Pengaruh Pemberian Latihan Range of Motion (Cylindrical Grip) terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Volume 7 Nomor 2, April 2025
e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN RANGE OF MOTION (CYLINDRICAL
GRIP) TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE
NON HEMORAGIK
Fiena Rahmadania1, Ari Budiati Sri Hidayati1*, Yuni Pratiwi2
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl. Brawijaya, Geblagan,
Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183, Indonesia
2
RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jl. Wates, Jl. Nasional III KM.5,5, Bodeh, Ambarketawang, Gamping,
Sleman, Yogyakarta 55294, Indonesia
*
1
ABSTRAK
Stroke adalah kondisi dari disfungsi neurologic yang disebabkan adanya gangguan aliran darah,
sehingga pasokan darah ke otak menjadi terganggu dan mengakibatkan kelainan pada fungsi system
saraf. Salah satu tanda dan gejala dari stroke ialah kelumpuhan di anggota tubuh. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat adakah pengaruh pemberian latihan ROM cylindrical grip terhadap
peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik. Metode penelitian yang digunakan
merupakan desain case report pada pasien Ny. F di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian
dilakukan pada 17 – 21 April 2025. Instrument yang digunakan adalah embar observasi kekuatan otot
pasien. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengevaluasi aapah terdapat peningkatan
kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa kekuatan
ekstremitas atas Ny. F sebelum diberi intervensi adalah 2, setelah dilakukan intervensi selama lima
hari berturut-turut terjadi peningkatan menjadi 4. Pemberian latihan cylindrical grip dengan inovasi
box terdapat pengaruh dalam peningkatan kekuatan otot pada pasien Ny. F
Kata kunci: cylindrical grip; kekuatan otot; stroke non hemoragik
THE EFFECT OF RANGE OF MMOTION (CYLINDRICAL GRIP) EXERCISE ON
MUSCLE STRENGTH IMPROVEMENT IN NON HEMORARHAGE STROKE
PATIENTS
ABSTRACT
Stroke is a condition of neurological dysfunction caused by a disruption in blood flow, which leads to
an interruption in the blood supply to the brain, resulting in abnormalities in the function of the
nervous system. One of the signs and symptoms of stroke is paralysis in the limbs. This study aims to
determine whether the administration of ROM cylindrical grip exercises has an effect on increasing
muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients. This research method is a case report design on
Mrs. F at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The study was conducted from April 17 to April
21, 2025. The instrument used was an observation sheet for the patient's muscle strength. The data
obtained were then analyzed to evaluate whether the patient’s muscle strength increased before and
after the intervention. The results showed that the upper extremity strength of Mrs. F before the
intervention was 3, and after a five-day consecutive intervention, it increased to 4. The administration
of the cylindrical grip exercise with innovation box had an effect on improving the muscle strength in
patients Mrs. F
Keywords: cyindrical grip; muscle strength; non-hemorrhagic stroke
PENDAHULUAN
Stroke adalah kondisi disfungsi neurologic yang disebabkan adanya gangguan aliran darah,
sehingga pasokan darah ke otak menjadi terganggu dan mengakibatkan kelainan pada fungsi
system saraf. Gangguan dari stroke sendiri memiliki beberapa tanda dan gejala seperti
817
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 7 No 2, April 2025
Global Health Science Group
terjadinya kelumpuhan di anggota tubuh atau wajah, bicara tidak jelas (pelo), gangguan
penglihatan bahkan pendengaran (Utama & Nainggolan, 2022) Menurut World Health
Organization, Stroke adalah kondisi medis dimana pasokan darah ke otak terganggu
mengakibatkan kerusakan pada bagian otak (WHO, 2022). Stroke memiliki beberapa
klasifikasi, yaitu stroke hemoragik dan stroke non-hemoragik. Perbedaannya adalah Stroke
Hemoragik berarti terjadi pendarahan di otak yang di akibatkan oleh pecahnya pembuluh
darah di dalam otak. Sedangkan, Stroke Non Hemoragik terjadi akibat sumbatan pada
pembuluh darah, sehingga menyebabkan kematian di jaringan otak (infark) (Sonhaji et al.,
2025)
Menurut WHO sebanyak 357.183 orang meninggal dikarenakan stroke non hemoragik.
Melihat jumlah data pasien di Indonesia tahun 2018, bahwa sebanyak 713.783 orang pertahun
dengan rata rata jumlah kematiannya ialah 21,12%. Frekuensi stroke usia 15-44 tahun yaitu
152.601 dan mengalami kenaikan 63.993 (Nurhayari et al., 2025),Berdasarkan Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) di tahun 2018, angka kejadian stroke di Indonesia telah
mencapai 10,9 per 1.000 penduduk. Provinsi yang memiliki angka kejadian stroke tertinggi
yaitu ada pada Kalimantan timur dengan 14,7 per 1.000 penduduk, Daerah Istimewa
Yogyakarta dengan 14,6 per 1.000 penduduk dan terakhir Sulawesi Utara dengan 14,2 per
1.000 penduduk (Riskesdas, 2018)Salah satu dampak stroke yang harus diperhatikan ialah
kelumpuhan (hemiparase) pada anggota gerak. Pasien mengalami kelemahan anggota gerak
sehingga terganggunya aktivitas sehari hari. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan
motoric pada otak yang menyebabkan keterbatasan gerak (Purqan Nur et al., 2023). Salah satu
terapi yang bisa diberikkan pada pasien stroke dengan gangguan kekuatan ekstremitas yaitu
dengan Latihan rentang gerak yang disebut dengan latihan ROM
Range of Motion atau Latihan gerak otot biasanya diberikan pada pasien yang memiliki gerak
mobilisasi yang terbatas baik gerak aktif aupun pasif. Tujuan dari Latihan ROM ini ialah
untuk memperbaiki atau mempertahankan kekuatan otot, memelihara persendian dan
merangsang sirkulasi darah. (Rafiudin et al., 2024) (Chornellya et al., 2023). Latihan ROM
yang bisa dilakukan dalam meningkatkan kekuatan otot tangan ialah Latihan menggenggam
dengan benda yang berbentuk silinder atau yang disebut dengan Cylindrical Grip. Benda
yang bisa digunakan ialah yang ada dikehidupan sehari-hari handle pintu, handle jendela,
bola-bola, dan keran air. Cylindrical Grip adalah Latihan ROM menggunakan benda
berbentuk silinder banyak memiliki manfaat yaitu untuk melatih tangan mengenggam,
meningkatkan kekuatan otot dan mencegah kehilangan fungsi pada bagian tubuh termasuk
tangan. (Rafiudin et al., 2024). Hasil penelitian lain didapatkan hasil bahwa penerapan latihan
ROM menggunakan Cylindrical Grip yang dilakukan pada pasien stroke non hemoragik
mampu meningkatkan kekuatan motoric otot (Agustina et al., 2021). Cylindrical Grip ini juga
telah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan Chorunnisya tentang Penerapan Rom Aktif
yang dilakukan pada dua subjek terbukti bahwa penerapan ini berhasil meningkatkan
kekuatan otot ekstremitas pada pasien stroke non hemoragik (Choirunnisya et al.,
2023).Dalam menghadapai ujian dari Allah SWT, maka wajib bagi umatnya untuk ber ikhtiar
untuk mendapatkan kesembuhan, sebagaimana Allah menegaskan dalam surah Asy-Syarh
ayat 5-6
Yang artinya “Bahwa sesungguhnya sesudah kesulit (...truncated)