Volume: 2 | Nomor 1 | Mei 2024 | E-ISSN : 2987-9264 | DOI: 10.47709/geci.v2i1.5797
Implementasi Perilaku Toleransi Antar Umat Beragama
Melalui Program Seroja Mekar di SDN107955 Lubuk
Pakam
Author:
Jesika Sitorus1
Annisa Arnun2
Afiliation:
SDN 1019121
SDS IT Arisa2
Corresponding email
[email protected]
Histori Naskah:
Submit: 1 Mei 2024
Accepted: 15 Mei 2024
Published: 30 Mei 2024
How To cite:
This is an Creative Commons License
This work is licensed under a Creative
Commons Attribution-NonCommercial
4.0 International License
Abstrak:
Latar belakang: Penelitian ini membahas mengenai program Seroja
Mekar yang dikembangkan oleh salah satu sekolah dasar negeri di
Lubuk Pakam. Seroja Mekar bertujuan untuk menumbuhkan sikap
toleransi antar umat beragama di sekolah tersebut. Program Seroja
Mekar terus tumbuh dengan baik dan didukung oleh seluruh guru dan
staf sekolah, termasuk para orangtua. Metode penelitian: penelitian
yang digunakan adalah kualitatif dengan pengolahan data berdasarkan
observasi langsung, wawancara dan dokumentasi (triangulasi).
Pelaksanaan penelitian di sebuah sekolah dasar negeri Lubuk Pakam.
Hasil penelitian: Program Seroja Mekar terlaksana dengan baik dan
lancar di setiap minggu 1 dan ketiga, dan diketahui perilaku rukun ,
saling menghormati dan bertoleransi anak sesama murid telah tumbuh
dengan baik di sekolah tersebut.Kesimpulan: Dibutuhkan sebuah
konsistensi perilaku dari program-program nyata untuk membentuk
perilaku anak yang bertoleransi untuk bisa membangunsuatu generasi
madani yang nasionalis kelak. Penanaman perilaku bertoleransi harus
digerakan sedari dini
.
Kata kunci: Program Seroja Mekar, toleransi, Sekolah Dasar
Pendahuluan
Membentuk generasi madani yang tumbuh dengan kesadaran perilaku pancasilais, merupakan
suatu tantangan mendesak bagi setiap satuan jenjangan pendidikan terhadap murid-muridnya (Putera, M.
Habibi, Chandra, & Zuryanty, 2024). Sekolah merupakan wadah paling tepat untuk membentuk karakter
tersebut, demi terciptanya seorang insan yang selain kreatif dan cerdas, juga memiliki sikap gotong royong,
nasionalis dan toleransi yang tinggi demi tercapainya Indonesia emas 2045 (Azhari, Utaminingsih, &
Fardani, 2022)
Perilaku bermoral menjadi sasaran penting dari perkembangan seorang individu yang tidak
terbataskan kepada pencapaian akademik saja, melainkan kepada keseimbangan akhlak, intelektual, iman
dan takwa (Kemendikbud, 2018), termasuk diantaranya penanaman sikap gotong royong, toleransi dan
nasionalis. Kemampuan mengembangkan sikap, terutama sikap tolerasi adalah dasar-dasar penting setiap
insan yang tumbuh di negara Indonesia dengan keberagaman suku, budaya dan agama. Kemampuan setiap
satuan pendidikan dalam menanamkan sikap toleransi sedari dini, akan menjadi bibit baik dari setiap lapisan
masyarakat demi kekokohan negara ini kedepannya (Yuniarto, Krismawanto, & Setiyaningtiyas, 2023).
Urgenitas pengembangan perilaku bertoleransi harus dipupuk sejak dini, demi tercapainya perilaku
nasionalis yang melekat hingga dewasa kelak. Berkenaan dengan hal tersebut, beragam program sebagai
inovasi dikembangkan banyak satuan pendidikan demi tercapainya hal tersebut, salah satunya adalah
program Seroja Mekar (Sehat Rohani Jasmani Siswa Menjadi Berkarakter) yang dikembangkan oleh SDN
171
Volume: 2 | Nomor 1 | Mei 2024 | E-ISSN : 2987-9264 | DOI: 10.47709/geci.v2i1.5797
107955 yang terletak di Lubuk Pakam. Program ini adalah langkah nyata yang merupakan implementasi
poin toleransi yang dikembangkan demi tercapainya insan berkarakter
Studi Literatur
Toleransi merupakan perilaku untuk saling menghormati, menghargai suatu perbedaan, dan
keberagaman. Sikap bertoleransi dalam berkehidupan pada negara pluralistik seperti di Indonesia perlu
terus dikembangkan dan diasah sedari dini, demi tercapainya kedamaian dan ketentraman dalam
berkehidupan berbangsa (Tamaeka, 2022). Kepentingan menanamkan perilaku bertoleransi dipengaruhi
oleh banyaknya tindakan-tindakan anarkis oleh para remaja dan masyarakat yang belum mampu memahami
makna perbedaan, sehingga konflik berkepanjangan terus belanjut, mulai dari konflik karena perbedaan
agama yang menimbulkan keributan antar umat, termasuk adanya perilaku intoleransi yang menyebabkan
adanya tawuran antar kampung hingga memakan banyak korban jiwa (JANAH, HIDAYATI, &
MAULIDIN, 2024).
Sikap intoleransi yang terjadi di Indonesia, banyak dipicu oleh ketidaksiapan generasi dalam
menerima suatu perbedaan, mulai dari perbedaan agama, pendapat, etnis dan budaya, serta lainnya
(Permana & Riyani, 2023). Bukan saja karena tidak bisa dihindari atas nusantara yang beragam, namun
perilaku mampu bersikap toleransi merupakan cerminan perilaku kedewasaan dalam menyelesaikan
masalah. Itulah sebabnya, perlu penanaman perilaku toleransi secara dini dimanapun berada.
Salam satu program yang dikembangkan dengan tujuan mengasah perilaku toleransi yang
dilakukan, adalah program SEROJA MEKAR (Sehat Rohani Jasmani Siswa Menjadi Berkarakter) oleh
kepala sekolah dalam bentuk kegiatan di setiap hari Jumat pada minggu ke 1 dan ketiga, berupa kegiatan
rohani siswa-siswi sesuai dengan agama kepercayaannya secara serentak di sekolah. Kegiatan ini bertujuan
untuk mengembangkan rasa toleransi antar umat beragama dalam satu sekolah yang hasilnya dapat
dilakukan secara serentak dalam satu wilayah, yaitu sekolah. Setiap anak memiliki hak yang sama dalam
menerima pendidikan agama di tempat yang sama, tidak ada perbedaan yang menyebabkan ketimpangan
dari salah satu diantaranya.
Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pengolahan data triangulasi, yaitu melalui observasi langsung,
dokumentasi dan wawancara yang dilakukan kepada baik guru maupun orangtua terkait perilaku toleransi
dari anak-anak di sekolah tersebut. Penelitian dilakukan di SDN 107955 Lubuk Pakam.
Gambar 1. Analisis Data Triangulasi oleh Sugiyono (Sugioyo, 2019)
Hasil
Seroja Mekar dilaksanakan dua kali dalam sebulan di minggu ke 1 dan 3 di hari Jumat secara
serentak oleh seluruh kelas sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Pelaksanaan Seroja Mekar
172
Volume: 2 | Nomor 1 | Mei 2024 | E-ISSN : 2987-9264 | DOI: 10.47709/geci.v2i1.5797
adalah dimulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 09.00, yang dilanjutkan dengan acara makan bersama di
lapangan sekolah, dengan membawa bekal makanan dari rumah masing-masing.
Murid-murid beragama Kristen dan Katolik sesuai jenjangan masing-masing mengikuti
pembelajaran agama Kristen/ Katolik sesuai pemisahan ruangan, sedang murid-murid beragama Islam
mengikuti pembelajaran mengaji (membaca iqra dan sebagainya)
.
Gambar 2. Kegiatan Rutin Makan Bersama
Pembahasan
Program Seroja Mekar yang diterapkan pada SDN 107955 Lubuk Pakam bertujuan
menanamkan perilaku toleransi terhadap keberagaman agama dan suku diantara murid-murid di
sekolah tersebut. Konsistensi seluruh guru dan staf di sekolah tersebut telah berhasil membentuk
karakteristik bertoleransi dari para murid dari bukti diantara saat makan bersama murid-murid
m (...truncated)