PERSEPSI PELAKU USAHATANI TERHADAP KEBIJAKAN DAN PROGRAM INVESTASI PUBLIK DI SEKTOR PERTANIAN

Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, Apr 2025

Investasi publik di sektor pertanian diharapkan dapat peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelaku usaha terhadap kebijakan dan program investasi publik di sektor pertanian. Sampel responden sebanyak 300 petani yang mengusahakan komoditas padi, jagung, kedelai, sayuran, kakao dan sawit di lima kabupaten (Subang, Indramayu, Pacitan, Lombok Utara dan Luwuk Utara). Persepsi petani berdasarkan analisis Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa sarana produksi, alat mesin pertanian dan infrastruktur secara umum harus dipertahankan kinerjanya. Sedangkan faktor lainnya seperti sumberdaya manusia, riset dan pengembangan, pemanfaatan teknologi, pembiayaan, kebijakan pemerintah, bantuan pemerintah serta kelembagaan, fasilitasi dan kemitraan, responden petani memiliki tingkat kepentingan dan juga persepsi kinerja yang sangat bervariasi antar lokasi sampel dan jenis komoditas. Sebagai upaya optimalisasi investasi publik, kegiatan pendampingan oleh kementerian lembaga, pihak swasta maupun perguruan tinggi kepada para petani sangat diperlukan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://journal.ipb.ac.id/index.php/jkebijakan/article/download/62166/30392

PERSEPSI PELAKU USAHATANI TERHADAP KEBIJAKAN DAN PROGRAM INVESTASI PUBLIK DI SEKTOR PERTANIAN

Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Vol.12 No.1, Tahun 2025 ISSN : 2355-6226 E-ISSN : 2477-0299 PERSEPSI PELAKU USAHATANI TERHADAP KEBIJAKAN DAN PROGRAM INVESTASI PUBLIK DI SEKTOR PERTANIAN Widyastutik1,2*, Hotsawadi4, Dewi Setyawati3, Syarifah Amaliah1,3, Iwan Hermawan5 1 Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University, Dramaga, Bogor, 16680, Indonesia 2 International Center for Applied Finance and Economics (Inter CAFE), IPB University 3 International Trade Analysis and Policy Studies, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University 4 Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman Jl. Tanah Grogot, Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119, Indonesia 5 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) *Email: ABSTRAK Investasi publik di sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelaku usaha terhadap kebijakan dan program investasi publik di sektor pertanian. Sampel responden sebanyak 300 petani yang mengusahakan komoditas padi, jagung, kedelai, sayuran, kakao dan sawit di lima kabupaten (Subang, Indramayu, Pacitan, Lombok Utara dan Luwuk Utara). Berdasarkan analisis Importance Performance Analysis (IPA), persepsi petani terhadao kebijakan dan investasi pemerintah terhadap sektor pertanian menunjukkan bahwa beberapa komponen memiliki peran yang berbeda dalam mendukung sektor pertanian. Komponen yang terkait dengan kebijakan mencakup kebijakan pemerintah, bantuan pemerintah, serta kelembagaan, fasilitasi, dan kemitraan yang berperan dalam menciptakan regulasi, insentif serta dukungan administratif bagi petani. Sementara itu, komponen yang terkait dengan program investasi meliputi sarana produksi, alat dan mesin pertanian, serta infrastruktur yang harus dipertahankan kinerjanya untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, faktor lain seperti sumber daya manusia, riset dan pengembangan, pemanfaatan teknologi, serta pembiayaan memiliki tingkat kepentingan dan persepsi kinerja yang bervariasi di setiap lokasi sampel dan jenis komoditas, yang menunjukkan perlunya pendekatan investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap daerah. Sebagai upaya optimalisasi investasi publik, kegiatan pendampingan oleh kementerian lembaga, pihak swasta maupun perguruan tinggi kepada para petani sangat diperlukan. Kata kunci: Investasi, publik, pertanian ABSTRACT Public investment in the agricultural sector is expected to increase production and farmer welfare. This study aims to analyze business actors' perceptions of public investment policies and programs in the agricultural sector. The sample of respondents were 300 farmers who cultivate rice, corn, soybeans, vegetables, cocoa and palm oil commodities in five districts (Subang, Indramayu, Pacitan, North Lombok and North Luwuk). Based on the Importance Performance Analysis (IPA) analysis, farmers' perceptions of government policies and investments in the agricultural sector show that several components have different roles in supporting the agricultural sector. Components related to policy include government policies, government assistance, and institutions, facilitation, and partnerships that play a role in creating regulations, incentives and administrative support for farmers. Meanwhile, components related to investment programs include production facilities, agricultural tools and machinery, and infrastructure whose performance must be maintained to increase productivity. In addition, other factors such as human resources, research and development, technology utilization, and financing have varying levels of importance and performance perceptions in each sample location and type of commodity, indicating the need for an investment approach that is tailored to the specific needs of each region. As an effort to optimize public investment, mentoring activities by ministries, institutions, the private sector and universities for farmers are very necessary. Keywords: Agriculture, investment, public Persepsi Pelaku Usahatani terhadap Kebijakan dan Program Investasi Publik di Sektor Pertanian PERNYATAAN KUNCI • • Investasi termasuk investasi pemerintah memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu investasi pemerintah yang memiliki peran penting untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi adalah investasi di bidang pertanian. Investasi pada sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani. Sejalan dengan peningkatan produksi sektor pertanian di dalam negeri maka dapat berimplikasi kepada pengurangan laju impor produk-produk pertanian dari luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai persepsi pelaku usaha mengenai kebijakan dan program investasi publik di sektor pertanian berkaitan dengan saprodi, alsintan, sumber daya manusia (SDM), riset dan pengembangan, infrastruktur, pemanfaatan teknologi, pembiayaan, kelembagaan, fasilitasi dan pengembangan. Hasil analisis menemukan bahwa persepsi petani terkait investasi pemerintah pada sektor pertanian terkhusus pada aspek sarana produksi, alat mesin pertanian dan infrastruktur secara umum harus dipertahankan kinerjanya. Adapun faktor lainnya seperti sumber daya manusia, riset dan pengembangan, pemanfaatan teknologi, pembiayaan, kebijakan pemerintah, bantuan pemerintah serta kelembagaan, fasilitasi dan kemitraan, responden petani memiliki tingkat kepentingan dan juga persepsi kinerja yang sangat bervariasi antar lokasi sampel dan jenis komoditas. REKOMENDASI KEBIJAKAN Kebutuhan investasi publik masing-masing daerah sampel penelitian memiliki prioritas berbeda dan bervariasi. Beberapa responden lebih membutuhkan pendampingan untuk adopsi teknologi, sementara itu responden petani yang lain fasilitasi peningkatan akses pasar dan pembiayaan. Untuk itu, kebijakan investasi pemerintah di sektor pertanian seyogyanya disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah. Sebagai upaya optimalisasi investasi publik, kegiatan pendampingan oleh kementerian lembaga, pihak swasta maupun perguruan tinggi kepada para petani sangat diperlukan. Pendampingan diperlukan dengan pertimbangan usia petani antara 45-54 tahun sebesar 28,69% dan hampir 74% petani tamat SD bahkan ada yang tidak tamat SD sehingga relatif sulit untuk melakukan adopsi teknologi. Peningkatan peran generasi Z untuk berpartisipasi dalam sektor pangan dan pertanian yang lebih mengenal digitalisasi sangat diperlukan. Sebagai lesson learned IPB melibatkan generasi muda pada program one village one CEO agar generasi muda berperan serta dan terjun di sektor pertanian. Keberadaan penyuluh dan koordinasi antar pihak diharapkan lebih dapat membantu menginventarisi kebutuhan petani berdasarkan wilayah dan komoditasnya sehingga bantuan yang diberikan dapat tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 menyebabkan melambatnya perekonomian yang diprediksi men (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jkebijakan/article/download/62166/30392
Article home page: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jkebijakan/article/view/62166/30392

Widyastutik, Hotsawadi, Dewi Setyawati, Amaliah Syarifah, Iwan Hermawan. PERSEPSI PELAKU USAHATANI TERHADAP KEBIJAKAN DAN PROGRAM INVESTASI PUBLIK DI SEKTOR PERTANIAN, Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 2025, pp. 59-68,