Makanan Khas Pesisir Selatan Dalam Food Photography

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Aug 2025

This study aims to explore the richness of typical southern coastal Indonesian food through the medium of food photography as a form of cultural preservation and touristm promotion. Typical southern coastal foods such as putu kambang, mangkuak badeta, sangko cake, grilled sagun bakar, sapik cake, lokan satay lokan rendang and palai bada in this work, the aurtor uses a visual approach through food photography to highlight the uniqueness of southern coastal food in terms of appearance, color, texture, and presentation. The creative process involves field research to the southern coastal area, interviews with local culinary actors, and photo shoots that emphasize natural lighting and aesthetic composition in order to arouse the appetite and display the culinary identity. The result of the study show that food photography is effective as a visual archiving medium as well as a local culinary promotion strategy. Through attractive visualization, typical southern coastal foods can be introduced more widely and appreciated as a part of the regional cultural heritage. This work is expected to encourage the preservation of local culinary and increase the appeal of culinary tourism on the southern coast. Most of the techniques used by the author in the process of taking eve angle and flat lay angle. In working on this work, the author has conducted exploration, preparation, and design. The process of creating this final assignment went thourgh several stages including preparation, realization, and selection of works. The author carried out an editing process to perfect this final assignment. The works numbered 20 with 24 photos that had been selected by the supervisor.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3476/2485

Makanan Khas Pesisir Selatan Dalam Food Photography

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)ISSN : 2963-5802 Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus Hal. 111-116 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs Makanan Khas Pesisir Selatan Dalam Food Photography Suci Wulandari1,Aziz Fauzi Rahmat2 Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, ISI Padang Panjang Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, ISI Padang Panjang Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekayaan makanan khas pesisir selatan Indonesia melalui medium fotografi makanan (food photography) sebagai bentuk pelestarian budaya dan promosi pariwisata. Makanan khas pesisir selatan seperti putu kambang, mangkuak badeta, kue sangko, kue sagun bakar, kue sapik, sate lokan, rendang lokan, dan palai bada. Dalam karya ini, penulis menggunakan pendekatan visual melalui food photography untuk mengangkat keunikan makanan pesisir selatan dari segi tampilan, warna, tekstur, dan penyajian. Proses kreatif melibatkan riset lapangan ke daerah pesisir selatan, wawancara dengan pelaku kuliner lokal, serta sesi pemotretan yang menekankan pencahayaan alami dan komposisi estetis agar mampu menggugah selera dan menampilkan identitas kuliner tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food photography efektif sebagai media pengarsipan visual sekaligus strategi promosi kuliner lokal. Melalui visualisasi yang menarik, makanan khas pesisir selatan dapat dikenalkan secara lebih luas dan diapresiasi sebagai bagian dari warisan budaya daerah. Karya ini diharapkan dapat mendorong pelestarian kuliner lokal dan meningkatkan daya tarik wisata kuliner pesisir selatan. Kebanyakan teknik yang penulis gunakan dalam proses pengambilan eye angle dan flat lay angle. Dalam penggarapan karya ini, penulis telah melakukan eksplorasi, persiapan, dan perancangan. Proses penciptaan tugas akhir ini melalui beberapa tahapan meliputi persiapan, perwujudan, dan seleksi karya. Penulis melakukan proses editing untuk menyempurnakan karya tugas akhir ini. Karya berjumlah 20 buah dengan foto sebanyak 24 foto yang telah diseleksi pembimbing. Kata Kunci: Makanan Khas Pesisir Selatan, Food Photography, Food Tradisional. Abstract This study aims to explore the richness of typical southern coastal Indonesian food through the medium of food photography as a form of cultural preservation and touristm promotion. Typical southern coastal foods such as putu kambang, mangkuak badeta, sangko cake, grilled sagun bakar, sapik cake, lokan satay lokan rendang and palai bada in this work, the aurtor uses a visual approach through food photography to highlight the uniqueness of southern coastal food in terms of appearance, color, texture, and presentation. The creative process involves field research to the southern coastal area, interviews with local culinary actors, and photo shoots that emphasize natural lighting and aesthetic composition in order to arouse the appetite and display the culinary identity. The result of the study show that food photography is effective as a visual archiving medium as well as a local culinary promotion strategy. Through attractive visualization, typical southern coastal foods can be introduced more widely and appreciated as a part of the regional cultural heritage. This work is expected to encourage the preservation of local culinary and increase the appeal of culinary tourism on the southern coast. Most of the techniques used by the author in the process of taking eve angle and flat lay angle. In working on this work, the author has conducted exploration, preparation, and design. The process of creating this final assignment went thourgh several stages including preparation, realization, and selection of works. The author carried out an editing process to perfect this final assignment. The works numbered 20 with 24 photos that had been selected by the supervisor. Keywords: South coast specialties in, Food Photography, Traditional Food. This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Di Indonesia, ada berbagai jenis makanan tradisional yang dikenal sebagai makanan khas atau sering dijadikan oleh-oleh. Makanan tradisional dari setiap daerah menjadi identitas bagi daerah tersebut. Salah satu contohnya adalah daerah pesisir selatan yang memiliki beragam makanan khas tradisional, seperti putu kambang, kue sako, kue sapik, kue sagun bakar, mangkuak badeta, palai bada, sate lokan, dan rendang lokan. Makanan tradisional adalah makanan yang berasal dari budaya lokal masyarakat dan telah menjadi bagian dari identitas sosial suatu kelompok atau daerah, seperti yang diungkapkan oleh Sunardi (2005). Fotografi makanan adalah jenis fotografi yang menjadikan makanan sebagai objek utama pemotretan. Fotografi ini biasanya digunakan untuk iklan, kemasan, buku menu, dan buku masak. Fotografi makanan menghidupkan makanan melalui gambar yang menarik, warna yang mencolok, dan komposisi yang indah (Ambasari, 2011: 52). Tujuannya adalah untuk mengabadikan berbagai bentuk makanan, termasuk yang ditata sedemikian rupa sehingga tampak menggugah selera, sehingga hanya dengan melihat fotonya saja, orang akan merasa ingin menikmati makanan tersebut. METODE PENELITIAN Dalam proses penciptaan karya ini, penulis mengacu pada beberapa teori yang menjadi landasan sesuai dengan jenis karya seni fotografi yang dihasilkan. a. Fotografi Komersial Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus 111 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)ISSN : 2963-5802 Vol. 4 No. 1 (2025): Juli – Agustus Hal. 111-116 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs "Fotografi Komersial adalah jenis foto yang dirancang dengan tujuan memiliki nilai jual. Orang pada umumnya mengenal fotografi komersial sebagai foto iklan produk yang digunakan dalam poster, namun sebenarnya cakupannya jauh lebih luas" (Sutton, 2013: 14). b. Fotografi Makanan Food Photography adalah seni memotret makanan yang ditata sedemikian rupa sehingga memiliki daya tarik dan dapat menggugah selera. Bidang fotografi ini kini semakin digemari, dari yang sekadar memotret saat makan di warung, restoran, kafe, hingga hotel berbintang, hingga yang serius ingin meniti karir sebagai fotografer profesional (WS Pramono, 2018: x). c. Pencahayaan Cahaya merupakan elemen mendasar dalam fotografi, karena cahaya yang mengenai sebuah objek dapat menunjukkan bentuk, memberi warna, dan menciptakan kontras antara area terang dan gelap. Tanpa pencahayaan yang tepat, kualitas foto akan menurun, karena cahaya sangat penting untuk memahami arah dan karakteristik objek yang difoto. d. Pemrosesan Gambar Digital Untuk menghasilkan gambar digital yang optimal, ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengoreksi, mengubah, menambah, atau mengurangi elemen-elemen pada foto sehingga terlihat berbeda dengan foto aslinya. a. Alat dan bahan 1. Kamera DSLR Kamera Canon 3000D Sumber: Suci Wulandari, 2024 Kamera ini merupakan alat rekam yang mempunyai a (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3476/2485
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/3476/2485

Suci Wulandari, Aziz Fauzi Rahmat. Makanan Khas Pesisir Selatan Dalam Food Photography, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2025, pp. 111-116,