Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Melalui Employee Engagement pada SMP di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Terhadap
Kinerja Guru
Melalui Employee Engagement pada SMP
di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut
Galur Diana Saptaningrat Rejakusumawati1, Oktri Muhammad Firdaus2, Gugun Geusan
Akbar3
1,2,3
Universitas Garut, Indonesia.
e-mail:
,
2
,
3
1
Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan
transformasional dan motivasi terhadap kinerja guru dengan employee engagement
sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode survei terhadap 76 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah
Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square menggunakan
perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan
transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap employee engagement
dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,094, nilai t-statistic sebesar 1,058, dan p-value
sebesar 0,290. Sebaliknya, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
employee engagement dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,760, t-statistic sebesar
10,835, dan p-value < 0,000. Selanjutnya, employee engagement berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,815, tstatistic sebesar 19,504, dan p-value < 0,000. Hasil penelitian juga menunjukkan
bahwa kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap
kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,238, t-statistic sebesar 1,029, dan
p-value sebesar 0,303. Sementara itu, motivasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,628, t-statistic sebesar
9,924, dan p-value < 0,000. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa employee
engagement tidak memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional
terhadap kinerja guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi memiliki peran
penting dalam meningkatkan employee engagement dan kinerja guru, sedangkan
kepemimpinan transformasional belum memberikan pengaruh yang signifikan
dalam model penelitian ini.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Motivasi, Employee Engagement, Kinerja Guru.
1.
Pendahuluan
Guru memiliki peran penting dalam keberhasilan sistem pendidikan. Kinerja seorang guru
menjadi salah satu tolok ukur utama untuk menilai keberhasilan suatu lembaga pendidikan karena
berkaitan langsung dengan kualitas proses belajar mengajar. Penilaian terhadap kinerja guru tidak
hanya didasarkan pada kemampuan pedagogiknya, tetapi juga mencakup aspek disiplin, tanggung
jawab, loyalitas, dan partisipasi dalam kegiatan sekolah (Masfufah dan Rindaningsih, 2024).
28
Rejakusumawati et al.
Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Vol. 05; No. 01; 2026; Halaman 28-39
Berbagai faktor yang berpengaruh pada kinerja guru telah diteliti dalam berbagai literatur, di
antaranya adalah motivasi kerja (Ufaira dan Hendriani, 2020) serta kepemimpinan kepala sekolah
(Kholidah, Wahyudin, dan Yuhana, 2023). Kepemimpinan yang efektif, terutama melalui gaya
transformasional dan servant leadership, dapat menciptakan suasana kerja yang mendukung dan
kolaboratif, sehingga pada akhirnya meningkatkan dedikasi dan kinerja guru.
Guru memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan, sehingga
peningkatan kinerja guru menjadi perhatian penting dalam manajemen sekolah. Berbagai
penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional dan motivasi
kerja berpengaruh terhadap kinerja guru. Namun, sebagian besar penelitian tersebut masih
berfokus pada pengaruh langsung antarvariabel, sehingga belum banyak menjelaskan mekanisme
psikologis yang menjembatani hubungan tersebut, khususnya pada konteks sekolah menengah
pertama di daerah.
Penelitian ini menekankan adanya kesenjangan penelitian (research gap), yaitu masih terbatasnya
studi yang menguji employee engagement sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan
transformasional, motivasi kerja, dan kinerja guru. Padahal, employee engagement
menggambarkan tingkat semangat, dedikasi, dan keterikatan guru terhadap pekerjaannya, yang
secara teoritis berperan penting dalam mendorong peningkatan kinerja.
Konteks guru SMP di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut dipilih karena wilayah ini
memiliki jumlah sekolah dan tenaga pendidik yang cukup besar, disertai tuntutan peningkatan
mutu pendidikan yang semakin tinggi. Dalam kondisi tersebut, keberhasilan sekolah tidak hanya
ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi individu guru, tetapi juga sejauh
mana guru memiliki keterlibatan kerja yang tinggi terhadap sekolah. Oleh karena itu, penelitian
ini penting dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi
terhadap kinerja guru melalui employee engagement sebagai variabel mediasi.
Selanjutnya, keterlibatan kerja menjadi faktor psikologis yang menghubungkan pengaruh
kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja. Guru yang merasa diapresiasi, memiliki
kesempatan untuk berpartisipasi, dan diberikan kepercayaan cenderung menunjukkan tingkat
keterlibatan yang tinggi, yang akan memberikan dampak positif pada kinerja mereka (Juneirul et
al.,2023).
Di Kecamatan Tarogong Kaler, terdapat 15 SMP dengan total 184 guru dan 3.799 siswa pada
tahun ajaran 2024/2025. Mengingat angka penduduk usia sekolah yang cukup tinggi (BPS Garut,
2024), tantangan terhadap kualitas pendidikan pun semakin besar. Oleh karena itu, tantangan
terhadap kualitas pendidikan pun semakin besar. Namun demikian, berdasarkan observasi awal
di beberapa SMP wilayah Tarogong Kaler, masih ditemukan beberapa permasalahan yang
berkaitan dengan kinerja guru, seperti keterlambatan penyusunan perangkat pembelajaran, belum
optimalnya inovasi dalam proses belajar mengajar, serta partisipasi guru yang belum merata
dalam kegiatan pengembangan sekolah. Selain itu, komunikasi dan pemberian motivasi dari
pimpinan sekolah juga dirasakan belum sepenuhnya mampu meningkatkan semangat kerja
seluruh guru secara konsisten. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru
tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu, tetapi juga berkaitan dengan kepemimpinan
kepala sekolah, motivasi kerja, serta tingkat keterlibatan guru terhadap organisasi sekolah. Oleh
karena itu, penting dilakukan kajian empiris mengenai bagaimana kepemimpinan
transformasional dan motivasi dapat memengaruhi kinerja guru melalui employee engagement
sebagai variabel perantara.Berbagai penelitian sebelumnya umumnya meneliti pengaruh
kepemimpinan transformasional dan motivasi terhadap kinerja guru secara langsung, namun
www.jurnal.pps.uniga.ac.id
29
Rejakusumawati et al.
Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Vol. 05; No. 01; 2026; Halaman 28-39
masih terbatas yang menguji mekanisme psikologis yang menjembatani hubungan tersebut,
khususnya pada konteks sekolah menengah pertama di daerah.
Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menempatkan employee engagement sebagai
variabel mediasi untuk menjelaskan bagaimana kepem (...truncated)