PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN
SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM
KABUPATEN KARO
Chornelyus Dehouq Simorangkir1, Amelia K.D. Sinaga2, Okki Helena Mandari Saragih3,
Yusnita Situmeang4
1
Universitas HKBP Nommensen Medan,
2
Universitas HKBP Nommensen Medan,
3
Universitas HKBP Nommensen Medan,
4
Universitas HKBP Nommensen Medan,
ABSTRAK
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses pemerolehan bahasa pertama dan kedua
pada anak usia 6 tahun yang berasal dari keluarga campuran suku Jawa dan Batak Toba di Desa Lau
Pakam, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif
dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan bernama Riska
Sitinjak, yang memperoleh bahasa Batak Toba sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia sebagai
bahasa kedua. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan denga malalui wawancara, observasi,
partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak memperoleh bahasa
pertama secara alami dari lingkungan keluarga dan sosial sejak dini, sedangkan bahasa kedua diperoleh
melalui pendidikan formal dan interaksi sosial yang lebih luas. Pemerolehan bahasa pada anak
berkembang dari tahap pralinguistik hingga dahap mahir, baik dalam bahasa ibu maupun bahasa
keduanya. Faktor lingkungan, dukungan orang tua, serta asupan gizi turut berperan dalam kelancaran
dalam pemerolehan bahasa. Sehingga anak dapat menguasai dua bahasa dengan baik tanpa mengalami
hambatan perkembangan bahasa yang signifikan.
Kata Kunci: Pemerolehan Bahasa; Anak usia dini; Bahasa pertama; Bahasa kedua; Bilingual; Batak
Toba;
ABSTRACK
This study aims to describe the acquisition process of the first and second languages in a 6-year-old
child from a mixed Javanese and Batak Toba family in Lau Pakam Village, Karo Regency. The research
employed a qualitative approach using a case study method. The subject was a girl named Riska
Sitinjak, who acquired Batak Toba as her first language and Indonesian as her second language. Data
were collected through interviews, participatory observation, and documentation. The results showed
that the first language was acquired naturally from her family and social environment from an early
age, while the second language was acquired through formal education and broader social
interactions. The child’s language development progressed from the prelinguistic stage to fluency in
both languages. Environmental factors, parental support, and nutritional intake significantly
contributed to her successful language acquisition. In conclusion, the child was able to master both
languages well without experiencing any significant language development issues.
Keywords: Language Acquisition; Early Childhood; First Language; Second Language; Bilingual;
Batak Toba;
How to Cite: Simorangkir, C. D., Sinaga, A. K., Saragih, O. H. M., & Situmeang, Y. (2026).
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU
JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO. Bahtera
Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia , 11(1), 181–191.
https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1319
181
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1319
PENDAHULUAN
verbal. Sedangkan pada bahasa kedua
Bahasa pertama (B1) merupakan
merupakan bahasa yang sudah dipahami
bahasa yang pertama sekali yang dipelajari
seseorang
dan dipahami oleh anak sejak ia dilahirkan.
pertamanya. Bahasa pada anak dapat
Bahasa dipelajari secara alami berdasarkan
menggambarkan pola pikir, perilaku, sikap,
interaksi pada lingkungan sekitar, terutama
serta kepribadian anak tersebut. Dalam
pada lingkungan keluarga dan komunitas
penelitian ini, kami mewawancarai si anak
tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Bahasa
untuk memperoleh cara dan bahasa yang ia
pertama (B1) ini juga disebut sebagai bahasa
gunakan
ibu. Pemerolehan bahasa merupakan sebuah
tersebut mempunyai bahasa pertama dan
kemampuan
menangkap,
bahasa kedua yang diperoleh dari kedua
menghasilkan, serta mengimplementasikan
orang tua beliau, sehingga dasar utama dari
ucapan
penelitian ini adalah bahasa dari anak
diri
atau
untuk
kata
dalam
memahami
setelah
dalam
memperoleh
berkomunikasi.
tersebut.
bahasa pertama atau juga disebut dengan
pertama dan bahasa kedua sianak juga
bahasa Ibu (Purnomo, 2019). Munurut
dilatarbelakangi dari lingkungan keluarga,
penelitian yang dilakukan
lingkungan sosial, faktor ekonomi, motivasi,
2017) bahwa pemerolehan bahasa pada anak
kalimat.
Anak
sudah
mengenal, dan sudah mengetahui dimana
gilirannya saat berbicara. Sedangkan di
dalam
penelitian
mengungkapkan
(Syaprizal,
bahwa
2019)
pemerolehan
bahasa pertama anak merupakan suatu
proses yang memang harus dikuasai oleh
anak untuk memperoleh bahasa keduanya.
Bahasa pertama merupakan bahasa
bahasa
serta kebutuhan anak.
yang berusia empat tahun ada pada tahap
perkembangan
pada
Anak
komunikasi yang saling berkaitan dengan
(Prasetiawan,
Perkembangan
bahasa
Pemerolehan
bahasa
merupakan
aktivitas mental yang terjadi pada otak
seseorang anak ketika ia mulai menguasai
bahasa pertamanya atau bahasa ibu (Chaer,
2009:167). Pemerolehan bahasa pada anak
juga dapat digambarkan sebagai sintaksis
yang berlangsung dari ucapan satu kata
hingga gabungan kata yang lebih komplit
(Nasyilah & Setiawan, 2025). Pemerolehan
bahasa ini juga alat yang digunakan dalam
yang dimiliki anak ketika ia sudah mulai
berinteraksi
bisa berbicara pada lingkungan secara
menyampaikan apa yang ingin disampaikan
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
atau berkomunikasi
untuk
182
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
(Asira, 2024). Proses ini menggambarkan
penggunaan bahasa di dalam lingkungan
sebuah usaha anak dalam memahami dan
sosial, budaya, dan juga di
menggunakan
keluarga. Peneliti melakukan penelitian
kemahiran
bahasa
untuk
dalam
mencapai
berbahasa
lingkungan
dan
terhadap pemerolehan Bahasa anak di Desa
mendapatkan kelancaran dan penguasaan
Lau Pakam, Kec. Mardingding, Kabupaten
yang fasih terhadap bahasa yang diperoleh
Karo, Sumatera Utara. Kami melakukan
dari ibu (B1) mereka. Oleh karena itu
penelitian terhadap anak dengan usia 6 tahun
pemerolehan
akan
yang memiliki dua suku campuran yaitu
membuat anak semakin lancar dan fasih
suku Batak Toba dan suku Jawa. Kami
dalam
2018).
melakukan penelitian ini pada tanggal 7-9
memungkinkan
April 2024. Lokasi tersebut dipilih karena
anak berinteraksi dengan lingkungan serta
merupakan tempat tinggal anak yang diteliti
menyampaikan
dan
bahasa
berbicara
Kemampuan
pada
(...truncated)