Pengaruh Job Security dan Leader Safety Commitment terhadap Work Engagement Karyawan Selama Pandemi Covid-19
BRPKM
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental
http://e-journal.unair.ac.id/BRPKM
e-ISSN: 2776-1851
ARTIKEL PENELITIAN
Pengaruh Job Security dan Leader Safety Commitment terhadap Work
Engagement Karyawan Selama Pandemi Covid-19
THERESIA TABITA HABSARI & SEGER HANDOYO*
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh job security dan leader safety
commitment terhadap work engagement karyawan selama masa pandemi Covid-19. Partisipan dalam
penelitian ini adalah karyawan yang terdampak pandemi Covid-19 dan sedang melakukan arahan WFH.
Penelitian ini melibatkan 114 responden karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dan diukur menggunakan alat ukur Job Security Perceptions, Leader Safety Commitment, dan Gallup Q12
Job Engagement Scale. Data pada penelitian ini dianalisis dengan uji regresi liniear berganda
menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 16.0 for Windows. Adapun hasil dari penelitian ini
menyatakan bahwa job security dan leader safety commitment berpengaruh positif dan signifikan
terhadap work engagement. Serta ketika diteliti secara bersama-sama hasil menunjukkan bahwa job
security dan leader safety commitment memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap work
engagement.
Kata kunci: engagement, job security, LSC
ABSTRACT
This study aims to empirically examine the effect of job security and leader safety commitment on
employee work engagement during the Covid-19 pandemic. The participants in this study were
employees who were affected by the Covid-19 pandemic and were carrying out WFH. This study
involved 114 employee respondents. This study uses a quantitative approach and is measured using the
Job Security Perceptions, Leader Safety Commitment, and Gallup Q12 Job Engagement Scale. The data
in this study were analyzed using multiple linear regression using the IBM SPSS Statistics 16.0
application for Windows. The results of this study state that job security and leader safety commitment
has a positive and significant effect on work engagement. And when examined together, the results show
that job security and leader safety commitment positively influence work engagement.
Keywords: engagement, job security, LSC
Buletin Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2022, Vol. 2(1), 493-501
*Alamat korespondensi: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Kampus B Universitas Airlangga Jalan
Airlangga 4-6 Surabaya 60286. Surel:
Naskah ini merupakan naskah dengan akses terbuka dibawah ketentuan the Creative
Common Attribution License (CC-BY-4.0) (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0),
Pengaruh Job Security, LSC terhadap WE
494
sehingga penggunaan, distribusi, reproduksi dalam media apapun atas artikel ini tidak
dibatasi, selama sumber aslinya disitir dengan baik.
PENDAHULUAN
Berita mengenai merebaknya virus Covid-19 ini nampaknya sampai sekarang masih menjadi buah bibir
masyarakat dan menjadikannya perhatian khusus dari semua pihak. Meluasnya virus Covid-19 yang
sudah cukup lama menjadi perhatian ini telah membawa banyak dampak nyata bagi kehidupan
manusia. Covid-19 pertama kali ditemukan dan dilaporkan terjadi di Wuhan, China pada awal Desember
2019 yang kemudian hanya berjarak beberapa bulan saja kasus virus Covid-19 ini telah ditetapkan oleh
WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sebagai sebuah pandemi global yang menyerang bukan hanya
kawasan Asia namun juga di seluruh dunia. Pandemi sendiri adalah suatu wabah penyakit yang
dirasakan dan menyebar secara cepat di seluruh dunia. KBBI memaknai pandemi sebagai suatu wabah
yang menjakit dan terjadi secara serempak meliputi daerah geografi yang luas (Kamus Besar Bahasa
Indonesia, n.d.)
Hingga saat ini, data terbaru per-15 Februari 2022 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,
menunjukkan sebanyak 4,9 juta penduduk Indonesia teridentifikasi positif Covid (Satuan Tugas
Penanganan Covid-19, n.d.). Sejak masuknya virus Covid-19 pada tahun 2020 lalu, virus ini telah
membuat setidaknya tiga gelombang besar di setiap tahunnya. Adapun gelombang virus tersebut
dikarenakan virus Covid-19 ini bermutasi menjadi beberapa varian. WHO sendiri telah menetapkan
setidaknya empat varian virus Covid-19, yakni varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta (World Health
Organization, 2021). Baru-baru ini, Omicron yang menjadi mutasi baru virus Covid-19 telah menyebar
luas dan menyerang manusia di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Segala upaya serta tindakan
preventif yang ditetapkan pemerintah Indonesia telah dilakukan untuk memutus rantai penularan virus
Covid-19, mulai dari PSBB kota sampai PPKM mikro. Tidak hanya itu saja, pelaksanaan vaksin yang
dianjurkan oleh WHO kepada seluruh negara di dunia juga menjadi salah satu tindakan preventif yang
harus dilakukan untuk membentuk imun menjadi lebih kuat lagi. Pada penerapannya pemerintah
menghimbau bagi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dengan 3M,
yakni mencuci tangan, mengenakan masker bila berada diluar rumah dan menjaga jarak dengan orang
lain. Tidak hanya itu penetapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sempat dilakukan pada
daerah dengan zona merah yang diatur dalam Permenkes nomor 9 tahun 2020 membuat sekolah dan
tempat kerja diliburkan kecuali untuk kantor yang memberikan pelayanan publik serta beberapa
pertokoan yang menjual kebutuhan dasar dan bidang kesehatan, yang kemudian mengarah pada
penerapan WFH (Work from Home) bagi karyawan.
Istilah work from home atau yang biasa kita kenal dengan WFH, yaitu sebuah istilah yang digunakan
untuk penerapan kerja dari jarak jauh. Menurut (Crosbie & Moore, 2004) Bekerja dari rumah atau WFH
ini merupakan pekerjaan yang berbayar dan dilakukan dari jarak jauh serta biasanya pekerjaan akan
lebih banyak dilakukan dari rumah. Bekerja dari rumah mungkin akan terlihat mudah karena kita tidak
perlu ke kantor setiap hari dan menghemat biaya transportasi, namun pada kenyataannya bekerja dari
rumah lebih memerlukan responsibility yang tidak kalah tinggi seperti saat bekerja dari kantor.
Mempersiapkan kebutuhan bekerja saat bekerja dari rumah juga penting untuk dilakukan guna terus
menjaga kinerja karyawan, seperti contoh mempersiapkan alat komunikasi berupa laptop, jaringan
internet yang baik, serta mempersiapkan ruangan yang secara khusus digunakan saat bekerja dari
rumah yang tentunya harus nyaman.
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM)
2022, Vol. 2(1), 493-501
Pengaruh Job Security, LSC terhadap WE
495
Dari berkembangnya virus Covid-19 kemudian berkembang menjadi sebuah pandemi yang semakin
panjang, muncul beberapa dampak yang dirasakan oleh mayoritas orang di seluruh dunia dan
Indonesia, salah satunya adalah terjadinya fluktuasi ekonomi pada kehidupan ekonomi masyarakat.
Banyak pihak yang telah mengalami penurunan omzet akibat penutupan sementara semua bidang
bisnis pada awal kemunculan Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut membuat beberapa kalangan seperti
perusahaan, pertoko (...truncated)