PENGARUH TPACK DAN SELF EFFICACY TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2020
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI)
http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE
JURKAMI Volume 9, Nomor 1, 2024
PENGARUH TPACK DAN SELF EFFICACY TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU
MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2020
Arin Ananda Putri🖂, Jun Surjanti 2
Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia 12
🖂
Corresponding Author Email:
Author Email:
Article History:
Received: July 2024
Revision: September 2024
Accepted: September 2024
Published: December 2024
Keywords:
TPACK,
Self-Efficacy,
Readiness,
Teacher.
Sejarah Artikel
Diterima: Juli 2024
Direvisi: September 2024
Disetujui: September 2024
Diterbitkan: Desember 2024
Kata kunci:
TPACK,
Self Efficacy,
Kesiapan,
Guru.
Abstract:
The purpose of this study was to determine how TPACK and self-efficacy
affect the readiness of students in the 2020 economic education study
program. Data from pre-research conducted by researchers on several
students at the State University of Malang obtained results that only 40%
were ready to become teachers. And for the State University of Surabaya,
only 30% were ready to become teachers, so it is still relatively low
regarding the readiness to become teachers for students in the 2020
economic education study program. This study uses a quantitative
method, with a sample size of 132. The research sample was taken using
a simple random sampling technique. Data analysis uses Partial Least
Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) through SmartPLS
software. The results of the study directly show that Technological
Pedagogical Content Knowledge (TPACK) has a significant and positive
effect on the readiness to become teachers of students in the 2020
economic education study program, with the largest contributor being
Pedagogical Knowledge at 84%. And also self-efficacy has a positive and
significant effect on the readiness to become teachers of students in the
2020 economic education study program.
Abstrak:
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh
TPACK dan self efficacy terhadap kesiapan mahasiswa progam studi
pendidikan ekonomi 2020. Data hasil pra penelitian yang sudah dilakukan
oleh peneliti terhadap beberapa mahasiswa Universitas Negeri Malang
memperoleh hasil hanya 40% yang siap untuk menjadi guru. Dan untuk
Universitas Negeri Surabaya hanya 30% yang siap untuk menjadi guru,
untuk itu masih tergolong rendah mengenai kesiapan menjadi guru pada
mahasiswa program studi pendidikan ekonomi 2020. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif, dengan jumlah sampel sebesar 132.
Sampel penelitian diambil menggunakan teknik simple random sampling.
Data analisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation
Modelling (SEM-PLS) melalui software SmartPLS. Hasil penelitian
menunjukkan secara langsung bahwa Technological Pedagogical Content
Knowledge (TPACK) berpengaruh signifikan dan positif terhadap
kesiapan menjadi guru mahasiswa program studi pendidikan ekonomi
2020, dengan penyumbang paling besar yakni Pedagogical Knowledge
sebesar 84%. Dan juga self efficacy berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa program studi pendidikan
ekonomi 2020.
How to Cite: Arin Ananda Putri, Jun Surjanti, D. 2024. Pengaruh TPACK dan Self Efficacy
Terhadap Kesiapan Menjadi Guru Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi 2020.
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 9 (3) DOI : 10.31932/jpe.v9i3.3739
This is an open-access article under the CC-BY-SA License
Copyright ©2024, The Author(s)
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI)
| e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528
Arin Ananda Putri, Jun Surjanti. Pengaruh TPACK dan Self Efficacy Terhadap
Kesiapan Menjadi Guru Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi 2020.
719 |
PENDAHULUAN
Pendidikan
yakni
sebuah
pengalaman dalam belajar yang terjadi
sepanjang hidup dalam situasi ataupun
kondisi yang memberikan dampak positif
terhadap setiap individu (Pristiwanti et
al., 2022). Pendidikan yang bermutu dan
baik untuk mencapai tujuan pendidikan
sangat dipengaruhi oleh profesionalisme
seorang guru.
Profesi guru dapat dikatakan
sebagai
sebuah
pekerjaan
yang
membutuhkan profesionalisme, karena
dengan menjadi guru diperlukannya ilmu
yang baik secara pedagogi dan konten
(Hoesny & Darmayanti, 2021). guru
professional akan tercermin dalam
pelaksanaan pengabdian tugas-tugas
yang ditandai dengan keahlian baik dalam
materi maupun metode (Rinto et al., 2021:34).
Pada Programme for International
Student Assesment (PISA) tahun 2022, indeks
pendidikan Indonesia menempati peringkat ke68 dengan perolehan nilai sains (398),
membaca (371) dan matematika (379). Hasil
PISA tahun 2022 memperlihatkan adanya
peningkatan hasil pembelajaran literasi
Indonesia dibanding PISA 2018. Salah satu
faktor yang mendorong kenaikan peringkat
yakni pelatihan guru yang disediakan oleh
Kemendikbudristek.
Dalam
hal
ini
membuktikan bahwa ketersediaan guru yang
berkompeten dibidangnya dan profesional
akan meningkatkan kualitas pendidikan
(Murtafiah, 2022).
Data Kekurangan dan Pensiun Guru
1.090.678
69.757
1.167.802
77.174
1.242.997
75.195
1.312.759
69.762
Gambar 1.
Grafik Pensiun Guru dan Kekurangan Guru
(Sumber: Kemendikbudristek)
Dari data kemendikbudristek di
atas
bahwa
pada
tahun
2024
diproyeksikan sebanyak 69.762 guru
yang memasuki usia 60 tahun, yang
berarti mereka akan memasuki masa
pensiun. Angka pensiun guru naik
38,21% dari tahun sebelumnya. Selain itu
kemendikbudristek
juga
memproyeksikan sekitar 1.312.759
jumlah kekurangan guru pada tahun
2024. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
harus mulai mempersiapkan guru baru untuk
mengisi kekurangan yang terjadi. Menurut
(Wardhani, 2020) kesiapan adalah keadaan
seseorang yang bersedia dipakai ataupun
digunakan untuk memberikan jawaban secara
khusus terhadap suatu kondisi tertentu. Guru
dianggap siap jika memiliki kompetensi yang
diperlukan dan harus menerapkannya dalam
praktik mengajarnya (Maipita & Mutiara,
This is an open-access article under the CC-BY-SA License
Copyright ©2024, The Author(s)
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI)
| e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528
720 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI)
JURKAMI Volume 9, Nomor 1, 2024
http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE
2018). Kesiapan seseorang termasuk
mahasiswa
untuk
menjadi
guru
profesional ditandai dengan adanya
kedalaman
penguasaan
subtansi
keilmuan (Hartati, 2021).
Pada abad ke-21, kemajuan
teknologi sangat memudahkan untuk
mengakses informasi secara instan. Hal
ini menjadi tantangan sekaligus peluang
bagi
dunia
pendidikan,
yang
mengharuskan
guru
memiliki
pengetahuan mengenai teknologi, dan
bagaimana teknologi
tersebut
di
masukkan ke dalam kurikulum. Guru
harus
bisa
menyediakan
konten
pembelajaran kepada siswa dengan cara
mendukung perkembangan keterampilan
abad 21 (Rotherham & Willingham,
2009). Selain itu juga mengharuskan
peserta
didik
menguasai
4C
(Communication, collaboration, critical
thinking and creativity) mengenai cara
memperoleh informasi dan bukan hanya
sekeda (...truncated)