Fish Industry Horizon for Ecological-economics System Resiliency

Jurnal Poster Pirata Syandana, Jun 2026

Saat ini pembangunan di Indonesia mengarah pada pemerataan pembangunan yang berorientasi pada sistem pembangunan urban atau kota. Pembangunan ini juga berlaku pada desa yang pada praktiknya membutuhkan perkembangan tetapi sering diartikan desa butuh pengejaran terhadap logika pembangunan kota. Hal ini menyebabkan pembangunan yang tidak kontekstual sesuai dengan karakter daerah tersebut. Oleh karena itu, desa butuh cara pembangunannya sendiri, yang masing-masing desa berbeda dalam treatment-nya. Perancangan pengembangan fasilitas akuakultur di Desa Kemujan hadir sebagai resolusi kontekstual dari perwujudan nyata dari tata desa sebagai antitesis dari tata kota.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpps/article/download/32789/14430

Fish Industry Horizon for Ecological-economics System Resiliency

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO TA 162 B ACKGROUND Paradigma pembangunan saat ini Desa < Kota I “Industrialisasi ruang desa tak terkendali” Tambak Udang Intensif Apa yang terjadi?.. < EKONOMI EKOLOGI SU Urban Sentris industri ekstraktif Ikan dan terumbu karang mati menggunakan logika kapital kota Polusi bau tidak menyerap pekerja dengan baik Rumput laut bau Desa butuh pengajaran Desa tidak berkembang sesuai dengan “desa” Kenapa ini bisa terjadi? Akibatnya.. Henri Lefebvre (1991) ruang bukanlah wadah netral David Harvey (2008) urbanisasi adalah ekspansi logika kapital ne layan gabisa melaut pari wisata terhambat budidaya rumput laut tersingkirkan *disebabkan karena planning tdk sesuai dengan karakter desa Akibatnya.. DEGRADASI BERGANTUNG lingkungan pada sistem kota KEHILANGAN identitas ruang Desa kehilangan karakter I D E AL Karl Polanyi (1994) EMBEDDED ECONOMY SOCIO-ECOLOGY SYSTEM Ostrom (2009) James Scott (1976) MORAL ECONOMY Untuk itu Desa Butuh TATA DESA D UANG MANDIRI Karakter Potensi Sistem Hidup R Sandang Papan D K issembedded Em bedded arakter Ekonomi Desa kegiatan ek n mi pr duksi, distribusi, k nsumsi harus K esa perlu ditata sesuai dengan “desa” untuk mencapai kemandirian (ruang yang otonom) D o o ( o o ) didorong oleh keberlangsungan hidup kolektif dan kondisi alam. P R O P O SISI Karakter Desa Energi yang diserap = Energi yang dikembalikan *tentang siklus energi yang seimbang oleh manusia ke alam Akuakultur Pangan itemukan Pembangunan LOGIKA KOTA asus tambak udang ekstraktif Tambak eksisting memberikan dampak buruk bagi lingkungan, timbal balik energi sama sekali tidak mendekati seimbang KONSUMSI Pangan “Ketika desa dipaksa mengejar Sebelum ekonomi berjalan kebutuhan Mandiri DISTRIBUSI pokok harus terpebuhi terlebih dahulu. PRODUKSI Ekonomi Desa kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) harus didorong oleh keberlangsungan hidup kolektif dan kondisi alam. pertumbuhani ala kota, “ karakter pada desa seringkali dikorbankan” n strialisasi ruang esa” yang tidak terkendali “I du d M D G O develop new Aquaculture system” ALS Existing melihat semua kemungkinan kegiatan akuakultur yang dapat di develop New Program program akuakultur dengan sistem baru APPING esa Kemujan, Pulau Karimun SITE JURNAL POSTER PIRATA SYANDANA VOL 07 NO. 01 Fish Industry Horizon For Ecological-Economics System Resiliency Muhammad Fatih Hikami Rabbi 21020122130058 (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpps/article/download/32789/14430
Article home page: https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpps/article/view/32789/14430

Muhammad Fatih Hikami Rabbi. Fish Industry Horizon for Ecological-economics System Resiliency, Jurnal Poster Pirata Syandana, 2026,