-flavored banana chip products was somewhat liked, and the level of liking for taste
and texture was neutral. The appropriate critical quality point parameter for calculating the expiration
date was the FFA content using the ASLT method through the Arrhenius approach. The shelf life of
chocolate-flavored banana chip products at each treatment temperature with storage for five weeks
resulted in the length of shelf life: room temperature = 122.62 days or 4.09 months, at 40°C = 122.58
days or 4.06 months, and 50°C = 121.55 days or 4.05 months.
Keywords: Expiration Date, Kepok Banana chips, Packaged Aluminium Foil, Method ASLT
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan mutu keripik pisang kepok rasa coklat
kemasan aluminium foil selama penyimpanan pada suhu yang berbeda, dan untuk menentukan masa
kadaluarsa keripik pisang kepok rasa coklat kemasan aluminium foil menggunakan metode ASLT melalui
pendekatan Arrhenius. Berdasarkan hasil penelitian kadar air dari minggu ke-1 sampai minggu ke-5
cenderung tidak stabil, hal ini disebabkan karena kelembaban, suhu, maupun kondisi lingkungan yang
berubah-ubah. Kadar Free Fatty Acid (FFA) yang semakin tinggi setiap minggunya karena dipengaruhi
oleh kondisi lingkungan seperti suhu sehingga mempengaruhi kenaikan kadar asam lemak bebas pada
produk keripik pisang rasa coklat. Sedangkan uji organoleptik pada minggu terakhir selama penelitian
tingkat kesukaan terhadap warna dan aroma pada produk keripik pisang rasa coklat dengan nilai agak
suka, tingkat kesukaan terhadap rasa dan tekstur dengan nilai netral. Parameter titik mutu kritis yang tepat
untuk penentuan perhitungan masa kadaluarsa yaitu kadar FFA menggunakan metode ASLT melalui
pendekatan Arrhenius. Umur simpan produk keripik pisang rasa coklat pada setiap suhu perlakuan
dengan penyimpanan selama 5 minggu dengan hasil lama umur simpan: suhu ruang = 122,62 hari atau
4,09 bulan, pada suhu 40 °C = 122,58 hari atau 4,06 bulan, dan pada suhu 50 °C = 121,55 hari atau 4,05
bulan.
Kata kunci: Masa Kadaluarsa, Keripik Pisang Kepok, Kemasan Aluminium Foil, Metode ASLT
96
Saputera, Wijantri Kusumadati, Suparno, Odi Andanu, Niko Semboja
PENDAHULUAN
Hasil pertanian merupakan produk yang
tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang
cukup lama dan sebagian merupakan produk
mentah yang harus dilakukan pengolahan
terlebih dahulu sebelum nantinya dikonsumsi.
Jika hasil pertanian tersebut menghasilkan
produk akhir dan dijual dalam bentuk olahan
atau awetan tentunya akan memiliki nilai
ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan jika
dijual dalam bentuk produk mentah. Pengolahan
pangan umumnya yang ada pada industri
komersial bertujuan untuk memperpanjang masa
simpan suatu produk, mengubah atau
meningkatkan karakteristik produk (warna, cita
rasa, tekstur), mempermudah penanganan dan
distribusi, memberikan lebih banyak pilihan dan
ragam produk pangan yang dipasarkan,
meningkatkan nilai tambah ekonomis bahan
baku, serta mempertahankan atau meningkatkan
mutu, terutama mutu gizi. Menurut Andarwulan
(2004), kriteria atau komponen mutu yang
penting pada komoditas pangan adalah
keamanan, kesehatan, flavor, tekstur, warna,
umur simpan, kemudahan, kehalalan, dan harga.
Krepis adalah nama produk dari
pengolahan hasil pertanian dengan produk
olahannya keripik pisang kepok. Krepis ini
merupakan produk olahan lokal yang diolah di
Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Berdirinya produk Krepis ini yaitu pada tahun
2018 dan sempat berhenti produksi selama 2
tahun, tetapi pada awal tahun 2021 Krepis ini
kembali produksi di Palangka Raya. Produk ini
memiliki bermacam-macam varian rasa agar
menarik dan tidak membosankan bagi
konsumen. Varian rasa keripik pisang pada
produk Krepis ini antara lain varian rasa original,
coklat, balado, karamel dan putri salju, sehingga
sangat digemari dan disukai dari kalangan anakanak, remaja dan kalangan orang dewasa. Selain
untuk dikonsumsi sehari-hari juga dapat
dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga
dikampung maupun diluar pulau kalimantan.
Usaha pengolahan keripik pisang ini sangat
memiliki potensi untuk dikembangkan dengan
teknik pengolahannya sangat mudah atau
sederhana dan bermacam-macam inovasi yang
dapat mengikuti era zaman sekarang. Kondisi
potensi ini juga didukung dengan ketersediaan
bahan baku yang mudah didapatkan dipasar-
Masa Kadaluwarsa Keripik Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Rasa Coklat
Kemasan Aluminium Foil Menggunakan Metode Accelerated Shelf Life Testing
Melalui Pendekatan Arrhenius
pasar lokal maupun langsung dari kebun yang
ada di Kalimantan Tengah. Produk Krepis
dengan olahan keripik pisangnya memiliki
berbagai varian rasa salah satunya varian rasa
coklat, varian ini sangat banyak disukai oleh
pembeli atau konsumen. Keripik pisang dengan
rasa coklat ini adalah produk best seller dengan
rasa yang manis dan dingin saat dikunyah,
sehingga para konsumen banyak menyukai
varian rasa ini.
Produk keripik pisang Krepis ini dikemas
dengan menggunakan kemasan aluminium foil.
Kemasan aluminium foil sangat popular dan
sangat sering dipakai untuk mengemas produk
dengan cukup baik, kemasan ini sangat mudah
didapatkan dengan harga yang terjangkau.
Kemasan aluminium foil memiliki permeabilitas
yang cukup tinggi dengan ketebalan yang sangat
baik untuk produk olahan kering. Aluminium
foil memiliki sifat-sifat yaitu hermetis, fleksibel,
tidak terpengaruh sinar matahari, tidak dapat
terbakar, tidak bersifat menyerap bahan atau zat
lain, ti (...truncated)