Makanan Khas Pesisir Selatan Dalam Food Photography
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)ISSN : 2963-5802
Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus Hal. 111-116
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
Makanan Khas Pesisir Selatan Dalam Food Photography
Suci Wulandari1,Aziz Fauzi Rahmat2
Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, ISI Padang Panjang
Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, ISI Padang Panjang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekayaan makanan khas pesisir selatan Indonesia melalui medium
fotografi makanan (food photography) sebagai bentuk pelestarian budaya dan promosi pariwisata. Makanan khas pesisir
selatan seperti putu kambang, mangkuak badeta, kue sangko, kue sagun bakar, kue sapik, sate lokan, rendang lokan, dan
palai bada. Dalam karya ini, penulis menggunakan pendekatan visual melalui food photography untuk mengangkat keunikan
makanan pesisir selatan dari segi tampilan, warna, tekstur, dan penyajian. Proses kreatif melibatkan riset lapangan ke daerah
pesisir selatan, wawancara dengan pelaku kuliner lokal, serta sesi pemotretan yang menekankan pencahayaan alami dan
komposisi estetis agar mampu menggugah selera dan menampilkan identitas kuliner tersebut. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa food photography efektif sebagai media pengarsipan visual sekaligus strategi promosi kuliner lokal. Melalui
visualisasi yang menarik, makanan khas pesisir selatan dapat dikenalkan secara lebih luas dan diapresiasi sebagai bagian dari
warisan budaya daerah. Karya ini diharapkan dapat mendorong pelestarian kuliner lokal dan meningkatkan daya tarik wisata
kuliner pesisir selatan. Kebanyakan teknik yang penulis gunakan dalam proses pengambilan eye angle dan flat lay angle.
Dalam penggarapan karya ini, penulis telah melakukan eksplorasi, persiapan, dan perancangan. Proses penciptaan tugas akhir
ini melalui beberapa tahapan meliputi persiapan, perwujudan, dan seleksi karya. Penulis melakukan proses editing untuk
menyempurnakan karya tugas akhir ini. Karya berjumlah 20 buah dengan foto sebanyak 24 foto yang telah diseleksi
pembimbing.
Kata Kunci: Makanan Khas Pesisir Selatan, Food Photography, Food Tradisional.
Abstract
This study aims to explore the richness of typical southern coastal Indonesian food through the medium of food
photography as a form of cultural preservation and touristm promotion. Typical southern coastal foods such as putu
kambang, mangkuak badeta, sangko cake, grilled sagun bakar, sapik cake, lokan satay lokan rendang and palai bada in this
work, the aurtor uses a visual approach through food photography to highlight the uniqueness of southern coastal food in
terms of appearance, color, texture, and presentation. The creative process involves field research to the southern coastal
area, interviews with local culinary actors, and photo shoots that emphasize natural lighting and aesthetic composition in
order to arouse the appetite and display the culinary identity. The result of the study show that food photography is effective
as a visual archiving medium as well as a local culinary promotion strategy. Through attractive visualization, typical
southern coastal foods can be introduced more widely and appreciated as a part of the regional cultural heritage. This work
is expected to encourage the preservation of local culinary and increase the appeal of culinary tourism on the southern coast.
Most of the techniques used by the author in the process of taking eve angle and flat lay angle. In working on this work, the
author has conducted exploration, preparation, and design. The process of creating this final assignment went thourgh
several stages including preparation, realization, and selection of works. The author carried out an editing process to perfect
this final assignment. The works numbered 20 with 24 photos that had been selected by the supervisor.
Keywords: South coast specialties in, Food Photography, Traditional Food.
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Di Indonesia, ada berbagai jenis makanan tradisional yang dikenal sebagai makanan khas atau sering
dijadikan oleh-oleh. Makanan tradisional dari setiap daerah menjadi identitas bagi daerah tersebut. Salah satu
contohnya adalah daerah pesisir selatan yang memiliki beragam makanan khas tradisional, seperti putu
kambang, kue sako, kue sapik, kue sagun bakar, mangkuak badeta, palai bada, sate lokan, dan rendang lokan.
Makanan tradisional adalah makanan yang berasal dari budaya lokal masyarakat dan telah menjadi bagian dari
identitas sosial suatu kelompok atau daerah, seperti yang diungkapkan oleh Sunardi (2005).
Fotografi makanan adalah jenis fotografi yang menjadikan makanan sebagai objek utama pemotretan.
Fotografi ini biasanya digunakan untuk iklan, kemasan, buku menu, dan buku masak. Fotografi makanan
menghidupkan makanan melalui gambar yang menarik, warna yang mencolok, dan komposisi yang indah
(Ambasari, 2011: 52). Tujuannya adalah untuk mengabadikan berbagai bentuk makanan, termasuk yang ditata
sedemikian rupa sehingga tampak menggugah selera, sehingga hanya dengan melihat fotonya saja, orang akan
merasa ingin menikmati makanan tersebut.
METODE PENELITIAN
Dalam proses penciptaan karya ini, penulis mengacu pada beberapa teori yang menjadi landasan sesuai
dengan jenis karya seni fotografi yang dihasilkan.
a. Fotografi Komersial
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus
111
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)ISSN : 2963-5802
Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus Hal. 111-116
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
"Fotografi Komersial adalah jenis foto yang dirancang dengan tujuan memiliki nilai jual. Orang pada
umumnya mengenal fotografi komersial sebagai foto iklan produk yang digunakan dalam poster, namun
sebenarnya cakupannya jauh lebih luas" (Sutton, 2013: 14).
b. Fotografi Makanan
Food Photography adalah seni memotret makanan yang ditata sedemikian rupa sehingga memiliki daya
tarik dan dapat menggugah selera. Bidang fotografi ini kini semakin digemari, dari yang sekadar memotret saat
makan di warung, restoran, kafe, hingga hotel berbintang, hingga yang serius ingin meniti karir sebagai
fotografer profesional (WS Pramono, 2018: x).
c. Pencahayaan
Cahaya merupakan elemen mendasar dalam fotografi, karena cahaya yang mengenai sebuah objek dapat
menunjukkan bentuk, memberi warna, dan menciptakan kontras antara area terang dan gelap. Tanpa
pencahayaan yang tepat, kualitas foto akan menurun, karena cahaya sangat penting untuk memahami arah dan
karakteristik objek yang difoto.
d. Pemrosesan Gambar Digital
Untuk menghasilkan gambar digital yang optimal, ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Salah
satunya adalah dengan mengoreksi, mengubah, menambah, atau mengurangi elemen-elemen pada foto sehingga
terlihat berbeda dengan foto aslinya.
a. Alat dan bahan
1. Kamera DSLR
Kamera Canon 3000D
Sumber: Suci Wulandari, 2024
Kamera ini merupakan alat rekam yang mempunyai a (...truncated)