Peningkatan Kapasitas dan Deteksi Dini HIV/AIDS Pada Remaja di Kota Baubau
Abdimas Universal 4 (2), (2022), 253-259
ABDIMAS UNIVERSAL
http://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal
DOI: https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v4i2.230
Received: 23-07-2022
Accepted: 31-08-2022
Peningkatan Kapasitas dan Deteksi Dini HIV/AIDS Pada Remaja di Kota Baubau
Wa Ode Sitti Justin1*; Ahmad Amiruddin1; Sudirman Pabokori1;
Sri Ernawati1; Syastriani Isna Putri Syarif1
1
1*
Politeknik Baubau
Email:
Abstrak
HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit mematikan yang belum ditemukan cara penyembuhannya sehingga dibutuhkan inovasi
untuk mencegah penyebaran penderita HIV/AIDS. AIDS adalah manifestasi infeksi HIV yang secara signifikan menyupresi fungsi
imunitas seseorang. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan mendeteksi dini
status HIV remaja di kota Baubau. Metode yang digunakan dengan cara penyuluhan dan pemeriksaan. Hasil yang diperoleh yaitu
terdapat peningkatan pengetahuan remaja serta hasil pemeriksaan rapid test HIV-AIDS menunjukkan 98% remaja sadar dan mau
melakukan pemeriksaan sejak dini untuk mengetahui status HIV sebagai upaya mencegah penularan HIV.
Kata Kunci: Remaja, HIV/AIDS, Status Rapid Test HIV-AIDS.
Abstract
HIV/AIDS is one of the deadliest diseases for which a cure has not been found, so innovation is needed to cure people with
HIV/AIDS. AIDS is a manifestation of HIV infection that significantly suppresses a person's immune function. The aim is to
increase the knowledge of adolescents and to detect the HIV status of adolescents in Baubau city. The method used is by way of
counseling and examination. The results obtained are that there is an increase in adolescent knowledge and the results of the HIVAIDS rapid test show that 98% of adolescents are aware and willing to carry out an early examination to determine their HIV
status as an effort to prevent HIV transmission.
Keywords: teenager, HIV/AIDS, Status of Rapid Test HIV-AIDS.
1. Pendahuluan
HIV/AIDS merupakan salah satu masalah
kesehatan di dunia, khususnya di Indonesia. Jumlah
kasus HIV/AIDS terus meningkat dari tahun ke tahun.
HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit mematikan
yang belum ditemukan cara penyembuhannya sehingga
dibutuhkan
inovasi
untuk
menyembuhkan
penderitanya. AIDS adalah manifestasi infeksi HIV
yang secara signifikan menyupresi fungsi imunitas
seseorang. Beberapa agen kimia anti-HIV telah
dikembangkan, namun disamping harganya yang
mahal juga terdapat beberapa efek samping dan
keterbatasan yang berhubungan dengan penggunaan
kemoterapi dan terapi infeksi HIV. Beberapa
tumbuhan telah diteliti (La Patilaiya et al., 2021)
Populasi terinfeksi HIV terbesar di dunia adalah
di benua Afrika (25,7 juta), kemudian di Asia
Tenggara (3,8 juta), dan Amerika (3,5 juta). Sedangkan
yang terendah ada di Pasifik Barat sebanyak 1,9 juta
orang. Tingginya populasi orang terinfeksi HIV di
Asia Tenggara mengharuskan Indonesia untuk lebih
waspada terhadap penyebaran dan penularan virus ini.
Meskipun cenderung fluktuatif, data kasus HIV/AIDS
di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Selama
Volume 4, Nomor 2, 2022
ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online)
11 tahun terakhir jumlah kasus HIV di Indonesia
mencapai puncaknya di tahun 2019 dengan 5 Provinsi,
yaitu Jawa Timur 8.935 kasus, DKI Jakarta 6.701
kasus, Jawa Barat 6.066 kasus, Jawa Tengah 5.630
kasus, dan Papua 3.750 kasus, dari jumlah kasus HIV
sebanyak 50.282 kasus. Maluku Utara tidak
dilaporakan kasus HIV. Adapun 5 provinsi dengan
jumlah kasus AIDS terbanyak adalah Jawa Tengah
1.613 kasus, Papua 1.061 kasus, Jawa Timur 958
kasus, DKI Jakarta 585 kasus, Kepulauan Riau 441
kasus, dan Maluku Utara 61 kasus (Pusat Data
Informasi Kementerian kesehatan RI, 2022).
Jumlah penderita penyakit HIV dan AIDS di
Sulawesi Tenggara pada tahun 2016 sebanyak 196 jiwa
terdiri dari 134 HIV dan 62 AIDS, pada tahun 2017
sebanyak 202 jiwa terdiri dari 76 HIV dan 126 AIDS,
dan tahun 2018 sebanyak 205 jiwa terdiri dari HIV 78
dan AIDS 127 (Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi
Tenggara, 2019). HIV/AIDS tidak hanya ada pada
orang dewasa tetapi juga bisa mengenai anak-anak
maupun remaja.
Seiring dengan meningkatnya jumlah remaja
umur 15-24 yang terinfeksi HIV, maka sangat
diperlukan edukasi dan deteksi dini pada kelompok
253 | P a g e
Abdimas Universal 4 (2), (2022), 253-259
remaja ini. Berbagai hal telah dilakukan untuk
mencegah meluasnya HIV/AIDS, seperti bentuk
penyuluhan atau pendidikan antara lain melalui media
cetak dan elektronik maupun melalui metode ceramah
dan diskusi, serta berbagai pengobatan dengan
antiretroviral juga telah diteliti dan dilakukan.
Di kota Baubau, temuan kasus HIV dan AIDS
pada tahun 2021 yaitu sebanyak 74 kasus dan 20
(27%) diantaranya adalah remaja (Dinas Kesehatan
Kota Baubau, Bidang P2PLP, 2022). Hal inilah yang
mendasari tim pengabdi melakukan Pengabdian
kepada Masyarakat (PkM) berupa peningkatan
kapasitas terkait pengetahuan remaja tentang
pencegahan HIV/AIDS serta deteksi dini kasus
HIV/AIDS pada remaja guna menekan bertambahnya
kasus baru karena tidak mengetahui status sejak dini.
Adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat
ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang
HIV-AIDS secara komprehensif, mulai dari
pencegahan, penularan hingga pengobatan kepada
remaja yang pada dasarnya mayoritas karakter mereka
adalah ingin mencoba-coba hal baru termasuk perilaku
berisiko tinggi seperti seks bebas, alkohol, narkoba,
dan lain-lain, serta diharapkan dapat menjadi peer
educator (pendidik sebaya) untuk remaja di sekitarnya.
Setelah dilakukan deteksi dini berupa skrining HIVAIDS dimana hasilnya akan menjadi masukan untuk
Dinas Kesehatan Kota Baubau dan Layanan Pusat
Kesehatan Masyarakat (LPKM) lingkup Kota Baubau.
2. Bahan dan Metode
Pelaksanaan PkM ini dilakukan dengan melewati
3 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan,
dan tahap evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh
siswa SMA di kota Baubau yang bersedia mengikuti
alur tahapan kegiatan yang mulai dilaksanakan pada
tanggal 29 Maret 2022 hingga selesai. Adapun uraian
kegaiatan PkM sebagai berikut.
a. Tahap Persipan
Tahapan persiapan diawali dengan rapat
bersama tim pengabdi melalui Zoom Meetings
guna membahas jadwal pelaksanaan PkM dan
secara offline dengan membahas persiapan
pelakasanaan PkM.
Volume 4, Nomor 2, 2022
ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online)
Gambar 1. Rapat Persiapan Penyusunan Jadwal
Pelaksanaan PkM
Tim Pengabdi melakukan komunikasi dan
koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Baubau
yang bertujuan untuk memberikan kemudahan
dan kelancaran dalam pelaksanaan kegiatan
pengabdian
kepada
masyarakat
dengan
menyediakan rapid test HIV/AIDS dan
rekomendasi layanan yang diharapkan dapat
membantu dalam melakukan tes HIV tersebut.
Komunikasi dan koordinasi ini disertai surat
tugas dari Direktur Politeknik Baubau nomor
350/PL.B/D/PPPM/ST/III/2022 dan surat izin
PkM dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Kota Baubau sebagai bukti kelegalan kegiatan
pengabdian kepada masyarak (...truncated)