Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Board Size, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan (Studi kasus pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2018-2023)

eProceedings of Management, Dec 2024

Dalam kaitannya dengan kondisi keuangan suatu perusahaan, tingkat pencapaiannya disebut kinerjakeuangan. Perusahaan melaporkan tanggung jawab sosial lewat pengungkapan corporate social responsibilityperusahaan. Jumlah anggota dewan komisaris dan dewan direksi disebuah perusahaan merupakan pengertian dariboard size. Jumlah saham biasa yang dipunyai manajemen sebuah perusahaan disebut kepemilikan manajerial.Perusahaan energi yang terdaftar di BEI dari tahun 2018 hingga 2023 ialah subjek penelitian ini. Dalam penelitian ini,digunakan metode pemilihan sampel purposive sampling. Sampel yang didapatkan sejumlah 6 perusahaan untuksektor energi yang terdaftar di BEI. Analisis deskriptif serta regresi data panel yang diterapkan dipenelitian ini.Berlandaskan hasil penelitian, di Perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI menunjukan bahwa pengunkapancorporate social repsonbility, board size, serta kepemilikan manajerial berdampak secara simultan pada kinerjakeuangan.Secara parsial varibael pengunkapan corporate social responbility berdampak positif terhadap kinerjakeuangan. Maka makin baik melaporan laporan keberlanjutan demikian mempengaruhi kinerja keuangan suatuperusahaan. Sementara variabel board size tak berdampak pada kinerja keuangan. Hal ini berarti banyak jumlah dewankomsisarin serta dewan direksi tak berdampak pada kinerja keuangan. Lalu variabel kepemilikan manajerialmempunyai pengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang berati kepemilikan saham manajemen berepnaruhterhadap kualitas karyawan yang menjadikan kinerja keuangan akan lebih baik. Kontribusi pada penelitian ini yaknipengunkapan corporate sosial responbility dan kepemilikan manajerial secara positif menjadi faktor penentu kinerjakeuangan di perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu bisamerubah variabel independent, objek penelitian, dan periode yang berbeda. Kata Kunci- Kinerja Keuangan, Pengungkapan Corporate Social Responbility, Board Size, dan KepemilikanManajerial

Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Board Size, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan (Studi kasus pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2018-2023)

ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.11, No.6 Desember 2024 | Page 6243 Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Board Size, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan (Studi kasus pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2018-2023) The Effect of Corporate Social Responsibility Disclosure, Board Size, and Managerial Ownership on Financial Performance (Case study on energy sector companies listed on the Indonesia stock exchange for the period 2018-2023) Arkhan Fauzan Abdullah1, Wahdan Arum Inawati2 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, Indonesia, 2 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, Indonesia, 1 Abstrak Dalam kaitannya dengan kondisi keuangan suatu perusahaan, tingkat pencapaiannya disebut kinerja keuangan. Perusahaan melaporkan tanggung jawab sosial lewat pengungkapan corporate social responsibility perusahaan. Jumlah anggota dewan komisaris dan dewan direksi disebuah perusahaan merupakan pengertian dari board size. Jumlah saham biasa yang dipunyai manajemen sebuah perusahaan disebut kepemilikan manajerial. Perusahaan energi yang terdaftar di BEI dari tahun 2018 hingga 2023 ialah subjek penelitian ini. Dalam penelitian ini, digunakan metode pemilihan sampel purposive sampling. Sampel yang didapatkan sejumlah 6 perusahaan untuk sektor energi yang terdaftar di BEI. Analisis deskriptif serta regresi data panel yang diterapkan dipenelitian ini. Berlandaskan hasil penelitian, di Perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI menunjukan bahwa pengunkapan corporate social repsonbility, board size, serta kepemilikan manajerial berdampak secara simultan pada kinerja keuangan.Secara parsial varibael pengunkapan corporate social responbility berdampak positif terhadap kinerja keuangan. Maka makin baik melaporan laporan keberlanjutan demikian mempengaruhi kinerja keuangan suatu perusahaan. Sementara variabel board size tak berdampak pada kinerja keuangan. Hal ini berarti banyak jumlah dewan komsisarin serta dewan direksi tak berdampak pada kinerja keuangan. Lalu variabel kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang berati kepemilikan saham manajemen berepnaruh terhadap kualitas karyawan yang menjadikan kinerja keuangan akan lebih baik. Kontribusi pada penelitian ini yakni pengunkapan corporate sosial responbility dan kepemilikan manajerial secara positif menjadi faktor penentu kinerja keuangan di perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu bisa merubah variabel independent, objek penelitian, dan periode yang berbeda. Kata Kunci- Kinerja Keuangan, Pengungkapan Corporate Social Responbility, Board Size, dan Kepemilikan Manajerial I. PENDAHULUAN Perusahaan energi bergerak dalam bidang penambangan, dengan kegiatan utamanya adalah eksplorasi, penambangan, pengelolaan, dan pengekstrakan sumber daya alam seperti gas bumi, batu bara, minyak, mineral, logam, dan pascatambang. Sektor energi juga menjadi perusahaan penyedia jasa pendukung industri yang relevan selain dari kegiatan yang ada. Pasar modal Indonesia dikelola oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk memungkinkan ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.11, No.6 Desember 2024 | Page 6244 para pihak lainnya untuk di antara mereka saling memperdagangkan efek, BEI menyelenggarakan serta menyediakan sistem (sarana) supaya mempertemukan antara penawaran jual serta beli efek. Kinerja keuangan perusahaan-perusahaan sektor energi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dikutip dari [2], menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup signifikan. PT Vale Indonesia berhasil membukukan laba sebesar US$53 juta (Rp778 miliar) pada tahun 2020, meningkat dari rugi US$26,2 juta yang dicatat pada tahun 2019. Kinerja PT Vale tersebut terbilang lebih baik jika dibandingkan dengan anak perusahaan Inalum lainnya seperti PT Timah yang membukukan rugi Rp390.07 miliar pada semester I 2020, disertai penurunan penjualan sebesar 18,48% pada tahun yang sama. PT Aneka Tambang juga mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp84.82 miliar pada semester I 2020 atau turun sebesar 80.18% dari laba Rp428 miliar yang tercatat dalam periode yang serupa tahun 2019. Fenomena ini mengindikasikan fluktuasi kinerja keuangan perseroan akibat berbagai faktor seperti harga komoditas internasional maupun dampak dari pandemi Covid-19 yang memberi dampak pada kinerja keuangan perusahaan sektor mineral serta logam di Indonesia. Bedasarkan penelitian sebelumnya [3] menyebutkan apabila pengungkapan corporate social responsibility (CSR) berdampak positif pada kinerja keuangan sementara penelitian lain [4] menyatakan apabila pengungkapan CSR memberikan pengaruh negatif pada kinerja keuangan. Berdasar dari penelitian terdahulu [5] board size memiliki pengaruh positif sedangkan dengan penelitian lain [6] menyatakan bahwa board size memiliki pengaruh negatif. Berdasarkan penelitian [3] kepemilikan manajerial berdampak positif pada kinerja keuangan sedangkan dari penelitian lain [7] menyebutkan apabila kepemilikan manajerial berpengaruh negatif. Dari penjelasan tersebut, ditemukan adanya inkonsistensi hasil dari penelitian sebelumnnya antara variabel independent pada pembeberan kinejra keuangan, maka perlu di teliti lebih lanjut dengan judul <pengaruh pengungkapan corporate social responbility, board size, dan kepemilikan manajerial terhadap kinejra keuangan (studi kasus perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2018-2023)= II. TINJAUAN LITERATUR A. Dasar Teori 1. Teori Agency Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Jensen & Meckling (1976) yang menyatakan bahwa teori keagenan merupakan teori ketidaksamaan kepentingan antara principal dan agen [8] Dalam teori keagenan (agency theory), hubungan agensi muncul ketika satu orang atau lebih (principal) mempekerjakan orang lain (agen) untuk memberikan suatu jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agen tersebut[8], Teori keagenan yakni sebuah teori yang dipakai guna mendefinisikan hubungan principal dengan agen yang sedemikian rupa dibangun sehingga bisa tercapai apa yang menjadi tujuan perusahaan secara optimal [3]. 2. Kinerja Keuangan kinerja keuangan perusahaan adalah salah satu faktor yang dapat dilihat oleh para calon investor untuk menentukan investasi saham. Bagi suatu perusahaan, menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan merupakan salah suatu keharusan agar saham tersebut dapat tetap eksis dan banyak diminati oleh para calon investor [9], Kinerja perusahaan dapat dinilai melalui berbagai indikator untuk mengukur keberhasilannya, terutama yang bersumber dari laporan keuangan. Laporan keuangan bermanfaat bagi penggunanya dalam pengambilan keputusan investasi, penempatan dana, hingga prospek bisnis ke depan [10]. 3. Corporate Social Responsibility CSR adalah tanggung jawab sosial perusahaan untuk terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan cara (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/download/24849/23803
Article home page: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/24849/23803

Abdullah Arkhan Fauzan, Inawati Wahdan Arum. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Board Size, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan (Studi kasus pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2018-2023), eProceedings of Management, 2024,