PENILAIAN KUALITAS VISUAL RTH PERMUKIMAN DENGAN PENDEKATAN VISUAL RESOURCES ASSESSMENT PROCEDURE (VRAP) DI TAMAN MEBERE

Arsitekno, May 2026

Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat berimplikasi pada berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH), sehingga diperlukan evaluasi kualitas RTH sebagai ruang publik yang berfungsi ekologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung dan kualitas visual lanskap RTH Taman Mebere, Kelurahan Lasoani, Kota Palu, sebagai dasar perumusan rekomendasi penataan dan pengelolaan RTH. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran tapak, dokumentasi, serta wawancara dengan pengunjung pada waktu kunjungan aktif. Analisis kualitas visual lanskap menggunakan metode modifikasi Visual Resources Assessment Procedure (VRAP) dengan pembagian zona visual, yaitu zona visual dan tepi, zona inti bawah, zona inti atas, dan zona pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas visual Taman Mebere bervariasi antar zona. Zona inti bawah memiliki kualitas visual tertinggi yang didukung oleh keberadaan elemen air, keragaman vegetasi, dan intensitas aktivitas pengguna. Zona inti atas dan zona pendukung menunjukkan kualitas visual sedang hingga tinggi yang berfungsi menjaga kesinambungan pengalaman visual. Sementara itu, zona visual dan tepi memiliki kualitas visual rendah–sedang dan memerlukan penguatan identitas visual. Secara keseluruhan, keberagaman vegetasi, elemen air, dan aktivitas pengguna merupakan faktor utama pembentuk kualitas visual taman. Rekomendasi perbaikan diarahkan pada penguatan identitas kawasan, peningkatan kualitas vegetasi, optimalisasi zona transisi, serta integrasi fungsi ekologis dan sosial untuk mewujudkan RTH yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unimal.ac.id/arsitekno/article/download/26135/11039

PENILAIAN KUALITAS VISUAL RTH PERMUKIMAN DENGAN PENDEKATAN VISUAL RESOURCES ASSESSMENT PROCEDURE (VRAP) DI TAMAN MEBERE

ARSITEKNO | VOL 13 NO 01 MARET 2026 PENILAIAN KUALITAS VISUAL RTH PERMUKIMAN DENGAN PENDEKATAN VISUAL RESOURCES ASSESSMENT PROCEDURE (VRAP) DI TAMAN MEBERE Nike Dyah Permata1, Nadhil Tamimi2, Nazirah Amalia3 1 Jurusan Teknik Arsitektur, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako, email: 2 Jurusan Teknik Arsitektur, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako 3 Jurusan Teknik Arsitektur, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako ABSTRAK Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat berimplikasi pada berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH), sehingga diperlukan evaluasi kualitas RTH sebagai ruang publik yang berfungsi ekologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung dan kualitas visual lanskap RTH Taman Mebere, Kelurahan Lasoani, Kota Palu, sebagai dasar perumusan rekomendasi penataan dan pengelolaan RTH. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran tapak, dokumentasi, serta wawancara dengan pengunjung pada waktu kunjungan aktif. Analisis kualitas visual lanskap menggunakan metode modifikasi Visual Resources Assessment Procedure (VRAP) dengan pembagian zona visual, yaitu zona visual dan tepi, zona inti bawah, zona inti atas, dan zona pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas visual Taman Mebere bervariasi antar zona. Zona inti bawah memiliki kualitas visual tertinggi yang didukung oleh keberadaan elemen air, keragaman vegetasi, dan intensitas aktivitas pengguna. Zona inti atas dan zona pendukung menunjukkan kualitas visual sedang hingga tinggi yang berfungsi menjaga kesinambungan pengalaman visual. Sementara itu, zona visual dan tepi memiliki kualitas visual rendah–sedang dan memerlukan penguatan identitas visual. Secara keseluruhan, keberagaman vegetasi, elemen air, dan aktivitas pengguna merupakan faktor utama pembentuk kualitas visual taman. Rekomendasi perbaikan diarahkan pada penguatan identitas kawasan, peningkatan kualitas vegetasi, optimalisasi zona transisi, serta integrasi fungsi ekologis dan sosial untuk mewujudkan RTH yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kata kunci: kualitas visual, persepsi pengunjung, ruang terbuka hijau, Taman Mebere, VRAP. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Info Artikel: Dikirim: 24 Januari 2026; Revisi: 01 April 2026; Diterima: 28 April 2026; Diterbitkan: 31 Maret 2026 ©2026 The Author(s). Published by Arsitekno, Architecture Program, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 1. PENDAHULUAN Perkembangan kota yang semakin pesat dapat berdampak pada berkurangnya jumlah tutupan/area hijau. Penurunan area hijau di kawasan perkotaan dapat berdampak pada menurunnya kualitas udara, serta terbatasnya ruang publik untuk interaksi sosial masyarakat [1]. Area hijau seperti ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perkotaan sangat berperan penting bagi keseimbangan ekologis kota, selain itu juga RTH berfungsi sebagai ruang sosial, rekreatif, dan estetika kota guna mendukung kualitas hidup masyarakat [2]. Di beberapa kota besar seperti Jakarta, RTH juga dimanfaatkan sebagai area untuk olahraga, kegiatan sosial dan edukasi lingkungan [3]. Berbagai macam manfaat RTH kota diantaranya dapat meningkatkan estetika dan keindahan kota dengan adanya lanskap alami yang memperkaya pengalaman visual dan peningkatan citra kota [4]. Secara ekologis, RTH berperan dalam pengendalian banjir, mengurangi efek urban heat PROGRAM STUDI ARSITEKTUR UNIVERSITAS MALIKUSSALEH |81| PENILAIAN KUALITAS VISUAL RTH PERMUKIMAN DENGAN PENDEKATAN VISUAL RESOURCES ASSESSMENT PROCEDURE (VRAP) DI TAMAN MEBERE island, dan meningkatkan kualitas udara [5]. Secara sosial, RTH menjadi sarana ruang publik untuk berinteraksi dan berkumpul bersama [6]. Oleh karena itu keberadaan RTH kota menjadi sangat penting bagi masyarakat dan kota itu sendiri. Kondisi fasilitas, sarana dan prasaran RTH juga akan memperngaruhi pola kunjungan dan cakupan pelayanan RTH tersebut, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan intensitas pemanfaatan ruang publik [4]. Selain itu, peran vegetasi tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas akses dan kenyamanan pengunjung di ruang terbuka publik [7]. Meskipun berbagai penelitian telah membahas peran RTH dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, kajian mengenai kualitas visual lanskap RTH pada skala permukiman masih relatif terbatas, khususnya di kota-kota berkembang seperti Palu. Sebagian besar penelitian lebih menitikberatkan pada aspek ekologis atau fungsi sosial taman kota, sementara aspek pengalaman visual pengunjung sebagai bagian dari kualitas ruang publik belum banyak dikaji secara mendalam. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas visual lanskap adalah Visual Resources Assessment Procedure (VRAP). Metode ini digunakan untuk menilai kualitas visual suatu lanskap berdasarkan karakteristik elemen fisik, kondisi lingkungan, serta potensi pengalaman visual yang dirasakan oleh pengunjung [8]. Beberapa penelitian sebelumnya telah menggunakan metode VRAP untuk menilai kualitas visual lanskap pada kawasan wisata dan ruang terbuka publik. Namun, penerapan metode ini pada ruang terbuka hijau skala lingkungan permukiman masih relatif terbatas, sehingga diperlukan kajian yang dapat memberikan pemahaman mengenai bagaimana kualitas visual lanskap mempengaruhi pengalaman ruang pengunjung pada taman lingkungan. Salah satu RTH di Kota Palu yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti bersantai dan bersosialisasi ialah Taman Mebere, Lasoani. Taman Mebere berfungsi sebagai ruang terbuka yang nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat. Taman Mebere terletak di tengah kawasan permukiman penduduk, sehingga menjadi pilihan untuk berkumpul sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa RTH berperan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan mikro serta menyediakan ruang interaksi sosial bagi masyarakat. Keberhasilan RTH kota tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas yang dirasakan oleh pengunjung. Oleh karena itu persepsi pengunjung menjadi indikator penting untuk menilai sejauh mana suatu RTH mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Evaluasi RTH berbasis persepsi pengunjung akan memberikan informasi mengenai pengalaman langsung pengunjung. Penilaian terhadap aspek aksesibilitas, kenyamanan, kebersihan, keamanan, kualitas lingkungan, fungsi sosial, serta estetika visual dapat memberikan gambaran nyata mengenai kekuatan dan kelemahan suatu RTH sebagai ruang publik yang fungsional dan berkualitas bagi masyarakat. Berdasarkan latar belakang t (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unimal.ac.id/arsitekno/article/download/26135/11039
Article home page: https://ojs.unimal.ac.id/arsitekno/article/view/26135/11039

Nike Dyah, Nadhil Tamimi, Nazirah Amalia. PENILAIAN KUALITAS VISUAL RTH PERMUKIMAN DENGAN PENDEKATAN VISUAL RESOURCES ASSESSMENT PROCEDURE (VRAP) DI TAMAN MEBERE, Arsitekno, 2026, pp. 81-92,