Eksplorasi Kepercayaan Diri dalam Kemampuan Public Speaking Mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta

Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPPSI), Dec 2024

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa yang melatar belakangi kepercayaan diri pada mahasiswa dan bagaimana upaya-upaya untuk membangun kepercayaan diri pada mahasiswa agar mempunyai kepercayaan diri berbicara di depan umum dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa masih sekitar 40% mahasiswa STAIT Yogyakarta pada saat berbicara di muka umum merasa merasa tegang dan grogi, hal ini disebabkan karena tidak menguasai materi, dan tergantung suasana atau keadaan audiens atau keadaan lingkungan sebanyak serta kurang berpengalaman dalam jam terbang untuk berbicara di muka umum, dan cara mengatasi ketegangan berbicara di muka umum bisa dengan cara peregangan relaksasi dengan meniup nafas panjang serta mengeluarkan secara perlahan sehingga akan lebih mudah rileks

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/download/139/79

Eksplorasi Kepercayaan Diri dalam Kemampuan Public Speaking Mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta

Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Volume 2, Nomor 2, Januari 2025, pp 86-95 E-ISSN: 3030-9972 Open Access: https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/about Eksplorasi Kepercayaan Diri dalam Kemampuan Public Speaking Mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta 1 Adin Suryadin 1, Endah Tri Wahyuningsih 2* Manajemen Pendidikan Islam, STAI Terpadu Yogyakarta 2 Manajemen Dakwah, STAI Terpadu Yogyakarta E-mail Author’s: , Submitted: 25-12-2024 Accepted: 30-12-2024 Published: 30-12-2024 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa yang melatar belakangi kepercayaan diri pada mahasiswa dan bagaimana upaya-upaya untuk membangun kepercayaan diri pada mahasiswa agar mempunyai kepercayaan diri berbicara di depan umum dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa masih sekitar 40% mahasiswa STAIT Yogyakarta pada saat berbicara di muka umum merasa merasa tegang dan grogi, hal ini disebabkan karena tidak menguasai materi, dan tergantung suasana atau keadaan audiens atau keadaan lingkungan sebanyak serta kurang berpengalaman dalam jam terbang untuk berbicara di muka umum, dan cara mengatasi ketegangan berbicara di muka umum bisa dengan cara peregangan relaksasi dengan meniup nafas panjang serta mengeluarkan secara perlahan sehingga akan lebih mudah rileks. Kata kunci: Kepercayaan Diri, Public Speaking, Mahasiswa Abstract The purpose of this study was to find out what underlies self-confidence in students and how efforts to build self-confidence in students so that they have the confidence to speak in public well. This study uses a qualitative method with a case study approach on students of STAI Terpadu Yogyakarta. Data collection was carried out by questionnaire, observation and document study. The results of the study indicate that based on the results of the study above, it can be concluded that around 40% of STAIT Yogyakarta students feel tense and nervous when speaking in public, this is because they do not master the material, and depends on the atmosphere or condition of the audience or the condition of the environment as much as and lack of experience in flying hours to speak in public, and how to overcome the tension of speaking in public can be done by stretching relaxation by taking a deep breath and exhaling slowly so that it will be easier to relax. Keywords: Self Confidence, Public Speaking, Students 86 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Vol. 2, No. 2, 2025 1. PENDAHULUAN Kehidupan manusia secara umum membutuhkan untuk berinteraksi sosial satu sama lainnya dalam memenuhi kebutuhannya sebagai mahluk sosial, maka kemampuan komunikasi sangat penting dimiliki oleh setiap manusia, apalagi bagi mahasiswa yang harus sering tampil di depan umum untuk berbicara, berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya. Jadi sangat penting dimiliki kemampuan berbicara di depan umum bagi mahasiswa. Agar terampil berbicara di depan umum harus mempunyai kemampuan public speaking yang baik. Keterampilan berbicara di depan umum memerlukan keterampilan tertentu agar apa yang disampaikan atau dikomunikasikan dapat dipahami, dimengerti dan mampu mempengaruhi orang yang mendengarnya. Keterampilan berbicara di depan umum tentunya harus didukung dengan rasa percaya diri, rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan pada diri seseorang yang yakin akan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya. Namun pada kenyataannya masih ada saja siswa yang mengalami rasa cemas ketika berbicara di depan umum, karena kesulitan dalam menyusun pesan yang ingin disampaikan. Kondisi ini ditandai dengan adanya kekhawatiran dalam menunjukkan performa atau situasi interaksi dengan orang di sekitarnya. Kondisi ini mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan mempengaruhi fungsi sosial serta hubungannya dengan masyarakat. Menurut Rakhmat, rasa takut berkomunikasi disebut apresiasi komunikasi. Individu yang takut berkomunikasi akan menarik diri dari pergaulan, seminimal mungkin berkomunikasi, dan hanya berbicara jika terpaksa. Jika terpaksa berkomunikasi, pembicaraan biasanya tidak relevan, karena berbicara yang relevan tentu dapat menimbulkan reaksi dari orang lain dan ia akan dituntut untuk berbicara lagi (Alawiyah et al., 2022). Kecemasan saat berbicara di depan umum dapat disebabkan oleh faktor internal, atau hal-hal yang berasal dari dalam diri sendiri, atau oleh pikiran negatif yang muncul dari pengalaman buruk selama presentasi, seperti membuat kesalahan saat menyampaikan materi atau mengalami kesulitan menjawab pertanyaan. Pikiran negatif ini akan membuat Anda merasa takut dan cemas. Ada dua jenis kecemasan yang terkait dengan berbicara di depan umum: kecemasan saat keadaan dan kecemasan saat sifat. Kecemasan dalam konteks dan keadaan tertentu termasuk dalam kategori kecemasan saat keadaan. Kategori kecemasan saat sifat mencakup kecemasan yang terwujud dalam berbagai konteks komunikasi (Nirmala, 2022). Pada dasarnya rasa percaya diri sangatlah penting untuk dimiliki oleh para pelajar. Rasa percaya diri merupakan suatu perasaan yang muncul dari dalam diri sendiri. Rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan yang kuat yang muncul dari dalam diri sendiri bahwa segala kemampuan, keterampilan dan bakat yang dimiliki akan berguna dalam segala hal yang kita lakukan, dengan rasa percaya diri seseorang dapat mewujudkan segala potensi yang dimilikinya. Rasa percaya diri merupakan suatu sikap positif dari seorang individu untuk dapat melakukan penilaian yang positif terhadap dirinya sendiri, lingkungan, keadaan dan situasi yang dihadapinya (Hakim, 2005). Lauster mendefinsikan bahwa kepercayaan diri sebagai sesuatu yang diperoleh dari penglaman hidup, memiliki komponen kepribadian yaitu percaya pada kemampuan sendiri sehingga tidak terpengaru oleh orang lain, serta dapat melakukan apa 87 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Vol. 2, No. 2, 2025 yang diinginkan, senang, optiimis, toleran serta bertanggung jawab. Menurut Enung Fatimah, mengenai ciri-ciri orang yang memiliki kepercayaan diri antara lain (Enung, 2006): 1. Percaya pada kemampuan atau kompetensi diri. 2. Tidak terdorong unutk berperilaku konformis agar dapat diterima oleh orang lain atau kelompok lain. 3. Berani menjadi diri sendiri. 4. Mempunyai pengendalian diri yang baik. 5. Memiliki pandangan positif tentang diri sendiri, orang lain, serta situasi diluar dirinya Menurut Stankov, Morony, dan Ping, elemen dasar untuk mencapai aktualisasi diri adalah rasa percaya diri. Orang yang percaya diri akan mampu mengenali dan memahami siapa dirinya. Sementara itu, pertumbuhan potensi diri akan terhambat oleh kurangnya rasa percaya diri. Orang yang kurang percaya diri akan menjadi murung saat menghadapi rintangan, enggan mengungkapkan pendapat, berhati-hati saat mengambil keputusan, dan cenderung membandingkan di (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/download/139/79
Article home page: https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/view/139/79

Adin Suryadin, Endah Tri Wahyuningsih. Eksplorasi Kepercayaan Diri dalam Kemampuan Public Speaking Mahasiswa STAI Terpadu Yogyakarta, Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPPSI), 2024, pp. 86-95,