ANALISIS SISTEM SIRKULASI DAN TATA RUANG BERDASARKAN STANDAR DAN KONDISI PENGGUNA PADA PASAR PEDURUNGAN KOTA SEMARANG
ARSITEKNO | VOL 12 NO 2 SEPTEMBER 2025
ANALISIS SISTEM SIRKULASI DAN TATA RUANG
BERDASARKAN STANDAR DAN KONDISI PENGGUNA
PADA PASAR PEDURUNGAN KOTA SEMARANG
Nasheila Mutia Zanjabila1, Arnis Rochma Harani2*
1
Program Studi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Sekolah Vokasi, Universitas
Diponegoro, email:
2
Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,
email:
ABSTRAK
Pasar memiliki kedudukan penting dalam siklus perekonomian, namun pasar tradisional sering
terpinggirkan karena penataan ruang yang buruk dan kondisi lingkungan yang buruk. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis sistem sirkulasi dan tata ruang di Pasar Pedurungan Kota
Semarang sebagai upaya evaluasi keberhasilan pasca renovasi. Penelitian ini terbagi dalam dua
kategori yaitu menganalisis sistem sirkulasi dan tata ruang kemudian hasilnya digunakan
sebagai bagian dalam mengeksplorasi desain layout pasar. Metode pengumpulan data meliputi
observasi langsung aktivitas pengguna, pengukuran denah sirkulasi, dan dokumentasi foto
eksisting. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, membandingkan kondisi
eksisting dengan SNI 8152:2021 dan literatur pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan pola
sirkulasi double loaded corridor eksisting mengakibatkan permasalahan kemacetan dan
ketidaknyamanan pembeli akibat ketidakteraturan layout. Temuan lain adalah, kurangnya zonasi
jelas antara area basah dan kering juga menyebabkan penyebaran bau dan kondisi kumuh.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan desain pasar tidak dapat lepas dari kemungkinan
adanya perubahan praktik spasial yang berbeda sehingga kemungkinan perubahan tersebut
harus bisa di skenariokan sebelum mendesain.
Kata kunci: Pasar, Sirkulasi, SNI 8152:2021, Tata Ruang, Zonasi
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Info Artikel:
Dikirim: 2 April 2025; Revisi: 18 Juni 2025; Diterima: 1 Oktober 2025; Diterbitkan: 6 Oktober 2025
©2025 The Author(s). Published by Arsitekno, Architecture Program, Universitas Malikussaleh, Aceh,
Indonesia under the Creative Commons Attribution 4.0 International License
(https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/).
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. PENDAHULUAN
Pasar memiliki kedudukan yang sangat penting dalam siklus perekonomian. Pasar adalah
tempat sebagian besar kegiatan ekonomi terjadi. Konsep pasar menurut Kristiningtyas [1] pasar
dianggap sebagai entitas yang memiliki ideologi, paradigma, nilai, standar, dan cara organisasi
tertentu. Pedagang, pembeli, pemasok barang, dan organisasi adalah pelaku ekonomi pasar. Pasar
adalah tempat pertemuan antara pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli,
karena semua pembeli memiliki kebutuhan dan keinginan yang sama, yang dapat dipenuhi
melalui pertukaran dan hubungan yang dimiliki pedagang. Jumlah dan kualitas kebutuhan pasar
akan semakin meningkat seiring dengan kecepatan pertumbuhan populasi.
Pasar digolongkan menjadi pasar modern dan pasar tradisional. Pasar tradisional seringkali
terpinggirkan keberadaanya dikarenakan penataan ruang yang tidak tertata, fasilitas kurang
memadai dan kondisi lingkungan yang buruk. Penataan ruang pasar harus diatur dengan sebaikbaiknya agar pedagang dan pembeli, sebagai pengguna utama pasar, merasa nyaman saat
melakukan transaksi jual-beli [2].
Pemanfaatan ruang pasar harus diperhatikan mengingat kegiatan perdagangan identik dengan
keramaian dan kepadatan. Hal tersebut ditimbulkan karena tidak adanya pengelompokan ruang
pasar berdasarkan fungsinya sehingga mengakibatkan pedagang berjualan pada lokasi yang tidak
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
|120|
NASHEILA MUTIA ZANJABILA, ARNIS ROCHMA HARANI
seharusnya. Pendataan pedagang yang tidak berjalan sehingga memunculkan pedagang musiman.
Pedagang yang tidak terdata ini tidak memiliki kios berdagang sehingga memanfaatkan jalur
sirkulasi berupa los-los, entrance pasar, area pinggir pasar, area parkir yang digunakan untuk
berdagang. Maka, timbulnya kesan tidak teratur pada ruang dalam pasar. Permasalahan ini
ditemukan pada salah satu pasar di Kota Semarang, Pasar Pedurungan Kota Semarang yang
terletak di Jl. Fatmawati, Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Provinsi
Jawa Tengah. Pasar Pedurungan berada pada kawasan padat penduduk dengan dikelilingi
bangunan umum dan komersial dimana cenderung menjadi pusat keramaian. Pasar ini telah
dilakukan revitalisasi, namun belum maksimal karena kurang meperhatikan tata ruang dan
sirkulasi pasar tersebut.
Evaluasi penataan dan pemanfaatan tata ruang dalam Pasar Pedurungan Kota Semarang untuk
menciptakan kenyamanan pengguna pasar dengan memperlancar sirkulasi dagang,
mengelompokkan area dagang, pencapaian menuju pasar seperti sirkulasi parkir kendaraan
pengguna pasar dan sirkulasi bongkar-muat barang. Dalam menyusun penataan ruang perlu
mengetahui kriteria dan faktor penunjang dengan pertimbangan pemenuhan standar dan
karakteristik pengguna pasar. Diharapkan evaluasi serta rekomendasi penataan kembali area
dagang pada Pasar Pedurungan Kota Semarang dapat mengurangi kemacetan sirkulasi dan
memaksimalkan pemanfaatan ruang sesuai fungsinya. Penelitian ini dibatasi hanya dengan
mengevaluasi dan mengoptimalisasi pemanfaatan tata ruang dalam pada lantai 1 dan 2 Pasar
Pedurungan Kota Semarang dengan studi literatur dan observasi kondisi eksisiting. Penelitian ini
berfokus pada rekomendasi desain tata ruang dalam pasar tanpa memasukkan perhitungan
anggaran biaya desain yang direkomendasi.
2. METODE PENELITIAN
2.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Pasar Pedurungan adalah salah satu pasar wilayah di Kota Semarang tepatnya terletak di Jl.
Fatmawati, Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah
(Gambar 1). Orientasi Pasar mengarah ke barat dan berhadapan langsung dengan Jalan Raya
Fatmawati. Pasar berorientasi ke arah barat dan berbatasan langsung dengan Jalan Raya. Pasar
Pedurungan dibangun pada lahan seluas 2.823,63 m2 yang terdiri 2 lantai dengan total luas
bangunan menjadi 5.647,26 m2. Pasar ini beroperasi aktif di pagi hingga siang hari dengan
komoditi yang dijual sembako, bahan masakan, hasil bumi, dll.
(a)
(b)
(c)
(d)
Gambar 1. Pasar Pedurungan Kota Semarang: (a) Lokasi pada Peta Kota Semarang
(b) Lokasi pada Peta Online (c) Tampak Depan (d) Tampak Samping
Sumber: (a) bappeda.semarangkota.go.id; (b) moovitapp.com; (c) (d) google maps, 2022
Pasar Pedurungan terletak di area padat penduduk dan dikelilingi dengan bangunan publik
dan pusat keramaian seperti Kelurahan Pedurungan Kidul dan SD Negeri Pedurungan Kidul 02
di sebelah utara, dan Pinarak Homestay Syariah Pedurungan di sebelah selatan. Perumahan
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
|121|
ANALISIS SISTEM SIRKULASI TATA RUANG BERDASARKAN STANDAR DAN KONDISI PENGGUNA PADA
PASAR PEDURUNGAN KOTA SEMARANG
pendudu (...truncated)