Dampak Perceraian Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga pada Masa Pandemi Covid 19 di Kota Tegal

Journal of Social Humanities and Education, Dec 2024

This study aims to determine the Impact of Divorce on Family Economic Welfare During the Covid 19 Pandemic In Tegal City. The sampling technique used was convenience or random sampling, namely by looking at respondents who were willing to be interviewed depending entirely on the convenience of the researcher (Sekaran, 2011). Data collection techniques using observation, interviews, and literature study. The method of data analysis was qualitative using descriptive analysis used to describe how the work profile of the widow, the number of widows' debts, the level of education of the children, and the widow's efforts to maintain her economy for the needs of the family's life by going through the stages of data collection, data reduction, data presentation, draw conclusions and verify. The impact of divorce on the family economy is very much felt especially during the COVID-19 pandemic, where they have to be responsible to their families to replace the husband's role as the head of the household, do the work a man does, not only work to earn a living but they have to educate and care for them. his children. The steps they take to meet the needs of their family after a divorce, there are many ways they do, for example, side work or any work to make money to meet their needs.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1611/1970

Dampak Perceraian Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga pada Masa Pandemi Covid 19 di Kota Tegal

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume 3 Nomor 4,Tahun 2024 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 159-168 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1611 Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Dampak Perceraian Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga pada Masa Pandemi Covid 19 di Kota Tegal Bahri Kamal1*, Anita Karunia2, Ghea Dwi Rahmadiane3 1,2,3 Akuntansi, Politeknik Harapan Bersama, Indonesia 1*, 2, 3 Alamat Kampus: Jl. Mataram No.09 Margadana Kota Tegal Korespondensi penulis: Abstract. This study aims to determine the Impact of Divorce on Family Economic Welfare During the Covid 19 Pandemic In Tegal City. The sampling technique used was convenience or random sampling, namely by looking at respondents who were willing to be interviewed depending entirely on the convenience of the researcher (Sekaran, 2011). Data collection techniques using observation, interviews, and literature study. The method of data analysis was qualitative using descriptive analysis used to describe how the work profile of the widow, the number of widows' debts, the level of education of the children, and the widow's efforts to maintain her economy for the needs of the family's life by going through the stages of data collection, data reduction, data presentation, draw conclusions and verify. The impact of divorce on the family economy is very much felt especially during the COVID-19 pandemic, where they have to be responsible to their families to replace the husband's role as the head of the household, do the work a man does, not only work to earn a living but they have to educate and care for them. his children. The steps they take to meet the needs of their family after a divorce, there are many ways they do, for example, side work or any work to make money to meet their needs. Keywords: The Impact of Divorce, Family Economy, During the Covid-19 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Perceraian Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Kota Tegal. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience ataupun random sampling yaitu dengan melihat responden yang bersedia di wawancarai tergantung sepenuhnya kepada kemudahan peneliti (Sekaran, 2011). Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan penelitian primer. Metode analisis data menggunakan metode kualitatif memakai Analisis deskriptip untuk menunjukan bagaimana pekerjaan janda, jumlah tangungan, tingkatan pendidikan anak, dan upaya digunakan untuk memperkuat ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Dampak perceraian terhadap ekonomi keluarga sangat dirasakan sekali apalagi dimasa pandemi covid 19, dimana mereka harus bertanggung jawab kepada keluarganya menggantikan peran suami sebagai kepala rumah tangga, melakukan pekerjaan yang dilakukan seorang laki – laki, tidak hanya bekerja mencari nafkah saja tapi mereka harus mendidik dan merawat anak anaknya. Langkah yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah bercerai, berbagai banyak cara yang mereka lakukan misalnya bekerja sampingan atau kerja apa saja untuk menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan. Kata kunci: Dampak Perceraian, Ekonomi Keluarga, Pada masa covid 19 1. PENDAHULUAN Perceraian adalah masalah yang dimunculkan dalam sebuah rumah tangga baik melalui perjuangan internal maupun eksternal dari kelurga yang menjalani. Latar belakang dari kedua belah pihak sering menimbulkan konflik internal, di samping permasalahan ketidakstabilan perekonomian yang mengecualikan keluarga yang terkena dampak. Perceraian adalah strategi kunci dalam membangun dan mempertahankan keluarga itu. Ini juga berfungsi sebagai perlindungan terhadap masalah eksternal seperti yang timbul dari masalah lingkungan dan Received: November 03, 2024; Revised: November 17, 2024; Accepted: Desember 01, 2024; Published: Desember 03, 2024 DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI KOTA TEGAL pertumbuhan populasi manusia yang tidak dapat dihentikan dengan ketaatan pada prinsipprinsip agama dan etika yang, menurut perkiraan mereka. Fenomena serupa terjadi pada tahun 1997 dan 1998 ketika pada krisis ekonomi, muncul kembali selama COVID-19. Dari bulan september 2019 hingga Juli 2021, dapat diamati adanya peningkatan jumlah cerai, sengan 80% kasus gugat cerai yang diajukan pihak istri di pengadilan agama. Penyumbang terbanyak perceraian yang mengalami peningkatan kasus perceraian di masa pandemi COVID-19 adalah pulau jawa, yaitu jawa barat dari pada provinsiprovinsi lain di indonesia (Mauliddina et al., 2021) Perceraian adalah keadaan pikiran yang mempengaruhi pasangan, anak, atau saudara kandung secara negatif dan cerai itu sangat menyedihkan. Berbicara tentang janda dan duda itu merupakan arti yang serupa, yaitu orang yang cerai atau pun karena ditinggal oleh suami/ istrinya meninggal jadi tidak bersuami/ beristri lagi. Ekonomi dari Keluarga Janda merupakan masalah yang perlu disikapi setiap insan Pasca Bercerai yang kesehariannya sangat berat untuk dijalani. Dengan semangat memenuhi kebutuhan anaknya, seperti memberikan pendidikan, memenuhi kebutuhan dasarnya, dan lainlain. Janda yang ditinggal suami serasa sulit akan kebutuhan ekonominya. Faktor ekonomi orang tua janda menjadi kurang memadai dan untuk memenuhi ekonomi keluarga banyak upaya yang dijalnakan seorang ibu (single parent) seperti membuka warung sembako, menjadi pembantu tetangga, dan lainya, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan keturunanya. Kondisi Janda alami berubah an, dan ini sebagian besar disebabkan oleh stereotip gender yang menggambarkan ibu sebagai pengasuh utama anak dan bapak berperan sebagai pemimpin keluarga. Akibatnya masyarakat sering menyaksikan kejadian tidakpantasan dan tidakmampuan dari janda yang harus mendidik anak dan juga mencari nafkah. Ketika seseorang dalam status janda, peran dan tantangan wanita terkait pekerjaan akan menjadi lebih rumit. Tantangan yang lebih sering terjadi secara konsisten menghambat kehidupan janda, terutama yang memiliki kualitas hidup rendah. Seorang janda yang bekerja dengan gaji rendah, tanpa tunjangan, dan sedikit fleksibilitas secara konsisten tidak dapat memperoleh gaji tinggi dan tunjangan lainnya. Sedangkan di bagian sebaliknya, para janda memiliki kemampuan yang terbatas dalam mengasuh ankanya (Pratama, 2018) Dimasa pandemi Covid 19 sangat sulit bagi orang tua karena memberikan beban yang berat bagi mereka untuk memastikan bahwa anak-anak mereka dapat memenuhi kebutuhan, tanpa perlu bantuan lebih lanjut dari anggota keluarga lainya. Banyak rintangan dan cobaan yang dialami oleh ibu dalam mengurus rumah tangga untuk keperluan lainnya. Supaya dapat 160 CONCEPT - VOLUME 3 NOMOR 4,TAHUN 2024 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 159-168 hidup dengan nyaman saat melakukan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1611/1970
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1611/1970

Bahri Kamal, Anita Karunia, Ghea Dwi Rahmadiane. Dampak Perceraian Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga pada Masa Pandemi Covid 19 di Kota Tegal, Journal of Social Humanities and Education, 2024, pp. 159-168,