Analisis Unsur Intrinsik dalam Cerpen “Angin dari Gunung” Karya A.A. Navis
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)ISSN : 2963-5802
Vol. 4 No. 3 (2025): November – Desember Hal. 344-348
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
Analisis Unsur Intrinsik dalam Cerpen “Angin dari Gunung” Karya
A.A. Navis
Tiara Zalma Prasiska1, Abdurahman2
12
Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang,
,
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dalam cerpen “Angin dari Gunung” karya A.A. Navis dengan
menggunakan pendekatan struktural. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan
data berupa pembacaan intensif, pencatatan, dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema cerita berfokus
pada pergulatan batin tokoh utama yang menghadapi tekanan sosial serta kebutuhan akan ketenangan pribadi. Tokoh utama
mengalami konflik internal yang ditunjukkan melalui monolog batin dan deskripsi suasana yang kontras antara keteduhan
gunung dan kegelisahan psikologisnya. Latar gunung berfungsi sebagai simbol keteduhan yang dapat memicu refleksi
mendalam. Alur maju mengungkap perkembangan psikologis tokoh dalam menyadari bahwa pelarian fisik tidak dapat
menghilangkan tekanan batin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh unsur intrinsik dalam cerpen saling terkait dan
berperan penting dalam membentuk makna keseluruhan cerita.
Kata Kunci: cerpen, unsur intrinsik, A.A. Navis, konflik batin, analisis structural
Abstract
This study aims to analyze the intrinsic elements of the short story “Angin dari Gunung” by A.A. Navis using a structural
approach. The research employs a qualitative descriptive method through close reading, note-taking, and textual analysis.
The findings reveal that the main theme of the story centers on the protagonist’s psychological struggle when dealing with
social pressure and the desire for personal tranquility. The internal conflict experienced by the protagonist is reflected
through inner monologues and narrative descriptions that contrast the serenity of the mountain with his emotional
restlessness. The mountain setting functions symbolically as a space of quiet contemplation, yet it highlights the
protagonist’s inability to escape his internal burdens. The progressive plot illustrates the character’s psychological
development toward the realization that physical escape cannot resolve inner turmoil. This study concludes that the intrinsic
elements—theme, characters, plot, setting, and conflict—work cohesively to construct the story’s overall meaning. Each
element supports the narrative structure and reinforces the message regarding self-awareness, acceptance, and the
complexity of human emotional experience.
Keywords: short story, intrinsic elements, A.A. Navis, internal conflict, structural analysis
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mampu merepresentasikan persoalan kehidupan
manusia melalui peristiwa-peristiwa yang padat, fokus, dan sarat makna. Dalam kajian sastra, cerpen sering
dijadikan objek penelitian karena strukturnya yang ringkas memungkinkan analisis yang lebih mendalam
terhadap unsur-unsur pembangunnya. Salah satu cerpen Indonesia yang penting untuk dikaji ialah “Angin dari
Gunung” karya A.A. Navis. Cerpen ini tidak hanya menampilkan konflik psikologis tokoh, tetapi juga
menggambarkan relasi antara manusia, lingkungan, dan beban sosial yang melekat pada kehidupan
bermasyarakat.
Permasalahan utama dalam cerpen ini terletak pada pergulatan batin tokoh utama yang berusaha mencari
ketenangan di tengah tekanan sosial dan moral yang terus mengikuti dirinya. Tokoh utama digambarkan
berusaha menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan dengan pergi ke gunung, sebuah tempat yang secara simbolis
diasosiasikan dengan kesunyian, keteduhan, dan ruang kontemplasi. Namun, meskipun secara fisik berada di
tempat yang tenang, tokoh tetap tidak dapat melarikan diri dari kegelisahan batinnya. Fenomena ini
menunjukkan bahwa akar permasalahan bukan terletak pada lingkungan luar, tetapi pada konflik internal yang
belum terselesaikan.
Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami bagaimana unsur intrinsik cerpen bekerja secara
terpadu dalam membangun makna cerita. Sebagai karya sastra yang kaya simbol dan ironi, cerpen “Angin dari
Gunung” membutuhkan pendekatan struktural agar keterkaitan antarunsur seperti tema, tokoh, alur, latar, gaya
bahasa, dan konflik dapat dianalisis secara komprehensif. Rasionalisasi penelitian ini berangkat dari pemikiran
bahwa pemahaman terhadap struktur cerpen akan memberikan gambaran lebih luas mengenai pesan moral dan
refleksi kehidupan yang ingin disampaikan pengarang.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan antarunsur intrinsik dalam
cerpen “Angin dari Gunung” sehingga diperoleh gambaran utuh mengenai struktur dan makna yang dibangun
oleh A.A. Navis. Analisis dilakukan melalui pendekatan struktural dengan membaca teks sebagai totalitas yang
unsur-unsurnya saling berhubungan.
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 3 (2025): November – Desember
344
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)ISSN : 2963-5802
Vol. 4 No. 3 (2025): November – Desember Hal. 344-348
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
Tinjauan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada teori struktural yang dikemukakan
oleh Teeuw (1984), Nurgiyantoro (2010), dan Stanton (2012), yang menyatakan bahwa karya sastra merupakan
satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari hubungan antarunsur pembentuknya. Selain itu, literatur
mengenai unsur intrinsik seperti tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan konflik juga menjadi dasar dalam
melakukan analisis. Walaupun penelitian ini bersifat kualitatif dan tidak memerlukan hipotesis formal, analisis
tetap diarahkan oleh asumsi bahwa makna cerita dapat dipahami melalui interaksi antarunsur intrinsik yang
menyusunnya.
Dengan demikian, bagian pendahuluan ini menjadi landasan untuk mengkaji lebih jauh struktur naratif
cerpen “Angin dari Gunung” melalui analisis intrinsik yang sistematis, mendalam, dan sesuai kaidah penelitian
sastra.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena objek kajian berupa teks sastra yang
dianalisis melalui interpretasi makna. Metode ini dipilih untuk menggambarkan secara mendalam unsur intrinsik
yang membangun cerpen “Angin dari Gunung” karya A.A. Navis. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti
mengungkap struktur makna teks secara luas dan menyeluruh tanpa melibatkan pengukuran numerik atau
perhitungan statistik.
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural. Pendekatan
struktural berasumsi bahwa karya sastra merupakan totalitas yang unsur-unsurnya saling berkaitan secara
erat. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji, dan mendeskrip (...truncated)