Analisis Marketing Mix Dengan Metode Clustering Pada Kompetitor Telkom University Surabaya
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.12, No.2 April 2025 | Page 347
Analisis Marketing Mix Dengan Metode Clustering Pada Kompetitor Telkom
University Surabaya
Irma Jauzalia Maheswari1, Dominggo Bayu Baskara2, Wachda Yuniar Rochmah3
Bisnis Digital, Direktorat Kampus Surabaya, Universitas Telkom, Indonesia,
2
Bisnis Digital, Direktorat Kampus Surabaya, Universitas Telkom, Indonesia,
3
Bisnis Digital, Direktorat Kampus Surabaya, Universitas Telkom, Indonesia,
1
Abstrak
Perkembangan perguruan tinggi di Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan yang berlaku sehingga mendorong
produktivitas dan daya saing di sektor pendidikan tinggi. Telkom University Surabaya menghadapi tantangan besar
dalam persaingan dengan institusi pendidikan tinggi lainnya di Jawa Timur.Latar belakang penelitian ini adalah
adanya ketimpangan dalam persaingan antara PTN-BH dan PTS yang memberikan keunggulan kompetitif bagi PTNBH dalam hal inovasi dan kualitas pendidikan. Transformasi dalam branding dan strategi pemasaran Telkom
University Surabaya menjadi krusial untuk meningkatkan daya saing dan pencapaian target penerimaan mahasiswa
baru. Masalah yang sedang dihadapi adalah pencapaian target penerimaan mahasiswa yang belum optimal sehingga
berpotensi menghambat perkembangan universitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran
kompetitor menggunakan metode Clustering K-Means dan Business Intelligence untuk memberikan rekomendasi
strategi yang lebih efektif bagi Telkom University Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
pengumpulan data sekunder dari seperti website resmi universitas, brosur institusi, portal Pemantauan Evaluasi &
Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PEMUTU), serta portal Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Metode Clustering K-Means digunakan untuk mengelompokkan
kompetitor berdasarkan strategi pemasaran yang didasarkan pada Marketing Mix (7P), sedangkan Business
Intelligence mendukung pengambilan keputusan strategis berdasarkan visualisasi data yang ditampilkan, kemudian
analisis perbandingan strategi pemasaran Marketing Mix (7P) digunakan untuk merumuskan strategi yang akan
diambil. Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan wawasan tentang posisi kompetitif Telkom University
Surabaya melalui Clustering K-Means dan Business Intelligence serta membantu merumuskan strategi pemasaran
yang efektif melaui analisis perbandingan strategi pemasaran Marketing Mix (7P) untuk mencapai target penerimaan
mahasiswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis dan praktis yang
signifikan bagi pengembangan teori strategi pemasaran dalam pendidikan tinggi serta memberikan wawasan praktis
bagi lembaga pendidikan tinggi di Jawa Timur dalam menghadapi persaingan.
Kata Kunci - Business Intelligence, Clustering K-means, Kompetitor, Marketing Mix, Strategi Pemasaran
Abstract
The development of higher education in Indonesia is influenced by prevailing policies, driving productivity and
competitiveness within the higher education sector. Telkom University Surabaya faces significant challenges in
competing with other higher education institutions in East Java. The background of this research lies in the disparity
between state universities with legal entities (PTN-BH) and private universities (PTS), which grants PTN-BH a
competitive advantage in terms of innovation and education quality. Therefore, transformation in the branding and
marketing strategies of Telkom University Surabaya becomes crucial to enhance competitiveness and achieve new
student enrollment targets. The main issue addressed in this study is the suboptimal achievement of new student
enrollment targets, which has the potential to hinder the university's growth. This research aims to analyze
competitors' marketing strategies using the K-Means Clustering method and Business Intelligence to provide more
effective marketing strategy recommendations for Telkom University Surabaya. This study adopts a quantitative
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.12, No.2 April 2025 | Page 348
research approach, utilizing secondary data sources such as official university websites, institutional brochures, the
Ministry of Education and Culture's Monitoring, Evaluation, and Quality Assurance Portal (PEMUTU), and the
National Accreditation Board for Higher Education (BAN-PT) portal. The K-Means Clustering method is employed
to group competitors based on their marketing strategies using the Marketing Mix (7P) framework, while Business
Intelligence supports strategic decision-making through data visualization. Additionally, a comparative analysis of
Marketing Mix (7P) strategies is conducted to formulate actionable strategies. The results of this study are expected
to provide insights into Telkom University Surabaya's competitive position through K-Means Clustering and Business
Intelligence, as well as to assist in formulating effective marketing strategies through a comparative analysis of
Marketing Mix (7P) strategies to achieve new student enrollment targets for the 2025/2026 academic year. This
research makes significant academic and practical contributions to the development of marketing strategy theories in
higher education and provides practical insights for higher education institutions in East Java in addressing
competitive challenges.
Kata Kunci - Business Intelligence, Competitors, K-Means Clustering, Marketing Mix, Marketing Strategy
I. PENDAHULUAN
Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk
mendorong kemajuan bangsa. Menurut L Marlinah (2019), perguruan tinggi merupakan wadah bagi para cendikiawan
untuk berkarya dan menghasilkan inovasi yang dapat memajukan berbagai bidang, termasuk ekonomi, sosial, budaya,
dan teknologi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perguruan tinggi di Indonesia mengalami
peningkatan pada tahun 2022. Tercatat, terdapat 4.004 perguruan tinggi di Indonesia pada tahun tersebut. Angka ini
menunjukkan peningkatan sebesar 0,73% dibandingkan tahun 2021 yang memiliki 3.975 perguruan tinggi. Sementara
itu, berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, terjadi
peningkatan jumlah Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) sejumlah 21 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan
Hukum (PTN-BH) dan 51 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kandidat pada tahun 2024. Sejak diberlakukannya UndangUndang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH)
memiliki otonomi penuh dalam mengelola keuangan, aset, dan sumber daya manusia secara mandiri, serupa dengan
model pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Status PTN-BH memberikan fleksibilitas kebijakan yang
lebih besar, termasuk peningkatan kuota penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri hingga 50%, yang secara tidak
langsung menciptakan ketimpangan dalam persaingan antara PTN dan (...truncated)