ANALYSIS OF 110V DC BATTERY EQUALIZING TEST AT 150 KV KALIBAKAL SUBSTATION PLN PURWOKERTO
Analisis Pengujian Equalizing Baterai 110V DC di Gardu Induk 150 Kv
Kalibakal PLN Purwokerto
Wahyu Prasetyo 1, Rizki Mubarok 2, Randi Adzin Murdiantoro3, Nasrulloh4, Rizki Noor Prasetyono5, *)
1,2,3,4,5
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Peradaban
Article Info
Article history:
Received: 25 November 2024
Received in revised form: 30 November
2024
Accepted: 10 Desember 2024
Available online: 30 Desember 2024
Keywords:
Battery,
Equalizing,
DC electrical system
Main substation
Kata Kunci:
Baterai,
Equalizing,
Sistem kelistrikan DC
Gardu Induk
ABSTRACT
ANALYSIS OF 110V DC BATTERY EQUALIZING TEST AT 150 KV KALIBAKAL
SUBSTATION PLN PURWOKERTO. The existence of batteries in the substation functions to
maintain the stability and reliability of the DC electrical system, where the protection system on the
control panel must not go out. Therefore, routine battery maintenance and testing are needed so that
the battery can run properly and optimally. Battery testing is a routine agenda that is carried out
every 6 months. For daily maintenance, a visual inspection (vision) can be carried out, while monthly
maintenance is carried out in the form of a battery equalizing test which is carried out so that the
110V DC battery remains stable and can supply DC to auxiliary equipment when in an emergency.
The test results obtained in this study were that the equalizing test on the 110V DC battery that was
carried out obtained the battery results in normal conditions. This is explained, when the battery is
connected to the load and the voltage per battery cell is measured in floating charging mode showing
an average voltage of 1.34 V DC. When the battery is in equalizing charging mode, the voltage
capacity on each battery cell can be said to be normal or stable with a total voltage value of 128.2 V
DC and a temperature value of 27 ºC. For the measurement results of each battery cell after
equalizing charging, the average voltage value per battery cell is 1.35 V DC with a total voltage of
116 V DC. It can be concluded that the equalizing test on the 110V battery unit 1 of the 150 KV Main
Substation is fairly normal and the battery is ready when run in discharge mode..
Keberadaan baterai di dalam gardu induk difungsikan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem
kelistrikan DC, di mana sistem proteksi pada kontrol panel tidak boleh padam. Maka dari itu,
diperlukan pemeliharaan dan pengujian baterai secara rutin agar baterai bisa berjalan dengan baik
dan optimal. Pengujian pada baterai merupakan agenda rutin yang dilakukan selama 6 bulan sekali.
Untuk pemeliharaan harian dapat dilakukan pemeriksaan secara visual (penglihatan), sedangkan
pemeliharaan bulanan dilakukan dengan berupa pengujian equalizing baterai yang dilakukan agar
baterai 110V DC tetap dalam keadaan stabil dan dapat menyuplai DC ke peralatan bantu ketika dalam
kondisi darurat. Hasil pengujian yang di dapat pada penelitian ini bahwa pengujian equalizing pada
baterai 110V DC yang dilakukan mendapat hasil baterai dalam kondisi normal. Hal ini dijelaskan,
ketika baterai yang terhubung dengan beban dan tegangan per sel baterai diukur dalam mode
pengisian floating menunjukan tegangan rata-rata sebesar1,34 V DC. Ketika baterai dalam mode
pengisian equalizing, kapasitas tegangan pada setiap sel baterai bisa dikatakan normal atau stabil
dengan nilai tegangan total 128,2 V DC dan nilai suhu sebesar 27 ºC. Untuk hasil pengukuran tiap
sel baterai setelah pengisian equalizing di dapat nilai tegangan per sel baterai rata-rata sebesar 1,35
V DC dengan tegangan total 116 V DC. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa pengujian equalizing
pada baterai 110V unit 1 Gardu Induk 150 KV terbilang normal dan baterai dalam kondisi siap ketika
dijalankan dalam mode discharge.
Corresponding author:
8)
Rizki Noor Prasetyono
Program Studi Teknik Elektro Universitas Peradaban
Jalan Raya Pagojengan km 3 kecamatan paguyangan, bumiayu, JawaTengah, 53152, Indonesia
E-Mail Address :
1. Pendahuluan
Sumber tenaga listrik mempunyai peranan penuh untuk mendukung kelangsungan operasi peralatan di dalam
gardu induk [1]. Dilihat dari urgency pengoperasian tenaga listrik terhadap keandalan sistem yang mengharuskan
gardu induk mempunyai lebih dari satu sistem catu daya yaitu sumber catu daya tegangan bolak-balik/AC (Alternating
Current) dan tegangan searah/DC (Direct Current) [2], [3]. Pada sumber daya yang digunakan sebagai sistem control
dan sistem proteksi diharuskan mempunyai kehandalan dan stabilisasi yang tinggi, karena persyaratan inilah sumber
catu daya DC pada suatu gardu induk memiliki peran yang sangat penting dalam kelancaran operasi gardu induk.
Sumber daya DC pada gardu induk biasanya disuplai oleh rectifier yang di backup oleh baterai yang tersusun secara
paralel [4], [5]. Baterai ini berfungsi untuk memberikan daya DC bagi Relay, Motor, penggerak PMT dan PMS,
penerangan darurat, serta untuk mensuplai daya yang digunakan untuk peralatan telekomunikasi [6], [7], [8]. Selain
itu, untuk mengurangi dampak kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan sistem kontrol pada gardu induk dibutuhkan
suatu sistem yang handal dan stability yang cukup tinggi dengan dilengkapi cadangan sumber tenaga yaitu Baterai
sebagai back up catu daya DC [9]. Di dalam gardu induk terpasang dua macam baterai dengan spesifikasi output yang
berbeda, yaitu output tegangan 110V DC yang digunakan untuk menjalankan motor-motor, relay, penggerak PMT,
PMS dan 48V DC yang digunakan untuk menyuplai tenaga untuk sistem komunikasi PLC dan SCADA [4], [10].
Kualitas penyaluran energi listrik, dilakukan perawatan dan pemeliharaan secara berkala pada peralatan gardu
induk. Dengan dilakukannya perawatan dan pemeliharaan berkala diharapkan kebutuhan energi listrik ke konsumen
dapat terlayani dengan baik. Keberadaan baterai di dalam gardu induk difungsikan untuk menjaga kestabilan dan
Analisis Pengujian Equalizing Baterai 110V DC di Gardu Induk 150 Kv Kalibakal PLN Purwokerto |
Wahyu Prasetyo, Rizki Mubarok, Randi Adzin Murdiantoro, Nasrulloh, Rizki Noor Prasetyono
keandalan sistem kelistrikan DC, di mana sistem proteksi pada kontrol panel tidak boleh padam [11], [12]. Maka dari
itu, diperlukan pemeliharaan setiap tahunnya agar baterai bisa berjalan dengan baik dan optimal. Hal ini dijelaskan
ketika Trafo Pemakaian Sendiri (PS) padam, maka baterai secara langsung menggantikan peran Trafo PS dengan
memberikan sumber daya DC, sehingga sistem proteksi dapat bekerja [13]. Kondisi baterai tidak bekerja dengan baik
maka akan menyebabkan kegagalan proteksi mekanik dan kontrol yang mengakibatkan gangguan yang besar pada
gardu induk [14]. Oleh karena itu, untuk menjaga kestabilan sistem DC secara rutin dilakukan pengujian terhadap
baterai untuk mengetahui kapasitas efesiensi total (Ah) yang digunakan sebagai parameter untuk mensuplai ke
perangkat DC dengan arus maksimal dan total waktu yang digunakan ketika terjadi perbaikan atau anomali pada
sistem catu daya AC [15].
Pengujia (...truncated)