Konsep Etnomatematika pada Alat Musik Tradisional Mandailing Natal : Gordang Sambilan

Journal of Social Humanities and Education, Dec 2024

This study aims to explore the ethnomathematics concepts embedded in the traditional musical instrument Gordang Sambilan from Mandailing culture and how these concepts can be integrated into mathematics education. Gordang Sambilan, which consists of nine drums of varying sizes, serves not only as a cultural symbol but also as a rich source of mathematical elements, including arithmetic sequences in drum sizes and geometric shapes such as cylinders and truncated cones. This research employs a literature study method to collect and analyze data from various relevant references. The results reveal that Gordang Sambilan offers contextual learning opportunities through geometric analysis, such as circumference, surface area, and volume of cylinders. Integrating Gordang Sambilan into mathematics learning not only helps students grasp mathematical concepts more concretely but also strengthens their appreciation of local culture. Hence, leveraging ethnomathematics from Gordang Sambilan can serve as an innovative strategy in mathematics education while preserving cultural heritage amidst globalization.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1609/1972

Konsep Etnomatematika pada Alat Musik Tradisional Mandailing Natal : Gordang Sambilan

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume 3 Nomor 4, Tahun 2024 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 182-188 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1609 Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Konsep Etnomatematika pada Alat Musik Tradisional Mandailing Natal : Gordang Sambilan Mutiah Dina Maya1, Muhammad Rif’an2, Shaqila Rizky D.A3, Riani Tazkia Hadi4, Elvi Mailani5, Mardhiyah Kharismayanda6 1-6 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Korespondensi penulis : * Abstract. This study aims to explore the ethnomathematics concepts embedded in the traditional musical instrument Gordang Sambilan from Mandailing culture and how these concepts can be integrated into mathematics education. Gordang Sambilan, which consists of nine drums of varying sizes, serves not only as a cultural symbol but also as a rich source of mathematical elements, including arithmetic sequences in drum sizes and geometric shapes such as cylinders and truncated cones. This research employs a literature study method to collect and analyze data from various relevant references. The results reveal that Gordang Sambilan offers contextual learning opportunities through geometric analysis, such as circumference, surface area, and volume of cylinders. Integrating Gordang Sambilan into mathematics learning not only helps students grasp mathematical concepts more concretely but also strengthens their appreciation of local culture. Hence, leveraging ethnomathematics from Gordang Sambilan can serve as an innovative strategy in mathematics education while preserving cultural heritage amidst globalization. Keywords: Gordang Sambilan, Ethnomathematics, Mathematics Education, Geometry, Mandailing Culture Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika yang ada pada alat musik tradisional Gordang Sambilan dari budaya Mandailing, serta bagaimana konsep tersebut dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematika. Gordang Sambilan, yang terdiri atas sembilan gendang berukuran berbeda, tidak hanya menjadi simbol budaya tetapi juga kaya akan elemen matematika, seperti pola aritmatika dalam ukuran gendang dan bentuk geometri tabung serta kerucut terpancung. Penelitian menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai referensi terkait. Hasil penelitian membuktikan bahwa Gordang Sambilan memberikan peluang pembelajaran kontekstual melalui analisis geometri, seperti keliling, luas permukaan, dan volume tabung. Integrasi Gordang Sambilan dalam pembelajaran matematika bukan hanya membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih konkret tetapi juga memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, penggunaan etnomatematika dari Gordang Sambilan dapat menjadi strategi inovatif dalam pendidikan matematika sekaligus pelestarian budaya di tengah arus globalisasi. Kata Kunci: Gordang Sambilan, Etnomatematika, Pembelajaran Matematika, Geometri, Budaya Mandailing 1. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya dan keberagaman budaya, ras, suku, bahasa daerah, dan banyak lagi. Keberagaman ini merupakan aset dan keindahan bangsa Indonesia. Setiap daerah memiliki keunikan dan budaya tersendiri, ciri khas yang mencakup pakaian adat, arsitektur rumah, seni, bahasa, dan tradisi lainnya (Lubis et al., 2018). Salah satu tradisi lokal yang populer di Indonesia adalah tradisi Mandailing yang berasal dari Pulau Sumatera. Kabupaten Mandailing berada di sisi paling selatan Provinsi Sumatera Utara dan berbatasan langsung Provinsi Sumatera Barat (Widiarsih & Sandri, 2018). Gordang Sambilan adalah kebudayaan musik tradisional yang termasuk simbol identitas Received: Oktober 13, 2024; Revised: November 19, 2024; Accepted: Desember 01, 2024; Published: Desember 03, 2024 Konsep Etnomatematika pada Alat Musik Tradisional Mandailing Natal : Gordang Sambilan Mandailing. Ini adalah ansambel musik perkusi khas Mandailing yang memiliki ciri khas tersendiri, baik segi ukuran, jumlah pemain, maupun irama dari alat musik lainnya. Masyarakat Mandailing percaya Gordang Sambilan pertama kali muncul tahun 1575 di Mandailing. Tradisi ini dikenalkan dari era kerajaan Nasution oleh Raja Sibaroar. Gordang Sambilan sering dipentaskan dalam berbagai acara, seperti upacara pernikahan, peringatan HUT RI, HUT Madina, serta untuk menyambut tamu pemerintahan Mandailing Natal (Alwiyah & Rusdi, 2021). Etnomatematika adalah konsep matematika yang terkandung dalam budaya. Kemunculan matematika dipengaruhi oleh budaya dapat memberi kontribusi penting dalam proses pembelajaran matematika. Etnomatematika bertujuan untuk melihat bagaimana budaya tertentu mengadaptasi matematika dan menggambarkan hubungan antar budaya dan matematika (Martyanti & Suhartini, 2018). Konsep etnomatematika menegaskan bahwa matematika bukan hanya bersifat abstrak dan terlepas dari kehidupan sehari-hari, namun terkandung konteks budaya serta kegiatan manusia (Qurohman et al, 2024). Etnomatematika kebudayaan Mandailing dari segi musik ada alat Gordang Sambilan, Gordang Sambilan berupa alat musik yang dimainkan masyarakat di acara pernikahan. Gordang sambilan sesuai dengan namanya gordang adalah gendang atau beduk sedangkan sambilan adalah jumlah dari gendang atau beduknya yang berjumlah sembilan gendang (T. A. Nasution et al, 2024). Pada Gordang Sambilan, terdapat unsur-unsur matematika, seperti pola barisan aritmetika dalam ukuran gendang, serta bentuk geometris tabung dan kerucut terpancung, yang dapat digunakan sebagai media pengajaran geometri dan aritmetika. Dengan demikian, etnomatematika pada Gordang Sambilan tidak hanya membantu siswa memahami matematika, tetapi juga menguatkan pemahaman mereka terhadap budaya lokal Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika dalam alat musik Gordang Sambilan, dengan harapan dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara studi literatur. Studi literatur merupakan metode penelitian yang memanfaatkan referensi atau sumber yang disusun ilmiah, termasuk mengumpulkan bahan yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Teknik ini mengandalkan kepustakaan untuk mengintegrasikan dan menyajikan data yang diperoleh (Idhartono, 2020). Studi Literatur dipilih karena metode ini memungkinkan peneliti menyajikan ringkasan yang sistematis dari berbagai temuan di bidang ini, sehingga 183 CONCEPT - VOLUME 3 NOMOR 4, TAHUN 2024 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 182-188 memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang penerapan etnomatematika dalam budaya tradisional Mandailing. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian diperoleh bahwa Gordang Sambilan itu merupakan warisan budaya mandailing. Gordang Sambilan dipakai dalam upacara untuk memanggil roh nenek moyang ketika dibutuhkan bantuan mereka. Upacara ini (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1609/1972
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1609/1972

Mutiah Dina Maya, Muhammad Rif’an, Shaqila Rizky D.A, Riani Tazkia Hadi, Elvi Mailani, Mardhiyah Kharismayanda. Konsep Etnomatematika pada Alat Musik Tradisional Mandailing Natal : Gordang Sambilan, Journal of Social Humanities and Education, 2024, pp. 182-188,