Peningkatan Kapasitas dan Deteksi Dini HIV/AIDS Pada Remaja di Kota Baubau

Sep 2022

HIV/AIDS is one of the deadliest diseases for which a cure has not been found, so innovation is needed to cure people with HIV/AIDS. AIDS is a manifestation of HIV infection that significantly suppresses a person's immune function. The aim is to increase the knowledge of adolescents and to detect the HIV status of adolescents in Baubau city. The method used is by way of counseling and examination. The results obtained are that there is an increase in adolescent knowledge and the results of the HIV-AIDS rapid test show that 98% of adolescents are aware and willing to carry out an early examination to determine their HIV status as an effort to prevent HIV transmission.

Peningkatan Kapasitas dan Deteksi Dini HIV/AIDS Pada Remaja di Kota Baubau

Abdimas Universal 4 (2), (2022), 253-259 ABDIMAS UNIVERSAL http://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal DOI: https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v4i2.230 Received: 23-07-2022 Accepted: 31-08-2022 Peningkatan Kapasitas dan Deteksi Dini HIV/AIDS Pada Remaja di Kota Baubau Wa Ode Sitti Justin1*; Ahmad Amiruddin1; Sudirman Pabokori1; Sri Ernawati1; Syastriani Isna Putri Syarif1 1 1* Politeknik Baubau Email: Abstrak HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit mematikan yang belum ditemukan cara penyembuhannya sehingga dibutuhkan inovasi untuk mencegah penyebaran penderita HIV/AIDS. AIDS adalah manifestasi infeksi HIV yang secara signifikan menyupresi fungsi imunitas seseorang. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan mendeteksi dini status HIV remaja di kota Baubau. Metode yang digunakan dengan cara penyuluhan dan pemeriksaan. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan pengetahuan remaja serta hasil pemeriksaan rapid test HIV-AIDS menunjukkan 98% remaja sadar dan mau melakukan pemeriksaan sejak dini untuk mengetahui status HIV sebagai upaya mencegah penularan HIV. Kata Kunci: Remaja, HIV/AIDS, Status Rapid Test HIV-AIDS. Abstract HIV/AIDS is one of the deadliest diseases for which a cure has not been found, so innovation is needed to cure people with HIV/AIDS. AIDS is a manifestation of HIV infection that significantly suppresses a person's immune function. The aim is to increase the knowledge of adolescents and to detect the HIV status of adolescents in Baubau city. The method used is by way of counseling and examination. The results obtained are that there is an increase in adolescent knowledge and the results of the HIVAIDS rapid test show that 98% of adolescents are aware and willing to carry out an early examination to determine their HIV status as an effort to prevent HIV transmission. Keywords: teenager, HIV/AIDS, Status of Rapid Test HIV-AIDS. 1. Pendahuluan HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia, khususnya di Indonesia. Jumlah kasus HIV/AIDS terus meningkat dari tahun ke tahun. HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit mematikan yang belum ditemukan cara penyembuhannya sehingga dibutuhkan inovasi untuk menyembuhkan penderitanya. AIDS adalah manifestasi infeksi HIV yang secara signifikan menyupresi fungsi imunitas seseorang. Beberapa agen kimia anti-HIV telah dikembangkan, namun disamping harganya yang mahal juga terdapat beberapa efek samping dan keterbatasan yang berhubungan dengan penggunaan kemoterapi dan terapi infeksi HIV. Beberapa tumbuhan telah diteliti (La Patilaiya et al., 2021) Populasi terinfeksi HIV terbesar di dunia adalah di benua Afrika (25,7 juta), kemudian di Asia Tenggara (3,8 juta), dan Amerika (3,5 juta). Sedangkan yang terendah ada di Pasifik Barat sebanyak 1,9 juta orang. Tingginya populasi orang terinfeksi HIV di Asia Tenggara mengharuskan Indonesia untuk lebih waspada terhadap penyebaran dan penularan virus ini. Meskipun cenderung fluktuatif, data kasus HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Selama Volume 4, Nomor 2, 2022 ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online) 11 tahun terakhir jumlah kasus HIV di Indonesia mencapai puncaknya di tahun 2019 dengan 5 Provinsi, yaitu Jawa Timur 8.935 kasus, DKI Jakarta 6.701 kasus, Jawa Barat 6.066 kasus, Jawa Tengah 5.630 kasus, dan Papua 3.750 kasus, dari jumlah kasus HIV sebanyak 50.282 kasus. Maluku Utara tidak dilaporakan kasus HIV. Adapun 5 provinsi dengan jumlah kasus AIDS terbanyak adalah Jawa Tengah 1.613 kasus, Papua 1.061 kasus, Jawa Timur 958 kasus, DKI Jakarta 585 kasus, Kepulauan Riau 441 kasus, dan Maluku Utara 61 kasus (Pusat Data Informasi Kementerian kesehatan RI, 2022). Jumlah penderita penyakit HIV dan AIDS di Sulawesi Tenggara pada tahun 2016 sebanyak 196 jiwa terdiri dari 134 HIV dan 62 AIDS, pada tahun 2017 sebanyak 202 jiwa terdiri dari 76 HIV dan 126 AIDS, dan tahun 2018 sebanyak 205 jiwa terdiri dari HIV 78 dan AIDS 127 (Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, 2019). HIV/AIDS tidak hanya ada pada orang dewasa tetapi juga bisa mengenai anak-anak maupun remaja. Seiring dengan meningkatnya jumlah remaja umur 15-24 yang terinfeksi HIV, maka sangat diperlukan edukasi dan deteksi dini pada kelompok 253 | P a g e Abdimas Universal 4 (2), (2022), 253-259 remaja ini. Berbagai hal telah dilakukan untuk mencegah meluasnya HIV/AIDS, seperti bentuk penyuluhan atau pendidikan antara lain melalui media cetak dan elektronik maupun melalui metode ceramah dan diskusi, serta berbagai pengobatan dengan antiretroviral juga telah diteliti dan dilakukan. Di kota Baubau, temuan kasus HIV dan AIDS pada tahun 2021 yaitu sebanyak 74 kasus dan 20 (27%) diantaranya adalah remaja (Dinas Kesehatan Kota Baubau, Bidang P2PLP, 2022). Hal inilah yang mendasari tim pengabdi melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa peningkatan kapasitas terkait pengetahuan remaja tentang pencegahan HIV/AIDS serta deteksi dini kasus HIV/AIDS pada remaja guna menekan bertambahnya kasus baru karena tidak mengetahui status sejak dini. Adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang HIV-AIDS secara komprehensif, mulai dari pencegahan, penularan hingga pengobatan kepada remaja yang pada dasarnya mayoritas karakter mereka adalah ingin mencoba-coba hal baru termasuk perilaku berisiko tinggi seperti seks bebas, alkohol, narkoba, dan lain-lain, serta diharapkan dapat menjadi peer educator (pendidik sebaya) untuk remaja di sekitarnya. Setelah dilakukan deteksi dini berupa skrining HIVAIDS dimana hasilnya akan menjadi masukan untuk Dinas Kesehatan Kota Baubau dan Layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (LPKM) lingkup Kota Baubau. 2. Bahan dan Metode Pelaksanaan PkM ini dilakukan dengan melewati 3 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SMA di kota Baubau yang bersedia mengikuti alur tahapan kegiatan yang mulai dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2022 hingga selesai. Adapun uraian kegaiatan PkM sebagai berikut. a. Tahap Persipan Tahapan persiapan diawali dengan rapat bersama tim pengabdi melalui Zoom Meetings guna membahas jadwal pelaksanaan PkM dan secara offline dengan membahas persiapan pelakasanaan PkM. Volume 4, Nomor 2, 2022 ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online) Gambar 1. Rapat Persiapan Penyusunan Jadwal Pelaksanaan PkM Tim Pengabdi melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Baubau yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyediakan rapid test HIV/AIDS dan rekomendasi layanan yang diharapkan dapat membantu dalam melakukan tes HIV tersebut. Komunikasi dan koordinasi ini disertai surat tugas dari Direktur Politeknik Baubau nomor 350/PL.B/D/PPPM/ST/III/2022 dan surat izin PkM dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Baubau sebagai bukti kelegalan kegiatan pengabdian kepada masyarak (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal/article/download/230/117
Article home page: https://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal/article/view/230/117

Justin Wa Ode Sitti, Ahmad Amiruddin, Pabokori Sudirman, Sri Ernawati, Syarif Syastriani Isna Putri. Peningkatan Kapasitas dan Deteksi Dini HIV/AIDS Pada Remaja di Kota Baubau, 2022, pp. 253-259,