Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Melalui Employee Engagement pada SMP di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut

Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management (JESM), May 2026

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi terhadap kinerja guru dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 76 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap employee engagement dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,094, nilai t-statistic sebesar 1,058, dan p-value sebesar 0,290. Sebaliknya, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,760, t-statistic sebesar 10,835, dan p-value < 0,000. Selanjutnya, employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,815, t-statistic sebesar 19,504, dan p-value < 0,000. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,238, t-statistic sebesar 1,029, dan p-value sebesar 0,303. Sementara itu, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,628, t-statistic sebesar 9,924, dan p-value < 0,000. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa employee engagement tidak memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi memiliki peran penting dalam meningkatkan employee engagement dan kinerja guru, sedangkan kepemimpinan transformasional belum memberikan pengaruh yang signifikan dalam model penelitian ini.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.pps.uniga.ac.id/index.php/jurnalmanagement/article/download/694/302

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Melalui Employee Engagement pada SMP di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Melalui Employee Engagement pada SMP di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Galur Diana Saptaningrat Rejakusumawati1, Oktri Muhammad Firdaus2, Gugun Geusan Akbar3 1,2,3 Universitas Garut, Indonesia. e-mail: , 2 , 3 1 Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi terhadap kinerja guru dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 76 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap employee engagement dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,094, nilai t-statistic sebesar 1,058, dan p-value sebesar 0,290. Sebaliknya, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,760, t-statistic sebesar 10,835, dan p-value < 0,000. Selanjutnya, employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,815, tstatistic sebesar 19,504, dan p-value < 0,000. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,238, t-statistic sebesar 1,029, dan p-value sebesar 0,303. Sementara itu, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,628, t-statistic sebesar 9,924, dan p-value < 0,000. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa employee engagement tidak memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi memiliki peran penting dalam meningkatkan employee engagement dan kinerja guru, sedangkan kepemimpinan transformasional belum memberikan pengaruh yang signifikan dalam model penelitian ini. Kata Kunci: Kepemimpinan, Motivasi, Employee Engagement, Kinerja Guru. 1. Pendahuluan Guru memiliki peran penting dalam keberhasilan sistem pendidikan. Kinerja seorang guru menjadi salah satu tolok ukur utama untuk menilai keberhasilan suatu lembaga pendidikan karena berkaitan langsung dengan kualitas proses belajar mengajar. Penilaian terhadap kinerja guru tidak hanya didasarkan pada kemampuan pedagogiknya, tetapi juga mencakup aspek disiplin, tanggung jawab, loyalitas, dan partisipasi dalam kegiatan sekolah (Masfufah dan Rindaningsih, 2024). 28 Rejakusumawati et al. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. 05; No. 01; 2026; Halaman 28-39 Berbagai faktor yang berpengaruh pada kinerja guru telah diteliti dalam berbagai literatur, di antaranya adalah motivasi kerja (Ufaira dan Hendriani, 2020) serta kepemimpinan kepala sekolah (Kholidah, Wahyudin, dan Yuhana, 2023). Kepemimpinan yang efektif, terutama melalui gaya transformasional dan servant leadership, dapat menciptakan suasana kerja yang mendukung dan kolaboratif, sehingga pada akhirnya meningkatkan dedikasi dan kinerja guru. Guru memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan, sehingga peningkatan kinerja guru menjadi perhatian penting dalam manajemen sekolah. Berbagai penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru. Namun, sebagian besar penelitian tersebut masih berfokus pada pengaruh langsung antarvariabel, sehingga belum banyak menjelaskan mekanisme psikologis yang menjembatani hubungan tersebut, khususnya pada konteks sekolah menengah pertama di daerah. Penelitian ini menekankan adanya kesenjangan penelitian (research gap), yaitu masih terbatasnya studi yang menguji employee engagement sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kinerja guru. Padahal, employee engagement menggambarkan tingkat semangat, dedikasi, dan keterikatan guru terhadap pekerjaannya, yang secara teoritis berperan penting dalam mendorong peningkatan kinerja. Konteks guru SMP di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut dipilih karena wilayah ini memiliki jumlah sekolah dan tenaga pendidik yang cukup besar, disertai tuntutan peningkatan mutu pendidikan yang semakin tinggi. Dalam kondisi tersebut, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi individu guru, tetapi juga sejauh mana guru memiliki keterlibatan kerja yang tinggi terhadap sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi terhadap kinerja guru melalui employee engagement sebagai variabel mediasi. Selanjutnya, keterlibatan kerja menjadi faktor psikologis yang menghubungkan pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja. Guru yang merasa diapresiasi, memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, dan diberikan kepercayaan cenderung menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi, yang akan memberikan dampak positif pada kinerja mereka (Juneirul et al.,2023). Di Kecamatan Tarogong Kaler, terdapat 15 SMP dengan total 184 guru dan 3.799 siswa pada tahun ajaran 2024/2025. Mengingat angka penduduk usia sekolah yang cukup tinggi (BPS Garut, 2024), tantangan terhadap kualitas pendidikan pun semakin besar. Oleh karena itu, tantangan terhadap kualitas pendidikan pun semakin besar. Namun demikian, berdasarkan observasi awal di beberapa SMP wilayah Tarogong Kaler, masih ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kinerja guru, seperti keterlambatan penyusunan perangkat pembelajaran, belum optimalnya inovasi dalam proses belajar mengajar, serta partisipasi guru yang belum merata dalam kegiatan pengembangan sekolah. Selain itu, komunikasi dan pemberian motivasi dari pimpinan sekolah juga dirasakan belum sepenuhnya mampu meningkatkan semangat kerja seluruh guru secara konsisten. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu, tetapi juga berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, serta tingkat keterlibatan guru terhadap organisasi sekolah. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian empiris mengenai bagaimana kepemimpinan transformasional dan motivasi dapat memengaruhi kinerja guru melalui employee engagement sebagai variabel perantara.Berbagai penelitian sebelumnya umumnya meneliti pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi terhadap kinerja guru secara langsung, namun www.jurnal.pps.uniga.ac.id 29 Rejakusumawati et al. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. 05; No. 01; 2026; Halaman 28-39 masih terbatas yang menguji mekanisme psikologis yang menjembatani hubungan tersebut, khususnya pada konteks sekolah menengah pertama di daerah. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menempatkan employee engagement sebagai variabel mediasi untuk menjelaskan bagaimana kepem (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.pps.uniga.ac.id/index.php/jurnalmanagement/article/download/694/302
Article home page: https://jurnal.pps.uniga.ac.id/index.php/jurnalmanagement/article/view/694/302

galur diana saptaningrat rejakusumawti, Oktri Muhammad Firdaus, Gugun Geusan Akbar. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Melalui Employee Engagement pada SMP di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management (JESM), 2026, pp. 28-39,