Pengaruh Pemberian Latihan Range of Motion (Cylindrical Grip) terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik

JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL, Apr 2025

Stroke adalah kondisi dari disfungsi neurologic yang disebabkan adanya gangguan aliran darah, sehingga pasokan darah ke otak menjadi terganggu dan mengakibatkan kelainan pada fungsi system saraf. Salah satu tanda dan gejala dari stroke ialah kelumpuhan di anggota tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah pengaruh pemberian latihan ROM cylindrical grip terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik. Metode penelitian yang digunakan merupakan desain case report pada pasien Ny. F di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian dilakukan pada 17 – 21 April 2025. Instrument yang digunakan adalah embar observasi kekuatan otot pasien. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengevaluasi aapah terdapat peningkatan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa kekuatan ekstremitas atas Ny. F sebelum diberi intervensi adalah 2, setelah dilakukan intervensi selama lima hari berturut-turut terjadi peningkatan menjadi 4. Pemberian latihan cylindrical grip dengan inovasi box terdapat pengaruh dalam peningkatan kekuatan otot pada pasien Ny. F

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/6395/4464

Pengaruh Pemberian Latihan Range of Motion (Cylindrical Grip) terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik

Jurnal Penelitian Perawat Profesional Volume 7 Nomor 2, April 2025 e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757 http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN RANGE OF MOTION (CYLINDRICAL GRIP) TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK Fiena Rahmadania1, Ari Budiati Sri Hidayati1*, Yuni Pratiwi2 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl. Brawijaya, Geblagan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183, Indonesia 2 RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jl. Wates, Jl. Nasional III KM.5,5, Bodeh, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55294, Indonesia * 1 ABSTRAK Stroke adalah kondisi dari disfungsi neurologic yang disebabkan adanya gangguan aliran darah, sehingga pasokan darah ke otak menjadi terganggu dan mengakibatkan kelainan pada fungsi system saraf. Salah satu tanda dan gejala dari stroke ialah kelumpuhan di anggota tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah pengaruh pemberian latihan ROM cylindrical grip terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik. Metode penelitian yang digunakan merupakan desain case report pada pasien Ny. F di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian dilakukan pada 17 – 21 April 2025. Instrument yang digunakan adalah embar observasi kekuatan otot pasien. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengevaluasi aapah terdapat peningkatan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa kekuatan ekstremitas atas Ny. F sebelum diberi intervensi adalah 2, setelah dilakukan intervensi selama lima hari berturut-turut terjadi peningkatan menjadi 4. Pemberian latihan cylindrical grip dengan inovasi box terdapat pengaruh dalam peningkatan kekuatan otot pada pasien Ny. F Kata kunci: cylindrical grip; kekuatan otot; stroke non hemoragik THE EFFECT OF RANGE OF MMOTION (CYLINDRICAL GRIP) EXERCISE ON MUSCLE STRENGTH IMPROVEMENT IN NON HEMORARHAGE STROKE PATIENTS ABSTRACT Stroke is a condition of neurological dysfunction caused by a disruption in blood flow, which leads to an interruption in the blood supply to the brain, resulting in abnormalities in the function of the nervous system. One of the signs and symptoms of stroke is paralysis in the limbs. This study aims to determine whether the administration of ROM cylindrical grip exercises has an effect on increasing muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients. This research method is a case report design on Mrs. F at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The study was conducted from April 17 to April 21, 2025. The instrument used was an observation sheet for the patient's muscle strength. The data obtained were then analyzed to evaluate whether the patient’s muscle strength increased before and after the intervention. The results showed that the upper extremity strength of Mrs. F before the intervention was 3, and after a five-day consecutive intervention, it increased to 4. The administration of the cylindrical grip exercise with innovation box had an effect on improving the muscle strength in patients Mrs. F Keywords: cyindrical grip; muscle strength; non-hemorrhagic stroke PENDAHULUAN Stroke adalah kondisi disfungsi neurologic yang disebabkan adanya gangguan aliran darah, sehingga pasokan darah ke otak menjadi terganggu dan mengakibatkan kelainan pada fungsi system saraf. Gangguan dari stroke sendiri memiliki beberapa tanda dan gejala seperti 817 Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 7 No 2, April 2025 Global Health Science Group terjadinya kelumpuhan di anggota tubuh atau wajah, bicara tidak jelas (pelo), gangguan penglihatan bahkan pendengaran (Utama & Nainggolan, 2022) Menurut World Health Organization, Stroke adalah kondisi medis dimana pasokan darah ke otak terganggu mengakibatkan kerusakan pada bagian otak (WHO, 2022). Stroke memiliki beberapa klasifikasi, yaitu stroke hemoragik dan stroke non-hemoragik. Perbedaannya adalah Stroke Hemoragik berarti terjadi pendarahan di otak yang di akibatkan oleh pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Sedangkan, Stroke Non Hemoragik terjadi akibat sumbatan pada pembuluh darah, sehingga menyebabkan kematian di jaringan otak (infark) (Sonhaji et al., 2025) Menurut WHO sebanyak 357.183 orang meninggal dikarenakan stroke non hemoragik. Melihat jumlah data pasien di Indonesia tahun 2018, bahwa sebanyak 713.783 orang pertahun dengan rata rata jumlah kematiannya ialah 21,12%. Frekuensi stroke usia 15-44 tahun yaitu 152.601 dan mengalami kenaikan 63.993 (Nurhayari et al., 2025),Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di tahun 2018, angka kejadian stroke di Indonesia telah mencapai 10,9 per 1.000 penduduk. Provinsi yang memiliki angka kejadian stroke tertinggi yaitu ada pada Kalimantan timur dengan 14,7 per 1.000 penduduk, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 14,6 per 1.000 penduduk dan terakhir Sulawesi Utara dengan 14,2 per 1.000 penduduk (Riskesdas, 2018)Salah satu dampak stroke yang harus diperhatikan ialah kelumpuhan (hemiparase) pada anggota gerak. Pasien mengalami kelemahan anggota gerak sehingga terganggunya aktivitas sehari hari. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan motoric pada otak yang menyebabkan keterbatasan gerak (Purqan Nur et al., 2023). Salah satu terapi yang bisa diberikkan pada pasien stroke dengan gangguan kekuatan ekstremitas yaitu dengan Latihan rentang gerak yang disebut dengan latihan ROM Range of Motion atau Latihan gerak otot biasanya diberikan pada pasien yang memiliki gerak mobilisasi yang terbatas baik gerak aktif aupun pasif. Tujuan dari Latihan ROM ini ialah untuk memperbaiki atau mempertahankan kekuatan otot, memelihara persendian dan merangsang sirkulasi darah. (Rafiudin et al., 2024) (Chornellya et al., 2023). Latihan ROM yang bisa dilakukan dalam meningkatkan kekuatan otot tangan ialah Latihan menggenggam dengan benda yang berbentuk silinder atau yang disebut dengan Cylindrical Grip. Benda yang bisa digunakan ialah yang ada dikehidupan sehari-hari handle pintu, handle jendela, bola-bola, dan keran air. Cylindrical Grip adalah Latihan ROM menggunakan benda berbentuk silinder banyak memiliki manfaat yaitu untuk melatih tangan mengenggam, meningkatkan kekuatan otot dan mencegah kehilangan fungsi pada bagian tubuh termasuk tangan. (Rafiudin et al., 2024). Hasil penelitian lain didapatkan hasil bahwa penerapan latihan ROM menggunakan Cylindrical Grip yang dilakukan pada pasien stroke non hemoragik mampu meningkatkan kekuatan motoric otot (Agustina et al., 2021). Cylindrical Grip ini juga telah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan Chorunnisya tentang Penerapan Rom Aktif yang dilakukan pada dua subjek terbukti bahwa penerapan ini berhasil meningkatkan kekuatan otot ekstremitas pada pasien stroke non hemoragik (Choirunnisya et al., 2023).Dalam menghadapai ujian dari Allah SWT, maka wajib bagi umatnya untuk ber ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan, sebagaimana Allah menegaskan dalam surah Asy-Syarh ayat 5-6 Yang artinya “Bahwa sesungguhnya sesudah kesulit (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/6395/4464
Article home page: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/6395/4464

Fiena Rahmadania, Hidayati Ari Budiati Sri, Yuni Pratiwi. Pengaruh Pemberian Latihan Range of Motion (Cylindrical Grip) terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik, JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL, 2025, pp. 817-822,