PENGARUH CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT, BRAND IMAGE, SERVICE QUALITY DAN WORD OF MOUTH TERHADAP CUSTOMER LOYALTY PADA MCDONALD’S PURWOKERTO
JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi)
Vol. 9 No. 1, 2025
PENGARUH CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT,
BRAND IMAGE, SERVICE QUALITY DAN WORD OF MOUTH
TERHADAP CUSTOMER LOYALTY PADA MCDONALD’S
PURWOKERTO
(STUDI PADA MASYARAKAT PURWOKERTO)
Assiva Nabella1; Herni Justiana Astuti2; M. Agung Miftahuddin3; Fatmah Bagis4
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto1,2,3,4
Email :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara customer relationship
management, brand image, service quality, dan word of mouth terhadap customer
loyalty pada McDonald’s Purwokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 100, dengan menggunakan teknik
pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen untuk menghimpun data
dilakukan dengan kuesioner skala likert lima tingkat. Alat analisis yang digunakan
adalah SPSS. Menurut hasil dari penelitian ini diketahui bahwa Customer Relationship
Management, Brand Image, Service Quality, dan Word of mouth berpengaruh positif
signifikan terhadap Customer Loyalty.
Kata kunci : CRM; Brand Image; Service Quality; WOM; Customer Loyalty
ABSTRACT
This study aims to examine the effect between Customer Relationship
Management, Brand Image, Service Quality, and Word of Mouth on Customer Loyalty
at McDonald’s Purwokerto. This type of research is quantitative research. The
sampling used in this was 100, using a sampling technique, namely purposive sampling.
The instrument for collecting data was a five-level likert scale questionnaire. The
analysis tool used is SPSS. According to the results of this study, it is known that
Customer Relationhsip Management, Brand Image, Service Quality, and Word of
Mouth has a positive and significant effect on Customer Loyalty.
Keywords : CRM; Brand Image; Service Quality; WOM, Customer Loyalty
PENDAHULUAN
Kemajuan di bidang kuliner saat ini telah memicu pesatnya perkembangan di
dunia bisnis. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya perusahaan yang mulai
memantapkan diri di sektor komersial industri kuliner. Setiap bisnis berusaha untuk
menawarkan produk olahan dengan kualitas yang superior dan layanan dengan kualitas
yang sangat baik.
McDonald's, restoran cepat saji yang tergolong paling besar di dunia, didirikan
di California, Amerika Serikat, pada tahun 1995. Restoran ini tetap menjadi salah satu
restoran yang paling dikenal hingga hari ini (www.mcdonalds.id). Satu faktor yang
Submitted : 28/10/2024 |Accepted : 27/11/2024 |Published : 02/02/2025
P-ISSN; 2541-5255 E-ISSN: 2621-5306 | Page 646
JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi)
Vol. 9 No. 1, 2025
teramat krusial dalam memberikan jaminan akan keberlangsungan sebuah bisnis di
tengah persaingan yang ketat adalah kesetiaan para pelanggannya. Bisnis dengan
pelanggan yang menunjukkan tingkat loyalitas yang tinggi lebih mungkin untuk
bertahan dalam industri untuk jangka waktu yang lama daripada bisnis yang memiliki
pelanggan dan konsumen yang menunjukkan tingkat loyalitas yang rendah, seperti yang
diungkapkan oleh Rizaldi & Hardini, (2018). Klien yang menunjukkan tingkat customer
loyalty yang tinggi lebih cenderung untuk melakukan pembelian produk dan layanan
berikutnya dari organisasi tertentu dalam jangka waktu yang lama. Adapun berbagai
faktor yang menjadi pengaruh customer loyalty diantaranya adalah customer
relationship management (Rizaldi & Hardini, 2018), brand image (Arief & Subaida,
2021), service quality (Margono & Lertariningsih, 2023), dan word of mouth (Effendy
dkk., 2021).
Faktor pertama yang mempengaruhi customer loyalty ialah Customer
Relationship Management (CRM). CRM dicirikan sebagai strategi perusahaan yang
penting yang mendorong hubungan antara proses beserta aktivitas internal dan jaringan
eksternal guna membentuk serta memberi nilai bagi pelanggan sasaran dengan memberi
keuntungan. Buttle, (2007) Data konsumen premium dan teknologi informasi
merupakan landasan CRM (Buttle, 2007). CRM yakni kerangka kerja yang kohesif
yang dirancang untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan klien yang
menguntungkan, yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kesenangan
pelanggan (Sundari, 2019). Keterkaitan antara CRM terhadap Customer Loyalty terletak
dimana CRM berperan sebagai alat strategis untuk membentuk, memelihara, dan
meningkatkan Customer Loyalty yang akan membantu meningkatkan kinerja dan
kesuksesan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini didukung oleh penelitian Rizaldi &
Hardini, (2018), Margono & Lertariningsih, (2023), Bintarto dkk, (2021) yang
menyebutkan bahwasanya CRM menjadi pemengaruh yang positif serta signifikan pada
Customer Loyalty. Namun tidak dengan penelitian Zakin & Oetomo, (2018) yang
menyebut bahwasanya CRM tidak menjadi pemengaruh pada Customer Loyalty.
Faktor selanjutnya yang mempengaruhi Customer Loyalty adalah brand image.
Brand image yakni segala persepsi konsumen terkait dengan merek, seperti yang
diartikulasikan oleh Wijayani & Prambudi, (2020). Pemahaman ini tidak hanya
bergantung pada kapasitas untuk memberikan sebutan yang menguntungkan bagi suatu
Submitted : 28/10/2024 |Accepted : 27/11/2024 |Published : 02/02/2025
P-ISSN; 2541-5255 E-ISSN: 2621-5306 | Page 647
JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi)
Vol. 9 No. 1, 2025
hal, tetapi juga pada keharusan untuk menyajikan produk dengan cara yang membekas
di otak pelanggan saat mereka mengembangkan pandangan mereka tentang produk
tersebut. Brand image yang berdampak secara signifikan mempengaruhi pembentukan
dan keberlanjutan kebahagiaan konsumen yang tinggi, terutama mengenai korelasi
antara brand image dan customer loyalty. Penelitian Zakin & Oetomo, (2018), Arief &
Subaida, (2021), Apriliani, (2019), Putra, (2018), dan Lestari dkk., (2020)
memperlihatkan bahwasanya brand image secara signifikan serta positif mempengaruhi
customer loyalty. Meskipun demikian, temuan penelitian yang dijalankan oleh Apriliani
dkk., (2020) dan Wijayani & Prambudi, (2020) memperlihatkan bahwasanya brand
image mengandung pengaruh yang kecil dan tidak signifikan pada loyalitas konsumen.
Hal ini bertentangan dengan temuan penelitian mereka.
Service quality yang diberikan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi
customer loyalty. Dalam Pradana, (2018), Tjiptono mengkarakterisasikan service
quality sebagai sebuah pengupayaan guna mencukupi keinginan beserta kebutuhan
pelanggan serta ketepatan saat menyampaikan agar seimbang dengan harapan
pelanggan dengan ketetapan. Bisnis harus terus memberikan layanan berkualitas tinggi
untuk menjamin kepuasan pelanggan. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa
pelanggan akan mempertahankan kesetiaan mereka kepada perusahaan. Service quality
yang unggul sangat penting untuk membangun dan mempertahankan loyalitas
pelanggan dalam kerangka hubungan antara service quality dan customer loyalty.
Penelitian yang dijalankan oleh Zakin & Oetomo, (2018), Margono & Lertariningsih,
(2023), Arief & Subaida, (2021) (...truncated)