Penerapan Musik Klasik untuk Mengatasi Gangguan Pola Tidur pada Pasien dengan Gangguan Depresi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Volume 7 Nomor 2, April 2025
e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
PENERAPAN MUSIK KLASIK UNTUK MENGATASI GANGGUAN POLA TIDUR
PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN DEPRESI
Nazala Sholihatun Nissa, Shanti Wardaningsih*
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl. Brawijaya, Geblagan,
Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183, Indonesia
*
ABSTRAK
Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien dengan depresi dan
dapat berdampak negatif pada kualitas hidup. Berbagai metode nonfarmakologis, seperti terapi musik
klasik, telah dikembangkan untuk membantu mengatasi gangguan pola tidur. Penelitian ini bertujuan
untuk memahami efektivitas terapi musik klasik dalam memperbaiki kualitas tidur pada pasien dengan
depresi. Penelitian ini meliputi desain studi kasus dengan asuhan keperawatan secara komprehensif,
meliputi dari pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek
penelitian adalah seorang perempuan berusia 19 tahun yang didiagnosis depresi dengan gejala psikotik
dan mengalami gangguan tidur. Intervensi terapi musik klasik diberikan selama tiga hari di rumah
sakit swasta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS untuk mengukur tingkat depresi dan
PSQI untuk menilai kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi. Metode yang dilakukan dengan
pre-test dan post-test design without control group menggunakan instrumen terstandar (PSQI), serta
didukung oleh observasi selama proses asuhan keperawatan. Hasil menunjukkan terjadi penurunan
skor PSQI dari 16 pada hari pertama setelah diberi intervensi, kemudian menjadi 15 pada hari kedua
intervensi, dan total skor 5 pada hari ketiga setelah di intervensi, yang mengindikasikan adanya
perbaikan kualitas tidur secara bertahap. Kesimpulan yang bisa didapatkan dari penelitian ini yaitu
terapi musik klasik efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan gangguan depresi,
sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk mengatasi
gangguan pola tidur.
Kata kunci: depresi; gangguan tidur; kualitas tidur; terapi musik
APPLICATION OF CLASSICAL MUSIC TO ADDRESS SLEEP PATTERN DISORDERS
IN PATIENTS WITH DEPRESSIVE DISORDERS
ABSTRACT
Sleep disorders are one of the issues frequently experienced by patients with depression and can
negatively impact their quality of life. Various non-pharmacological methods, such as classical music
therapy, have been developed to help address sleep pattern disturbances. This study aims to
understand the effectiveness of classical music therapy in improving sleep quality in patients with
depression. This research includes a case study design with comprehensive nursing care, covering
assessment, diagnosis, planning, implementation, and nursing evaluation. The research subject is a
19-year-old woman diagnosed with depression with psychotic symptoms and experiencing sleep
disturbances. The classical music therapy intervention was administered for three days in a private
hospital. The instruments used were the DASS questionnaire to measure the level of depression and
the PSQI to assess sleep quality before and after the intervention. The method used was a pre-test and
post-test design without a control group, utilizing standardized instruments (PSQI), and supported by
observations during the nursing care process. The results show a decrease in PSQI scores from 16 on
the first day after the intervention, then to 15 on the second day of the intervention, and a total score
of 5 on the third day after the intervention, indicating a gradual improvement in sleep quality. The
conclusion that can be drawn from this study is that classical music therapy is effective in improving
sleep quality in patients with depressive disorders, and thus can be used as one of the nonpharmacological nursing interventions to address sleep pattern disturbances.
849
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 7 No 2, April 2025
Global Health Science Group
Keywords: depression; music therapy; sleep disorders; sleep quality
PENDAHULUAN
Gangguan jiwa adalah suatu masalah yang berkaitan dengan kesehatan yang memengaruhi
pola pikir, perasaan, perilaku, serta cara seseorang berhubungan dengan orang lain. Kondisi
ini bisa muncul dalam tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari kondisi yang ringan
hingga kondisi berat, sehingga perlu mendapatkan penanganan dan perhatian. Gangguan jiwa
dapat diartikan dengan adanya gangguan pada aspek pikiran, emosi, dan perilaku individu,
yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Penting untuk dipahami bahwa adanya gangguan jiwa bukanlah indikasi kelemahan karakter
atau sesuatu yang dapat disepelekan, melainkan sebuah kondisi medis yang memerlukan
perhatian serta penanganan khusus. Pada beberapa aspek krusial dalam kehidupan manusia,
gejala khas gangguan jiwa terdiri dari penderitaan (distress) dan gangguan (impairment).
Menurut WHO (2001) mengatakan bahwa satu dari setiap empat individu di seluruh dunia
diperkirakan akan menghadapi gangguan mental atau neurologis pada suatu saat dalam hidup
mereka.Gangguan mental harus ditangani dengan serius karena sangat umum dan berdampak
besar pada kualitas hidup penderita (Vitoasmara et al. 2024). Faktornya meliputi psikologi,
perilaku, biologi, dan interaksi sosial dengan orang lain (Suleha, Sutria, and Palinrungi 2025).
Depresi adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami perasaan tidak bahagia dan
ketidakpuasan, yang kemudian menimbulkan kesedihan yang intens dan pada akhirnya dapat
mengganggu serta memengaruhi kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Menurut
PPDGJ-III bahwa gejala depresi yaitu afek depresif, menurunnya kemauan untuk melakukan
kegiatan, dan berkurangnya energi sehingga menimbulkan rasa lelah (Putri et al. 2024).
Tanda-tanda umum dari berbagai jenis gangguan depresi meliputi perasaan sedih, hampa, atau
suasana hati yang mudah tersinggung, yang disertai dengan perubahan fisik dan pola pikir.
Perubahan-perubahan ini secara signifikan dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam
menjalani aktivitas sehari-hari (Ramadani et al. 2024). Depresi adalah salah satu dari banyak
masalah yang muncul pada periode masa kanak-kanak hingga remaja dan terkait dengan
masalah kesehatan jiwa (Prayitno et al. 2022). Adanya emosi, pikiran, keputusan, dan
interaksi yang mengalami perubahan mereka dengan dunia luar semuanya dipengaruhi oleh
hal ini (Putri et al. 2024). Depresi biasanya juga ditandai dengan kurangnya motivasi,
gangguan tidur, kesulitan dalam fungsi kognitif, serta gejala emosional seperti perasaan
bersalah. Tingginya angka kejadian depresi dapat berkaitan dengan faktor genetik, psikologis,
maupun sosial. Selain itu, depresi bisa disertai kejang berulang yang mungkin muncul
meskipun pasien sedang dalam masa remisi, atau bahkan berlangsung lebih lama daripada
penyakit utama (...truncated)