GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN TROMBOSIT DARAH PADA PENDERITA DBD SESUDAH MENGKONSUMSI JAMBU BIJI (psidium guajava) DI RST SOLOK TAHUN 2018
Marisa. Suriani, E. 2019. Gambaran Hasil Pemeriksaan Trombosit Darah pada Penderita DBD Sesudah Mengkonsumsi
Jambu Biji (psidium guajava) di RST Solok Tahun 2018. Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. 11 (2) : 78 - 82
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN TROMBOSIT DARAH PADA
PENDERITA DBD SESUDAH MENGKONSUMSI JAMBU BIJI
(psidium guajava) DI RST SOLOK TAHUN 2018
Marisa1*, Endang Suriani2
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Padang
Jalan Adinegoro KM 17 Simpang Kalumpang Padang
*Email:
ABSTRACT
Dengue or dengue fever is the most dominant disease suffered by the people of Indonesia. It can be
detected through hematocrit values and platelet counts of patients. Usually, the patient's hematocrit
value increases and blood plasma volume decreases. On the other hand, the platelet count of the
patient decreases due to bone marrow suppression and the presence of antibodies against platelet
deficiency. The purpose of this study was to determine the hematocrit value and platelet count of
patients with dengue fever. This study was conducted on 10 patients with dengue fever at the Solok
Army Hospital in the December 2018 - January 2019 period. The results of this study found that
the total platelet count of patients when starting treatment was 38,300 cells / mm3. While the mean
hematocrit when starting treatment is 43.5%. It can be concluded that dengue fever sufferers have
increased hematocrit values and decreased platelet counts.
Keywords: dengue hemorrhagic fever, hematocrit, platelet counts.
PENDAHULUAN
Dengue (DBD) merupakan penyakit yang
disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes albopictus (Caribbean Epidemiology
Center, 2000). DBD merupakan penyakit yang
timbulnya mendadak dan menular secara cepat
dalam waktu relatif singkat yang sangat
berbahaya dan mematikan sehingga harus
segera dilakukan penanganannya. Penyakit ini
banyak ditemukan pada daerah tropis, subtropis, dan menjangkit luas dibanyak negara
diAsia Tenggara, salah satunya Indonesia.
Demam berdarah umumnya diawali oleh
demam yang tinggi mendadak selama 2-7 hari
(38-40°C). Manifestasi perdarahan antara lain
uji torniquet, perdarahan, konjungativa,
epistaksis, melena, hepatomegali, syok,
trombositopenia, hemokonsentrasi, perdarahan
gusi, sakit kepala hebat, sakit belakang mata,
otot dan sendi, nafsu makan berkurang, mual,
dan ruam. Pada kasus yang sangat
parah,berlanjut pada gagal napas, syok, dan
kematian. Pada demam berdarah agregasi
trombosit
bertambah
sehingga
masa
pendarahan memanjang. Jika ini terus berlanjut
dapat mengakibatkan terjadinya syok dan fatal
(Hendarwanto, 1996).
Trombosit merupakan kepingan darah
atau sitoplasmik yang tidak ber-inti dengan
diameter antara 2-4 mm. idealnya, jumlah
trombosit di dalam darah adalah sekitar
150.000 – 400.000/µl setelah dihasilkan oleh
sumsum tulang belakang dalam kurun waktu
matang antara 7-10 hari. Enzim utama yang
berperan dalam produksi trombosit adalah
trombopoetin yang dihasilkan hati dan ginjal
dengan reseptor C-MPL dan interleukin-11.
Trombosit
penting
dalam
penghentian
perdarahan akibat luka. Trombosit atau platelet
sangat penting untuk menjaga hemostasis
tubuh. Adanya abnormalitas pada vaskuler,
trombosit, koagulasi, atau fibrinolisis akan
menggangu hemostasis sistem vaskuler yang
Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. ISSN: 2085-8019 (p), 2580-278X (e)
Published by : AMSET IAIN Batusangkar and IAIN Batusangkar Press
78
Marisa. Suriani, E. 2019. Gambaran Hasil Pemeriksaan Trombosit Darah pada Penderita DBD Sesudah Mengkonsumsi
Jambu Biji (psidium guajava) di RST Solok Tahun 2018. Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. 11 (2) : 78 - 82
mengakibatkan perdarahan abnormal/gangguan
perdarahan (Sherwood, 2001).
Berbagai usaha telah dilakukan untuk
menangani permasalahan ini yaitu mengatasi
hal tersebut, baik dengan mencegah
penyebaran maupun usaha mencari obat yang
efektif untuk penanganan pasien demam
berdarah seperti
dengan penelitian yang menggunakan
jambu biji sebagai faktor peningkatan
trombosit. Aktivitas ini diduga disebabkan
oleh adanya kandungan kelompok senyawa
tannin dan flavonoid, diketahui senyawa
flavonoid yang terdapat dalam jambu biji
adalah kuersentin (Siswono, 2004).
Jambu Biji (Psidium guajava) atau
sering disebut jambu batu, jambu siki dan
jambuk untuk adalah tanaman tropis yang
berasal dari Brazil, disebarkan ke Indonesia
melalui Thailand. Jambu biji memiliki buah
yang berwarna putih atau merah dan berasa
asam-manis.
Kandungan asam askorbat atau vitamin C
merupakan nutrisi yang dimiliki jambu biji
dengan rincian 126 mg vitamin C dan 90 mg
asam askorbat. Jumlah ini sangat diperlukan
oleh setiap orang perharinya. Vitamin C
membantu menjaga bagian tubuh setiap
jaringan tubuh manusia. Vitamin C dapat
menumbuhkan
kolagen,
protein
yang
mendukung sel dan jaringan tubuh tetap utuh
dan tanpa vitamin C tubuh bisa mengalami
pecah pembuluh darah.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan bersifat
deskriptif dengan melakukan pemeriksaan
trombosit terhadap pasien DBD pada RS
Tentara Solok. Penelitian dilakukan mulai
bulan Desember 2018 sampai bulan Januari
2019 di laboratorium RS Tentara Solok.
Populasi yang diambil dalam penelitian
ini adalahseluruh pasien yang menderita DBD
di RS Tentara Solok. Sebagai sampel dalam
penelitian ini adalah darah 10 orang pasien
DBD secara acak atau random sampling.
Prosedur hitung trombosit dilakukan dengan
metode
Rees
ecker
dimulai
dengan
pengambilan darah kapiler, hisap larutan Rees
ecker sampai tanda 1 dengan pipet thoma
eritrosit, bilas pipet menggunakan larutan
tersebut, hisap sampel darah sampai tanda 0,5
dengan pipet thoma eritrosit, hapus darah yang
melekat pada luar ujung pipet lalu hisap larutan
Rees ecker sampai tanda 101, Homogen kan
dengan cara kocok pipet lalu buang 3-4 tetes,
siapkan kamar hitung yang bersih dan kering
dan letakkan deck glass diatasnya lalu periksa
dengan mikroskop dengan pembesaran 40X.
Tabel 1. Ditribusi Sampel Positif DBD Sebelum Mengkonsumsi Jus Jambu Biji.
Kode Sampel
Tn. AB
Tn. H
Tn. Z
Tn. AR
Ny. Y
Ny. DW
Tn. YF
Tn. JA
Ny. S
Ny. W
Rata-rata
Umur (tahun)
17
33
48
8
54
53
14
50
24
15
Jeniskelamin
L
L
L
L
P
P
P
L
P
P
Trombosit awal (mm³)
31.000
26.000
41.000
37.000
64.000
35.000
27.000
33.000
37.000
52.000
38.300
Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. ISSN: 2085-8019 (p), 2580-278X (e)
Published by : AMSET IAIN Batusangkar and IAIN Batusangkar Press
79
Marisa. Suriani, E. 2019. Gambaran Hasil Pemeriksaan Trombosit Darah pada Penderita DBD Sesudah Mengkonsumsi
Jambu Biji (psidium guajava) di RST Solok Tahun 2018. Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. 11 (2) : 78 - 82
Tabel 2 Ditribusi Trombosit Sampel Posistif DBD (demam berdarah dengue) yang Mengkonsumsi
Jus Jambu Biji
Nama
Tn.AB
Tn.H
Tn.Z
Tn.AF
Ny.Y
Ny.D
Ny.YF
Tn.J
Ny.S
Ny.W
Rata-rata
Hari ke- 1
(mm³)
33.000
28.000
42.000
37.000
65.000
37.000
29.000
34.000
37.000
54.000
40.000
Hari ke- 2
(mm³)
36.000
34.000
45.000
42.000
66.000
39.000
32.000
35.000
41.000
57.000
43.000
Hari ke- (...truncated)