Pendekatan Behavioristik dalam Manajemen Kelas: (Strategi Penguatan Perilaku Positif Siswa)
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Volume 4 No. 1 Edisi Januari – Juni 2026
Halaman 1 - 17
Pendekatan Behavioristik dalam Manajemen Kelas
(Strategi Penguatan Perilaku Positif Siswa)
Syarif Musyarifah
Institut Islam Internasional Basma, Riau
Jl. Lintas Simpang Kumu - Kota Tengah, Desa Kepenuhan Barat Mulya,
Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau
Nova Nofriani
Institut Islam Internasional Basma, Riau
Jl. Lintas Simpang Kumu - Kota Tengah, Desa Kepenuhan Barat Mulya,
Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau
Rizka Sari*
Institut Islam Internasional Basma, Riau
Jl. Lintas Simpang Kumu - Kota Tengah, Desa Kepenuhan Barat Mulya,
Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau
Article History:
Received:
24/04/2026
Revised:
07/05/2026
Accepted:
19/05/2026
Published:
20/05/2026
https://doi.org/10.46781/baitul_hikmah.v4i1.2127
Corresponding Author:
Abstract
Effective classroom management is key to a successful learning process in schools. One widely
used approach is the behaviorist approach, which emphasizes behavior modification through
reinforcement. This article aims to examine the basic concepts of the behaviorist approach in
classroom management and strategies for reinforcing positive student behavior. The method
used is a literature study by analyzing various journals and books related to behaviorist theory,
particularly B.F. Skinner's theory of operant conditioning. The results of the study indicate that
the behaviorist approach focuses on the stimulus-response relationship and the role of the
environment in shaping behavior. Positive reinforcement such as praise, rewards, and token
economies have been proven effective in increasing positive student behavior. Teachers play a
crucial role in implementing consistency, clarity of rules, and classroom control. Although
effective, this approach has limitations and needs to be combined with other approaches for
optimal results. In conclusion, the behaviorist approach makes a significant contribution to
classroom management, but its implementation must be tailored to the context and needs of
students.
1|Page
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Volume 4 No. 1 Edisi Januari – Juni 2026
Halaman 1 - 17
Keywords: Behavioristic Approach, Classroom Management, Behavior Reinforcement, Behavior
Modification
Abstrak
Manajemen kelas yang efektif menjadi kunci keberhasilan proses pembelajaran di sekolah.
Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah pendekatan behavioristik yang
menekankan pada modifikasi perilaku melalui penguatan (reinforcement). Artikel ini
bertujuan mengkaji konsep dasar pendekatan behavioristik dalam manajemen kelas serta
strategi penguatan perilaku positif siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur
dengan menganalisis berbagai sumber jurnal dan buku terkait teori behavioristik, khususnya
teori B.F. Skinner tentang operant conditioning. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan
behavioristik berfokus pada hubungan stimulus-respon dan peran lingkungan dalam
membentuk perilaku. Penguatan positif seperti pujian, reward, dan token economy terbukti
efektif meningkatkan perilaku positif siswa. Guru berperan penting dalam menerapkan
konsistensi, kejelasan aturan, dan kontrol kelas. Meskipun efektif, pendekatan ini memiliki
keterbatasan dan perlu dikombinasikan dengan pendekatan lain untuk hasil optimal.
Kesimpulannya, pendekatan behavioristik memberikan kontribusi signifikan dalam
manajemen kelas, namun implementasinya harus disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan
siswa.
Kata Kunci: Pendekatan Behavioristik, Manajemen Kelas, Penguatan Perilaku, Reinforcement,
Modifikasi Perilaku
A. Pendahuluan
Manajemen kelas merupakan komponen inti kompetensi pedagogik guru untuk
menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan kondusif sebagai Upaya tercapainya tujuan
pembelajaran.1 Pengelolaan kelas yang efektif tidak hanya berkaitan dengan penataan ruang
belajar secara fisik, seperti pengaturan tempat duduk, pencahayaan, dan kebersihan kelas,
akan tetapi juga mencakup pengelolaan perilaku peserta didik agar proses pembelajaran dapat
berlangsung secara optimal, tertib, dan berkesinambungan.2 Dengan manajemen kelas yang
baik, guru dapat meminimalkan gangguan selama pembelajaran serta meningkatkan
partisipasi dan keterlibatan aktif siswa.3
Dalam konteks pendidikan di Indonesia, guru menghadapi tantangan yang semakin
kompleks dalam mengelola kelas. Hal ini disebabkan oleh keberagaman latar belakang siswa,
perbedaan karakteristik individu, tingkat kemampuan akademik yang bervariasi, serta
dinamika pembelajaran yang terus-menerus mengalami perubahan seiring perkembangan
kurikulum dan teknologi pendidikan. Kondisi tersebut menuntut guru untuk memiliki strategi
1
Carolyn M. Evertson, Classroom management for elementary teachers (ERIC, 1994),
https://eric.ed.gov/?id=ED369782.
2
Junita W. Arfani dan Sugiyono Sugiyono, “MANAJEMEN KELAS YANG EFEKTIF: PENELITIAN
DI TIGA SEKOLAH MENENGAH ATAS,” Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan 2, no. 1 (April
2014): 44–57, https://doi.org/10.21831/amp.v2i1.2408.
3
Elmi Masfufah dkk., “Strategi Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Proses Dan Hasil Pembelajaran
Yang Efektif Dan Efisien,” Journal of Student Research 1, no. 1 (Januari 2023): 215–30,
https://doi.org/10.55606/jsr.v1i1.981.
2|Page
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Volume 4 No. 1 Edisi Januari – Juni 2026
Halaman 1 - 17
manajemen kelas yang adaptif dan sistematis agar proses pembelajaran tetap berjalan secara
efektif dan efisien.4
Pendekatan behavioristik menjadi Salah satu pendekatan yang telah lama diterapkan
dalam manajemen kelas dan masih relevan hingga saat ini. Pendekatan ini berakar pada teori
belajar behaviorisme yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh psikologi seperti John B. Watson,
Ivan Pavlov, Edward L. Thorndike, dan B.F. Skinner.5 Teori ini menekankan bahwa perilaku
manusia merupakan hasil dari proses belajar yang dipengaruhi oleh hubungan antara stimulus
dan respons.6 Dengan demikian, perilaku dapat diamati, diukur, diprediksi, serta dimodifikasi
melalui pengaturan lingkungan belajar yang tepat.
Pendekatan behavioristik memandang bahwa perilaku peserta didik tidak muncul
secara spontan, melainkan terbentuk melalui interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh
karena itu, dalam praktik pendidikan, guru dipandang sebagai pihak yang memiliki peran
penting dalam menciptakan kondisi lingkungan yang mampu mendorong munculnya perilaku
positif siswa.7 Melalui pemberian stimulus yang sesuai dan konsisten, perilaku yang
diharapkan dapat diperkuat, sedangkan perilaku yang tidak diinginkan dapat dikurangi atau
dihilangkan.
Dalam konteks manajemen kelas, pendekatan behavioristik menitikberatkan pada
upaya modifikasi perilaku siswa melalui penerapan sistem penguatan (reinforcement) dan
hukuman (punishment). Penguatan diberikan sebagai respons terhadap perilaku positif siswa
dengan tujuan meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut muncul kembali di masa
mendatang. Sementara itu, hukuman digunakan u (...truncated)