Eksplorasi Kepercayaan Diri dalam Kemampuan Public Speaking Mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Volume 2, Nomor 2, Januari 2025, pp 86-95
E-ISSN: 3030-9972
Open Access: https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/about
Eksplorasi Kepercayaan Diri dalam Kemampuan Public Speaking Mahasiswa
STAI Terpadu Yogyakarta
1
Adin Suryadin 1, Endah Tri Wahyuningsih 2*
Manajemen Pendidikan Islam, STAI Terpadu Yogyakarta
2
Manajemen Dakwah, STAI Terpadu Yogyakarta
E-mail Author’s: ,
Submitted: 25-12-2024
Accepted: 30-12-2024
Published: 30-12-2024
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa yang melatar belakangi kepercayaan diri pada
mahasiswa dan bagaimana upaya-upaya untuk membangun kepercayaan diri pada
mahasiswa agar mempunyai kepercayaan diri berbicara di depan umum dengan baik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada
mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan angket,
observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil
penelitian di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa masih sekitar 40% mahasiswa
STAIT Yogyakarta pada saat berbicara di muka umum merasa merasa tegang dan grogi,
hal ini disebabkan karena tidak menguasai materi, dan tergantung suasana atau keadaan
audiens atau keadaan lingkungan sebanyak serta kurang berpengalaman dalam jam
terbang untuk berbicara di muka umum, dan cara mengatasi ketegangan berbicara di
muka umum bisa dengan cara peregangan relaksasi dengan meniup nafas panjang serta
mengeluarkan secara perlahan sehingga akan lebih mudah rileks.
Kata kunci: Kepercayaan Diri, Public Speaking, Mahasiswa
Abstract
The purpose of this study was to find out what underlies self-confidence in students and
how efforts to build self-confidence in students so that they have the confidence to speak
in public well. This study uses a qualitative method with a case study approach on
students of STAI Terpadu Yogyakarta. Data collection was carried out by questionnaire,
observation and document study. The results of the study indicate that based on the results
of the study above, it can be concluded that around 40% of STAIT Yogyakarta students
feel tense and nervous when speaking in public, this is because they do not master the
material, and depends on the atmosphere or condition of the audience or the condition of
the environment as much as and lack of experience in flying hours to speak in public, and
how to overcome the tension of speaking in public can be done by stretching relaxation
by taking a deep breath and exhaling slowly so that it will be easier to relax.
Keywords: Self Confidence, Public Speaking, Students
86
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Vol. 2, No. 2, 2025
1. PENDAHULUAN
Kehidupan manusia secara umum membutuhkan untuk berinteraksi sosial satu
sama lainnya dalam memenuhi kebutuhannya sebagai mahluk sosial, maka kemampuan
komunikasi sangat penting dimiliki oleh setiap manusia, apalagi bagi mahasiswa yang
harus sering tampil di depan umum untuk berbicara, berdiskusi dan menyampaikan
pendapatnya. Jadi sangat penting dimiliki kemampuan berbicara di depan umum bagi
mahasiswa. Agar terampil berbicara di depan umum harus mempunyai kemampuan
public speaking yang baik.
Keterampilan berbicara di depan umum memerlukan keterampilan tertentu agar
apa yang disampaikan atau dikomunikasikan dapat dipahami, dimengerti dan mampu
mempengaruhi orang yang mendengarnya. Keterampilan berbicara di depan umum
tentunya harus didukung dengan rasa percaya diri, rasa percaya diri merupakan suatu
keyakinan pada diri seseorang yang yakin akan kemampuan dan keterampilan yang
dimilikinya. Namun pada kenyataannya masih ada saja siswa yang mengalami rasa cemas
ketika berbicara di depan umum, karena kesulitan dalam menyusun pesan yang ingin
disampaikan. Kondisi ini ditandai dengan adanya kekhawatiran dalam menunjukkan
performa atau situasi interaksi dengan orang di sekitarnya. Kondisi ini mempengaruhi
kualitas hidup seseorang dan mempengaruhi fungsi sosial serta hubungannya dengan
masyarakat.
Menurut Rakhmat, rasa takut berkomunikasi disebut apresiasi komunikasi.
Individu yang takut berkomunikasi akan menarik diri dari pergaulan, seminimal mungkin
berkomunikasi, dan hanya berbicara jika terpaksa. Jika terpaksa berkomunikasi,
pembicaraan biasanya tidak relevan, karena berbicara yang relevan tentu dapat
menimbulkan reaksi dari orang lain dan ia akan dituntut untuk berbicara lagi (Alawiyah
et al., 2022).
Kecemasan saat berbicara di depan umum dapat disebabkan oleh faktor internal,
atau hal-hal yang berasal dari dalam diri sendiri, atau oleh pikiran negatif yang muncul
dari pengalaman buruk selama presentasi, seperti membuat kesalahan saat menyampaikan
materi atau mengalami kesulitan menjawab pertanyaan. Pikiran negatif ini akan membuat
Anda merasa takut dan cemas. Ada dua jenis kecemasan yang terkait dengan berbicara di
depan umum: kecemasan saat keadaan dan kecemasan saat sifat. Kecemasan dalam
konteks dan keadaan tertentu termasuk dalam kategori kecemasan saat keadaan. Kategori
kecemasan saat sifat mencakup kecemasan yang terwujud dalam berbagai konteks
komunikasi (Nirmala, 2022).
Pada dasarnya rasa percaya diri sangatlah penting untuk dimiliki oleh para pelajar.
Rasa percaya diri merupakan suatu perasaan yang muncul dari dalam diri sendiri. Rasa
percaya diri merupakan suatu keyakinan yang kuat yang muncul dari dalam diri sendiri
bahwa segala kemampuan, keterampilan dan bakat yang dimiliki akan berguna dalam
segala hal yang kita lakukan, dengan rasa percaya diri seseorang dapat mewujudkan
segala potensi yang dimilikinya. Rasa percaya diri merupakan suatu sikap positif dari
seorang individu untuk dapat melakukan penilaian yang positif terhadap dirinya sendiri,
lingkungan, keadaan dan situasi yang dihadapinya (Hakim, 2005).
Lauster mendefinsikan bahwa kepercayaan diri sebagai sesuatu yang diperoleh
dari penglaman hidup, memiliki komponen kepribadian yaitu percaya pada kemampuan
sendiri sehingga tidak terpengaru oleh orang lain, serta dapat melakukan apa
87
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Vol. 2, No. 2, 2025
yang diinginkan, senang, optiimis, toleran serta bertanggung jawab. Menurut
Enung Fatimah, mengenai ciri-ciri orang yang memiliki kepercayaan diri antara lain
(Enung, 2006):
1. Percaya pada kemampuan atau kompetensi diri.
2. Tidak terdorong unutk berperilaku konformis agar dapat diterima oleh
orang lain atau kelompok lain.
3. Berani menjadi diri sendiri.
4. Mempunyai pengendalian diri yang baik.
5. Memiliki pandangan positif tentang diri sendiri, orang lain, serta
situasi diluar dirinya
Menurut Stankov, Morony, dan Ping, elemen dasar untuk mencapai aktualisasi
diri adalah rasa percaya diri. Orang yang percaya diri akan mampu mengenali dan
memahami siapa dirinya. Sementara itu, pertumbuhan potensi diri akan terhambat oleh
kurangnya rasa percaya diri. Orang yang kurang percaya diri akan menjadi murung saat
menghadapi rintangan, enggan mengungkapkan pendapat, berhati-hati saat mengambil
keputusan, dan cenderung membandingkan di (...truncated)