PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO

Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, Mar 2026

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses pemerolehan bahasa pertama dan kedua pada anak usia 6 tahun yang berasal dari keluarga campuran suku Jawa dan Batak Toba di Desa Lau Pakam, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan bernama Riska Sitinjak, yang memperoleh bahasa Batak Toba sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan denga malalui wawancara, observasi, partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak memperoleh bahasa pertama secara alami dari lingkungan keluarga dan sosial sejak dini, sedangkan bahasa kedua diperoleh melalui pendidikan formal dan interaksi sosial yang lebih luas. Pemerolehan bahasa pada anak berkembang dari tahap pralinguistik hingga dahap mahir, baik dalam bahasa ibu maupun bahasa keduanya. Faktor lingkungan, dukungan orang tua, serta asupan gizi turut berperan dalam kelancaran dalam pemerolehan bahasa. Sehingga anak dapat menguasai dua bahasa dengan baik tanpa mengalami hambatan perkembangan bahasa yang signifikan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/download/1319/415

PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO

ISSN 2541-3252 Vol.11, No.1, Mar. 2026 BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO Chornelyus Dehouq Simorangkir1, Amelia K.D. Sinaga2, Okki Helena Mandari Saragih3, Yusnita Situmeang4 1 Universitas HKBP Nommensen Medan, 2 Universitas HKBP Nommensen Medan, 3 Universitas HKBP Nommensen Medan, 4 Universitas HKBP Nommensen Medan, ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses pemerolehan bahasa pertama dan kedua pada anak usia 6 tahun yang berasal dari keluarga campuran suku Jawa dan Batak Toba di Desa Lau Pakam, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan bernama Riska Sitinjak, yang memperoleh bahasa Batak Toba sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan denga malalui wawancara, observasi, partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak memperoleh bahasa pertama secara alami dari lingkungan keluarga dan sosial sejak dini, sedangkan bahasa kedua diperoleh melalui pendidikan formal dan interaksi sosial yang lebih luas. Pemerolehan bahasa pada anak berkembang dari tahap pralinguistik hingga dahap mahir, baik dalam bahasa ibu maupun bahasa keduanya. Faktor lingkungan, dukungan orang tua, serta asupan gizi turut berperan dalam kelancaran dalam pemerolehan bahasa. Sehingga anak dapat menguasai dua bahasa dengan baik tanpa mengalami hambatan perkembangan bahasa yang signifikan. Kata Kunci: Pemerolehan Bahasa; Anak usia dini; Bahasa pertama; Bahasa kedua; Bilingual; Batak Toba; ABSTRACK This study aims to describe the acquisition process of the first and second languages in a 6-year-old child from a mixed Javanese and Batak Toba family in Lau Pakam Village, Karo Regency. The research employed a qualitative approach using a case study method. The subject was a girl named Riska Sitinjak, who acquired Batak Toba as her first language and Indonesian as her second language. Data were collected through interviews, participatory observation, and documentation. The results showed that the first language was acquired naturally from her family and social environment from an early age, while the second language was acquired through formal education and broader social interactions. The child’s language development progressed from the prelinguistic stage to fluency in both languages. Environmental factors, parental support, and nutritional intake significantly contributed to her successful language acquisition. In conclusion, the child was able to master both languages well without experiencing any significant language development issues. Keywords: Language Acquisition; Early Childhood; First Language; Second Language; Bilingual; Batak Toba; How to Cite: Simorangkir, C. D., Sinaga, A. K., Saragih, O. H. M., & Situmeang, Y. (2026). PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia , 11(1), 181–191. https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1319 181 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol.11, No.1, Mar. 2026 DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1319 PENDAHULUAN verbal. Sedangkan pada bahasa kedua Bahasa pertama (B1) merupakan merupakan bahasa yang sudah dipahami bahasa yang pertama sekali yang dipelajari seseorang dan dipahami oleh anak sejak ia dilahirkan. pertamanya. Bahasa pada anak dapat Bahasa dipelajari secara alami berdasarkan menggambarkan pola pikir, perilaku, sikap, interaksi pada lingkungan sekitar, terutama serta kepribadian anak tersebut. Dalam pada lingkungan keluarga dan komunitas penelitian ini, kami mewawancarai si anak tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Bahasa untuk memperoleh cara dan bahasa yang ia pertama (B1) ini juga disebut sebagai bahasa gunakan ibu. Pemerolehan bahasa merupakan sebuah tersebut mempunyai bahasa pertama dan kemampuan menangkap, bahasa kedua yang diperoleh dari kedua menghasilkan, serta mengimplementasikan orang tua beliau, sehingga dasar utama dari ucapan penelitian ini adalah bahasa dari anak diri atau untuk kata dalam memahami setelah dalam memperoleh berkomunikasi. tersebut. bahasa pertama atau juga disebut dengan pertama dan bahasa kedua sianak juga bahasa Ibu (Purnomo, 2019). Munurut dilatarbelakangi dari lingkungan keluarga, penelitian yang dilakukan lingkungan sosial, faktor ekonomi, motivasi, 2017) bahwa pemerolehan bahasa pada anak kalimat. Anak sudah mengenal, dan sudah mengetahui dimana gilirannya saat berbicara. Sedangkan di dalam penelitian mengungkapkan (Syaprizal, bahwa 2019) pemerolehan bahasa pertama anak merupakan suatu proses yang memang harus dikuasai oleh anak untuk memperoleh bahasa keduanya. Bahasa pertama merupakan bahasa bahasa serta kebutuhan anak. yang berusia empat tahun ada pada tahap perkembangan pada Anak komunikasi yang saling berkaitan dengan (Prasetiawan, Perkembangan bahasa Pemerolehan bahasa merupakan aktivitas mental yang terjadi pada otak seseorang anak ketika ia mulai menguasai bahasa pertamanya atau bahasa ibu (Chaer, 2009:167). Pemerolehan bahasa pada anak juga dapat digambarkan sebagai sintaksis yang berlangsung dari ucapan satu kata hingga gabungan kata yang lebih komplit (Nasyilah & Setiawan, 2025). Pemerolehan bahasa ini juga alat yang digunakan dalam yang dimiliki anak ketika ia sudah mulai berinteraksi bisa berbicara pada lingkungan secara menyampaikan apa yang ingin disampaikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau berkomunikasi untuk 182 ISSN 2541-3252 Vol.11, No.1, Mar. 2026 BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Asira, 2024). Proses ini menggambarkan penggunaan bahasa di dalam lingkungan sebuah usaha anak dalam memahami dan sosial, budaya, dan juga di menggunakan keluarga. Peneliti melakukan penelitian kemahiran bahasa untuk dalam mencapai berbahasa lingkungan dan terhadap pemerolehan Bahasa anak di Desa mendapatkan kelancaran dan penguasaan Lau Pakam, Kec. Mardingding, Kabupaten yang fasih terhadap bahasa yang diperoleh Karo, Sumatera Utara. Kami melakukan dari ibu (B1) mereka. Oleh karena itu penelitian terhadap anak dengan usia 6 tahun pemerolehan akan yang memiliki dua suku campuran yaitu membuat anak semakin lancar dan fasih suku Batak Toba dan suku Jawa. Kami dalam 2018). melakukan penelitian ini pada tanggal 7-9 memungkinkan April 2024. Lokasi tersebut dipilih karena anak berinteraksi dengan lingkungan serta merupakan tempat tinggal anak yang diteliti menyampaikan dan bahasa berbicara Kemampuan pada (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/download/1319/415
Article home page: http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/view/1319/415

Simorangkir Chornelyus Dehouq, Sinaga Amelia K.D., Saragih Okki Helena Mandari, Yusnita Situmeang. PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO, Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 2026,