PERSEPSI PELAKU USAHATANI TERHADAP KEBIJAKAN DAN PROGRAM INVESTASI PUBLIK DI SEKTOR PERTANIAN
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
Vol.12 No.1, Tahun 2025
ISSN : 2355-6226
E-ISSN : 2477-0299
PERSEPSI PELAKU USAHATANI TERHADAP KEBIJAKAN DAN
PROGRAM INVESTASI PUBLIK DI SEKTOR PERTANIAN
Widyastutik1,2*, Hotsawadi4, Dewi Setyawati3, Syarifah Amaliah1,3, Iwan Hermawan5
1
Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University, Dramaga, Bogor,
16680, Indonesia
2
International Center for Applied Finance and Economics (Inter CAFE), IPB University
3
International Trade Analysis and Policy Studies, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University
4
Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman
Jl. Tanah Grogot, Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119, Indonesia
5
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
*Email:
ABSTRAK
Investasi publik di sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan
petani. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelaku usaha terhadap kebijakan dan program
investasi publik di sektor pertanian. Sampel responden sebanyak 300 petani yang mengusahakan
komoditas padi, jagung, kedelai, sayuran, kakao dan sawit di lima kabupaten (Subang, Indramayu, Pacitan,
Lombok Utara dan Luwuk Utara). Berdasarkan analisis Importance Performance Analysis (IPA), persepsi
petani terhadao kebijakan dan investasi pemerintah terhadap sektor pertanian menunjukkan bahwa
beberapa komponen memiliki peran yang berbeda dalam mendukung sektor pertanian. Komponen yang
terkait dengan kebijakan mencakup kebijakan pemerintah, bantuan pemerintah, serta kelembagaan,
fasilitasi, dan kemitraan yang berperan dalam menciptakan regulasi, insentif serta dukungan administratif
bagi petani. Sementara itu, komponen yang terkait dengan program investasi meliputi sarana produksi,
alat dan mesin pertanian, serta infrastruktur yang harus dipertahankan kinerjanya untuk meningkatkan
produktivitas. Selain itu, faktor lain seperti sumber daya manusia, riset dan pengembangan, pemanfaatan
teknologi, serta pembiayaan memiliki tingkat kepentingan dan persepsi kinerja yang bervariasi di setiap
lokasi sampel dan jenis komoditas, yang menunjukkan perlunya pendekatan investasi yang disesuaikan
dengan kebutuhan spesifik setiap daerah. Sebagai upaya optimalisasi investasi publik, kegiatan
pendampingan oleh kementerian lembaga, pihak swasta maupun perguruan tinggi kepada para petani sangat
diperlukan.
Kata kunci: Investasi, publik, pertanian
ABSTRACT
Public investment in the agricultural sector is expected to increase production and farmer welfare. This study aims to
analyze business actors' perceptions of public investment policies and programs in the agricultural sector. The sample of
respondents were 300 farmers who cultivate rice, corn, soybeans, vegetables, cocoa and palm oil commodities in five districts
(Subang, Indramayu, Pacitan, North Lombok and North Luwuk). Based on the Importance Performance Analysis (IPA)
analysis, farmers' perceptions of government policies and investments in the agricultural sector show that several components
have different roles in supporting the agricultural sector. Components related to policy include government policies, government
assistance, and institutions, facilitation, and partnerships that play a role in creating regulations, incentives and
administrative support for farmers. Meanwhile, components related to investment programs include production facilities,
agricultural tools and machinery, and infrastructure whose performance must be maintained to increase productivity. In
addition, other factors such as human resources, research and development, technology utilization, and financing have varying
levels of importance and performance perceptions in each sample location and type of commodity, indicating the need for an
investment approach that is tailored to the specific needs of each region. As an effort to optimize public investment, mentoring
activities by ministries, institutions, the private sector and universities for farmers are very necessary.
Keywords: Agriculture, investment, public
Persepsi Pelaku Usahatani terhadap Kebijakan dan Program Investasi Publik di Sektor Pertanian
PERNYATAAN KUNCI
•
•
Investasi termasuk investasi pemerintah
memiliki peran penting dalam pertumbuhan
ekonomi nasional. Salah satu investasi
pemerintah yang memiliki peran penting
untuk mendorong laju pertumbuhan
ekonomi adalah investasi di bidang
pertanian. Investasi pada sektor pertanian
diharapkan dapat meningkatkan produksi
pertanian dan peningkatan kesejahteraan
petani. Sejalan dengan peningkatan
produksi sektor pertanian di dalam negeri
maka
dapat
berimplikasi
kepada
pengurangan laju impor produk-produk
pertanian dari luar negeri.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
informasi mengenai persepsi pelaku usaha
mengenai kebijakan dan program investasi
publik di sektor pertanian berkaitan dengan
saprodi, alsintan, sumber daya manusia
(SDM),
riset
dan
pengembangan,
infrastruktur, pemanfaatan
teknologi,
pembiayaan, kelembagaan, fasilitasi dan
pengembangan. Hasil analisis menemukan
bahwa persepsi petani terkait investasi
pemerintah pada sektor pertanian terkhusus
pada aspek sarana produksi, alat mesin
pertanian dan infrastruktur secara umum
harus dipertahankan kinerjanya. Adapun
faktor lainnya seperti sumber daya manusia,
riset dan pengembangan, pemanfaatan
teknologi,
pembiayaan,
kebijakan
pemerintah, bantuan pemerintah serta
kelembagaan, fasilitasi dan kemitraan,
responden petani memiliki tingkat
kepentingan dan juga persepsi kinerja yang
sangat bervariasi antar lokasi sampel dan
jenis komoditas.
REKOMENDASI KEBIJAKAN
Kebutuhan investasi publik masing-masing
daerah sampel penelitian memiliki prioritas
berbeda dan bervariasi. Beberapa responden lebih
membutuhkan pendampingan untuk adopsi
teknologi, sementara itu responden petani yang lain
fasilitasi peningkatan akses pasar dan pembiayaan.
Untuk itu, kebijakan investasi pemerintah di sektor
pertanian seyogyanya disesuaikan dengan
kebutuhan setiap wilayah.
Sebagai upaya optimalisasi investasi publik,
kegiatan pendampingan oleh kementerian lembaga,
pihak swasta maupun perguruan tinggi kepada para
petani
sangat
diperlukan. Pendampingan
diperlukan dengan pertimbangan usia petani
antara 45-54 tahun sebesar 28,69% dan hampir
74% petani tamat SD bahkan ada yang tidak tamat
SD sehingga relatif sulit untuk melakukan adopsi
teknologi. Peningkatan peran generasi Z untuk
berpartisipasi dalam sektor pangan dan pertanian
yang lebih mengenal digitalisasi sangat diperlukan.
Sebagai lesson learned IPB melibatkan generasi muda
pada program one village one CEO agar generasi
muda berperan serta dan terjun di sektor pertanian.
Keberadaan penyuluh dan koordinasi antar pihak
diharapkan lebih dapat membantu menginventarisi
kebutuhan petani berdasarkan wilayah dan
komoditasnya sehingga bantuan yang diberikan
dapat tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah.
PENDAHULUAN
Pandemi
Covid-19
menyebabkan
melambatnya perekonomian yang diprediksi
men (...truncated)