e-ISSN: 2685-9556
p-ISSN: 2686-0139
Volume 5 Issue 2
Aisyah Journal of Informatics and Electrical Engineering
Universitas Aisyah Pringsewu
Journal Homepage
http://jti.aisyahuniversity.ac.id/index.php/AJIEE
PERANCANGAN APLIKASI ANTRIAN POLIKLINIK BERBASIS ANDROID
Fahlul Rizki1,Afrizal Martin2,Priyono3
1
Teknik Informatika, Fakutas Teknologi dan Informatika, Universitas Aisyah Pringsewu
Sistem Informasi,Fakultas Ilmu Komputer, Institut Teknologi dan Bisnis Bakti Nusantara
[email protected] ,
[email protected],
[email protected]
2
ABSTRACT
When people go to the hospital or polyclinic for treatment every day, they often find potential patients who
want treatment and crowd in front of the queue counter. In almost every hospital or polyclinic, queues are
enforced as a management initiative to maintain order. The author found the problem of how an Androidbased online queuing system can be built. The purpose of this study is to make it easier for prospective
patients to register, improve hospital or polyclinic services in conveying information, the study draws a
conclusion that polyclinic queuing applications can be used to make it easier for prospective polyclinic
patients to register without the need to visit or contact the polyclinic. With the results of the proposed design
can be used properly. The possibility of errors occurring in the system flow has been minimized.
Kata Kunci : Polyclinic, Queue, Android, PHP
ABSTRAK
Kala warga tiap hari berobat ke rumah sakit ataupun poliklinik, kerapkali mereka menjumpai calon
penderita yang mau berobat serta berkerumun di depan loket antrian. Nyaris di tiap rumah sakit ataupun
poliklinik diberlakukan antrean selaku inisiatif manajemen buat melindungi kedisiplinan. Penulis
menciptakan permasalahan Gimana sistem antrian online berbasis Android bisa dibentuk. tujuan dari riset
ini merupakan Memudahkan calon penderita dalam melaksanakan registrasi, Tingkatkan pelayanan rumah
sakit ataupun poliklinik dalam mengantarkan data, riset mengambil suatu kesimpulan kalau aplikasi antrian
poliklinik bisa digunakan buat memudahkan calon penderita poliklinik buat melaksanakan registrasi tanpa
butuh menghadiri maupun menghubungi pihak poliklinik. Dengan hasil dari rancangan yang diajukan bisa
digunakan dengan baik. Mungkin kesalahan yang terjalin pada alur sistem sudah diminimalisir
Kata Kunci: Poliklinik, Antrian, Android, PHP
I. PENDAHULUAN
Di era generasi milenial, teknologi dan
sistem data saat ini sedang berkembang pesat,
khususnya di Indonesia. Kehidupan sehari-hari
warga digital menunjukkan hal ini. Jika
dibandingkan dengan proses manual yang
seluruhnya dikerjakan oleh manusia, kemajuan
ini dapat memudahkan pekerjaan manusia.
Industri, dan rumah sakit khususnya, sangat
membutuhkan kemajuan sistem data saat ini.
Smartphone merupakan salah satu aspek dari era
digital yang berkembang pesat yang dapat
membiasakan diri dengan dunia teknologi dan
memudahkan segala aspek aktivitas manusia.
Karena smartphone dapat dibawa kemana saja
dan memiliki bentuk yang sederhana dan ringkas,
manusia dapat menggunakan smartphone yang
fungsinya untuk berbicara tanpa terkendala oleh
jarak, waktu, maupun lokasi berkat tersedianya
smartphone dengan karakteristik digital. Fitur
perangkat lunak di dalam smartphone
memberikan dukungan kinerja untuk mengelola
pekerjaan..[1]
Pelaksanaan sistem antrean poliklinik secara
manual dinilai kurang efektif. sebab calon
245
Aisyah Journal of Informatics and Electrical Engineering
e-ISSN: 2685-9556
p-ISSN: 2686-0139
penderita diwajibkan melaksanakan registrasi
dengan metode konvensional dengan menghadiri
langsung rumah sakit ataupun poliklinik buat
memperoleh no antrian di bagian registrasi.
Calon penderita direpotkan oleh sistem ini sebab
wajib menunggu lama buat dipanggil cocok
urutan no antriannya. Tidak hanya itu, jam
operasional rumah sakit ataupun poliklinik tidak
senantiasa memadai buat menampung jumlah no
antrian serta jumlah calon penderita yang hendak
dirawat pada hari itu.
Bagi riset Laeliyah( 2017), Torry( 2016), serta
Bustani( 2015), waktu tunggu antrian sistem
konvensional berakibat signifikan terhadap
kepuasan pelayanan penderita. Atas bawah itu,
tidak bisa dipungkiri kalau sistem antrean manual
kerapkali membuat calon penderita yang berobat
kewalahan frustasi. Hasilnya, sistem antrean
yang mobile- friendly serta menolong antrean
senantiasa tertib serta mengasyikkan dirancang
serta diterapkan.
Terdapat beberapa riset yang dicoba tentang
pemecahan buat antrian. Mengarah posisi antrian
serta mengambil no antrian merupakan gimana
sistem yang digunakan mulai menyimpang dari
sistem konvensional. Tetapi, sebagian orang
masih bekerja buat membetulkan sistem lama.
Pemanfaatan aplikasi pc desktop secara offline
buat tingkatkan daya guna layanan jadi fokus
kajian tahun 2012 oleh Kundang K. Juman.
Kajian Bambang Sutikno tahun 2017 ialah salah
satu contoh kajian yang memakai aplikasi yang
tersambung dengan jaringan buat membolehkan
akses registrasi secara online. Teknologi telepon
seluler digunakan dalam sebagian riset buat
registrasi online, serta SMS digunakan buat
manajemen antrian pada riset yang lain( Syed
Suhail D, et angkatan laut(AL).). 2018), pula
dimungkinkan buat check- in ke antrean memakai
Near Field Communication, ataupun teknologi
NFC( Yeo Symey, et angkatan laut(AL). 2018).
Kebanyakan memakai aplikasi Android sebab
relatif gampang dibesarkan.[2]
Terdapat beberapa aplikasi antrian buat industri
kesehatan di aplikasi Android. Aplikasi registrasi
online Wisma Rini, QueueApp, aplikasi registrasi
penderita Rumah sakit Mitra Husada, serta lainlain merupakan sebagian contohnya. Tidak hanya
itu, pendaftaran antrean merupakan salah satunya
fokus aplikasi antrean. sehingga aplikasi tidak
lagi dibutuhkan sehabis registrasi. Sedangkan itu,
calon penderita masih membutuhkan data bonus,
Volume 5 Issue 2
semacam data antrian yang lagi beroperasi
ataupun notifikasi buat reminder penjadwalan
waktu antrian( buat notifikasi, sudah ada
sebagian aplikasi). Tidak hanya itu, sebagian
besar aplikasi cuma menawarkan antrean cek Dday. Ini bukan ilham yang baik bila calon
penderita mau menjadwalkan pengecekan serta
antrean sangat panjang ataupun apalagi penuh
pada dikala itu, memforsir mereka buat lekas
mengganti bertepatan pada ke hari lain.
Tata cara pengembangan desain yang diusulkan,
yang memakai kerangka kerja aplikasi hybrid,
mempunyai kelebihan. dimana pengembangan
buat sebagian platform, semacam Android, iOS,
Windows Phone, serta aplikasi website, cuma
bisa dicoba satu kali. Dokter serta karyawan pula
bisa memakai hasil aplikasi dari desain yang
diusulkan buat berdialog satu sama lain lewat
fitur percakapan serta berbagi data lewat fitur
kabar. Aplikasi ini pula menawarkan pencarian
dokter serta agenda poliklinik yang bisa
disesuaikan dengan preferensi penderita,
menawarkan bermacam opsi waktu( tanpa
membutuhkan registrasi pada hari yang sama
dengan tes). Fitur lain bisa digunakan buat
membua (...truncated)