Pengaruh Mindfulness Terhadap Psychological Well Being pada Mahasiswa yang Tinggal di Rumah Kos

Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPPSI), Jan 2025

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mindfulness terhadap psychological well-being pada mahasiswa yang tinggal di rumah kos. Populasi peneliltian adalah mahasiswa berjumlah 250 orang dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga memperoleh 60 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner berbasis dua skala, yaitu skala Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) yang disusun oleh Baer dkk untuk mengukur mindfulness untuk mengukur tingkat mindfulness, dan Psychological Well-Being Scale (PWBS) yang disusun oleh Ryff yang di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk mengukur tingkat kesejahteraan psikologis. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p-value) < 0,05 dengan koefisien regresi sebesar 0,115. Temuan ini mengindikasikan bahwa mindfulness memiliki pengaruh positif dan signifikan yang masih rendah terhadap psychological well-being pada mahasiswa yang tinggal di rumah kos. Namun demikian, semakin tinggi tingkat mindfulness mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis atau psychological well-being mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi upaya penguatan aspek mindfulness dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa yang tinggal di rumah kos.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/download/147/84

Pengaruh Mindfulness Terhadap Psychological Well Being pada Mahasiswa yang Tinggal di Rumah Kos

Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Volume 2, Nomor 2, Januari 2025, pp 134-144 E-ISSN: 3030-9972 Open Access: https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/about Pengaruh Mindfulness Terhadap Psychological Well Being pada Mahasiswa yang Tinggal di Rumah Kos Yerliani Boymau1, Hendrik A.E. Lao2 Institut Agama Kristen Negeri Kupang * E-mail Author’s: 1,2 Submitted: 12-01-2025 Accepted: 26-01-2025 Published: 26-01-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mindfulness terhadap psychological well-being pada mahasiswa yang tinggal di rumah kos. Populasi peneliltian adalah mahasiswa berjumlah 250 orang dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga memperoleh 60 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner berbasis dua skala, yaitu skala Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) yang disusun oleh Baer dkk untuk mengukur mindfulness untuk mengukur tingkat mindfulness, dan Psychological Well-Being Scale (PWBS) yang disusun oleh Ryff yang di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk mengukur tingkat kesejahteraan psikologis. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p-value) < 0,05 dengan koefisien regresi sebesar 0,115. Temuan ini mengindikasikan bahwa mindfulness memiliki pengaruh positif dan signifikan yang masih rendah terhadap psychological well-being pada mahasiswa yang tinggal di rumah kos. Namun demikian, semakin tinggi tingkat mindfulness mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis atau psychological well-being mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi upaya penguatan aspek mindfulness dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa yang tinggal di rumah kos. Kata kunci: Mindfulness, Psychological Well Being, Tinggal di Rumah Kos Abstract This study aims to examine the effect of mindfulness on psychological well-being among college students living in boarding houses. The research population consists of 250 students, with a sample of 60 selected using purposive sampling. Data collection was conducted using a questionnaire based on two scales: the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) developed by Baer et al. to measure mindfulness levels, and the Psychological Well-Being Scale (PWBS) developed by Ryff, translated into Indonesian, to assess psychological well-being levels. Data analysis was performed using simple linear regression tests with the help of SPSS software version 26. The results showed a significance value (p-value) < 0.05 with a regression coefficient of 0.115. These findings indicate that mindfulness has a positive and significant, albeit low, effect on psychological well-being among students living in boarding houses. Thus, the higher the students' mindfulness levels, the better their psychological well-being. This study 134 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Vol. 2, No. 2, 2025 contributes to efforts to strengthen mindfulness as a means of supporting the mental health of students living in boarding houses Keywords: Mindfulness, Psychological well being, boarding house 1. PENDAHULUAN Mahasiswa adalah individu yang terdaftar sebagai peserta pendidikan tinggi di perguruan tinggi, seperti universitas, institut, atau akademi, dengan tujuan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan gelar akademik. Knopfemacher (dalam Kurniawati & Baroroh, 2016) menyatakan bahwa Mahasiswa merupakan calon sarjana yang terdidik dalam Perguruan Tinggi dan dituntut untuk berkontribusi kepada masyarakat. Untuk itu mahasiswa yang berada dalam tahap transisi menuju kedewasaan ini diharapkan mampu mandiri, berpikir kritis, dan berkontribusi terhadap masyarakat. Ketika menjadi mahasiswa, orang tua mulai mengijinkan anaknya yang sudah untuk merantau dengan tinggal di asrama yang disediakan pihak Perguruan Tinggi, tinggal dengan sanak keluarga, dan atau tinggal di rumah orang lain yang lokasinya berdekatan dengan kampus atau disebut tinggal di rumah kos. Tinggal di rumah kos menjadi pilihan beberapa mahasiswa dengan pertimbangan secara umum yaitu dengan tinggal di rumah kos mahasiswa dapat lebih bebas dalam hal mengatur waktu untuk belajar, bekerja, mengatur ekonominya sendiri dan lainnya. Namun, pada kebebasan yang diperoleh dari tinggal di rumah kos terdapat beberapa dampak yang mungkin timbul seperti masalah kesehatan mental (Awaliyah et al., 2017). Pada berita online unggahan di surat Kabar Victory News (31/10/2023) seorang mahasiswa di Kota Kupang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di kamar kosnya. Di duga ia berani mengambik keputusan untuk bunuh diri karena terbeban dnegan tugas akhir yang tidak kunjung selesai (Manuleus, 2023). Berita lainnya yang di lansir dari media online Liputan 6 (22/12/2023) memberitakan kasus bunuh diri dengan cara menggantung diri yang dilakukan oleh seorang mahasiswa di Kota Kupang yang tinggal dua jam akan diwisuda, kuat dugaan mahasiswa yang tinggal di rumah kos ini terlibat masalah perkuliahan dan ekonomi (Keda, 2023). Dari berita-berita tersebut nampak masalah kesehatan mental yang cenderung dialami mahasiswa yang tinggal di rumah kos yaitu rentan terhadap perasaan kesepian, cemas, stres, depresi, dan lainnya. Hasil observasi dan wawancara penulis yang dilakukan terhadap salah satu mahasiswa yang tinggal di rumah kos berinisial NS (22 tahun) mahasiswa semester VIII (delapan) menyatakan bahwa dirinya mengalami masa penyesuain diri yang cukup lama untuk membuat dirinya nyaman dan memilih untuk tinggal menetap di tempat kosnya sekarang ini. NS diawal merasa “shock” dan beberapa kali harus berpindah tempat kos karena mudah terganggu dengan lingkungan kos yang ribut, hal ini menjadikan relasi dengan beberapa tetangga kos menjadi kurang baik. Relasi yang kurang baik membuat NS merasa kesepian dan sering kali kembali mengenang kebersamaan dalam keluarganya (membanding-bandingkan situasianya). NS menjadikan kegiatan ekstrakulikulerkemahasiswaan untuk mengalihkan perasaan kesepiannya karena dapat berkumpul dengan teman-teman se-daerahnya untuk mengikuti kegiatan, jalan-jalan, ataupun sekedar duduk berkumpul. Akhirnya semua itu berdampak pada perkuliahannya yaitu beberapa tugas tidak diselesaikan tepat waktu, waktu belajar yang kurang sehingga nilai akhir semester yang menjadi buruk. Semua yang terjadi ini berujung terjadinya perasaan tidak bahagia hingga stress pada mahasiswa tinggal di rumah kos. 135 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Vol. 2, No. 2, 2025 Sementara mahasiswa lainnya yaitu RS mahasiswi (20 tahun) semester VI (enam) juga menceritakan kondisinya yang tinggal di rumah kos. RS menyatakan bahwa ketika tinggal di rumah kos ia harus terus belajar berhati-hati dalam berkata ataupun bertindak karena teman kos-nya yang berlatar belakang berbeda dengan dirinya sehingga mereka cukup sensitif. RS cenderung untuk berdiam diri. Lingkungan kos dengan orang-orang yang beragam membuat RS juga terkada (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/download/147/84
Article home page: https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/view/147/84

Boymau Yerliani, Lao Hendrik A.E.. Pengaruh Mindfulness Terhadap Psychological Well Being pada Mahasiswa yang Tinggal di Rumah Kos, Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPPSI), 2025, pp. 134-144,