Dampak Perceraian Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga pada Masa Pandemi Covid 19 di Kota Tegal
Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume 3 Nomor 4,Tahun 2024
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 159-168
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1611
Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Dampak Perceraian Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga pada
Masa Pandemi Covid 19 di Kota Tegal
Bahri Kamal1*, Anita Karunia2, Ghea Dwi Rahmadiane3
1,2,3
Akuntansi, Politeknik Harapan Bersama, Indonesia
1*, 2, 3
Alamat Kampus: Jl. Mataram No.09 Margadana Kota Tegal
Korespondensi penulis:
Abstract. This study aims to determine the Impact of Divorce on Family Economic Welfare During the Covid 19
Pandemic In Tegal City. The sampling technique used was convenience or random sampling, namely by looking
at respondents who were willing to be interviewed depending entirely on the convenience of the researcher
(Sekaran, 2011). Data collection techniques using observation, interviews, and literature study. The method of
data analysis was qualitative using descriptive analysis used to describe how the work profile of the widow, the
number of widows' debts, the level of education of the children, and the widow's efforts to maintain her economy
for the needs of the family's life by going through the stages of data collection, data reduction, data presentation,
draw conclusions and verify. The impact of divorce on the family economy is very much felt especially during the
COVID-19 pandemic, where they have to be responsible to their families to replace the husband's role as the head
of the household, do the work a man does, not only work to earn a living but they have to educate and care for
them. his children. The steps they take to meet the needs of their family after a divorce, there are many ways they
do, for example, side work or any work to make money to meet their needs.
Keywords: The Impact of Divorce, Family Economy, During the Covid-19
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Perceraian Terhadap Kesejahteraan Ekonomi
Keluarga Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Kota Tegal. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience
ataupun random sampling yaitu dengan melihat responden yang bersedia di wawancarai tergantung sepenuhnya
kepada kemudahan peneliti (Sekaran, 2011). Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi,
wawancara, dan penelitian primer. Metode analisis data menggunakan metode kualitatif memakai Analisis
deskriptip untuk menunjukan bagaimana pekerjaan janda, jumlah tangungan, tingkatan pendidikan anak, dan
upaya digunakan untuk memperkuat ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan melalui
tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Dampak perceraian
terhadap ekonomi keluarga sangat dirasakan sekali apalagi dimasa pandemi covid 19, dimana mereka harus
bertanggung jawab kepada keluarganya menggantikan peran suami sebagai kepala rumah tangga, melakukan
pekerjaan yang dilakukan seorang laki – laki, tidak hanya bekerja mencari nafkah saja tapi mereka harus mendidik
dan merawat anak anaknya. Langkah yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah bercerai,
berbagai banyak cara yang mereka lakukan misalnya bekerja sampingan atau kerja apa saja untuk menghasilkan
uang guna memenuhi kebutuhan.
Kata kunci: Dampak Perceraian, Ekonomi Keluarga, Pada masa covid 19
1. PENDAHULUAN
Perceraian adalah masalah yang dimunculkan dalam sebuah rumah tangga baik melalui
perjuangan internal maupun eksternal dari kelurga yang menjalani. Latar belakang dari kedua
belah pihak sering menimbulkan konflik internal, di samping permasalahan ketidakstabilan
perekonomian yang mengecualikan keluarga yang terkena dampak. Perceraian adalah strategi
kunci dalam membangun dan mempertahankan keluarga itu. Ini juga berfungsi sebagai
perlindungan terhadap masalah eksternal seperti yang timbul dari masalah lingkungan dan
Received: November 03, 2024; Revised: November 17, 2024; Accepted: Desember 01, 2024; Published:
Desember 03, 2024
DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA PADA MASA
PANDEMI COVID 19 DI KOTA TEGAL
pertumbuhan populasi manusia yang tidak dapat dihentikan dengan ketaatan pada prinsipprinsip agama dan etika yang, menurut perkiraan mereka.
Fenomena serupa terjadi pada tahun 1997 dan 1998 ketika pada krisis ekonomi, muncul
kembali selama COVID-19. Dari bulan september 2019 hingga Juli 2021, dapat diamati adanya
peningkatan jumlah cerai, sengan 80% kasus gugat cerai yang diajukan pihak istri di
pengadilan agama. Penyumbang terbanyak perceraian yang mengalami peningkatan kasus
perceraian di masa pandemi COVID-19 adalah pulau jawa, yaitu jawa barat dari pada provinsiprovinsi lain di indonesia (Mauliddina et al., 2021)
Perceraian adalah keadaan pikiran yang mempengaruhi pasangan, anak, atau saudara
kandung secara negatif dan cerai itu sangat menyedihkan. Berbicara tentang janda dan duda
itu merupakan arti yang serupa, yaitu orang yang cerai atau pun karena ditinggal oleh suami/
istrinya meninggal jadi tidak bersuami/ beristri lagi.
Ekonomi dari Keluarga Janda merupakan masalah yang perlu disikapi setiap insan
Pasca Bercerai yang kesehariannya sangat berat untuk dijalani. Dengan semangat memenuhi
kebutuhan anaknya, seperti memberikan pendidikan, memenuhi kebutuhan dasarnya, dan lainlain. Janda yang ditinggal suami serasa sulit akan kebutuhan ekonominya. Faktor ekonomi
orang tua janda menjadi kurang memadai dan untuk memenuhi ekonomi keluarga banyak
upaya yang dijalnakan seorang ibu (single parent) seperti membuka warung sembako, menjadi
pembantu tetangga, dan lainya, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan
keturunanya.
Kondisi Janda alami berubah an, dan ini sebagian besar disebabkan oleh stereotip
gender yang menggambarkan ibu sebagai pengasuh utama anak dan bapak berperan sebagai
pemimpin keluarga. Akibatnya masyarakat sering menyaksikan kejadian tidakpantasan dan
tidakmampuan dari janda yang harus mendidik anak dan juga mencari nafkah. Ketika
seseorang dalam status janda, peran dan tantangan wanita terkait pekerjaan akan menjadi lebih
rumit. Tantangan yang lebih sering terjadi secara konsisten menghambat kehidupan janda,
terutama yang memiliki kualitas hidup rendah. Seorang janda yang bekerja dengan gaji rendah,
tanpa tunjangan, dan sedikit fleksibilitas secara konsisten tidak dapat memperoleh gaji tinggi
dan tunjangan lainnya. Sedangkan di bagian sebaliknya, para janda memiliki kemampuan yang
terbatas dalam mengasuh ankanya (Pratama, 2018)
Dimasa pandemi Covid 19 sangat sulit bagi orang tua karena memberikan beban yang
berat bagi mereka untuk memastikan bahwa anak-anak mereka dapat memenuhi kebutuhan,
tanpa perlu bantuan lebih lanjut dari anggota keluarga lainya. Banyak rintangan dan cobaan
yang dialami oleh ibu dalam mengurus rumah tangga untuk keperluan lainnya. Supaya dapat
160
CONCEPT - VOLUME 3 NOMOR 4,TAHUN 2024
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 159-168
hidup dengan nyaman saat melakukan (...truncated)