Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7541
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 358-365
ANALISIS PROGRAM LATIHAN BEBAN PADA PUSAT KEBUGARAN
(GYM)
Priska Dyana Kristi1, Agus Pribadi2, Guntur Sulistyo Ariwibowo3
1,2,3
Program Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI
Yogyakarta
Correspondence : .id1, .id2,
[email protected]
Abstrak :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah member fitness menjalani prosedur tes
kesehatan, cek kondisi fisik dan juga cek komposisi tubuh sebelum melakukan latihan beban.
Selanjutnya untuk mengetahui pula apakah selama proses latihan beban berlangsung, member fitness
menjalankan program latihan yang sesuai dengan fitness goal mereka, serta untuk mengetahui apakah
ada prosedur evaluasi teknik gerakan saat latihan berlangsung serta program latihan yang diberikan.
Penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survei, Subyek yang dipilih adalah
member fitness yang baru bergabung baik pria maupun wanita yang berjumlah 56 orang dari 19 pusat
kebugaran (gym). Teknik sampling menggunakan Teknik Insidental Sampling. Instrumen dalam
penelitian ini berupa panduan wawancara. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara
langsung kepada new member. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif dan
selanjutnya dilakukan pemaknaan sebagai pembahasan atas permasalahan yang diajukan dengan
mengacu pada kaidah-kaidah teori dan keilmuan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mayoritas new member di fitness centre adalah wanita usia 30-50 tahun, dengan tujuan untuk
menghilangkan lemak tubuh dan sekaligus membangun massa otot. Terdapat cek komposisi tubuh
sebelum memulai latihan, namun tidak ada cek kesehatan dan tidak mendapatkan program latihan
secara spesifik dan selama latihan berlangsung tidak diawasi oleh instruktur, tidak ada eveluasi
mengenai teknik gerakan yang benar, Hasil latihan tidak dilakukan pengukuran sebagai bahan
evaluasi, dan evaluasi hanya dilakukan secara kualitatif.
Kata kunci: Latihan Beban; Member Gym; Gym; Program Latihan; Program Latihan Beban
Info Artikel
Dikirim
Diterima
Dipublikasikan
© 2024 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Prodi Ilmu Keolahragaan
E-ISSN 2964-4224
: 4 September 2024
: 18 Oktober 2024
: 12 November 2024
Alamat korespondensi:
Universitas PGRI Yogyakarta, Jl. PGRI I No.117Sonosewu, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec.
Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
PENDAHULUAN
Olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik maupun mental seseorang yang
bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang, peningkatan
kualitas atau taraf hidup, kesenjangan sosial serta untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya.
Jurnal IJST Edisi November|358
Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7541
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 358-365
Olahraga dapat dilakukan oleh semua orang kalangan umur tidak terkecuali anak-anak hingga
lansia (Maksum, 2021:1087-1096).
Aktivitas fisik dianggap sebagai langkah yang paling penting dalam menjaga serta
meningkatkan kesehatan, tidak hanya bagi orang dewasa, melainkan seluruh populasi.
Kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak pada peningkatan resiko penyakit degeneratif
seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit kardiovaskuler, stroke, serta depresi. Sejumlah
hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif antara keterlibatan dalam
olahraga dengan kondisi kesehatan seseorang (Kasser & Zia, 2020:1152). Aktivitas fisik yang
dilakukan secara rutin mampu menurunkan tekanan darah bagi mereka yang memiliki resiko
tekanan darah tinggi (Miragaya, 2017: 36). Penelitian serupa juga menunjukkan bahwa
mereka yang tidak rutin berolahraga memiliki resiko dua kali terkena penyakit kanker
daripada seseorang yang aktif melakukan olahraga (Fuchs, 2015: 87).
Aktivitas olahraga juga erat kaitannya dengan kesehatan mental pelakunya. Menurut
hasil laporan nasional sport development index (2021: 50), mereka yang terlibat aktif dalam
kegiatan olahraga menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan
dengan mereka yang tidak aktif berolahraga Penelitian lain mengungkapkan bahwa dengan
aktif berolahraga juga mampu meningkatkan ketahanan terhadap stress (Fuchs, 2015:88).
Seiring dengan meningkatnya partisipasi dalam aktifitas fisik dewasa ini, telah
menyebabkan semakin banyaknya pusat kebugaran baru di berbagai daerah. Dalam konteks
ini, pusat kebugaran atau sering disebut dengan gym telah menjadi salah satu fasilitas
olahraga. Latihan beban atau weight training menjadi pilihan saat mereka bergabung menjadi
member baru di gym. Berbagai jenis program latihan beban ditawarkan, mulai dari latihan
aerobik, latihan kekuatan otot, menurunkan berat badan, latihan pembesaran otot, membentuk
tubuh, sampai terapi rehabilitasi untuk penyakit dan cedera.
Dibutuhkan instruktur yang memiliki pendidikan sarjana olahraga ataupun lisensi
pelatih kebugaran untuk dapat memberikan program latihan yang sesuai dengan tujuan
member yang baru bergabung di tempat gym. Selain itu, adanya instruktur atau pelatih
kebugaran yang berkompeten atau memiliki lisensi mampu mengevaluasi program latihan,
memantau cara pembebanan serta memantau berlangsungnya latihan beban sehingga
meminimalisir terjadinya cedera. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti, apakah
program yang ditawarkan di gym dapat berjalan secara terstruktur, tepat sasaran, serta aman
dilakukan.
Sejauh ini, peneliti telah melakukan observasi ke 19 tempat gym di Yogyakarta. Hasil
dari observasi tersebut peneliti mendapatkan fakta bahwa tidak semua program yang
ditawarkan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu adanya analisis program latihan
beban melalui kajian penelitian untuk mengetahui pola pencapaian fitness goal member gym
di Yogyakarta.
Jurnal IJST Edisi November|359
Jurnal IJST
(Jurnal Indonesian Journal of Sport Science and Technology)
https://journal.upy.ac.id/index.php/ijst
Doi: 10.31316/ijst.v3i2.7541
Vol. 3, No. 2, November 2024, Hal 358-365
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti hanya
ingin menggambarkan situasi yang saat ini sedang berlangsung. Penelitian ini menggunakan
metode survei. Menurut Sugiono (2022), metode survei merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta pada tanggal 14 September 2024 dengan
subjek member baru di pusat kebugaran (gym) di Yogyakarta baik pria maupun wanita yang
berjumlah 56 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah panduan wawancara. Teknik
pengumpulan data berupa wawancara langsung kepada member. Untuk mencari validitas
instrument dilakukan melalui seminar dan model triangulasi.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan ststistik deskriptif kuantitatif dan
selanjutnya dapat (...truncated)