Pengaruh Job Security dan Leader Safety Commitment terhadap Work Engagement Karyawan Selama Pandemi Covid-19

Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), May 2022

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh job security dan leader safety commitment terhadap work engagement karyawan selama masa pandemi Covid-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan yang terdampak pandemi Covid-19 dan sedang melakukan arahan WFH. Penelitian ini melibatkan 114 responden karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan diukur menggunakan alat ukur Job Security Perceptions, Leader Safety Commitment, dan Gallup Q12 Job Engagement Scale. Data pada penelitian ini dianalisis dengan uji regresi liniear berganda menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 16.0 for Windows. Adapun hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa job security dan leader safety commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Serta ketika diteliti secara bersama-sama hasil menunjukkan bahwa job security dan leader safety commitment memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/download/34639/21157

Pengaruh Job Security dan Leader Safety Commitment terhadap Work Engagement Karyawan Selama Pandemi Covid-19

BRPKM Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental http://e-journal.unair.ac.id/BRPKM e-ISSN: 2776-1851 ARTIKEL PENELITIAN Pengaruh Job Security dan Leader Safety Commitment terhadap Work Engagement Karyawan Selama Pandemi Covid-19 THERESIA TABITA HABSARI & SEGER HANDOYO* Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh job security dan leader safety commitment terhadap work engagement karyawan selama masa pandemi Covid-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan yang terdampak pandemi Covid-19 dan sedang melakukan arahan WFH. Penelitian ini melibatkan 114 responden karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan diukur menggunakan alat ukur Job Security Perceptions, Leader Safety Commitment, dan Gallup Q12 Job Engagement Scale. Data pada penelitian ini dianalisis dengan uji regresi liniear berganda menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 16.0 for Windows. Adapun hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa job security dan leader safety commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Serta ketika diteliti secara bersama-sama hasil menunjukkan bahwa job security dan leader safety commitment memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Kata kunci: engagement, job security, LSC ABSTRACT This study aims to empirically examine the effect of job security and leader safety commitment on employee work engagement during the Covid-19 pandemic. The participants in this study were employees who were affected by the Covid-19 pandemic and were carrying out WFH. This study involved 114 employee respondents. This study uses a quantitative approach and is measured using the Job Security Perceptions, Leader Safety Commitment, and Gallup Q12 Job Engagement Scale. The data in this study were analyzed using multiple linear regression using the IBM SPSS Statistics 16.0 application for Windows. The results of this study state that job security and leader safety commitment has a positive and significant effect on work engagement. And when examined together, the results show that job security and leader safety commitment positively influence work engagement. Keywords: engagement, job security, LSC Buletin Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2022, Vol. 2(1), 493-501 *Alamat korespondensi: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Kampus B Universitas Airlangga Jalan Airlangga 4-6 Surabaya 60286. Surel: Naskah ini merupakan naskah dengan akses terbuka dibawah ketentuan the Creative Common Attribution License (CC-BY-4.0) (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0), Pengaruh Job Security, LSC terhadap WE 494 sehingga penggunaan, distribusi, reproduksi dalam media apapun atas artikel ini tidak dibatasi, selama sumber aslinya disitir dengan baik. PENDAHULUAN Berita mengenai merebaknya virus Covid-19 ini nampaknya sampai sekarang masih menjadi buah bibir masyarakat dan menjadikannya perhatian khusus dari semua pihak. Meluasnya virus Covid-19 yang sudah cukup lama menjadi perhatian ini telah membawa banyak dampak nyata bagi kehidupan manusia. Covid-19 pertama kali ditemukan dan dilaporkan terjadi di Wuhan, China pada awal Desember 2019 yang kemudian hanya berjarak beberapa bulan saja kasus virus Covid-19 ini telah ditetapkan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sebagai sebuah pandemi global yang menyerang bukan hanya kawasan Asia namun juga di seluruh dunia. Pandemi sendiri adalah suatu wabah penyakit yang dirasakan dan menyebar secara cepat di seluruh dunia. KBBI memaknai pandemi sebagai suatu wabah yang menjakit dan terjadi secara serempak meliputi daerah geografi yang luas (Kamus Besar Bahasa Indonesia, n.d.) Hingga saat ini, data terbaru per-15 Februari 2022 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menunjukkan sebanyak 4,9 juta penduduk Indonesia teridentifikasi positif Covid (Satuan Tugas Penanganan Covid-19, n.d.). Sejak masuknya virus Covid-19 pada tahun 2020 lalu, virus ini telah membuat setidaknya tiga gelombang besar di setiap tahunnya. Adapun gelombang virus tersebut dikarenakan virus Covid-19 ini bermutasi menjadi beberapa varian. WHO sendiri telah menetapkan setidaknya empat varian virus Covid-19, yakni varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta (World Health Organization, 2021). Baru-baru ini, Omicron yang menjadi mutasi baru virus Covid-19 telah menyebar luas dan menyerang manusia di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Segala upaya serta tindakan preventif yang ditetapkan pemerintah Indonesia telah dilakukan untuk memutus rantai penularan virus Covid-19, mulai dari PSBB kota sampai PPKM mikro. Tidak hanya itu saja, pelaksanaan vaksin yang dianjurkan oleh WHO kepada seluruh negara di dunia juga menjadi salah satu tindakan preventif yang harus dilakukan untuk membentuk imun menjadi lebih kuat lagi. Pada penerapannya pemerintah menghimbau bagi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dengan 3M, yakni mencuci tangan, mengenakan masker bila berada diluar rumah dan menjaga jarak dengan orang lain. Tidak hanya itu penetapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sempat dilakukan pada daerah dengan zona merah yang diatur dalam Permenkes nomor 9 tahun 2020 membuat sekolah dan tempat kerja diliburkan kecuali untuk kantor yang memberikan pelayanan publik serta beberapa pertokoan yang menjual kebutuhan dasar dan bidang kesehatan, yang kemudian mengarah pada penerapan WFH (Work from Home) bagi karyawan. Istilah work from home atau yang biasa kita kenal dengan WFH, yaitu sebuah istilah yang digunakan untuk penerapan kerja dari jarak jauh. Menurut (Crosbie & Moore, 2004) Bekerja dari rumah atau WFH ini merupakan pekerjaan yang berbayar dan dilakukan dari jarak jauh serta biasanya pekerjaan akan lebih banyak dilakukan dari rumah. Bekerja dari rumah mungkin akan terlihat mudah karena kita tidak perlu ke kantor setiap hari dan menghemat biaya transportasi, namun pada kenyataannya bekerja dari rumah lebih memerlukan responsibility yang tidak kalah tinggi seperti saat bekerja dari kantor. Mempersiapkan kebutuhan bekerja saat bekerja dari rumah juga penting untuk dilakukan guna terus menjaga kinerja karyawan, seperti contoh mempersiapkan alat komunikasi berupa laptop, jaringan internet yang baik, serta mempersiapkan ruangan yang secara khusus digunakan saat bekerja dari rumah yang tentunya harus nyaman. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) 2022, Vol. 2(1), 493-501 Pengaruh Job Security, LSC terhadap WE 495 Dari berkembangnya virus Covid-19 kemudian berkembang menjadi sebuah pandemi yang semakin panjang, muncul beberapa dampak yang dirasakan oleh mayoritas orang di seluruh dunia dan Indonesia, salah satunya adalah terjadinya fluktuasi ekonomi pada kehidupan ekonomi masyarakat. Banyak pihak yang telah mengalami penurunan omzet akibat penutupan sementara semua bidang bisnis pada awal kemunculan Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut membuat beberapa kalangan seperti perusahaan, pertoko (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/download/34639/21157
Article home page: https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/view/34639/21157

Habsari Theresia Tabita, Seger Handoyo. Pengaruh Job Security dan Leader Safety Commitment terhadap Work Engagement Karyawan Selama Pandemi Covid-19, Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2022, pp. 493-501,